MALUTPOST.TERNATE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate menyoroti vaksin yang dibuang. Total 5.835 dosis vaksin yang diduga dibuang. Ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan provinsi Maluku Utara Idar Sidi Umar. Pembuangan vaksin tersebut mendapat respons dari anggota komisi III DPRD Kota Ternate Nurlaela Syarif.

Menurutnya, atas dugaan ini komisi III DPRD segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Ternate, mulai dari total vaksinasi yang sudah diberikan dan berapa jumlah yang belum di vaksin. Tak hanya itu, DPRD juga akan mengusut bagaimana penyimpanan vaksin tersebut, sampai batas waktu dari penggunaannya.

“Semuanya akan dimintai keterangan dari dinas kesehatan,” ungkapnya.

Kata Nurlaela, vaksinasi untuk tenaga kesehatan (Nakes) total sasaran 2.363. Namun yang sudah divaksin 1.611 atau 68.2%. Untuk lansia, total sasaran 9.666, yang sudah divaksin baru 429 atau 4.4%. Menurutnya, kunci keberhasilan vaksin meliputi upaya proaktif, edukatif dan sosialisasi yang masif dari dinas kesehatan. Kata dia, sejauh ini DPRD melihat sudah ada upaya namun perlu ditingkatkan lagi. Komisi III akan meminta data rampung vaksin di Kota Ternate. Kemudian dicocokan data realisasi dan stok vaksin serta untuk membuktikan dugaan dosis vaksin yang dibuang.

“Sebagai mitra komisi III, kami akan terus akan awasi menyangkut dengan vaksinasi,” tutupnya. (tr-03/yun)

By admin