MALUT-POST-TERNATE Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Riskal Muslim, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) menindak oknum pegawai di laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) provinsi, yang diduga melakukan pungutan terhadap warga yang melakuakn sweb anti gen di Labkesda.” pemerintah daerah jangan memanfaatkan sweb ini sebagai ladang bisnis untuk mencari keuntungan,” tnadas Riska kepada Malut Post baru-baru ini.

Pernyataan Riska ini sekaligus menanggapi adanya dugaan pungutan petugas labkesda yang memungut biayaper orang Rp 50 ribu, saat melakukan sweb test anti gend di labkesda.

Menurut Riska, jika ada petugas terindikasi melakukan pungutan, maka melalui instansi teknis cepat responsif memberikan tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. “Jangan sampai ada pihak yang mengambil kesempatan, di tengah situasi pandemi dan ekonomi masyarakat lagi susah,” tambahnya.

Lebih jauh Riska juga menyampaikan, untuk meningkatkan testing, pemerintah tidak saja cukup menggratiskan sweb, tapi juga perkuat sosialisasi untuk membangun kesadaran dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya covid.” Kita berharap pemerintah provinsi maupun daerah lebi menggejot angka testing di masyarakat,” ujarnya. (mg-05/udy)

By Romario