Masih Berpotensi Naik, Minta Hitung Ulang Kebutuhan Dinkes dan BPBD

MALUTPOST.TERNATE – Kondisi Keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) bakal goyang, jika tidak diatur secara baik. Pasalnya, di tahun ini Pemkot harus melakukan refocusing mencapai Rp102 miliar. Akibat utang dan pemotongan dana transfer maupun pembiayaan vaksinasi. Ini dibenarkan kepala BPKAD Kota Ternate Taufik Jauhar, kepada Malut Post.

Bahkan angka Rp102 miliar ini, kata Taufik, Masih bersifat sementara. Bisa saja naik, jika anggaran dukungan pembangunan kampung Makassar Timur, disetujui DPRD. “Anggaran ganti rugi Rp 5,3 miliar di Disperkim, jika disetujui masuk skema refocusing ini. Maka total refocusing bisa capai Rp107,3 miliar lebih,” ungkapnya. Taufik lalu merinci satu persatu item yang masuk refocusing.

Yakni dukungan vaksinasi dan operasional satgas covid-19 sebesar Rp48 miliar atau 20 persen dari DAU, sebagaimana isyarat keputusan Menteri Keuangan. “Kalau DAU kita 608 miliar, maka di kisaran Rp48 miliar,” sebutnya.

Selain itu, Utang pihak ketiga sebesar Rp34 miliar. “angka ini sangat besar, apalagi ditambah dengan usulan mendahului perubahan senilai Rp5,3 miliar. Karena itu, saya minta agar Dinas Kesehatan dan BPBD hitung ulang kebutuhan mereka,” tadasnya.

Kendati begitu, refocusing sampai saat ini belum jalan sampai ke tingkat keputusan. Sebab, tahapannya masih dalam proses perhitungan di Balidbangda. Termasuk menghitung kembali rincian kebutuhan vaksinasi dan operasioanl satgas covid. Setelah perhitungan ditemkan angkanya, barulah dibuatkan peraturan wali kota. “Jadi nanti akan dibuat perubahan penjabaran. Sebab APBD perubahan nanti di bulan September, sehingga melalui Perwali kita jalan dulu. Nanti ada pemberitahuan ke DPRD,” tukasnya. (udy/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *