MALUT-POST-TERNATE Kasus persetubuhan anak dibawah umur dengan terdakwa umur dengan terdakwa WK alias Nyong Bomber, menjalani sidang lanjut dipengadilan Negeri Ternate. Sidang dengan agenda pembacaan putusan yang digelar Kamis (23/9) kemarin, dipimpin langsung oleh ketua Majelis Hakim, Budi Setiawan.

Dalam putusan, Nyong dijatuhi pidana penjara selama 13 tahun dan pidana denda sebesar Rp 100 juta. Sesuai ketentuan, apabila denda tidak dibayar maka diganti dngan pidana kurungan selama 6 bulan. Tidak hanya itu. Majelis Hakim dalam amar putusan juga menyebut, WK alias Nyong Bomber terbukti secarah sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan kekerasan, memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya, sebagaiman sutrat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Karena itu, Hakim dengan tega menyatakan, mas penahanan yang sudah dijalani Nyong, dikurangi seluruhnya dari vonis pidana dengan perintah, terpidana tetap berada dalam tahanan.

Lewat sidang tuntutan yang sebelumnya digelar, terakwa Nyong dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsidair 6 bulan kurungan. Atas dasar itu, Nyong diancam pidana dalam pasal 18 ayat (1) junto pasal 76D undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (cr-07/aji)

Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *