Malut Post – TERNATE . Walikota Ternate, M.Tauhid Soleman secara resmi me-launching Logo ini berlangsung di depan Kantor Walikota Ternate, Pagi kemarin (5/12), yang di ikuti dengan pemukulan Dolo-Dolo atapun bambu serta tarian kolosal.

Lauching di awali dengan zumba bersama masyarakat ,serta doorprize brupa satu unit motor dan sepeda. M Tauhid Soleman sebelum membetikan sambutan, lebih dahuklu menyampaikan duka cita keoada warga terdampak musibah gelombang banjir rob pda sejumlah titk kelurahan.

Tauhid menyebut, akronim Hari jadi Kota Ternate yang semula HJT telah di rubah menjadi Hajat. Di mana, istilah ini bersangkut paut dengan dialek Ternate saat membaca doa atau ritual. Sedangkan Hajat ke 771 Tahun di hitung dari 1250 sampai dengan 2021.

Menurutnya, sebelum di lakukan peluncuran logo,ada dua kegiatan yang telah diikuti,yakni Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan jaringan Kota Pusaka Indonesia.Untuk ICCN ,Kota Ternate masuk katagori kota kreatif .Sementara JKPI, Kota Ternate mendapat Penghargaan JKPI Award 2021 sebagai Kota Deklator .

“Kedepan Ternate mempunyai Idntitas sebagai Kota Rempah, Kota Rempah ini ada sejarahnya,karena Cengkeh dan pala membuat Bangsa Eropa masuk ke Ternate, dan ini insyah Allah menjadi branding kita ke depan. “Menurutnya event ini bukan hanya sekedar event,namun akan berlanjut sampai pada event selanjuntya.Itu untuk menyadarkan masyarakat pada karena ada nilai edukasinya.

Sementara Ketua Panitia Rizal Marsaolly mengatakan, Hajat kali ini berbeda dengan Hajat sebelumnya.itu lantaran tahun ini lebih pada akselerasi prograaam kegiatan di fokuskan di banyak kelurahan .

Rizal juga menjaelaskan ,bentuk dasar Logo Hajat 771 terinspirasi dari Saloi (Tas Keranjang Tradisional). ” Logo yang membentuk angka 771 ini tersusun dari 12 Segitiga,5 garis dan area kosong(0) yang memisahkan bidang Menandai 1250 sebagai tahun awal berdirinya sebuah identitas besar di Maluku Utara dengan kekuatan rempah yang kemudian menjadi sebuah peradabanyang menguatkan berbagai sektor .” Dan 1250 pula lah yang akan menandai jejak awal nusantara di kenal di dunia.Dari sebuah negeri di utara timur Indonesia yang menjadi titik nol rempah dunia, Ternate, “terang Rizal.