MALUTPOST.TERNATE Penumpukan pegawai didepan BPRS Bahari Berkesan pada Rabu (10/3), menuai sorotan dari DPRD Kota Ternate. Sebelumnya, ratusan pegawai mengantre untuk pengambilan gaji, hingga mengabaikan protokol kesehatan.

Ketua komisi I Mohtar Bian mengatakan, sebagai aparatur negara di Kota Ternate, harus memeberikan contoh yang baik. Pasalnya di tengah pandemi Covid-19, kegiatan berkerumun masih di larang. Anehnya, Pemkot justru mempertontonkan ke masyarakat.

“Bagaimana masayarakat bisa patuh, sementara para pegawai juga banyak yang melanggar. HAl ini harus ada kesadaran bersama. Kami menilai kerumunan sebagai contoh yang buruk,” sebutnya.

Mohtar menambahkan, seharusnya sejak awal sudah memberlakukan ajib pembukaan rekening bank BPRS Bahari Berkesan kepada setiap peawai negeri sipil maupun para PTT. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan pegawai di bank tersebut. Kata dia, jangan nanti dengan diberlakukannya sistem SIMPDA ke SIPD baru pemerintah Kota kaget. Apalagi banyak pegawai dan PTT yang menunggu penerimaan gaji, maka secara tidak langsung akan terjadi penumpukan dan protokol kesehatan pun diabaikan.

“Perencanaan dan sistem pelayanan dari pemerintah yang sangat lengah, sehingga terjadi insiden kerumunan,” tutupnya. (mg-03/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *