Budikdamber yang merupakan akronim dari Budidaya Ikan di dalam Ember adalah sebuah tren baru di dunia ternak ikan air tawar. Bagaimana tidak, usaha ini dinilai lebih hemat tempat dan modal, sehingga bisa dibilang sangat cocok buat profis sekalian yang ingin memulai beternak ikan untuk konsumsi sendiri maupun komersial. Dalam satu ember berukuran 80 liter, profis bahkan bisa memanen hingga 120 ekor lele.

Namun tentunya, perlu tindakan yang tepat agar ikan tidak mati, karena sebenarnya penanganannya tidak semudah yang profis kira juga. Tapi jangan khawatir, tidak akan rumit sekali, kok! Budikdamber lel e pada dasarnya sama saja dengan budidaya lele pada lazimnya, namun dengan skala yang lebih kecil dan sederhana.

Pemeliharaan kualitas air akan dilakukan oleh lelenya sendiri. Namun, bilamana air sudah terlihat sangat kotor, maka proses sipon perlu dilakukan. Sipon adalah kegiatan membuang kotoran yang ada di dasar ember, juga kadar amoniak yang berada di dasar air.

Air bisa beracun buat lele akibat dari pemberian pakan berlebih. Pakan yang tidak dimakan akan mengendap di dasar ember dan tercampur dengan kotoran yang dibuang lele setelah makan. Campuran ini akan berubah menjadi amoniak yang dapat berujung fatal, dimana lele yang ada di dalam ember akan mati massal.

Nah, untuk profis yang sudah penasaran dengan metode Budikdamber ini, silahkan disimak langkah-langkah dan tips di bawah ini.

Persiapan

  • Ember 80 Liter, disarankan 2 ember agar hasil panen bisa lebih maksimal
  • Kawat
  • Selang Air
  • Tang
  • Starter Bakteri Probiotik
  • Kangkung
  • Gelas Plastik
  • Arang

Tahapan

Ember yang baru dibeli harus dicuci dan digosok sebersih mungkin, lalu rendam selama tiga hari. Setelah tiga hari, buang air rendaman dan endus, apakah embernya masih berbau plastik? Kalau masih, silahkan lakukan ulang tahapan awal tadi. Kalau sudah tidak berbau, maka bisa lanjut ke proses selanjutnya.

Sembari melakukan tahapan di atas, profis bisa menyiapkan air. Air juga perlu diendapkan dulu agar partikel mikronya turun. Untuk air PDAM, bisa diendapkan 3-7 hari, namun untuk air sumur cukup 24 jam saja.

Setelah air dan ember selesai dipersiapkan, tuang air ke dalam ember. Kemudian, beri bakteri probiotik. Aduk seadanya sampai kira-kira sudah tercampur. Jika sudah tercampur, proses tebar bibit bisa dimulai.

Perlu diingat, saat penebaran bibit tidak boleh sekaligus. Biarkan bungkusan bibit mengapung di air ember selama minimal 15 menit. Setelah suhu air di dalam kemasan bibit dan air di ember dirasa sudah sama, barulah buka ikatanya dan biarkan air ember masuk kedalam. Lalu angkat pelan-pelan dan biarkan bibit keluar sendiri. Biarkan bibit di dalam ember dan puasakan 24 jam.

Perawatan

Setelah proses di atas telah dilalui dengan baik, maka profis kini telah berada di tahap perawatan. Pemberian pakan juga harus bertahap dan jangan sekaligus ya, profis! Pastikan bahwasanya pelet yang ditebar ludes dimakan para lele, baru bisa dituang lagi. Karena sisa makanan akan mengendap di dasar ember dan lambat laun akan menjadi berbahaya bagi kandungan air tempat lele dibudidayakan.

Setelah makan, segera tinggalkan lele. Jangan diamati apalagi mengetuk-ngetuk ember. Salah satu kekurangan lele adalah mudah stres. Bilamana stres, lele akan memuntahkan makanannya. Lagi-lagi, makanan yang dimuntahkan akan mempercepat pembentukan amoniak di dalam air, yang berujung fatal bagi kehidupan lele itu sendiri.

Kemudian, proses sipon. Sipon atau pembersihan sekaligus sortir lele (memisahkan lele dengan ukuran kecil dan besar) adalah proses yang sangat penting. Lakukan ini dua minggu sekali dan harus pada saat sebelum lele diberi pakan. Untuk waktu idealnya yaitu jam 9 pagi dan jam 3 sore. Selain untuk menjaga kebersihan air dari kandungan amoniak yang menumpuk (hasil dari kotoran, sisa makanan, dan muntahan lele), proses sortir juga perlu dilakukan untuk menghindari kanibalisme lele.

Setelah melakukan sipon dan sortir, puasakan lele selama 24 jam.

Fungsi Kangkung

Mungkin sedari tadi profis bingung, apa yang menjadi fungsi dari kangkung? Penempatan kangkung berfungsi untuk menciptakan proses nitrifikasi, dimana amoniak yang notabene dapat menjadi racun oleh lele diubah menjadi kandungan nitrat. Dengan adanya kangkung, sesi sipon bisa diundur waktunya.

Kangkung ini juga tidak perlu diberi pupuk lagi, karena nutrisinya sudah terpenuhi oleh air di dalam ember.

Antisipasi Kucing

Kucing adalah hewan yang harus diantisipasi selama pelaksanaan Budikdamber. Untuk mengakali ini, profis bisa menutup ember dengan kawat, atau tutup yang sudah dilubangi di beberapa titik agar daun kangkungnya bisa tetap di luar.

Ternyata, Budikdamber tidak serumit yang profis kira, bukan? Selamat mencoba!

Lebih dari dua setengah dekade berselang sejak 1994, hadirnya internet di Indonesia kini telah mengubah berbagai pola pada hampir seluruh aspek industri di Nusantara. Mulai dari penyimpanan data, sarana bersosialisasi, sistem pembayaran, jual beli, transportasi, hingga pengobatan sekalipun telah mampu dijangkau oleh teknologi ajaib ini.

Tren jual beli konvensional adalah salah satu yang mendapatkan pergeseran terbesar. Melonjaknya pengguna transaksi digital di Indonesia bisa dibilang hanya melalui proses yang singkat hingga sebesar saat ini. Tren ini dimulai pada tahun 2000-an, dimana Kaskus yang saat itu merupakan raksasa forum interaksi di Indonesia memperkenalkan fitur Jual Beli dalam situsnya. Inilah yang merupakan cikal bakal hadirnya Belanja Daring atau e-commerce di Indonesia.

Tahun 2011, e-commerce Indonesia mulai menggeliat. Tak hanya Kaskus, beberapa nama beken lain seperti TokoBagus dan Berniaga (yang kini telah melebur sebagai OLX) mulai mewarnai industri e-commerce Indonesia. Pada masa itu pula, beberapa telur-telur raksasa e-commerce saat ini (Bukalapak, contohnya) sudah mulai beroperasi, meskipun masih belum setenar senior-seniornya di atas.

Para juragan (sebutan untuk penjual di era awal e-commerce) berlomba-lomba memproduksi barang-barang yang dapat menarik pasar, mendistribusikan, dan menjual secara mandiri barang-barang tersebut di situs-situs jual beli. Ini adalah gelombang pertama e-commerce, tempat orang-orang yang melek internet melakukan transaksi jual beli semasif mungkin. Dalam tahap ini, e-commerce membuka begitu banyak ruang untuk pekerjaan kreatif.

Tiga tahun berselang, pola bisnis e-commerce baru yang dianggap lebih menguntungkan mulai dilirik beberapa juragan yang merasa persaingan pasar semakin ketat. Tanpa disadari, fase inilah yang merupakan awal dari terjajahnya pemain e-commerce lokal. Para juragan mulai mengimpor barang dari luar negeri, mendirikan toko daring, dan memasarkan dagangannya. Banyak juragan-juragan baru bermunculan. Merasa terdesak, juragan-juragan lama pun mengalihkan strategi ke sistem yang sama. Pada era ini, Bukalapak dan Tokopedia mulai unjuk gigi.

2017 pun tiba, masa dimana sistem dropship mulai diperkenalkan. Melihat pasar Indonesia yang semakin potensial tentunya membuat para produsen barang impor yang mayoritas dari Tiongkok memanfaatkan momentum. Kita sekarang menjadi dropshipper. Orang Indonesia memiliki platform online dan mengiklankan bisnis mereka, akan tetapi produksi dan pengiriman sudah tidak kita tangani lagi, karena dikerjakan dari luar negeri. Ini adalah era Shopee, JD, dan Lazada. Mereka mendirikan kantor di Indonesia, namun semuanya dilakukan dari luar negeri. Segala sesuatunya semakin mudah, kita bahkan tidak perlu lagi menangani distribusi.

Beberapa orang mulai sadar, portal dan pemain e-commerce Indonesia tak lagi menjadi juragan seutuhnya, melainkan hanya bertindak sebagai proxy.

Tahun ini, peran kita semakin tersudut. Kita sama sekali tak layak disebut juragan, karena peran yang kita ambil tak lebih sebagai pengiklan. Alibaba (atau mungkin juga Amazon) sedang masuk ke Indonesia. Barang diproduksi di luar negeri, didistribusikan oleh perusahaan asing, dan dijual oleh e-commerce asing. Yang bisa kita lakukan pada dasarnya hanyalah mengiklankan dan mendukung produk ke pengikut kita di media sosial.

Mungkin, tidak banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk mengambil bagian dari bisnis e-commerce, karena pemain raksasa tentunya secara perlahan akan mendominasi lanskap dari ujung ke ujung, sementara pemain lokal sebagian besar memainkan peran kecil. Hanya beberapa dari para juragan yang memiliki modal besar yang bisa bertahan. Alhasil, toko-toko dengan modal kecil dan pemain baru akan sulit (atau bahkan mustahil) mengembangkan sayapnya di e-commerce Indonesia.

Masa Depan E-commerce Indonesia

Beberapa tahun mendatang, bukan sebuah hal mustahil kalau nantinya kita hanya akan menjadi penonton. Ya, para produsen dari negeri seberang tentunya tak akan membiarkan “makanannya” terbagi, bukan? Ketimbang mengekspor ke penjual lokal Indonesia, lebih baik mereka sendiri yang menancapkan tentakel di ladang subur tersebut.

Saat ini pemerintah kita berupaya melindungi produsen lokal dengan membatasi impor barang dari luar negeri, terutama melalui pelabuhan dan bandara. Para petugas bea cukai itu berani mengambil langkah-langkah pelarangan dan pajak barang impor. Tetapi banyak orang yang marah atas hal ini, karena mereka mengira pemerintah berusaha menghalangi mereka untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual barang impor murah dari Tiongkok.

Padahal, Ini adalah langkah yang diambil pemerintah untuk melindungi pabrikan lokal. Sebuah keputusan yang diambil untuk melindungi pasar agar kita tetap bisa menjadi juragan di kandang sendiri, menjaga pasar dari potensi ancaman yang haus akan lahan basah di e-commerce Indonesia.

E-Commerce adalah pertarungan yang panjang, tidak dapat dimenangkan dalam semalam. Dan hari ini, penulis berpikir bahwa kita belum siap. Sekeras apapun pemerintah berusaha untuk menghentikan, memblokir, dan melarang barang impor, itu hanya akan menunda efeknya untuk sementara. Satu-satunya cara untuk mengambil kembali dunia e-commerce Indonesia tak lain yaitu dengan cara meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia itu sendiri.

Ketika Alibaba memasuki wilayah kita, hal-hal akan terlihat bahagia bagi konsumen Indonesia. Namun di balik itu, akan terlihat menyedihkan bagi pabrikan lokal. Barang murah dari luar negeri akan membanjiri pasar kita, memasuki setiap rumah tangga Indonesia. Ujungnya pun tentu akan merugikan bangsa kita. Mengubah kita menjadi “bangsa konsumen”. Dan kemudian, “e-commerce kita” selesai.

Masa depan e-commerce Indonesia? Mereka akan tumbuh besar. Namun para juragan akan gagal menguasai kandang sendiri.

Istana FM

Dale Schroeder adalah satu dari banyak representasi mulianya hati manusia.

Saat orang-orang berlomba untuk mengejar harta di dunia, Dale Schroeder malah melakukan hal mengejutkan dalam hidupnya, profis. Mengabdi selama 67 tahun sebagai tukang kayu di Moehl Millwork—sebuah perusahaan di Amerika Serikat—, ternyata pria ini selalu menyisihkan sebagian besar upah yang ia terima untuk melakukan hal mulia.

Dale tumbuh di keluarga miskin, dia tidak mempunyai istri maupun anak. Dari sini saja, tentunya profis bisa menggambarkan bahwa kehidupan Dale begitu kurang berwarna dan cenderung menyedihkan. Di balik itu, Dale Schroeder adalah sosok pekerja keras dan penghemat. Ternyata, uang hasil jerih payahnya telah ia persiapkan untuk sesuatu yang besar tatkala kelak usianya senja.

Tak terasa, roda waktu terus berputar sehingga membawanya pada fase lansia. Dengan total tabungan yang mencapai $3 juta (atau setara kurang lebih Rp 4,2 milyar), tentunya akan menyulitkan baginya untuk mendistribusikan uang tersebut mengingat ia tak memiliki keturunan.

“Saya tidak pernah mendapat kesempatan untuk kuliah. Jadi, saya ingin membantu anak-anak untuk kuliah.”

Dale Schroeder

Steve Nielsen, teman Dale, adalah orang pertama yang mengetahui rencana gila itu. Ia bahkan terperanjak ketika mendengar nominal fantastis yang menurutnya bisa membuat Dale menguliahkan hingga puluhan orang.

Dale meninggalkan instruksi spesifik bahwa uangnya untuk biaya kuliah anak-anak di daerah Iowa. Dia ingin membantu anak-anak yang seperti dia dulu (tidak mampu finansial), yang mungkin akan memiliki kesempatan untuk kuliah. Memang benar apa kata Nielsen, bukan 1, 2, atau 5, tetapi 33 orang akhirnya mendapat biaya kuliah dari Dale.

“Ada satu hal yang diminta Dale sebagai imbalan. Kamu tidak bisa membayarnya kembali karena Dale sudah tiada, tetapi kamu bisa mengingatnya dan kamu bisa meniru dia.”

Kata Nielsen kepada anak-anak beruntung itu.

Pada tahun 2005, tukang kayu dermawan bernama Dale Schroeder itu meninggal dunia dan telah berhasil mengubah kehidupan 33 orang SELAMANYA. Kelompok itu menyebut diri mereka “anak-anak Dale”, dan sekarang mereka sudah menjadi dokter, guru, terapis, dan banyak profesi lain.

Dunia ini masih ada orang baik dan berguna untuk orang lain. Apakah profis mau mengambil salah satu posisi itu?

Gambar di atas adalah penampakan Museum Penjara Abashiri di Jepang. Coba profis perhatikan, ada patung manusia sedang memanjat langit-langit penjara. Itu adalah patung memorial dari seorang legenda the king of escape yang pernah hidup di Jepang.

Namanya Yoshie Shiratori. Pria ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum setelah sebelumnya mencuri dan membunuh. Ia lahir di prefektur Aomori dan memiliki seorang istri serta satu anak perempuan. Yoshie menjadi terkenal setelah berhasil kabur sebanyak empat kali dari empat penjara yang berbeda.

Ketika di penjara pertama, Yoshie merasakan ketidakadilan dari perlakuan kasar yang dialaminya, yang menurutnya tidak layak ia dapatkan meskipun ia seorang pembunuh.

Pelarian pertamanya terjadi pada tahun 1936, dimana ia menggunakan seutas kawat untuk membuka kunci dari pintu besi kecil tempat mengirimkan makanan, lalu menggunakan kemampuan tubuhnya yang elastis untuk bisa melalui pintu tersebut. Setelah itu, Yoshie mengambil kunci borgol dan kembali ke selnya. Ia menunggu dan menghabiskan 10 hari untuk mendengarkan langkah kaki agar bisa memastikan jarak penjaga patroli dan waktu patroli. Kemudian ia berhasil membuka pintu sel dan rumah tahanan penjara hanya bermodalkan kawat.

Tidak lama setelah itu, ia kembali tertangkap dan dijebloskan ke penjara di daerah Sendai. Di penjara ini, ia mendapat perlakuan baik dan tidak melarikan diri.

Perang Dunia ke-dua pun meletus, sehingga ia pun dipindahkan ke penjara di Akita. Karena mengetahui bahwa Yoshie memiliki catatan pernah kabur, pihak penjara pun melakukan tindakan antisipasi dengan meletakkan Yoshie di sebuah ruangan kecil dengan tinggi 3 meter dan dijaga dengan ketat dari luar. Ruangan ini dikelilingi tembaga yang halus dan hanya bagian atasnya berpagar besi. Yoshie juga mengenakan borgol di kaki dan tangannya selama 24 jam.

Tak tahan diperlakukan bagai pesakitan di sini, Yoshie pun kembali merencanakan pelarian. Butuh 6 bulan baginya untuk dapat berhasil lolos.

Suatu hari, penjaga mengecek Yoshie. Ketika membuka pintu ruangan, ternyata Yoshie sudah tidak ada di dalam ruangan. Belakangan mereka baru sadar kalau ternyata Yoshie diam-diam mencari lembaran logam, kemudian menumpuknya di sepanjang dinding sebagai tumpuan kaki agar dia dapat melarikan diri lewat ventilasi udara dari langit-langit penjara.

Yoshie kembali ditangkap, dan kali ini ia dipindahkan ke penjara Abashiri di Hokkaido, penjara paling ketat saat itu dengan udara yang sangat dingin. Di Abashiri, penjaga penjara banyak melakukan penyiksaan. Penjagaan terhadap Yoshie juga semakin diperketat lagi. Yoshie pun harus mengenakan sepatu khusus seberat 20 kilogram dan tidak diberi makanan serta pakaian yang layak.

Butuh 8 bulan bagi Yoshie untuk bisa kabur dari penjara Abashiri. 26 Agustus 1944, saat penjaga sedang memeriksa kamar-kamar penjara, tiba-tiba mereka mendengar suara keras dari atap dan melihat sekelebat bayangan hitam. Ternyata, atap penjara sudah rusak dan Yoshie sudah berhasil kabur lagi.

Kali ini triknya sangat mengagumkan. Ternyata selama 8 bulan, Yoshie selalu menyisihkan sebagian makanannya. Ia pun menggunakan sup miso yang ia sembunyikan di pojokan untuk merendam borgol agar terkikis (berkarat) dan akhirnya lapuk. Kemudian, dia menggunakan kelenturan tubuhnya untuk keluar dari jendela observasi yang mana cukup mustahil untuk dilakukan kebanyakan orang.

Yoshie kembali ditangkap dan ditempatkan di penjara Sapporo. Ini adalah penjara terakhir yang berhasil ia “jebol”. Kali ini, dia ditahan di sebuah ruangan khusus dan penjagaan semakin ketat. Namun siapa sangka, Yoshie kembali, berhasil melarikan diri dengan menggali lubang di bawah alas tidurnya.

Yang lebih mengagumkan adalah aktingnya selama di penjara Sapporo yang suka memperhatikan atap-atap. Para penjaga yang melihatnya dibuat berpikir seolah-olah Yoshie sedang mencari cara kabur lewat atap, padahal sebenarnya ia diam-diam menggali lubang.

Setelah lewat 1 tahun pelarian, Yoshie akhirnya menyerahkan diri. Kali ini, pengadilan mencabut hukuman mati yang sebelumnya sudah mengancamnya, dan menjatuhi hukuman 20 tahun kurungan di penjara Tokyo. Di sana, ia diperlakukan dengan sangat baik sehingga merasa tidak perlu untuk melarikan diri lagi.

Akhirnya, Yoshie pun bebas secara murni pada tahun 1961 setelah sebelum-sebelumnya menjalani masa kurungan yang penuh gejolak dan dinamika.

Menurut catatan, Yoshie Shiratori memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Dia bisa berlari sampai 120 kilometer dan melakukan dislokasi sendi di seluruh tubuhnya. Bahkan untuk ukuran lubang yang hanya muat kepala saja, Yoshie bisa membuat seluruh tubuhnya melewati lubang itu. Kemampuan supernya ini yang membuat Yoshie Shiratori akhirnya menjadi legenda, bahkan bisa disebut sebagai antihero nya Jepang.

Kisah hidupnya juga dijadikan novel berjudul Hagoku oleh Akira Yoshimura pada tahun 1983, dan difilmkan oleh NHK TV pada tahun 1985. Terbaru pada tahun 2017, TV Tokyo merilis ulang film mengenai jalan hidup sang Prison Break ulung ini.

Apakah sepemahaman profis, Efek Domino dan Efek Kupu-kupu adalah sama? Ternyata, persepsi itu harus diperbaharui, profis! Meskipun keduanya sekilas memiliki kemiripan yang identik, namun pada penerapan dan definisinya, ternyata kedua situasi ini memiliki hasil dan syarat yang berbeda. Lantas, apa yang menjadi perbedaan antara Efek Domino dan Efek Kupu-kupu?

Efek Domino

Efek Domino adalah rantaian kejadian dimana satu hal dapat menyebabkan terjadinya kejadian-kejadian lainnya yang saling berhubungan. Seperti halnya domino yang didirikan berbaris dan bagian belakangnya dijatuhkan, maka domino-domino lain di depannya juga akan ikut jatuh dan turut menjatuhkan yang di depannya lagi.

Bilamana diamati proses jatuhnya domino-domino ini dapat kita prediksi saat domino yang paling pertama dijatuhkan. Hal yang sama terjadi pada beberapa kejadian besar di dunia yang dikategorikan sebagai imbas dari Efek Domino, dimana pada saat proses terjadi, beberapa peristiwa dapat diprediksi akan terjadi di masa mendatang.

Seperti contoh, peristiwa dimana Julius Caesar terbunuh pada saat era Republik Romawi. Dampak dari peristiwa ini tentunya dapat diraba sebelum terjadi. Yaitu terjadinya persaingan antara Marc Anthony dengan Lepidus dengan Octavian yang menyebabkan runtuhnya Republik Romawi dan terbentuknya Kekaisaran Romawi.

Efek Kupu-kupu

Selayaknya kupu-kupu yang terbang bebas dan tak beraturan, Efek Kupu-kupu dapat digambarkan sebagai peristiwa dimana suatu hal yang kecil bisa menyebabkan hal yang besar, yang biasanya hasilnya tak terduga.

Seperti contoh, kisah dari Adolf Hitler. Siapa yang sangka kalau penolakan yang pria ini dapatkan saat mendaftar di Akademi Seni Rupa Vienna mengakibatkan terciptanya buku Mein Kampf sehingga pria itu pun meraih popularitasnya sampai menjadi Führer Jerman. Hasil akhirnya, jutaan nyawa pun melayang akibat peristiwa Holocaust.

Kemudian, contoh lain dimana Alexander Fleming tidak sengaja menjatuhkan rotinya ke cawan petri yang membawa kita ke penemuan antibiotik. Jika antibiotik tidak ditemukan, akan ada banyak orang yang mati karena gangguan maupun penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Perbedaan Utama

  • Syarat
    • Syarat utama agar suatu rangkaian peristiwa disebut Efek Domino adalah jika rangkaian peristiwa tersebut diawali dengan peristiwa yang menyebabkan peristiwa lainnya, dan seterusnya, yang saling berhubungan.
    • Syarat supaya suatu rangkaian peristiwa disebut Efek Kupu-kupu adalah jika rangkaian peristiwa tersebut diawali dengan peristiwa kecil yang kemudian menyebabkan terjadinya peristiwa yang besar, seringkali tidak berhubungan.
  • Hasil
    • Hasil dari Efek Domino bisa diprediksi dengan logika—urutan sebab akibatnya masuk akal dan dapat dianalisis—.
    • Hasil dari Efek Kupu-kupu tidak bisa diprediksi, dan seringkali melampaui probabilitas yang masuk akal.

Meskipun samar, namun perbedaan dari kedua kondisi di atas cukup untuk membuat profis lebih jeli dalam memilih diksi yang tepat dalam mengkategorikan sebuah peristiwa untuk masuk ke Efek Domino atau Efek Kupu-kupu.

Namun sebagai pembeda sederhananya, bagi penulis sendiri, Efek Kupu-kupu adalah Efek Domino dengan syarat dan ketentuan berlaku, dan sebuah peristiwa Efek Domino bisa jadi Efek Kupu-kupu juga jika memenuhi syaratnya.

Beberapa investor mulai menyebutkan, bahwa setelah data, air adalah emas berikutnya (“Water is the new Gold“)

Pertumbuhan angka manusia yang terus melonjak sangatlah kontras dengan ketersediaan air bersih di atas bumi yang semakin menipis. Kondisi ini tentunya sangatlah miris, mengingat populasi manusia beberapa puluh tahun kedepan akan dihadapkan pada risiko nyata konflik kemanusiaan.

Ironisnya, bibit-bibit konflik itu telah dimulai dari sekarang. Bergeser ke perbatasan Asia-Afrika, negara yang telah menjadi bukti nyata akan bahaya laten ini bernama Suriah. Perang saudara yang masih melanda negara gersang ini dilukiskan dengan berbagai adegan dramatis. Meskipun air bukanlah alasan utama mereka berperang—melainkan efek domino dari demonstrasi di Mesir yang berhasil menjatuhkan Husni Mubarak—, namun air adalah salah satu senjata untuk bernegosiasi antara pihak-pihak yang berselisih pada perang saudara ini.

Sebabnya? Sederhana saja, mereka kekurangan air bersih sejak kekeringan besar di musim panas 2008–2009.

Bisa dilihat sendiri dari peta diatas, 2 daerah yang termasuk terkena dampak paling parah adalah Raqqa dan Deir el-Zor, yang juga merupakan markas ISIS.

Perebutan Air Bersih Memang Menjadi Ladang Subur Berkembangnya Konflik

Selain kasus Suriah, ternyata masih banyak daerah lain di dunia yang rawan konflik perebutan air, atau yang pengamat geopolitik sebut sebagai “Water Wars” / Perang Air, seperti contohnya daerah Kashmir yang diperebutkan India, Pakistan, dan Tiongkok, serta konflik Mesir dan Ethiopia.

Mesir dan Ethiopia

Ethiopia kini sedang dalam proses pembangunan bendungan GERD (Great Ethiopian Renaissance Dam) dengan bantuan Tiongkok di sungai Nil Biru—salah satu anakan sungai Nil yang terbesar—. Walaupun tidak berbatasan langsung dengan Mesir, namun negara yang identik dengan piramida itu sangat khawatir akan kehadiran bendungan yang juga jadi PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) ini. Karena meskipun akan membantu Ethiopia mencukupi kebutuhan listriknya, namun dampaknya bagi mereka yaitu bisa mengurangi drastis debit air sungai nil yang mencapai Mesir.

Ditambah lagi, hampir seratus persen warga Mesir mengandalkan air bersih untuk hidup dari aliran sungai Nil.

Tiongkok yang Sudah Membangun Belasan Bendungan PLTA di Sungai Mekong Atas.

Dan kalaupun bukan konflik bersenjata langsung, persoalan air ini pun juga bisa dijadikan leverage (pengaruh tawar menawar) besar kepada negara-negara sekitar. Contohnya RRT/ Tiongkok yang sudah membangun belasan bendungan PLTA di sungai Mekong atas.

Dalam gambar di atas, tentunya kita mengamati adanya pembangunan bendungan di atas wilayah Laos dan Kamboja oleh Tiongkok. Awalnya, dua negara tersebut sudah melakukan penolakan pembangunan bendungan melalui organisasi Komisi Sungai Mekong (Mekong River Commission). Alasannya tak lain karena bendungan-bendungan ini mengakibatkan fluktuasi sungai Mekong yang abnormal, yang berujung pada berkurangnya ikan & habitat spesies yang menjadi mata pencaharian kebanyakan penduduk Laos & Kamboja.

Namun karena mereka masih membutuhkan dukungan kerjasama ekonomi dari Tiongkok, akhirnya mereka pun “mengalah” dan membiarkan Tiongkok dengan leluasa mengeksploitasi kawasan tersebut. Dari sini, kita dapat menarik kesimpulan kalau Tiongkok pun telah menjadikan “mahalnya sumber air” sebagai propaganda untuk membuat tetangganya mau patuh.

Bagaimana Tentang Indonesia?

Sayangnya, kita tak lebih baik dari mereka yang sudah mulai tersentuh oleh konflik karena penipisan cadangan air bersih. Bahkan, konflik internal dan perang saudara cukup menjadi potensi yang menghantui bilamana ketersediaan air bersih semakin menipis.

Langkah Konkrit Menghemat Air

Konflik akibat kesediaan air bersih yang semakin menipis bisa kita cegah mulai dari kedisiplinan diri sendiri. Pemakaian air bersih yang harus dihemat serta upaya untuk menjaga lingkungan adalah hal paling sederhana yang bisa kita lakukan.

Seperti yang sejarah pernah catat, air adalah pisau bermata dua, dimana “emas” ini adalah penyokong utama kehidupan mahkluk hidup di atas bumi, namun juga bisa menjadi komponen alam untuk menyeleksi penghuninya. Dan setelah peringatan ini, potensi seleksi alam itu makin jelas terlihat adanya. Di masa depan, air tak lagi membunuh melalui bencana, melainkan “memakai” manusia itu sendiri untuk berkonflik dengan sesamanya demi berebut setetes air bersih.

Apakah profis pernah bertemu dengan orang-orang yang memiliki kemampuan mendengar, membaui, melihat, atau meraba yang sangat sensitif? Beberapa orang memang dikaruniai oleh talenta istimewa ini, profis. Selain itu, kemampuan penginderaan yang begitu peka ini tentunya dapat memberikan kegunaan yang begitu banyak, karena dapat berfungsi untuk mengenali sebuah objek dalam kondisi dimana penginderaan kita tidak dapat berfungsi secara optimal (di ruangan gelap, misalnya).

Nah, kini profis tidak perlu khawatir lagi bilamana tidak memiliki kemampuan bawaan ini. Dengan sedikit berlatih pada metode yang tepat, sejatinya kemampuan ini bisa diasah, kok! Dalam artikel ini, penulis akan membagikan trik rahasia untuk mengasah kemampuan kepekaan panca indera agar penginderaan profis bisa lebih sensitif, dengan cara menjadi nokturnal.

Menjadi Nokturnal

  1. Makanlah yang kenyang pada malam hari sebelum pukul sembilan malam, atau maksimal dua jam sebelum waktu dimana profis biasa terlelap.
  2. Setelah selesai makan, berhenti beraktivitas, termasuk bermain ponsel. Duduklah santai sembari menikmati pemandangan malam hari. Usahakan posisi tubuh dan pikiran serileks mungkin.
  3. Dalam posisi ini, kinerja sistem pencernaan profis akan optimal. Di sisi lain, penginderaan profis akan berkurang pada tahap ini. Tubuh profis di sini sedang dalam proses restart, dimana organ-organ dalam tubuh sedang bersiap untuk beristirahat dan terbangun dalam kondisi prima.
  4. Saat mata mulai mengantuk, rebahkan tubuh profis. Biarkan badan dan otak merasa rileks, biarkan semua yang terlintas di pikiran melayang begitu saja. Saat ini, tubuh profis perlahan-lahan akan kehilangan kontrol dan kesadaran, hingga pada akhirnya terlelap.
  5. Setelah melewati tahapan sebelumnya, dijamin profis akan terjaga saat tengah malam. Saat terbangun, usahakan jangan tidur lagi. Segera duduk dalam posisi tegak dan lakukan segala hal yang membuat tubuh profis tidak lemas dan tidak kembali tidur.
  6. Profis mulai menyadari bahwa aktivitas di sekitar profis sudah tidak seramai sebelum tidur tadi. Dalam posisi ini, selamat, profis telah menjadi nokturnal!

Melatih Kepekaan Indera

Sebelumnya, melatih kemampuan penginderaan profis tidak bisa dilakukan sekaligus di semua panca indera, ya. Jadi pada setiap malam, profis harus memusatkan latihan pada satu indera. Seperti contoh, malam ini profis ingin melatih kepekaan pendengaran.

Profis bisa memulai dengan memejamkan mata dalam posisi berdiri, kemudian dengarkan setiap bebunyian yang perlahan timbul dari keheningan malam. Bunyi detak jam, serangga, angin, dengkuran anggota keluarga yang lain, apapun itu. Biarkan semuanya mengalir di telinga, sembari resapi dan simpan pelan-pelan jenis bebunyian itu di kepala. Perlahan, lakukan hal yang sama dengan mata yang terbuka. Biasanya, untuk melatih hal ini membutuhkan waktu 3-7 hari, sehingga tidak bisa instan ya, profis!

Kemudian, melatih kepekaan penglihatan. Profis bisa mulai dengan mengeksplorasi lingkungan gelap. Tentunya, pertama-tama yang profis dapatkan adalah hitam. Namun seiring beradaptasinya indera visual, maka profis akan dapat mengidentifikasi objek-objek di dalam kegelapan. Untuk proses ini membutuhkan waktu 4-9 hari.

Hal yang sama bisa dilakukan pada saat profis ingin melatih kepekaan penginderaan hidung. Profis bisa mulai dengan mengendus pakaian orang-orang rumah (tapi harus izin dulu, ya!), kemudian resapi dan ingat bebauan tersebut sebagai aroma dari seseorang. Perlahan tapi pasti, penciuman profis pasti akan terlatih dengan baik.

Mengapa Bisa Terjadi?

Dalam posisi nokturnal ini, penginderaan profis dalam kondisi yang sangat fit, karena sebelum tidur, profis telah melakukan proses restart dalam tubuh. Alhasil, kondisi tubuh profis yang sangat prima dapat mempermudah profis pula dalam mengidentifikasi setiap respon dari penginderaan profis, dan juga membuat otak profis dapat merekam semua respon tersebut dalam ingatan.

Semoga metode ini dapat menambah ilmu dan membantu profis dalam melatih kepekaan indera, ya!

Tahukah profis, negara apa yang memiliki paspor paling “kebal” di dunia? Jawabannya adalah; Jepang! Kebal di sini tentunya bukan berarti bisa ke semua negara, ya! Paspor Jepang dinilai sebagai yang paling kuat karena memiliki akses terbanyak untuk ke melancong ke berbagai negara di dunia.

Sebelumnya, apa sih yang dimaksud paspor? Sederhananya, paspor adalah sebuah identitas diri bagi sebuah warga negara, yang sedang mengunjungi negara asing. Namun, paspor ini bukan satu-satunya izin, profis. Adapula yang disebut VISA.

VISA adalah sebuah izin masuk ke sebuah negara. Biasanya, VISA perlu diajukan bilamana profis membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menetap di negeri orang. VISA pun banyak jenisnya, ada VISA bisnis, pendidikan, hingga pensiun.

Nah, berhubung pengurusan VISA ini cukup rumit dan tentunya perlu mengeluarkan daya yang lumayan, maka di sinilah konotasi “kuat”-nya paspor Jepang berfungsi, profis. Karena Jepang merupakan negara yang memfasilitasi warga negaranya untuk melancong ke 191 negara tanpa perlu repot-repot mengurus VISA

Sekarang yang menjadi pertanyaan, mengapa negara Jepang bisa memiliki VISA sekuat ini? Jawaban singkatnya, karena negara Jepang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari berbagai negara di dunia, bahwa penduduknya tidak akan menyeleweng di negara mereka. Menyeleweng yang dimaksud di sini tentunya adalah potensi masuknya imigran gelap, hingga potensi terjadinya tindak kriminal oleh warga negara Jepang.

Kemungkinan Warga Negara Jepang Pindah Ke Luar Negeri Sangatlah Kecil

Poin ini tentunya menyangkut dengan potensi adanya imigran gelap, atau pun pembludakan penduduk Jepang ke negara tujuannya. Mengapa? Karena Jepang adalah negara yang sangat aman dari banyak aspek. Politik di sana bisa dibilang sangat stabil, sehingga peluang dimana warga negara Jepang berpindah kependudukan sangatlah kecil. Satu-satunya alasan dimana orang Jepang ingin pindah ke luar negeri tak lain hanyalah karena orang itu ingin merasakan suasana baru.

Perekonomian yang Sangat Stabil

Menurut GDP ranking tahun 2020, Jepang merupakan negara terkuat berdasarkan kekuatan politik, ekonomi, militer dan juga pengaruh global secara komprehensif ke-tujuh di dunia. GDP yang tinggi ini artinya meski penduduk Jepang banyak, namun permintaan domestik dalam negeri tetap dapat dipenuhi tanpa mengandalkan negara lain.

Budaya Ekonomi Orang Jepang; Wirausaha dan Investasi

Masuknya orang-orang Jepang ke sebuah negara tentunya membawa keuntungan yang signifikan bagi negara tersebut. Orang Jepang terkenal sebagai orang-orang yang kaya karena kebiasaan investasi. Tak hanya mampu mendongkrak perekonomian melalui pajak, orang Jepang juga berkontribusi kuat dalam menciptakan lapangan pekerjaan di negara lain.

Selain alasan-alasan di atas, tentunya ada lagi faktor pendukung lain yang mendongkrak kekuatan paspor negara ini, yaitu karena kepiawaian mereka dalam menjaga hubungan diplomatik dengan negara-negara di dunia, serta pengaruh industri hiburan anime dan otomotif yang telah mendapat stereotip positif dari kacamata global.

Dapat disimpulkan, alasan utama negara Jepang memiliki paspor yang kuat yaitu karena makmurnya perekonomian dan politik di negara mereka, serta baiknya citra yang Jepang lukiskan pada perspektif negara-negara di dunia. Pemeringkatan paspor Jepang juga menunjukkan bahwa negara di Asia Timur ini merupakan negara dengan lingkungan yang sangat disukai dibandingkan dengan negara lain di seluruh dunia.

Ketika mendengar negara Venezuela, tentunya profis akan dibayangi dengan banyak hal-hal eksotis. Negara yang secara geografis berada pesisir Utara Amerika Latin itu memang memiliki banyak pantai yang indah. Selain itu, negara ini juga dianugerahi dengan karunia minyak yang berlimpah, sehingga tak heran bilamana guru-guru IPS di seluruh dunia pada 10-15 tahun lalu melabeli Venezuela sebagai negara yang identik dengan minyak bumi.

Nama Venezuela mungkin tidak seterkenal Arab Saudi sebagai negara penghasil minyak. Tapi faktanya, Venezuela adalah negeri yang SANGAT KAYA akan minyak, bahkan melebihi Arab Saudi sekalipun. Sejak tahun 1910 hingga tahun 1940, industri minyak bumi di sana berkembang pesat hingga menjadi produsen minyak terbesar ke-tiga di dunia, membawahi Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Puncaknya, pada laporan perusahaan minyak British Petroleum tahun 2014, Venezuela dinyatakan memiliki cadangan minyak bumi sebanyak 297 milyar barel, sementara Arab Saudi “hanya” punya 265 milyar barel. Minyak bumi begitu melimpah ruah di Venezuela, mungkin bisa diibaratkan seperti negeri fiksi Wakanda yang memiliki tambang Vibranium di film Marvel Black Phanter.

Di sisi lain, industri modern di seluruh dunia mengandalkan minyak bumi sebagai tenaga penggeraknya. Otomatis, selama berpuluh-puluh tahun Venezuela menjadi negara yang makmur sebagai produsen minyak akibat tingginya permintaan.

Memasuki awal millenium hingga 2013, Venezuela sempat menyandang predikat sebagai surga dunia. Rakyatnya begitu dimanjakan oleh subsidi pemerintah. Tak tanggung-tanggung, harga bensin pada bulan Juni 2013 di negara itu hanya 1 sen USD per liter, atau setara Rp. 140,- saja, profis! Di Venezuela, harga bensin bahkan lebih murah daripada air mineral karena bantuan subsidi pemerintah. Selain itu, pemerintah mereka juga memberikan ragam subsidi lain kepada rakyatnya, seperti perumahan, listrik, bahkan makanan. Betul-betul surga dunia bukan, profis?

Tragisnya, semua kenikmatan itu harus dibayar dengan sangat mahal, semata-mata hanya karena niat baik yang tidak dibarengi pengetahuan ekonomi yang benar. Alhasil, semua kenikmatan surga yang diberikan kebijakan subsidi hanyalah ilusi sesaat. Dibalik kenyamanan itu, ada harga yang harus dibayar, dan harganya sangat mahal, yaitu kehancuran ekonomi negara Venezuela.

Hanya selang beberapa tahun, atau tepatnya sejak tahun 2014, Venezuela berubah 180° dari “surga dunia” menjadi “neraka dunia”.

Kebijakan Ekonomi Hugo Chavez

Mungkin profis bertanya-tanya, apa yang membuat perekonomian Sang Raksasa Minyak ini bisa jomplang dalam durasi yang begitu singkat? Untuk menjawab hal itu, ada baiknya kita melakukan kilas balik dengan membahas tokoh di balik kebijakan ekonomi Venezuela yang dianggap begitu membahagiakan pada tahun 1999-2013.

Hugo Chavez, mantan presiden Venezuela. Beliau adalah mantan tentara yang pernah terlibat kudeta. Pada tahun 1999, Hugo memenangkan pemilu setelah berkampanye besar-besaran dengan menjanjikan keadilan sosial dan pemberantasan kemiskinan. Guna menarik simpati di awal kepemimpinannya, Hugo menciptakan banyak kebijakan populis demi memerangi kemiskinan sekaligus membahagiakan warganya dengan bermodalkan pendapatan dari minyak bumi yang bisa dibilang bernominal fantastis.

Demi mengurangi pengangguran dan kemiskinan, Chavez juga terus merekrut banyak rakyatnya untuk menjadi pegawai perusahaan produsen minyak di Venezuela bernama PDVSA (Petróleos de Venezuela S.A.).

Ribuan orang direkrut masuk ke dalam perusahaan PDVSA tanpa melalui proses seleksi yang jelas. Terlepas produksi minyak sedang stagnan atau menurun, ribuan orang terus dipekerjakan di PDVSA tanpa proses seleksi kemampuan, semata-mata supaya mereka bisa mendapatkan gaji PDVSA yang sangat besar dengan harapan “terangkat dari jurang kemiskinan”.

Di sisi lain, Chavez juga memberlakukan kebijakan untuk menasionalisasikan perusahaan-perusahaan swasta dari skala kecil hingga skala besar. Ya, bukan cuma perusahaan besar, tetapi toko-toko kecil juga banyak yang diambil alih oleh pemerintah. Sederhananya, semua karyawan swasta berubah menjadi pegawai yang bekerja di bawah negara, yang gajinya dibayar melalui anggaran kenegaraan. Chavez praktis sedang memusatkan semua kegiatan ekonomi ke tangan pemerintah Venezuela, sementara sektor swasta semakin sedikit dan insignifikan jumlahnya.

Bagi Chavez, cara untuk menciptakan keadilan sosial adalah dengan mengendalikan sebanyak mungkin kegiatan ekonomi. Dalam pandangan Chavez, para pengusaha yang menciptakan usaha sektor swasta hanya akan menciptakan ekonomi yang tidak adil, yang merugikan rakyat miskin. Pemikiran ini disebut paham “Statisme” (State = negara), dimana negara berupaya mengambil alih segala bentuk kegiatan ekonomi seluas-luasnya dari yang skala besar hingga terkecil.

Kedengarannya, semua itu bagus. Efek jangka pendeknya terlihat indah: rakyat miskin Venezuela berkurang banyak, orang-orang miskin jadi mendapat pelayanan kesehatan, bensin yang murah membuat segalanya jadi murah. Chavez memangkas angka kemiskinan: dari 60% menjadi 30%. Chavez adalah pahlawan rakyat. Sayangnya semua itu ada harganya.

Perhatikan semua kebijakan Chavez di atas. Semua sektor dibebankan pada anggaran pemerintah, mulai dari gaji pegawai bank sampai petani. Sementara itu, bukan berarti negara punya uang tidak terbatas, penghasilan negara juga ada batasnya. Satu sektor yang menjadi batu tumpuan bagi penghasilan negara Venezuela yaitu penjualan minyak bumi ke seluruh dunia. Masalahnya, hanya sektor itu yang menjadi satu-satunya andalan pemerintah untuk menjaga semua kesetimbangan ekonominya.

Sumber pendapatan negara Venezuela, 95% berasal dari laba ekspor minyak bumi PDVSA. Kalau di kebanyakan negara, tentu penghasilan utama negara bersumber dari pajak. Pajaknya dapat dari siapa? Sebagian besar tentunya dari pengusaha-pengusaha yang memutarkan ekonomi dari sektor swasta. Sayangnya, kebijakan Chavez menasionalisasikan perusahaan swasta membuat Venezuela hampir tidak punya penghasilan dari sektor pajak. Perusahaan-perusahaan yang seharusnya menjadi sumber penghasilan pajak negara, malah menjadi beban pemerintah untuk menggaji semua karyawan dan mengoperasikan perusahaannya.

Akibatnya bisa ditebak, pengeluaran “surga dunia” ini melonjak hingga ratusan persen pada 2013. Bahkan ketika harga minyak sedang tinggi-tingginya, anggaran negara Venezuela tetap defisit.

Lalu bagaimana jika anggaran negara defisit? Jawabannya cuma satu, hutang. Sebenarnya, keputusan berhutang yang diambil sebuah negara sah-sah saja, asalkan dipakai untuk investasi pada sektor produktif agar pembayarannya bisa terukur. Masalahnya, utang negara Venezuela malah dialokasikan untuk menambal kebijakan-kebijakan subsidi yang selama ini memanjakan rakyatnya.

Gawatnya lagi, banyak negara dan lembaga keuangan yang berani memberikan utang kepada Venezuela dengan jumlah besar. Mereka semua berpikir, “Harga minyak kan sedang tinggi, pasti Venezuela bisa mempertanggungjawabkan utang ini”. Semua orang memprediksi harga minyak ke depannya akan terus meningkat.

Ironisnya sejarah ekonomi terus terulang: tidak ada harga yang naik selamanya. Prediksi banyak orang salah. Harga minyak bumi terjun bebas pada tahun 2014. Mendadak, tragedi ekonomi terbesar sepanjang sejarah menerpa Venezuela.

Krisis Ekonomi di Venezuela

Pertengahan 2011, Hugo Chavez menderita kanker. Sejak saat itu, dia harus menghabiskan segenap waktu dan tenaganya untuk menjalani pengobatan. Hingga pada Maret 2013, Hugo Chavez pun wafat. Seluruh negara berkabung. Ketika Venezuela masih dalam proses peralihan kekuasaan, harga minyak bumi terjun bebas tahun 2014. Otomatis laba PDVSA juga ikut terjun bebas, yang artinya penghasilan negara menurun drastis. Akibatnya, industri yang selama ini digadang-gadang menjadi tumpuan pendapatan pun limbung akibat kehilangan kendali ekonomi.

Penerus Chavez, Nicolas Maduro, kelimpungan menghadapi kekacauan ini. Setahu Maduro, kebijakan Chavez itu berhasil selama bertahun-tahun. Ia pun berpikir bahwa semua masalah akan beres dengan meneruskan apa yang sudah Chavez kerjakan. Padahal kebijakan-kebijakan Chavez untuk mensubsidi rakyat, menasionalisasikan sektor swasta, serta terlalu mengandalkan satu sektor industri (minyak bumi) adalah bom waktu ekonomi. Pemerintah Venezuela mengalami defisit yang sangat besar.

Seperti sebelumnya, Maduro berpikir kalau masalah akan dapat ia selesaikan dengan hutang. Namun kali ini berbeda, harga minyak yang terjun bebas membuat semua negara tidak berani meminjamkan uang kepada negara malang ini.

Sayangnya, Maduro terpaksa menutup defisit dengan kesalahan yang sangat fatal: mencetak uang bolivar (VEF) sebanyak-banyaknya. Hiperinflasi atau inflasi tinggi di luar batas kewajaran terus menggerogoti perekonomian Venezuela. Industri perdagangan lumpuh, harga-harga barang melambung tinggi, mata uang bolivar jadi tidak berharga sama sekali.

Akibatnya, semua kebijakan ekonomi Chavez berlandaskan NIAT BAIK untuk menyejahterakan rakyat, malah berbalik menjadi senjata makan tuan. Kemiskinan dan kelaparan melonjak tinggi. Harga barang yang terus naik membuat semua orang menyerbu toko, semua orang berupaya menimbun bahan pokok karena takut harga naik lagi. Bayangkan saja, setiap hari bahkan setiap jam, harga beras, kentang, dan telur naik.

Lebih buruk lagi, produksi minyak PDVSA yang selama ini menjadi andalan utama mereka terus menerus turun, sampai-sampai Sang Raksasa Minyak harus mengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Begitu ironis bukan, profis?

Kambing Hitam

Menghadapi masalah sebesar ini, Maduro yang sudah kehabisan akal akhirnya melakukan hal yang paling sering dilakukan politikus yang kehabisan akal: mencari kambing hitam. Untuk memilih kambing hitam ini sangat mudah:

Ini pasti konspirasi asing yang mencoba menyabot negara Venezuela!

Semakin terdesak, Maduro menindak tegas semua orang yang mencoba memprotes kebijakan-kebijakannya, melabeli mereka sebagai “antek-antek asing” hingga memenjarakan beberapa tokoh yang vokal terhadap isu ini dan oposisi pemerintah.

Melihat bencana sosial yang begitu dahsyat di sana, kita patut mensyukuri kondisi Indonesia yang jauh lebih beruntung, profis. Pada zaman peralihan orde baru ke reformasi, Indonesia pernah mengalami hal yang serupa, yang untungnya tidak membawa akibat seburuk Venezuela.

Oleh karena itu, ada baiknya kita selalu berjuang bersama untuk menjaga keutuhan perekonomian negara, dengan cara selalu memberikan kontribusi terbaik kepada tempat kita bekerja ya, profis!

Belakangan ini pastinya profis sering mendengar hingar bingar tentang konflik antara Vanuatu dan Indonesia, yang dipicu oleh sikap Vanuatu yang secara menggebu-gebu mengangkat isu kemanusiaan di Papua. Tindakan Vanuatu yang menurut perwakilan Indonesia tidak etis inilah yang memantik perselisihan antar kedua negara. Selain itu, tudingan yang Vanuatu berikan dianggap berlebihan dan “dibumbui” sehingga Diplomat perwakilan Indonesia, Silvany Austin Pasaribu, melontarkan jawaban menusuk terhadap negara rumpun Melanesia ini.

“Sangat memalukan bahwa satu negara ini terus-menerus memiliki obsesi yang berlebihan dan tidak sehat tentang bagaimana seharusnya Indonesia bertindak atau menjalankan pemerintahannya sendiri,”

Ujar Silvany pada saat menggunakan hak jawab di sidang PBB atas tudingan yang Vanuatu gulirkan.

Tak hanya itu, konflik semakin berbuntut panjang ketika beberapa warganet Indonesia mulai menggunakan media sosial untuk menyerang beberapa akun digital kenegaraan Pemerintah Vanuatu dengan komentar-komentar rasis yang sangat tidak elok dibaca.

Dari semua itu, pernahkah profis penasaran akan apa yang menjadi alasan dari negara di Samudera Pasifik ini begitu bersemangat dalam memperjuangkan kemerdekaan Papua? Selain serumpun, ternyata ada alasan lain lho, profis!

Walter Lini (1942–1999)

Beliau adalah Walter Tini, salah satu Bapak Negara Vanuatu. Beliau awalnya adalah pendeta Gereja Inggris Anglican yang menjadi aktivis kemerdekaan Vanuatu sejak 1970. Ketika Vanuatu merdeka pada 1980, Walter pun terpilih menjadi Perdana Menteri Vanuatu pertama, yang menjabat selama 11 tahun hingga 1991. Beliau juga mengusung ideologi buatannya, yang hingga kini masih tertanam kuat di sanubari rakyat Vanuatu. Yaitu ideologi “Sosialisme Melanesia”, yang intinya:

  1. Budaya Melanesia yang komunal, bukan individualis, berarti secara “alami” sudah sejalan dengan sosialisme.
  2. Karena sudah “alami”, sosialisme ini tidak boleh bersifat revolusioner/ menghapus budaya maupun agama, tetapi hanya politis
  3. Sosialisme tidak berarti harus mengikut kepada Soviet, Tiongkok & blok Timur atau negara kiri lainnya. Diplomasi harus independen.
  4. Karena berpaku pada budaya Melanesia, pengikut sosialisme Melanesia wajib mendukung perjuangan kaum Melanesia lainnya yang belum merdeka, hingga pada jangka panjangnya semua kaum Melanesia bersatu dalam sebuah negara atau organisasi internasional federal (semacam Uni Eropa)

Saking percayanya Bapa Walter ini dengan kemerdekaan & persatuan Melanesia, ia pun sempat berkalimat di salah satu pidatonya:

“Vanuatu will not be truly independent until all Melanesians are free”

Vanuatu tidak akan menjadi merdeka sejatinya sampai seluruh bangsa Melanesia juga merdeka

Selama kepemimpinannya, Walter sangat mengedepankan konsistensi kebijakan dan ideologinya Hal itu dapat dibuktikan dengan contoh:

  • Ketika terjadi pemberontakan Nagriamel (1980, pemberontakan yang ditunggangi pengusaha Amerika & Prancis yang menginginkan Vanuatu tidak menjadi sosialis), Walter meminta bantuan militer bukan dari Inggris yang memberikan kemerdekaan, tetapi dari Papua Nugini.
  • Sedari awal, Vanuatu mendukung FLNKS, yang tadinya merupakan organisasi gerilya, dan sekarang menjadi partai politik di Kaledonia Baru. FLNKS berpartisipasi dalam memperjuangkan kemerdekaan Timor Leste di era Orde Baru.
  • Membentuk MSG (Melanesian Spearhead Group), organisasi internasional negara-negara Melanesia di tahun 1986.

Bisa dilihat betapa komitmen Walter dengan idenya terhadap Melanesia yang seluruhnya merdeka. Dan berhubung pak Walter ini bapak negara seperti halnya Bung Karno di Indonesia, maka pemikirannya pun banyak yang bertahan sampai sekarang. Jadi memang tidak jauh beda dengan pemerintahan Indonesia yang dari dulu secara diplomatis mendukung Palestina.

Memudarnya “Kemesraan” Indonesia dan Negara Pasifik juga Diduga Menjadi Pemicu

Bisa dibilang, kepemimpinan Presiden Joko Widodo sedikit mengalami keterlambatan dalam membangun relasi baik dengan negara-negara di area Pasifik. Padahal, hubungan ini pernah mesra pada saat Susilo Bambang Yudhoyono memangku jabatan Presiden.

Pertemuan SBY dengan Frank Bainimarama, Perdana Menteri Fiji, tahun 2013

UMLWP (Organisasi non-militer Kemerdekaan Papua, yang dipimpin Benny Wenda), sudah dua kali mencoba untuk bergabung sebagai anggota penuh MSG. Dan dua kali itu pula ditolak berkat Fiji (salah satu anggota MSG).

Mengapa Fiji menolak? Karena Fiji menjadi kawan Indonesia semenjak Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden Indonesia pertama yang mengadakan kunjungan ke daerah Kepulauan Pasifik.

Selama pemerintahannya, Kemenlu era Susilo Bambang Yudhoyono juga mengadakan banyak usaha diplomasi di daerah Pasifik, contohnya:

  • Mengundang negara-negara MSG ke Bali Democracy Forum yang didirikan sebagai forum dialog sejak 2008
  • Mengadakan forum budaya Melanesia sejak 2011 lewat Kemendikbud dan mengundang negara-negara Melanesia
  • Membuka hubungan diplomatis dengan Vanuatu di tahun 2012, dengan menunjuk KBRI Canberra untuk juga merangkap sebagai Duta Besar Indonesia untuk Vanuatu
  • Januari 2014, mengajukan keanggotaan Indonesia ke MSG lewat perwakilan 5 gubernur (Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, NTT)
  • Kunjungan ke Fiji (2013) yang berujung dukungan Indonesia untuk investasi & bantuan dukungan $20 Juta (Rp 300 M) di daerah Pasifik, termasuk rencana pembukaan rute penerbangan Jakarta-Denpasar-Port Moresby yang nantinya diteruskan sampai Fiji.

Semua usaha ini pun berpuncak ketika di tahun 2015, MSG menerima perwakilan Indonesia sebagai associate member / anggota kemitraan MSG, dan juga Vanuatu yang pada tahun 2015 menyatakan berniat membuka kedutaan di Jakarta.

Sayangnya, kemesraan ini mulai meluntur. Diplomasi Pasifik tidak lagi menjadi prioritas di program pemerintahan. Investasi $20 Juta tinggal janji masa lalu, Vanuatu pun juga menunda niatnya membuka kedutaan, sampai akhirnya kembali mau menyuarakan soal Papua di lantai sidang PBB.

Bahkan lembaga riset geopolitik Australia, Lowy Institute, yang terkadang cukup bias soal kemerdekaan Papua pun mengkategorikan kebijakan era Jokowi di wilayah Pasifik sebagai “issue-based, ad hoc coalition” (Koalisi/ kerjasama yang hanya bergantung isu secara ad hoc/ hanya ada ketika dibutuhkan).

Demikian paparan analisis dari Tim Istana FM mengenai alasan dibalik kukuhnya Vanuatu dalam memperjuangkan kemerdekaan Papua. Semoga pengetahuan profis dapat bertambah setelah membaca ini.

Untuk profis, jangan pernah juga untuk ikut-ikutan melontarkan kata-kata rasis terhadap akun digital Vanuatu. Biar bagaimanapun, tudingan yang Vanuatu gulirkan juga melalui jalur resmi, yaitu Sidang PBB. Jangan sampai tindakan kita malah menjadi bumerang bagi pemerintah yang sedang memperjuangkan isu ini.

Dari penulis, kami berharap agar situasi di atas dapat menjadi perhatian oleh Pemerintah melalui Kementrian Luar Negeri, agar dapat menyelesaikan pekerjaan rumah supaya kedaulatan Papua tidak terusik oleh negara lain.