MALUT-POST-TERNATE Komitmen Pencegahan stuting dari pemerintah Kota Ternate harus maksimal terlaksana pasalnya menyengkut dengan pertumbuhan bagi anak yang berada di Kota Ternate. Sebelumnya angka kasus stuting pada tahun 2020 mencapai 328 sementara pada tahun 2021 sudah mencapai 161 kasus. Dan komitmen dari pemkot juga mendapat respon dari DPRD komisi III Nurlaela Syarif.

Menurutnya, upaya penurunan stuting penting dilakukan sedini mungkin, guna menghindari dampak jangka panjang yang merugikan bagi terhambatnya tumbuh kembang anak.

Kondisi stuting berpengaruh paad perkembangan otak dimana tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Stutuing ini, sangat berisiko menurunkan produktivitas tumbuh kembang anak saat dewasa, mereka bisa lebihrentah terhadap penyakit dan lebih tinggi menderita penyakit kronis saat dewasanya. “Perlu penegasan dari Pemkot, sebab stuting dan berbagai bentuk masalah gizi dapat dikonstribusi pada hilangnya 2-3 persen produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahun,” ungkapnya.

Nulaela menambahkan, ada dua cara untuk penurunan stuting yaitu intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung. Namun, kedua intervensi ini, butuh syarat pendukung yaitu mencakup lpmitmen pemerintah Kota melalui kebijakan untuk pelaksanaan, keterlibatan pemerintah dan SKPD lintas sektor, serta kapasitas untuk melaksanakan.” Pada prinsipnya, jika menginginkan stuting turun, diperlukan pendekatan yang menyeluruh, harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung dan pola intervensi penurunan stuting terintegrasi,” jelasnya. (tr-03/yun)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *