MALUT-POST-TERNATE Kebijakan vaksinasi covid-19 terhadap ibu hamil tidak berjalan maksimal. Di Maluku utara (Malut) tercatat baru sekitar 23 ibu hamil yang ikut program vaksinasi. Setelah Kemenkes resmi mengeluarkan edaran wajib vaksin terhadap ibu hamil sejak awak agustus lalu. Ini diakui Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Malut Irwan Mustafa Kepada Malut Post, jumat (20/8).

Irwan menjelaskan, sesuai rekomendasi Perkumpulan Obstetri dan Gibekologi Indonesia (POGI), ibu hamil bisa di vaksin dengan syarat usai kandungan harus tiga bulan ke atas. Bahkan Kemenkesn telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) di seluruh Indonesia. “Malut sudah melakukan vaksinasi ibu hamil semenjak keluarnya surat edaran tersebut. Tapi masih sangat sedikit,” aku Irwan.

Dosen Fikes Unibra Sofifi,” aku juga menyampikan, vaksinasi belum berjalan secara baik, disebabkan ketidak percayaan vaksin masih mendominasi di lingkungan masyarakat. Jangankan ibu hamil, masyarkat umum juga masih bnayak yang belum vaksin. Dia mengaku sesuai data secara nasional, capaian vaksin di Malut berada di urutan 33 dari 34 provinsi di Indonesia. “Untuk vaksin ibu hamil dari 10 Kabupaten Kota, Kota Ternate yang paling bnyak yang melakukan vaksin yakni 6 orang, disusul Kabupaten Halur 5 orang, Kabupaten Pulau Morotai 4 orang. Kabupaten Haltim 3 orang dan Kabupaten Halsel 2 orang. Sementara Kabupaten Halteng 2 orang dan Kota Tidore Kepulauan 1 orang. Sementara Taliabu, Kepulauan Sula dan Halbar belum ada sama sekali,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, lambatnya vaksinasi juga dipengaruhi lemahnya tingkat sosialisasi di masyarakat. Sebab masih banyak yang belum mengetahui kegunaan dan manfaat dari vaksin tersebut. “Masyarakat tidak akan serta-merta melakukan vaksin, tanpa harus mendapat informasi detail. Masyarakat butuh memahami keamanan vaksin. Dan semua pihak harus terlibat untuk leancaran vaksinasi. Baik tenaga kesehatan, pemerintah dans eluruh masyarakat,” pungkasnya. (mg-05/udy)

By Romario