MALUT-POST-TERNATE DPRD menggelar rapat konsultasi dengan satgas, Senin (26/7) kemarin. Rapat tersebut terkait dengan penaganan covid-19 di Kota Ternate. Penanganan covid-19 terdiri dari sosialiasasi pengguna protokol kesehatan dan program vaksinasi. Selain itu rapat tersebut juga membicarakan insiden adu mulut antara warga dan tim satgas di Kelurahan Akehuda saat lebaran Idul Adha baru-baru ini.

Ketua Satgas Kota Ternate Jusuf Sunya mengatakan, peristiwa tersebut hanya terjadi mis komunikasi. Daalm rapat kemarin, lebih fokus pada penanganan covid-19 dan mempercepat vaksinasi. Untuk PPKM sendiri, Kota Ternate masih di level tiga, karena kasus positif sudah berkurang sehingga status sudah turun ke zona orange. “Muda-mudahan bisa turun ke zona kuning hingga hijau,” ujarnya.

Jusuf menambahkan, rapat tersebut juga membahas informasi miring terkait vaksinasi yang beredar ke masyarakat. Karena itu pihak pemerintah meluruskan. Menurutnya, vaksinasi untuk memperkuat imunisasi tubuh. Oarang yang sudah divaksin pun masih berisiko tepapar, apalagi yang belum divaksin. “jadi melalui vaksinasi, kekebalan tubuh lebih terjaga,” jelasnya.

Kata Jusuf, dalam upaya penanganan covid-19 di Koata Ternate, butuh dukungan penuh dari masyarakat untuk kolaborasi bersama dengan pemerintah. Masyarakat harus mempercaya dengan program vaksinasi, sehingga sistem kekebalan tubuh tetap terjaga. “Keberhasilan vaksin perluh peran dari masyarakat Kota Ternate,” terangnya.

Ketua DPRD Muhajirin Bailussy mengatakan, DPRD meminta kepada pemerintah Kota melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), agar menyiapkan skema penanganan vaksinasi. Sebab anggaran yang diusulkan oleh Dinas Kesehatan berjumlah kurang lebih Rp 23 miliar. “Skema yang dimaksud, mulai dari alat suntik, dan membangun kesadaran masyarakat agar mengikuti program vaksinasi. Jadi anggaran usulan dari Dinkes harus dibuat skema penanganan,” jelasnya.

Muhajirin menambahkan, masyarakat harus mengetahui bahwa, vaksin itu penting, dalam rangka membentuk kekebalan tubuh dari ancaman covid-19. Dibutuhkan skema agar penaggulangan tertata rapi, mulai dari jenjang Kecamatan, Kelurahan hingga RT/RW. “Proses sosialisasi vaksinasi harus dengan pedekatan kesehatan dan agama ke masyarakat,” imbuhnya. (tr-03/yun)

By Romario