MALUT POST – TERNATE. Setidaknya 180 lapak pedagang pakaian maupun aksesoris di pasar Rakyat Kota Baru Ternate mulai dibongkar. Pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh pedagang. Pembongkaran ini juga berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara pedagang dan Pemkot Ternate dalam rapat bersama pada Maret 2022 lalu.

Sekretariat sekaligus Plt kepala Disperindag Kota Ternate Muchlis Djumadil mengatakan pembongkaran lapak tersebut seharusnya sudah dilakukan pada tanggal 5 Mei lalu. Namun, dengan pertimbang karena baru saja melewati hari raya idul Fitri,sehingga para pedagang diberi kesempatan untuk membongkar sampai pada 8 Mei kemarin.

“Sesuai dengan kesepakatan kita dengan pedagang bahwa selesai Idul Fitri dilakukan pembongkaran secara mandiri. Kalau tidak, maka kami akan ambil tindakan tegas.

Dan Allhamdulillah atas kesadaran pedagang, mereka sudah membongkar secara mandiri pada hari minggu ke marin,” ujur Muchlis, saat diwawancarai siang kemaribn (9/5). Menurutnya, para pedagang tersebut akan dipindahkan ke lantai dua Pasar Sabi-Sabi di Kelurahan Gamalama. Bahkan mereka sudah memiliki nomor tempat berdagang.

“Pedagang pakaian yang akan pindah itu sebanyak 180 orang dan itu cukup untuk menempati lantai dua Pasar Sabi-Sabi. Mereka suda punya nomor,”kata Muchlis.

Di samping itu, Michlis menyebut, ada sekitar40 lebih pedagang yang menempati area pompa bensin di lokasi tersebut. Mereka diharapkan bisa pibdah ke lantai dua pasar Sabi-Sabi. Selain itu, ada sekitar 60 pedagang yang bahkan memilih bergeser ke sisi selatan Pasar Rakyat Kota Baru ini, atau tepatnya di lokasi milik Haji Rustam.

Tapi ada informasi bahwa ada sekitar 60 pedagang yang bergeser ke lokasi Haji Tam. Nanti kita pantau lagi lokasinya Haji Tam ini, apakah milik pemerintah ataukah milik pedagang. Kalaupun itu adalah milik pribadi Haji Tam, tapi harus ada izin juga dari pemerintah. Karena secara estetika kota, tidak boleh ada pemasangan tenda di samping jalan,” tandasnya.

Sementara itu, Rahmat, salah satu pedagang mengaku bahwa, sebagian besar pedagang di lokasi Pasar Baru mereka kurang senang dengan kebijakan pemindahan tersebut. “Kita rencananya akan di pindahkan ke Pasar Sabi-Sabi, namun sebagian pedagang mereka kurang senang,” ungkapnya.

Rahmat menambahkan, Pasar Sabi-Sabi harus dipastikan baik-baik, jangan sampai itu milik orang lain. Untuk sementara ini, ratusan pedagang belum mau pindah, hingga dibersihkan semua. “Kami bersihkan dulu tempat di Kota Baru, setelah itu kami menghadap ke Disperindag Ternate,” katanya.

Rahmat Berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kota Ternate agar tidak sekedar memindahkan pedagang, tapi harus harus mempertimbangkan satu lokasi itu efektif atau tidak. “Sebeb, setiap jualan pedagang yang laku atau tidak, sudah tentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kota Ternate,” tandasnya. (cr-01/wm-03/yun).

By Romario