Tiga Kali Polairud Lakukan Penangkapan

MALUT-POST-BOBONG Aksi Pengeboman ikan kembali terjadi di perairan Desa Kasango Kecamatan Taliabu Barat Pulau Taliabu.

Peristiwa ini terjadi Sabtu (24/7) akhir pekan lalu, mulai pukul 10.00-14.00 WIT. Pelaku menggunakan satu unit kapal dan beraksi selama dua kali dilokasi yang sama. Ini diungkapkan Kepala Desa Kasango, Arsad, kepada Malut Post, Minggu (24/7). Praktis penangkapan ikan menggunakan alat pelendak ini sudah sering terjadi, namun dia belum berani mengambil tindakan untu melakukan pencegahan maupun penindakan terhadap pelakunya. Sebab dia Khawatir ada alat peledak yang nantinya digunakan pelaku sehingga merugikan dirinya. “Penangkapan ikan dengan menggunakan alat peledak ini akan membahayakan, dan merusak ekosistem dan biota laut,” jelasnya.

Banyak warga yang mata pencahariannya sebagai nelayan megeluhkan hal ini. Karena itu, dia minta penegak hukum dalam hal ini polairud untuk segera mengambil tindakan tegas atas pelaku penembakan tersebut. “Bom ikan itu sanagat berefek, apalagi desa pesisir laut kita hingga sebabkan abrasi,” terang kades.

Terpisah, Komandan Markas Unit Polairud Pulau Taliabu, Aipda Rusdi Umanailo, berjanji bakal menindak tegas pelaku perusahan laut menggunakan bom ikan. kata dia, satuannya mengutuk keras cara aksi tersebut. Dia mengaku sudah mendapat informasi itu, ketika kedapatan pihaknya tidak akan berkompromi karena peristiwa ini sangat merugikan masyarakat Taliabu dan juga menghancurkan ekosistem laut. “Taliabu ini memiliki banyak potensi laut, karena itu jangan merusaknya dengan menggunakan alat peledak seperti ini,” timbulnya.

Dia menegaskan, sebagai penegak hukum palagi memiliki tugas untuk menjaga dan memastikan keadaan laut serta potensi dirusak oleh pihak manapun, dengan cara apapun. Sambung dia, satuannya tidak perna melindungi mereka. Dia mengaku sepanjang 2021, pihaknya sudah 3 kali menindak pelaku ilegal fishing tersebut. Dari januari 2021 Direktorat Polairud Polda Maluku Utara, berhasil menangkap pelaku pengeboman ikan. Masuk April lalu, mereka menangkap pelaku pengeboman ikan. Dan pada Mei diamankan 9 orang. “Sembilan orang ini sudah dihukum satu tahun penjara,” jelasnya. (mg-02/onk)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *