MALUTPOST.TERNATE – Setelah ada warga sekitar yang menolak pembangunan Pertashop di kelurahan Jambula RT08, karena takut dengan dampak yang ditimbulkan nanti. Namun, ada juga warga yang memberi dukungan atas pembangunan Perthashop tersebut, termasuk ketua RT 08 dan ketua Pemuda Jambula.

Kini dukungan juga datang dari ketua nelayan sekaligus ketua RT 08 Yasim Taher. Kata dia, ia sendiri tidak tahu masyarakat mana yang menolak. Sebab, sebagian besar warga dilingkungannya mendukung. Menurutnya, warga yang menolak pembangunan Perthashop itu karena tkut dengan dampak yang akan ditimbulkan. Padahal, pembangunan Perthashop ini sudah pasti disertai dengan analisis dampak.

Bahkan, standar pengamanannya akan sama dengan pompa bensin lainnya. “Menurut saya, warga tidak perlu khwatur dengan dampak. Karena sudah ada standar yang layak. Harusnya yang kita khwawatir itu pertamina yang besar itu. Itu seperti bos waktu,” kata Yesin saat mengunjungi redaksi Malut Post, malam tadi.

Kata Yasin, sebagai ketua nelayan di Jambula, ia justru mendukung pembangunan Pertashop tersebut. Karena itu bisa membantu nelayan terkait dengan kebutuhan BBM. Kata dia, memang ada pertamini, namun di Pertamini itu pemasokan BBM hanya dua kali dalam seminggu. Karena itu, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, tidak saja nelayan tapi juga warga masyarakat.

“di Pertashop ini nanti disediakan Pertamax dan Dexlait. Jadi ini tentu kita sebagai nelayan sangat membutuhkan,” katanya.

Selain itu, ketua pemuda Jambula Fahri Robo mengatakan, pembangunan Pertashop itu memberi dampak positif bagi warga Jambula. Menurutnya, sesuai data pengangguran dan kenakalan remaja tertinggi di kecamatan Ternate Pulau adalah Jambula. Karena itu, dengan adanya pembangunan Pertashop tersebut dinilai menjadi peluang dan berdampak positif, terutama untuk menekan pengangguran dan kenakalan.

“Pertashop inikan nanti bisa merekrut tenaga kerja yang tentunya mengutamakan pemuda dan Masyarakat Jambula. Jadi ini (Pertashop) tentu berdampak positif bagi warga, terutama bisa menekan angka pengangguran,” ujar Fahri. (tr-03/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *