Habiskan Rp114 Juta, “Main Bola” di Bacan

MALUTPOST.TERNATE – Perjalanan seluruh Anggota DPRD Kota Ternate ke Halmahera Selatan, dengan alasan melakukan studi banding, dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran. Sebab, selain salah sasaran. Hasil penelusuran Malut Post, perjalanan para wakil rakyat ini, menghabisan anggaran diperkirakan mencapai Rp113 juta. Dengan asumsi, perjalanan dinas Rp3,9 juta per orang dikalikan dengan 39 anggota, sebab satu anggota telah meninggal dunia namun belum ada penggantinya. Angka ini di luar pendampingan pegawai sekretariat. DPRD sendiri tahun ini memiliki anggaran perjalanan dinas mencapai Rp11,4 miliar. Ini terdiri dari, perjalanan luar daerah sebesar Rp9,7 miliar dan dalam daerah Rp1,7 miliar. Ini sebagian telah digunakan. Pada 4 Maret lalu, mereka juga telah melakukan perjalanan ke Sofifi.

Kabar yang berembus, perjalanan wakil rakyat tersebut untuk kepentingan lain. Salah satunya Ketua DPRD Muhajirin Bailussy.

Muhajirin dikabarkan ke Halsel untuk mengikuti pertandingan piala Bupati Cup yang baru dibuka kemarin. Kabar ini juga dikuatkan dengan postingannya, di akun Facebook Gus Jir. Dalam postingan itu, Muhajirin mengunggah dua foto dirinya menggunakan kostum bola. Pertama, sedang latihan dan foto satunya melakukan pose bersama dengan pasangan lawan.

Menanggapi hal ini, Akdemisi UMMU Hendra Kasim mengatakan, Studi banding yang dilakukan DPRD Kota Ternate ke Halmahera Selatan menurutnya terdengar aneh dan terkesan sekadar menghabiskan anggaran daerah. “Saya bingung apa yang mau di studi bandingkan di Halmahera Selatan,” kata Hendra dengan nada tanya.

Praktisi Hukum ini menyampaikan, Bukankah Kota Ternate adalah role modelnya Pemerintah Daerha di Maluku Utara. Sepatutnya justru Ternate yang jadi tempat belajar bukan sebaliknya. “Konon katanya salah satu materi studi banding mengenai PTSP di Halmahera Selatan. Kalau salah ingat bukankah 2018 PTSP Pemkot Ternate mendapatkan penghargaan karena dinilai baik. Dari dulu saya selalu yakin, studi banding ini nama beken dari baronda para pejabat, kegiatan satu ini tidak pernaha da hasil untuk daerah tapi menghabiskan anggaran yang tidak sedikit,” tuturnya.

Hendra bilang, aneh-aneh saja anggota DPRD Kota Ternate. Atau ini hanya akal-akalan menghabiskan total biaya perjalanan dinas dalam daerah. Dirinya menyarankan agar DPRD Kota lebih mengutamkan kepentingan rakyat, sebagaimana fungsi wakil rakyat. Dia juga sarankan, agar anggaran perjalanan dinas dalam daerah senilain Rp 1,7 miliar ini, digunakan untuk mengunjungi kecamatan Batang Dua. Sebab kecamatan yang jauh itu, nyaris tidak dikunjungi pasca mereka dilantik. Mungkin hanya saat reses, itu juga hanya sebagian. Padahal di sana masih banyak ketimpangan pembangunan.

Selain itu, tugas pokok DPRD di bidang legislasi juga banyak terabaikan. Salah satu yang mendesak adalah penjelasan Perda tentang perubahan pajak dan retribusi. Ini termasuk hal yang mendesak, karena ada objek pendapatan yang tidak akan bisa di pungut tanpa perda.

“Salah satunya Plaza Gamalama yang sudah diresmikan tapi belum beropeasi. Serta objek pajak kios merah yang selama ini bebas dari kewajiban. Kenapa ini tidak menjadi fokus malah pilih ke Halsel. Hanya karena sekadar memenuhi hasrat hobi main bola. Ini memalukan,” tandasnya. (udy/nty)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *