MALUT-POST-TERNATE Pembangunan lapak di sisi timur Rumah Susun Warga (Rusunawa) di Kelurahan Gamalama, sudah berulang kali mendapat sorotan publik. Mulai dari DPRD hingga akademisi. Hal itu karena kawasan tersebut tidak diperbolehkan untuk mendirikan bangunan. Meskipun demikian, belum ada langkah dari Pemerintah Kota Ternate melalui Disperkim. Informasi yang diterima, bangunan yang baru dibangun fondasi tersebut milik orang terdekat Pemerintah Kota.

Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate Mubin A Wahid mengatakan, setiap pembangunan membutuhkan perencanaan yang baik. Namun, dikawasan tersebut tidak diizinkan untuk membangun. kareana itu, tidak ada lagi gerakan tambahan dengan memebangun di luar perencanaan .

“Siapa pun yang mempeunyai kepentingan untuk memebangun dikawasan itu, sudah keliru. Hal itu sudah tidak sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Mubin menambahkan, Wali KOta M Tauhid Soleman harus konsisten. Jangan biarkan ada pembangunan di kawasan yang memang dilarang membangun. Tidak ada alasan apapun, pemerintah memebiarkan bangunan liar harus ada di kawasan larangan pembangunan. Meskipun kerabat dekat pemerintah Kota.

“Pembangunan untuk rakyat, bukan untuk kalangan tertentu. Aplagi ada dugaan bahwa bangunan itu milik orang terdekat wali kota. Keluarga wali kota itu yang justru tidak bisa. Karena hanya akan menjatuhkan kredibilitas walikota,” tegasnya. (tr-03/yun)

By Romario