Sekolah Swasta di Bawah Kemenag Belajar Tatap Muka

MALUTPOST.TERNATE – Para orang tua siswa menilai, penerapan sistem beljar online atau disebut dengan Daring dan Luring, ternyata bukan sepenuhnya memutus mata rantai covid. Tapi ada motif lain dibalik itu. Buktinya ada sekolah yang tetap melaksanakan belajar tatap muka.

“Katanya semua SD online, tapi kenapa beberapa sekolah tetap tatap muka. Ini maksudnya memutus mata rantai covid, tapi biar anggaran covid capat (cepat) cair,” tandas Dahri, salah satu orang tua.

Dahri meminta satuan tugas (satgas) dan Dinas Pendidikan, serius menjalankan kegiatan belajar bagi siswa. Karena jika proses belajarnya bertahan dengan sistem online, maka anak-anak akan jadi korban.

“10 atau 20 tahun kedepan, daerah ini baru akan merasakan bagaimana bobroknya mengurus pendidikan. Kita mau anak kita sehat, tapi juga tidak mau anak kita bodoh. Jadi tolong satags lebih arif dalam melihat masalah. Kenapa juga ada sekolah yang tetap dibuka,” tandasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Mahmud J. Adurahman, saat dikonfirmasi menyampaikan, dari hasil monitoring lapangan, seluruh sekolah dibawah kendati Diknas, tidak satupun melaksanakan kegiatan belajar tatap muka. Semuanya melalui daring, sambil menunggu informasi lanjutan perkembangan kasus. “Kalau satgas menyampaikan kasusnya sudah turun. Maka segera digelar belajar tatap muka,” akunya.

Mahmud juga menyampaikan, untuk SD yang belajar tatap muka, adalah sekolah swasta di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag). “Memang kalau semua sekolah tidak terapkan online dan tetap tatap muka. Sulit kita jelaskan ke masyarakat. Harusnya kalau online ya semua sekolah,” tandasnya. (udy/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *