Musim Hujan Air Muntahkan Sampah di Jalanan

MALUT POST – TERNATE. Selokan dan drainase, seyogyanya berfungsi sebagai tempat pengairan air, agar tidak terjadi luapan ke badan jalan atau pemukiman warga. Apalagi musim hujan. Namun di Ternate, fungsinya “gand”.Tidak hanya air yang mengalir, tapi juga sekaligus memuntahkan sampah ke jalan.

Alhasil, setiap kali terjadi hujan, jalan-jalan dipenuhi sampah dan bahkan sampah masuk ke halaman pemukiman warga. Kondisi ini, membuat masyarakat resah.

“Setiap hujan di depan rumah penuh sampah bercampur. Tidak ada petugas yang turun angkut, kita harus kerja sendiri membersikan,” Keluh Sudirman, warga bastiong.

Menanggapi hal ini, kepalah dinas PURPR Kota Ternate Risval Tribudianto, menyampaikan, Masalah sampah, selain drainase yang sudah tidak layak dipertahankan, juga kesadaran warga juga butuh ditingkatkan. Sehingga mereka yang berada di dataran rendah tidak jadi korban.

“Jadi bukan hanya folume air yang tidak bisa menampung. Tapi juga sampah yang menghalau hingga air meluap,”terangnya.

Meski begitu, Risval mengaku, 90 persen drainas di Kota Ternate ini butuh upgrade. Hanya saja alasan kemampuan keuangan daerah, pembangunan tidak bisa jalan. Di tahun 2020 lalu, anggaran rehabilitasi drainase diusulkan Rp 9,5 miliar. Dengan fokus skala prioritas di 3 kecamatan, yakni TernateUtara Sebesar Rp 1,5 miliar, Ternate tengah Rp 4 miliar dan Ternate Selatan Rp 4 miliar. Namun karena terjadi refokusing, tidak bisa terokomudir. Di tahun ini, anggaran itu kembali diusulkan dengan jumlahpagu terbatas. yakni Ternate Utara Rp1,5 miliar, Ternate Selatan Rp 2 miliar dan Ternate Tengah Rp 2 miliar. Hanya saja, itu juga tidak bisa terjamin akan Jalan. Akibat dari kebijakan refokusing yang sementara berjalan.

“Tidak hanya saluran tapi juga sumur resapan sebagaimana dibangun sebelumnya di depan aks kediaman dinas gubernur dan Telkom,” jelasya. (udy/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *