Proses Tender Lambat

MALUT-POST-SANANA Penyerapan belanja APBD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) 2021 masih rendah. dari Rp 838,19 miliar belanja daerah, baru Rp 202,8 miliar atau 24 persen yang tersedap pada triwulan kedua. Dari total belanja daerah, belanja modal yang paling rendah. Hingga triwulan kedua, dari Rp 164,90 miliar belanja modal baru Rp 2 miliar lebih yang terserap. “Iaya memang masih rendah. Dari realisasi Rp 202,8 miliar belanja daerah, belanja modalnya baru sekitar Rp 2 miliar,” kata Plt Kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kepsul, Gina S. Tidore kemarin (18/7).

Menurut Gina, rendahnya penyerapan belanja modal disebabkan karena lambatnya proses lelang di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kepsul. “Proses lelang saja baru dimulai April, kemudian Mei ada ketentuan dari pusat untuk refocusing sehingga terjadi pergeseran anggaran karena pemda wajib menyediakan dana vaksin covid-19,” jelasnya.

Untuk capai target, BPKAD berjanji bakal berkoordinasi dengan semua SKPD, untuk percepat proses tender agar penyerapan anggaran segera terealisasi. ” Kami berupaya berkoordinasi dengan semua SKPD untuk mempercepat proses tender atau kontrak untuk kegiatan-kegiatan yang akan dipihak ketigakan, agar penyerapan anggaran cepat terealisasi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, anggaran belanja daerah sebesar Rp 838,19 miliar, dengan rincian, belanja operasional Rp 542, miliar belanja modal Rp 164,90 miliar, belanja tak terduga Rp 1,5 miliar dan belanja transfer Rp129,37 Miliar. (gun/onk)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *