MALUT-POST-TERNATE Kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur kembli terungkap. Kali ini, terduga pelaku yang resmi dilaporkan ke polda Maluku Utara adalah oknum pejabat dilingkup pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula berinisial KM. Ini dibuktikan dengan

Surat tanda penerimaan laporan dengan nomor/STPL/68/VII/2021/SPKT terkait dugaan tindak pidana persetubuhan anak dibawa umur. KM yang diketahui menjabat sebagai Kepala Inspektorat di Kepsul diduga melakukan persetubuhan terhadap Laksmi (bukan nama sebenarnya). Sesuai laporan, korban yang masih berusia 16 tahun itu diduga disetubuhi berkali-kali sejak tahun 2020. Kini, usia Laksmi sudah 17 tahun. Ketua LBH Advokasi peduli Bangsa (APB) DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Malut, Roslan yang mengawal kasus ini menceritakan, perkenalan korban dan KM bermula dari akun Fesbook. Korban yang merupakan warga Bitung provinsi Sulawesi Utara itu lalu diajak KM ke Ternate. Untuk memuluskan aksinya, KM berjanji untuk menanggung semua keperluan dan kebutuhan korban selama di Ternate.

Nyatanya, habis manis sepah dibuang. “Jadi korban sudah diajak tidur berkali-kali. Sekitar 3 kali. Kejadian itu ditahun 2020,” akunya.

Atas kejadian ini, pihaknya lalu melaporkan KM secara resmi ke SPKT polda Malut. “Kami dari LBH APB KAI Maluku Utara sudah resmi membuat laporan polisi di SPKT polda dengan terlapor oknum ASN berinisial KM,” tambahnya. Janji Roslan, pihaknya akan mengawal kasus ini hingga ke meja pengadilan Negeri Ternate, guna memberikan kepastian hukum terhadap korban sehingga memberikan pelajaran bagi yang lain.

Dijelaskan Roslan, dengan dalil apapun, dugaan persetubuhan anak dibawah umur tidak dibenarkan karena anak usia dengan batas usia 18 tahun dilindungi undang-undang (UU). Tidak hanya itu. Pihaknya juga sudah mengantongi bukti ancaman terhadap korban. “Karena ancaman ini jelas sangat menggangu kenyamanan dan psikologi si anak yang masih dibawah umur selaku korban,” cetusnya. (tr-07/aji)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *