MALUT-POST SANANA Pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Fat Iba kecamatan Sulabesi Tengah Kabupaten Kepulauan Sula (kepsyul) gagal dilaksanakan. Ini karena panitia pilkades setempat undur diri. Informasi yang dihimpun Malut post, pengunduran diri pilkades Fat Iba bukan tanpa alasan. Berawal dari tahapan pencabutan nomor urus calon kepala desa (cakades) diambilali oleh panitia pilkades kabupaten. Meski demikian, panitia desa sempat nerkoordinasi agar tahapan pencoblosan dilaksanakan selasa (4/5) kemarin, namun pemerintah itu tak diakomodir panitia kabupaten.

” Panitia kabupaten paksakan pencoblosan dilakukan 29 April bulan lalu. karwena selisi pendapat ini sehingga panitia desa terpaksa undur diri,” kata jasmani selpia, warga setempat, kemarin (4/5).

Dengan pengunduran diri panitia pilkades Fat Iba, praktis tak ada yang menjalankan tahapan pilkades. “Sehingga mayoritas masyarakat desa Fat Iba berdasarkan hasil musyawara mufakat, menolak pilkades 2021 dan mengangkat penjabat kepala desa. dan itu sudah melalui persetujuan pemerintah daerah,” ucapnya.

Namun pada, minggu (2/5), panitia pilkadesa tingakt kabupaten mendistribusikan logistik ke desa Fat Iba. aksi nekat penyelenggara kabupaten ini dihalau mayoritas masyarakat. ” iya, karena, karena kan sudah ada kesepakatan bersama bahwa kami tolak pilkades dan sepakat angkat penjabat. kenapa harus paksa dilaksanakan pilkades, ” tuturnya dengan nada bertanya. Hingga berita ini ditulis, panitia pilkades kabupaten belum bisa dikonfirmasi. (gun/onk)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *