MALUTPOST.TERNATE – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berpengaruh pada daya beli ikan di Kota Ternate.

Biasanya ikan dikirim keluar daerah, namun saat ini hanya untuk kebutuhan lokal. “Itu berpengaruh pada harga ikan di luar tidak beda jauh dari harga ikan di Kota Ternate,” kata Kepala Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate Heru Ali Fajar mengatakan, harga ikan di Jawa Rp13 ribu per kilogram, sedangkan di Maluku Utara (Malut) Rp12 ribu per kilogram. Dengan kondisi ini pengusaha memilih menjual di Maluku Utara, karena biaya operasional pengiriman keluar tinggi sehingga lebih efisien dijual dipasaran lokal. Dengan harga Rp13 ribu, Pengusaha merugi jika dikirim ke Jawa. Karena itu ikan dipasarkan ke wilayah tambang.

Sesuai dengan data produksi ikan PPN Ternate, dari Januari-Juni sebanyak 1.226 kali pendaratan dengan jumlah kapal yang berkunjung sebanyak 1502. Total produksi ikan 2.113.259 kilogram. Nilai produksi Rp61. 815.127.249. Karena harga rata-rata Rp29.251 per kilogram. Harga itu kemudian turun di Juli karena permintaan rendah. Jumlah produksi ikan di Kota Ternate fluktuaktif, kadang produksi naik, kadang turun. Produk ikan bulan Januari sebanyak 455.179 kilogram, Februari 320.671 kilogram, Maret 389.445 kilogram, April 347.989 kilogram, Mei 313.406 kilogram dan Juni 286.569 kilogram. (cr-02/onk)

By admin