Ditolak Keluarga Karena Jasadnya Sudah Hancur

MALUT POST _ WEDA. Tiga korban kasus pembunuhan di hutan Kali Gowonly Kecamatan Patani Timur, hanya satu yang berhasil divisum penyidik Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Tengah. Adalah, Yusuf Kader (40) warga Desa Bata Dua Kecamatan Patani Utara (Pantura). Sementara dua korban lainnya, yakni Risno (45) warga Desa Batu Dua dan Haji Masani (55) warga Desa Masure Patani Timur tak berhasil divisum.”Dua korban yang tak divisum itu karena ditolak pihak keluarga,” ungkap Kapolres AKBP Nico Setiawan, Selasa (30/3).

Penolakan visum ini karena keluarga mempertimbangkan kondisi jenazah yang sudah beberapa hari meninggal dan tubuhnya sudah hancur.”Keluarga tidak tegah membuka lagi jenazah kedua korban untuk divisum,” ungkapnya. Maski demikian kata kapolres, jika satu ketika ada petunjuk jaksa harus dilakukan autopsi maka kita akan penuhi itu. Atau cukup dengan berita acara penolakan saja. Itu semua tergantung kejaksaan.” Kalau misalnya nanti Jaksa meminta harus autopsi maka kita akan lakukan,” ucapnya.

Saat ini penyidik fokus mengungkap siapa pelakunya. Soal autopsi itu nanti urusan selanjutnya.”Kita nsudah koordinasi dengan Polres Halmahera Timur karena mereka juga pernah menangani kasus yang sama. Saksi semua yang kita periksa sudah 10 orang dan hari ini (kemarin) penyidik memeriksa saksi korban selamat yakni Kopda Zen,” tukasnya, sembari mengatakan hingga kini penyidik baru mengamankan satu barang bukti berupa panah. Kemungkinan besar busur pana yang lain sudah diambil kembali oleh pelaku.” Selain itu sesuai keterangan warga yang membantu mengevakuasi bahwa di salah satu tubuh korban tertancap linggis,” ungkapnya. (mpf/met)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *