MALUT POST – TERNATE. DPRD Halmahera Tengah (Halteng) menggelar paripurna penyampaian laporan Bapemperda dan pengambilan keputusan terhadap perubahan Perda Nomor 7 tahun 2018 tentang pnyertaan modal pemerintah daerah kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Sabtu (3/4). Paripurna Pengambilan keputusan yang dihadiri Wakil Bupati Abdurahim Odeyani itu dipimpin ketua DPRD Sakir ahmad didampingi Wakil Ketua 1 Kabir Hi Kahar dan Wakil Ketua II Hayun Maneke.

Anggota Bapemperda Arifin Samad mengatakan usulan perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2018 itu pada prinsipnya DPRD memberikan dukungan kepada pemerinta daerah untuk memberikan pernyataan modal kepada PDAM Tirta Halmahera Tengah. Ini dibuktikan di awal 2018, DPRD dan pemerintah daerah mengesahkan satu Ranperda menjadi perda. Yakni perda tentang pembentukan PDAM Tirta Halmahera Tengah. Di saat yang bersamaan juga DPRD mengesahkan pada Nomor 7 Tahun 2018 tentang pertanyaan modal pemerintah daerah kepada PDAM. “DPRD dan pemerintah daerah kembali melakukan perubahan 1 pasal yang terdapat pada perda dimaksud karena tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan air bersih,” ungkap Arifin saat membacakan laporan Bapemperda.

Perubahan muatan materi pasal 7A ayat (1) dan ayat (2) pernyataan modal yang akan dilaksanakan tahun 2021 sampai dengan 2024 itu Rp33 miliar. Alokasi anggaran yang cukup besar ini dengan rincian penggunaan sebagaimana penjalasan pada ayat (3). Yakni harus digunakan dengan benar terutama alokasi belanja penggunaan perangkat lunak jaringan pemasangan pelayanan air bersih. Kemudian, terkait perubhan materi muatan pada Pasal 7A ayat (3), alokasi anggaran tahun 2021, 2022, 2023 sampai 2024 menunjukan keseriusanpemerintah daerah untuk membangun infrastuktur PDAM Tirta Halmahera Tengah. Keinginan tersebut perlu didukung denganskennario perecanaan yang baik dan terukur sehingga bukan hanya indikator kuantitasyang diperoleh namunjuga kualitas dari perencanaan itu.”Karena itu, diharapkan kepada PDAM dan OPD teknis yang menyusun tahapan estimasi dan perencanaan program kegiatan, agar alokasi anggaran yang akan disepakati saat ini harus mencerminkan dan mengakomodir peningkatan kualitas pelayanan air bersih di Kota Weda,” ujarnya.

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *