MALUTPOST.TOBELO – Peristiwa gantung diri di Halmahera Utara (Halut) makin marak. Hanya dalam skurun waktu sebulan , dua kasus bunuh diri dengan cara gantung diri. Kasus terbaru korbannya adalah Harvei Tasiringan (31) warga Desa Gamgoku, Kecamatan Tobelo ditemukan tak bernyawa dalam keadaan gantung diri, Sabtu (27/2) akhir pekan kemarin.

Mirisnya, korban ditemukan ibu kandungnya sendiri di dapur rumahnya dalam keadaan tak bernyawa. Informasi yang dihimpun Malut Post menyebutkan, peristiwa gantung diri oleh korban yang tercatat sebagai security pada salah satu perusahaan di Halut itu karena diduga depresi/stres. “Sebelum kejadian, saya (Ibu kandung korban) sedang di rumah tetangga menonton TV. Karena waktu sudah pukul 22.30 WIT, saya pulang ke rumah dan masuk ke dapur. Di sini saya melihat (Harfei) dalam keadaan tergantung dengan tali di bagian lehernya. Saya langsung berteriak meminta tolong ke warga,” kata ibu kandung korban Ince Tasiringan kepada Malut Post Senin (1/3).

Sementara Kasubag Humas Polres AKP Mansur Basing yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. “Iya benar ada kejadian itu pada Sabtu kemarin. Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tergantung di dapur rumah orang tuanya,” ucapnya. Dari keterangan keluarga, korban sering memiliki penyakit kejiwaan. Diketahui, beberapa waktu lalu, kasus serupa juga terjadi di Desa Gorua Selatan Kecamatan Tobelo Utara, Jumat (5/2). Korban yang teridentifikasi bernama Fernandito Daga (17) ditemukan dalam keadaan gantung diri dan sudah dalam keadaan membusuk di sebuah rumah kosong. (rid/met)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *