MALUT-POST JAILOLO Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Jailolo menyuarkan sejumlah problem daerah dalam aksi unjuk rasa didepan kantor bupati, senin (3/5). Problem yang disoroti kaitanya dengan hak buruh, pendidikan serta lahan di Desa Tosoa dan Tuguaer Kecamatan Ibu selatan.

Koordinator lapangan (korlap) Olden Lassa dalam orasinya meminta pemerintah daerah mengintervensi agar keresahan warga ini bisa teratasi. ” Jika ini di biarkan makam kami mempertanyakan komitmen bupati dan wakil bupati dalam menjalankan pemerintah di daerah, ” tandasnya Olden dalam orasinya.

Tak lama beroperasi massa diterima Asisten IV Vence Muluwere, Asisten II Marcus Saleky, Kadisnakertrans Justinus Rahailwarin, Kepala kesbangpol M Syarif Ali, kepada perizinan Samsudin Senen, Sekretaris Diknas Marten Manuty dan kabag pemerintahan Deminus Sidete dalam hearing di ruang Asisten II. dalam hearing itu, Olden mengatakan setelah dilakukan advokasi para buruh ditemukan ketimpangan antara buruh pelabuhan dan buruh di gudang kopra. Karena itu, dibutuhkan intervensi pemerintah daerah untuk menyelasaikan ketimpangan ini. Selain itu, masalah pendidikan di SDLPM Desa Adu serta problem lahan didesa Tosoa yang sertifikatnya ditarik kembali Badan pertahanan Nasional (BPN) Halbar dengan alasan lahanya masuk kawasan hutan lindung.

Asisten I vence Muluwere dalm menaggapi tuntutan massa ini mengatakan dari semua problem yang disampaikan ini beberap diantaranya sudah menjadi agenda pemerintah daerah untuk menyelesaikan. Diantaranya, soal lahan Tosoa serta masalah pendidikan. ” untuk lahan Tosoa ini surat sudah keluar. karena itu kami juga akan mengagendakan pertemuan dengan kepala desa untuk membicarakan, ” ungkapnya, semabri meminta keterwakilan LMND agar bisa ikut dalam pertemuan dengan kepala desa yang akan diagendakan. (met)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *