MALUT-POST-TERNATE Salah satu sektor yang terkena dampak pandemi Covid-19 adalah Usaha Kecil Mikro dan Menegah (UMKM). Hampir semua usaha milik UMKM kolaps, sejak pandemi melanda pada tahun 2020 lalu. Kondisi ini tentu membutuhkan anggaran untuk melakukan pemulihan. jika tidak mendapat perhatian, maka para pelaku usaha terancam gulung tikar.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (UKM) Kota Ternate Hadi Haerudin mengatakan, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk Tahun 2021 baru diusulkan sebanyak 17 ribu lebih, untuk Kota Ternate.

“Batasnya hingga tanggal 28 Juni 2021. Jadi pelaku usaha diminta untuk memasukkan sebelum waktu ditutupi,” sebutnya. Hadi menambahkan, BPUM di tahun2021 berbeda dengan tahun 2020. Ini dilihat dari total bantuan yang diterima. Menurutnya, pada tahun 2020 bantuan yang diterima sebesar RP 2,4 juta untuk pelaku usaha. Sedangkan untuk tahun 2021 diturunkan menjadi RP 1,2 juta. penerima di Tahun 2020 tetap masih menerima BPUM pada 2021, tetapi nilainya sudah berkurang seperti penerimah Tahun 2021 yakni RP 1,2 juta. Sejauh ini sosialisasi kepada para pelaku usaha menyangkut dengan BPUM terus dilakukan, agar bisa diketahui oleh pelaku usaha sehingga bisa memasukan berkas sebelum penutupan.

“Persyaratannya foto copy KTP, kartu keluarga dan surat pengantar usaha dari Kelurahan setempat serta nomor telepon,” tandasnya. (tr-03/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *