Disperindag Diduga Membangun Di Kawasan Terlarang

MALUT-POST-TERNATE    Sejumlah lapak yang ada di sisi pasar Sabi Sabi, belum juga dibongkar. Padahal, Dinas PUPR sejak 28 September lalu telah memasang plang peringatan untuk pembongkaran. Itu karena pembangunan sejumlah lapak di lokasi tersebut dianggap tidak sesuai dengan rencana taat ruang, sebagaimana diatur dalam Perda nomor 2 tahun 2012. Sesuai perencanaan awa atau master plan, lokasi peruntukannya adalah  tempat parkir. Hal itu ditegaskan oleh Kabid tata ruang dan tata lingkungan PUPR Kota Ternate, Rosita Tauda, belum lama ini.

Amatan Malut Post siang kemarin (7/10), lapak-lapak tersebut bahkan ada yang sudah ditempati oelh pedagang. Salah satu pedagang ketika disambangi Malut Post mengatakan, ia berani berjualan di lokasi tersebut karena mendapat izin dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Awalnya, dirinya  mengaku tidak mengetahui jika lokasi tersebut masuk dalam kawasan larangan membangun. Ia baru mengetahui hal itu setelah petugas PUPR datang untuk memerintahkan melakukan pembongkaran.

“Kita disuruh bongkar, saya bilang ke petugas PUPR, tolong kasih kita waktu. Tapi mereka bilang, itu urusan kita dengan Disperindag. Saat kita ke Disperindag, tidak dapat solusi, karena  di sana mereka saling lempar. Kalau mau ketemu Pak Kadis, disuruh ke Pak Kabid. Kita ke pak Kabid, disuruh ke Pak Kadis,” ujar pedagang yang enggan menyebutkan namanya.

Pedagang tersebut mengaku, dirinya baru berdagang dilokasi ini hampir memasuki sebulan. Bahkan, ia belum sempat membuat kontrak dengan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) untuk pembayaran pajak. Itu karena ia sudah mengetahui bahwa, lapak-lapak di lokasi ini akan dibongkar.

“Awalnya kita dari dalam (dalam pasar Sabi Sabi, red), tapi karena sudah tidak dapat tempat jadi kita dipindahkan ke sini. Kita juga orang lama di sini,” kata pedagang,” tandasnya. (tr-01/yun)

By Romario