MALUT-POST-SOFIFI Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK) mulai geram dengan sejumlah proyek multi years yang tidak tuntas sesuai target. Bahkan sebagian proyek capaian progresnya baru sekitar 20 persen, padahal masa kontrak telah selesai. Orang nomor satu ini bahkan memastikan akan memperketat proses pencairan anggaran dengan melibatkan Inspketorat.” pencairan anggaran harus diperketat, harus ada rekomendasi Inspektorat dulu barulah bisa dicairkan,” tandas Gubernur kepada wartawan saat ditemui di kantor Gubernur Selasa (7/7).

Ketegasaan Gubernur ini lantaran kurang lebih delapan proyek multi years dengan sumber anggaran PT. SMI belum tuntas. Data yang disampaikan ketua Komisi III DPRD Provinsi (Deprov) Zulkifli Umar, delapan proyek yang progres rendah ini adalah proyek jalan Toliwang-Tolabi Halut, ruas jalan Ibu Kedi Halbar, Matuting Rang-Rang (peningkatan pembangunan jembatan wilayah Halsel), proyek jalan payahe-Dehepodo Tikep, dan ruas jalan Saketa-Dehepodo Halsel. Selain itu, proyek jembatan kali Oba dua di Tikep, ruas jalan Bahar Andili Sofifi Tikep dan ruas jalan Fagu Fagoina Sanana.

Dari delapan paket ini, proyek yang progresnya paling rendah adalah jembatan Matuting-Rang-rang dan Payahe-Dehepodo yang baru mencapai 20 persen. Sementara jalan Saketa-Dehepodo baru sekitar 50 persen, Ibu-Kedi 38 persen, Toliwang Tolabi 41 persen dan ruas jalan Bahar Andili 52 persen.

Gubernur menegaskan, saat ini dirinya memberikan tanggungjawab penuh kepada Inspektorat untuk mengawasi semua proyek fisik yang ada di seluruh SKPD, karena itu dia meminta agar pencairan anggaran yang disesuaikan dengan progres pekerjaan,” Tidak bole ada proyek yang melakukan pencairan sebelum ada rerkomendasi dari Inspektorat. Saya tidak ingin dfi kemudian hari proyek-proyek ini bermasalah,” tegasnya.

AGK menambahkan, di akhir kepemimpinan yang tersisa tiga tahun ini, tidak menginginkan ada proyek yang tidak tuntas dan akhirnya ada pejabat yang dipenjara.” Jabatan saya sudah mau habis, bahkan SKPD juga tidak dipakai lagi di periode habis, jadi bekerjalah dengan hati-hati dan hindari masalah hukum,” tutupnya. (din/Udy)

By Romario