MALUTPOST.TOBELO – Menteri Sosial Tri Rismaharini tiba di Ternate, kemarin (19/1). Dari Ternate, Mantan Walikota Surabaya itu, didampingi Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba (AGK) bersama rombongan Forkopimda Malut dan Kemensos langsung melakukan peninjauan ke lokasi bencana di Halmahera Utara (Halut). Dalam lawatan perdananya ke Malut ini, Mensos menguncurkan bantuan untuk korban bencana alam di Maluku Utara sebesar Rp2,3 miliar lebih.

Dari jumlah itu Rp490 juta khusus diberikan untuk penanganan bencana di Halut, sedangkan sisanya Rp1,867 miliar lebih dibagikan kepada daerah-daerah lain yang juga terkena bencana di Malut. Penyerahan bantuan itu secara simbolis diterima oleh Gubernur Abdul Ghani Kasuba dan Bupati Halut Frans Manery.

Bantuan itu diserahkan Mensos saat meninjau langsung korban banjir di Desa Roko, Kecamatan Galela Barat, Halmahera Utara (Halut). Mensos sendiri, tiba di Halut, sekitar pukul 14.30 WIT dengan menumpangi pesawat Air Fast PK-OFC milik PT.NHM. Selain gubernur, tampak Kapolda Malut Irjen Pol. Risyapudin Nursin, Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Imam Sampurno Setiawan, Kabinda Brigjen TNI Dudy dan Kejati Erryl Prima Putra ikut mendampingi Mensos.

Tiba di bandara Gamarmalamo, Mensos disambut Bupati Halut Ir.Frans Manery. Setelah tiba, Risma tak ingin berlama-lama, dia langsung meminta untuk cepat bergerak ke lokasi-lokasi pengungsian. Di posko pengungsian Desa Duma, Galela Barat, Risma lalu menyapa satu per satu korban banjir. “Kehadiran saya di Halut ini, diperintah langsung oleh Presiden. Saya juga sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada setiap daerah yang terdampak bencana alam,” ujar Risma.

Kemensos, kata Risma, akan mengupayakan agar apa yang menjadi kebutuhan korban bencana dapat langsung disalurkan. “Terkait relokasi di Desa Roko sebagaimana aspirasi warga, kami akan membantu. Tetapi masyarakat harus bersabar karena semua mengikuti prosedurnya,” ujar Mensos di hadapan warga Desa Roko, Galela Utara.

Dalam kunjungannya itu, Mensos juga berjanji akan membantu warga yang rumahnya rusak akibat banjir. “Saya lihat ada sejumlah rumah warga yang rusak karena bencana ini. Bapak Bupati (Frans Manery) saya minta agar buat pengajuan ke Kementrian Sosial, mungkin kami tidak membantu banyak, tapi setidaknya bisa meringankan beban warga,” ujar Risma.

Risma juga meminta Bupati Halut untuk mengajukan data-data kerusakan infrastruktur fisik ke Kementrian PU. Risma juga berjanji akan menyampaikan langsung ke Menteri PU. “Kalau data-data sudah disampaikan, kita bisa sharing anggaran antara Kementrian PU dan Kemensos untuk lakukan penanganan,” tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Risma juga meninjau langsung Jembatan Tiabo di pertengahan Galela Utara dan Loloda Utara yang terputus akibat banjir bandang, Sabtu akhir pekan lalu. Sementara Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba menyampaikan terima kasih kepada Mensos, karena memilih berkunjung ke Malut ketimbang berkunjung ke Sulawesi Utara (Sulut). Padahal di Malut jumlah bencana tidak sebesar di Sulut. “Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua, karena meski baru dilantik, ibu menteri sudah mau berkunjung ke Maluku Utara,” tukasnya.

AGK berharap, hadirnya Mensos di Malut bisa membawa masukan dan arahan kepada semua pihak, sehingga bantuan sosial harus dapat segera diluncurkan. “Bantuan yang nanti disalurkan oleh Mensos tentu sangat bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah,” pungkasnya. (rid/din/rul)

Dua Hari 2 Kali Longsor

MALUT POST – JAILOLO. Warga yang melintas jalur Jailolo-Sidangoli Kecamatan Jailolo Selatan (Jalsel) diminta waspada. Ini menyusul jalur tersebut, tepatnya di Gunung Koma rawan longsor. Minggu (17/1) sekitar pukul 04.30 WIT terjadi longsor besar yang menutup jalur kendaraan Sidangoli-Jailolo.

Tumpukan material ini berhasil dibersihkan tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, TNI/ Polri, Satpol PP Damkar, DLH, Orari dan masyarakat menggunakan peralatan seadanya. Usai dibersihkan, longsor susulan kembali terjadi, Senin (18/1) sekira pukul 06.30 WIT.

Tumpukan material menutup badan jalan di lokasi yang sama sehingga membuat kendaraan Jailolo-sidangoli tidak bisa melintas. “Longsor kemarin lebih para dibandingkan yang lebih parah dibanding yang terjadi, Minggu (17/1). Karena itu, kami kembali menurunkan tim dari BPBD, PUPR, Satpol PP, Damkar dan DLH ke lokasi untuk membersihkan.

“Kali ini pembersihan menggunakan alat berat (excavator), sehingga tepat pukul 17.00 WIT material berhasil dibersihkan,” kata Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Abdullah Ishak kepada Malut Post, Senin (18/1). Karena itu, diimbau kepada warga yang melintasi ruas jalan tersebut agar selalu waspada karena intensitas hujan seperti saat ini rawan terjadi longsor dan banjir saat ini tidak lagi terjadi longsor di titik-titik tertentu.

Sementara di beberapa lokasi di kecamatan Ibu, Loloda dan Jailolo Selatan yang terkena banjir akibat curah hujan beberapa waktu lalu airnya sudah surut. “Harapan kami semoga musibah longsor dan banjir saat ini tidak lagi terjadi di kemudian hari,” harap mantan Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Pemkab Halbar ini. (met)

MALUTPOST.TOBELO – Bencana banjir yang melanda tujuh kecamatan di Halmahera Utara (Halut), Sabtu (16/1) menyebabkan ribuan jiwa mengungsi. Merespon bencana ini, Majelis Wilayah Provinsi Maluku Utara Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) bersama dengan Majelis Daerah KAHMI Halmahera Utara dan Komisariat HMI Tobelo langsung menggalang bantuan dan menyalurkan kepada para pengungsi di Galela dan Kao, Halut.

“Penyaluran tahap pertama hari ini, KAHMI fokus kepada para pengungsi di kecamatan Galela. Insha Allah tahap kedua KAHMI akan salurkan kepada pengungsi di Kao Barat,” kata Seketaris Umum Majelis Wilayah KAHMI Malut, Hasby Yusuf, kemarin (18/1). Penyaluran di Kecamatan Galela KAHMI fokus pada lima titik pengungsi korban bencana banjir. Yaitu Desa Simau, Togawa, Soakonora, Igobula, dan titik pengungsian di Gereja Duma. Bahan bantuan yang disalurkan terdiri dari beras, minyak kelapa, teh, kopi, gula, supermie, makanan ringan dan tikar.

Hasby berharap, bantuan ini bisa meringankan beban para korban bencana khususnya mereka yang masih bertahan di lokasi pengungsian. “Kami berdoa bencana cepat berlalu dan masyarakat kembali beraktiftas seperti sediakala,” ujarnya. Ketua BKPRMI Malut ini juga berharap solidaritas kemanusiaan tetap terjaga.

Setiap bencana harus mengajarkan bahwa kemanusiaan itu lintas etnis dan agama. Membantu bukan karena kesamaan agama juga bukan karena kesamaan etnis tetapi karena panggilan nurani kemanusiaan. “KAHMI tentu akan terus peduli setiap bencana yang terajadi dan berharap pemerintah untuk lebih tanggap dalam melakukan respon bencana dengan anggaran sadar bencana. KAHMI berharap pemerintah mengevaluasi setiap kebijakan investasi dan lingkungan yang mengakibatkan bencana banjir terus terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan terkhusus di Maluku Utara,” pungkasnya. (rls/rul)

MALUTPOST.SOFIFI – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, dijadwalkan tiba di Ternate, pukul 12.00 WIT dengan pesawat Lion Air. Mantan Wali Kota Surabaya ini, sekitar pukul 13.00 WIT, melanjutkan penerbangan ke Bandar Kuabang Kao, Kabupaten Halamhera Utara (Halut) dengan pesawat Susi Air.

Di Halut, Mensos akan meninjau langsung lokasi bencana di Kecamtan Galela dan Kecamatan Kao Barat. “Iya, sudah ada konfirmasi dari pihak kemensos, besok (hari ini) Ibu Mensos berkunjung ke Malut,” kata Muhammad Hi Ismail dikonfirmasi, Senin (18/1). Kadinsos mengaku, sebelum menteri tiba di Ternate, sudah ada beberapa Dirjen yang datang lebih dulu.

Sedianya sesuai jadwal, Mensos akan berkunjung ke Manado Sulawesi Utara, Selasa hari ini, namun jadwal ke Sulawesi itu dindur pada Rabu (20/1). Sehingga kunjungan Mensos didahulukan ke Malut. “Kunjungan Ibu menteri nanti didampingi beberapa Dirjen. Para Dirjen bahkan sudah tiba lebih dulu,” terangnya.

Mantan Kepala BPBD Halsel ini menambahkan, setelah meninjau dua titik lokasi bencana di Galela dan dua titik di Kao Barat, sorenya, Sekitar pukul 17.00 WIT, Mensos kembali ke Kota Ternate dan pada Rabu pagi rombongan Mensos bertolak ke Manado. “Untuk bantuan dari Mensos kita belum tahu pasti, namun akan ada bantuan, karena setiap kunjungan sudah pasti ada bantuan yang akan diserahkan,” pungkasnya. (din/rul)

MALUTPOST.HALBAR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Halmahera Barat (Halbar), Jumat (15/1) hingga Sabtu (16/1) akhir pekan mengakibatkan banjir di Kecamatan Ibu, Loloda dan Jailolo Selatan (Jalsel). Di Ibu, banjir terjadi di Desa Tongute Ternate dengan ketinggian air kurang lebih 1 meter yang menggenangi puluhan rumah warga. “Meski demikian warga tidak mengungsi, karena pada Sabtu sore air sudah mulai surut,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdullah IShak yang dikonfirmasi, Sabtu (16/1).

Sementara di Loloda, Banjir terjadi di Desa Pumadada, Linggua dan Barataku. Di Pumadada Talud jebol sehingga air masuk menggenangi pemukiman. “Takut banjir semakin besar, warga pun mengungsi di daerah ketinggian. Tidak ada korban jiwa, yang ada hanya korban material,” ungkapnya.

Lalu di Desa Barataku dan Ligua, tinggi air mencapai lutut orang dewasa. “Warga sempat keluar dari rumah dan mencari tempat aman,” ucapnya. Selain itu, pagar kantor PLN di di Desa Barataku juga roboh diterjang banjir. Kemudian di Desa Domato Jailolo Selatan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Warga tidak mengungsi karena tak berselang lama, tepatnya Sabtu (16/1) sore air mulai surut.

Selain banjir, juga terjadi longsor di Gunung Koma, Minggu (17/1) sekira 04.30 WIT. Material yang menutup badan jalan tersebut membuat jalur kendaraan Jailolo-Sidangoli lumpuh total hingga pukul 20.15 WIT malam tadi. Pembersihan material ini dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, TNI/ Polri, Satpol PP/ Damkar, DLH, Orari dan Masyarakat. “Pembersihan dilakukan dengan peralatan seadanya. Pada pukul 16.00 WIT, tiba satu mobil pemadam kebakaran milik satpol PP dan Damkar dan menyemprot bekas lumpur di ruas jalan,” ucapnya.

“Tumpukan material ini berhasil dibersihkan sekira pukul 20.00 WIT malam tadi sehingga kendaraan jalur Jailo-Sidangoli juga sudah bisa melintas. Meski demikian, kami meminta pengendara berhati-hati karena permukaan jalannya sangat licin. Karena itu, kendaraan yang melintas di lokasi sekitar longsor ini dipandu petugas di lapangan,” ucapnya, sembari meminta warga yang sering bepergian agar tetap waspada karena cuaca saat ini belum bersahabat. (met)

Hujan lebat pada Minggu (17/1) menghambat upaya pencarian korban yang mungkin tertimbun hidup-hidup di antara reruntuhan akibat gempa bumi hebat di Sulawesi yang menewaskan sedikitnya 81 orang dan menyebabkan ribuan mengungsi.Alat-alat berat seperti mesin pengeruk dan crane dikerahkan di Kota Mamuju, di mana banyak bangunan hancur lebur, termasuk sebuah rumah sakit dan kantor gubernur.

Belum jelas berapa banyak orang, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal, yang mungkin masih tertimbun reruntuhan pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang pada Jumat (15/1).

“Hujan menimbulkan risiko karena bangunan yang rusak bisa ambruk apabila terlalu berat… dan gempa susulan juga bisa menyebabkan bangunan bergerak,” kata seorang anggota tim penyelamat, Octavianto.

Dia menambahkan mengeruk puing-puing terlalu cepat dengan alat berat bisa menimpa dan mengubur korban selamat yang tertimbun.

“Sejauh ini semua korban yang kami temukan telah meninggal dunia,” kata pria berusia 37 tahun itu.

“Kemungkinan besar korban-korban lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal apabila sudah lewat 24 jam,” tambahnya.

Tim-tim penyelamat menyisir puing-puing, mengangkat mayat-mayat dan memasukannya ke dalam kantong-kantong jenazah. Sementara polisi pada Minggu (17/1) mengerahkan unit anjing pengendus K-9 untuk membantu pencarian di sebuah rumah sakit yang hancur.

Pihak berwenang belum memberikan data berapa banyak korban yang telah diselamatkan dalam keadaan hidup. [vm/ft]

MALUTPOST.SANANA – Angin puting beliung menerjang Desa Fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Kepulauan Sula (Kepsul), Sabtu (16/1) pekan lalu. Musibah ini merusakkan rumah warga dan sarana pendidikan. Informasi yang dihimpun Malut Post, puting beliung menyebabkan empat rumah rusak parah, empat rusak ringan dan satu SMP Satu Atap Fatkauyon Sulabesi Timur juga mengalami kerusakan.

“Peristiwa terjadi sekira pukul 11.00 WIT,” kata Sekdes Fatkauyon Rakib Yoisangaji. Untungnya peristiwa ini tak sampai menimbulkan korban jiwa. Sejumlah warga mengaku angin datang dari arah laut dan langsung menerjang pemukiman. Rumah warga yang rusak antara lain milik Nurdin Drakel, Uli Faayai, dan Rustam Sanaba.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BNPB) Kepsul, total ada 13 rumah warga terdampak musibah ini, satu kios dan satu SMP Satu Atap. “Kami sudah sampaikan di lokasi kejadian. Ada yang rusak ringan, sedang dan berat. Tak ada korban dalam musibah ini,” kata Kepala BPBD Kepsul, Hendra Irawan Umabaihi. “Kita belum rinci kerugiannya, Namun diperkiraan mencapai puluhan juta.” (cr-01/onk)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Sabtu (16/1), korban tewas akibat gempa kuat di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mencapai 56 orang. Sebanyak 826 orang luka-luka dan 15 ribu lainnya mengungsi.

Sebanyak 47 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan sembilan di Kabupaten Majene, kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam siaran pers, Sabtu (16/1/2021).

Sebelumnya dalam konferensi pers daring, Raditya mengatakan BNPB akan mengerahkan anjing penyelamat atau SAR Dog untuk membantu pencarian korban.

Pada Sabtu (16/1) pukul 06.32 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) jmenginformasikan telah terjadi gempa susulan dengan magnitudo 5 di Kabupaten Majene. BMKG juga memprakirakan gempa susulan masih akan terjadi. Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.

Raditya mengatakan ada empat wilayah terdampak gempa Sulawesi Barat, yaitu Kabupaten Majene, Mamuju, Mamasa dan Kabupaten Polewali Mandar. Total penduduk yang terdampak sebanyak 485.232 jiwa yang tersebar di 222 desa di 29 kecamatan.

“Pagi tadi telah ditetapkan status tanggap darurat di tingkat provinsi dan kepala BNPB telah menyerahkan bantuan sebesar empat miliar rupiah,” papar Raditya.

Sejumlah pengendara motor melewati jalan yang rusak akibat tanah longsor yang dipicu gempa dekat Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu, 16 Januari 2021.(Foto: AP)

Sejumlah pengendara motor melewati jalan yang rusak akibat tanah longsor yang dipicu gempa dekat Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu, 16 Januari 2021.(Foto: AP)

Dari jumlah tersebut, katanya, Rp 2 miliar untuk provinsi dan Rp 1 miliar untuk masing-masing untuk kabupaten Majene dan Mamuju yang akan digunakan untuk operasional kebutuhan pokok.

Upaya BNPB untuk menangani bencana gempa bumi di Sulawesi Barat antara lain, mengerahkan empat helikopter, pendistribusian 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 500 paket perlengkapan bayi, 500 ribu masker kain dan 30 unit genset 5 KVA.

Di Kabupaten Mamuju, pelayanan kedaruratan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Regional Provinsi Sulawesi Barat dan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mamuju. Raditya menekankan penanganan bencana alam di Sulawesi Barat dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona, khususnya di rumah sakit dan lokasi-lokasi pengungsian.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Bambang Surya Putra membenarkan laporan mengenai penjarahan terhadap muatan bantuan logistik. Namun, pihak kepolisian sudah menangani dan mengamankan jalur transportasi darat yang dianggap berpeluang terjadinya penjarahan.

Bambang mengimbau bagi yang ingin mengirimkan bantuan agar berkoordinasi dengan Posko BPBD untuk memastikan agar bantuan logistik terdistribusi merata kepada para pengungsi.

“Sehingga gejolak-gejolak sosial itu kita dapat tekan semaksimal mungkin,” kata Bambang.

Bambang menambahkan aliran listrik sudah pulih untuk 54.499 pelanggan setelah Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperbaiki jaringan listrik di 528 gardu distribusi di Mamuju dan Majene. Ada total 90.688 pelanggan yang dilayani oleh 872 gardu distribusi yang terdampak gempa.

BNPB juga melaporkan semua agen penyalur bahan bakar minyak dan gas pada Sabtu (16/1) pagi telah beroperasi melayani kebutuhan masyarakat. [yl/ft]

Komisaris Polisi Sugeng Lestari, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah mengatakan petugas yang diberangkatkan itu akan membantu menjaga keamanan serta terlibat dalam kegiatan pencarian dan pertolongan korban.“Mereka membawa peralatan-peralatan SAR, kemudian kendaraan untuk kepentingan patroli nanti di sana dan kegiatan-kegiatan yang bisa meringankan atau mendukung masyarakat di Mamuju maupun di kabupaten Majene,” jelas Sugeng Lestari.

Dia menambahkan dua ekor anjing pelacak milik Polda Sulteng juga diikutkan untuk membantu upaya pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh pasca gempa bumi magnitudo 6,2.

Upacara pelepasan pemberangkatan 48 personel Brimob Polda Sulteng menuju Sulawesi Barat. Jumat (15/1/2021) (Foto: Humas Polda Sulteng)

Upacara pelepasan pemberangkatan 48 personel Brimob Polda Sulteng menuju Sulawesi Barat. Jumat (15/1/2021) (Foto: Humas Polda Sulteng)

Selanjutnya menurut Sugeng, Polda Sulteng juga mengirimkan satu unit kendaraan dapur lapangan dan mobil pengolahan air yang bisa menyuling air kotor menjadi air layak minum. Direncanakan pada Sabtu (16/1) Polda Sulteng akan mengirimkan logistik bantuan untuk daerah terdampak bencana di Sulawesi Barat melalui jalur darat.

Sulsel Kirimkan 10 Ton Beras

Bantuan kemanusiaan juga mengalir dari Sulawesi Selatan yang pada Jumat siang mengirimkan berbagai jenis bantuan kebutuhan dasar di antaranya berupa 10 ton beras, mi instan, gula pasir, ikan sarden, minyak kelapa, selimut dan sarung. Bantuan itu dikirim menggunakan KRI (Kapal Perang RI) Teluk Ende di Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Makassar.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dalam keterangannya kepada wartawan di Makassar pada Jumat pagi mengatakan pihaknya juga akan mengirim tenaga medis ke Sulawesi Barat.

“Kami juga mempersiapkan untuk mengirim tenaga medis, kita sudah berkoordinasi dengan ketua Palang Merah Sulsel, sudah disiapkan dokter-dokter dan lain sebagainya,” jelas Nurdin Abdullah sesaat sebelum terbang menuju Sulbar dari Lanud Sultan Hasanuddin Makassar menggunakan helikopter BNPB.

Dua alat berat excavator membatu upaya evakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan kantor Gubernur Sulbar yang roboh, Jumat (15/1/2021) (Foto : Taufiq Lau/ Pemprov Sulsel).

Dua alat berat excavator membatu upaya evakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan kantor Gubernur Sulbar yang roboh, Jumat (15/1/2021) (Foto : Taufiq Lau/ Pemprov Sulsel).

Menurutnya akan ada satu pesawat Hercules dan tiga helikopter yang disiagakan di Makassar untuk membantu penanganan dampak gempa bumi di Mamuju dan Majene.

Kementerian Sosial Kirim Bantuan Logistik secara Bertahap

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan semua logistik di gudang Sulawesi Barat dikeluarkan untuk membantu masyarakat. Dapur umum akan didirikan di titik pengungsian dimana satu mobil dapur umum bisa memasak sampai 2.000 nasi bungkus dalam satu kali masak sehingga dalam sehari bisa menghasilkan enam ribu nasi bungkus.

“Bantuan logistik seperti matras, tenda, perlengkapan anak, perlengkapan lansia, makanan siap saji dan lainnya dikirimkan secara bertahap mulai pagi ini,” jelas Risma dalam siaran pers Kementerian Sosial.

Kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok untuk para korban gempa di Majene dan Mamuju berasal dari gudang di Mamuju dan gudang regional di Makassar.

Kementerian Sosial juga mengerahkan Personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP). [yl/pp]

Sedikitnya 11 tewas dan 18 lainnya luka-luka dalam musibah tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (9/1) malam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, dalam pernyataan tertulis mengatakan longsor pertama akibat curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang tidak stabil. Sementara “longsor susulan terjadi ketika petugas sedang mengevakuasi korban di sekitar daerah longsoran pertama.”

Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) Kecamatan Cimanggung, Kapten. Inf. Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, yang sedang berada di lokasi untuk menanggapi insiden longsor pertama, ikut menjadi korban.

Lokasi tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu, 9 Januari 2021. (Foto: Humas BNPB)

Lokasi tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu, 9 Januari 2021. (Foto: Humas BNPB)

“Diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan,” tambah Raditya, mengutip informasi dari BPBD.

Upaya pencarian akan kembali dimulai pada Minggu (10/1) oleh tim gabungan TNI-Polri, BPBD dan warga sekitar, sambil menunggu datangnya peralatan berat.

Insiden tanah longsor itu juga membuat sebuah jembatan dan beberapa jalan terputus.

Intensitas hujan yang tinggi pada pada Sabtu (9/1) memicu terjadinya beberapa insiden tanah longsor di beberapa daerah di Jawa Barat, seperti di Garut dan kawasan lain di Sumedang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat dan potensi petir serta angin kencang akan kembali terjadi pada Minggu (10/1) dan Senin (11/1). Untuk itu BNPB menyerukan masyarakat untuk waspada dan siaga mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.

BNPB juga mengingatkan seluruh BPBD Propinsi untuk secara terus menerus mengeluarkan peringatan dini dan meningkatkan kesiapsiagaan pada puncak musim hujan pada Januari hingga Februari. [em/ft]