Bintang itu bernama Betelgeuse, salah satu dari sepuluh bintang paling terang yang terlihat dari Bumi. Bintang ini memiliki massa 12 sampai 20 kali lebih besar daripada massa Matahari, serta berjarak sekitar 640 tahun cahaya (±± 6 biliun km) dari bumi. Akhir-akhir ini, cahayanya semakin meredup dan bahkan turun posisi menjadi bintang paling terang yang ke-dua puluh satu. Para ilmuwan pun memperkirakan bahwa bintang ini sedang berada di penghujung masa hidupnya dan akan mengalami supernova (ledakan bintang yang maha dahsyat). Penurunan kecemerlangan bintang ini memang sudah diketahui sejak lama. Namun sejak pengamatan Oktober 2019 lalu, cahayanya terus meredup hingga melewati batas minimum kecemerlangannya. Inilah yang menjadi alasan bahwa bintang Betelgeuse akan segera memasuki fase akhir dari eksistensinya.

Kapan Hal Ini Bisa Terjadi?

Sayangnya, teknologi kita belum mampu menerka hal tersebut dengan akurat. Ilmuwan hanya mampu mengidentifikasi usia Betelgeuse yang sudah mencapai 10 juta tahun, dan peredupannya telah dimulai dari 40.000 tahun silam. Artinya, dia sudah lama memulai fusi nuklir Helium di dalam intinya. Untuk mengetahui kapan dia akan runtuh dan mengalami supernova, maka kita harus mengetahui berapa massa dan periode rotasinya, yang nyatanya belum mampu untuk diketahui secara pasti.

Bisa jadi, sebenarnya bintang ini sudah meledak pada abad ke-14. Namun cahayanya belum bisa teramati karena membutuhkan waktu 640 tahun untuk bisa sampai ke Bumi. Atau bisa jadi juga dia akan meledak setelah profis membaca tulisan ini. Bahkan, tak menutup kemungkinan meledaknya masih lama, ratusan ribu sampai jutaan tahun lagi. Yang jelas, kemungkinan ledakan bintang Betelgeuse akan terjadi di generasi ini amat sangat kecil.

Seandainya Betelgeuse Meledak

Betelgeuse adalah bintang raksasa yang ukurannya jauh lebih besar daripada Matahari. Lihatlah perbandingannya di sini:

Bila suatu saat nanti “raksasa” ini meledak, maka malam hari akan terasa seperti di siang hari. Tidak ada langit yang gelap gulita, mungkin selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Miliaran penduduk di Bumi akan berbondong-bondong keluar dari rumahnya dan berkata:

“Cahaya apa itu? Apa yang sedang terjadi di atas sana?”, dengan wajah takjub yang diliputi rasa takut.

“Apakah alien sedang menyerang Bumi?”

“Inikah yang disebut sebagai kiamat?”

Dan beberapa spekulasi lainnya yang hadir.

Namun, ada baiknya profis tetap tenang. Ledakan Bintang Betelgeuse tidak akan memberikan dampak yang besar bagi kita, karena jaraknya ‘cukup jauh’ untuk mampu melukai Bumi atau membakar seluruh umat manusia.

Menurut para astronom, agar ledakannya bisa menghancurkan Bumi, maka jaraknya dengan Bumi mestilah 50 tahun cahaya. Sementara Betelgeuse memiliki lebih dari 10 kali jarak ini. Jadi tidak akan ada bencana besar karena efek dari lontaran partikel sinar gamma ataupun sinar-X nya. Bahkan, para astronom akan sangat senang bila Betelgeuse meledak. Karena mereka bisa mengamati supernova yang terbilang ‘dekat’ dengan Bumi.

Bila saat supernova itu tiba, maka kita tidak perlu panik. Nikmati saja keindahan bintang di bahu Orion ini yang mungkin akan seterang bulan purnama, selama berhari-hari. Saking terangnya, di siang hari pun kita masih dapat mengamatinya sebagaimana melihat Matahari yang cerah —ya, kita seakan-akan memiliki dua Matahari di siang hari!— Sangat indah kan, profis?

Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari fase akhir bintang Betelgeuse ini. Itu adalah fenomena yang amat dinanti-nantikan!