MALUT-POST-WEDA Industri baterai kendaraan listrik di Indonesia akan semakin berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Salah Satunya, akan dikembangkan di kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang terletak di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara (Malut). saat ini IWIP mulai membangun konstruksi pabrik bahan baterai kendaraan listrik. Direktur External Relation PT IWIP Scott ye menyampaikan, di kawasan IWIP sudah memulai pembangunan pabrik pembuatan bahan mentah baterai kendaraan listrik sebagai tahap pertama proses perkembangan produsen baterai kendaraan listrik di Indonesia. Diperkirakan dalam waktu dua tahun Pabrik pembuatan bahan mentah baterai tersebut akan selesai. “Tahap berikutnya barulah kita bergerak ke manufaktur baterai. Saat kita (Indonesia) telah memiliki bahan mentah yang menjadi funda mentah industri baterai, artinya kita bisa berlanjut ke tahap berikutnya kira-kira dalam 2 atau 3 tahun,” terang Scott.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki keuntungan besar sebagai produsen nikel terbesar di dunia yang menjadi komponen utama pembuatan baterai kendaraan listrik. Hal ini membuat Indonesia banyak dilirik investor karena memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik. “Indonesia memiliki keuntungan berupa sumber daya manusia yang mayoritas berusia muda. Sehingga memiliki tenaga kerja yang lebih bersaing dibandingkan negara lainnya,” ucapnya. (kon/rul)

MALUT-POST TERNATE Warga Kelurahan Jambula yang berada dilingkungan sekitar pembangunan pertashop, mendatangi gedung DPRD Kota Ternate, selasa (4/5) kemarin. Kedatangan warga tersebut disambut oleh komisi III DPRD kota Ternate. Anggota komisi III Junaidi Baharudin mengatakan, warga yang berada dilingkungan sekitar merasa keberatan dengan pembangunan pertashop dilokasi tersebut.

Dengan alasan sangat dekat dengan pemukiman. Selain itu mereka takut dengan dampak yang akan ditimbulkan, seperti kebakaran dean lainnya. ” Warga meminta agar pembangunan tersebut dipindahkan. Aspirasi dari warga akan ditindaklanjuti pasca lebaran,” sebutnya.

Kata Junaidi, DPRD akan tindaklanjuti dengan mel;akukan pemanggilan terhadap pemerintah dalam hal ini Dinas lingkungan Hidup (DLH), pemilik pertashop atau pembangunan dan warga sekitar.

Semua pihak dipanggil tersebut untuk membicarkan lebih lanjut menyangkut dengan pembangunan pertashop. Menuturnya, pertashop juga merupak program pemerintah pusat melalui nawacita yang harus didukung. Apalagi, saat ini situasi saat pendemi, maka harus kembangkan UMKM.

” Tetapi juga harus memperhatikan kaidah-kaidah lingkungn maupun sosial. Hal ini agar tidak menimbulkn dampak dikemudian hari,”tutupnya. (tr-03/yun)

MALUTPOST.TERNATE – Setelah ada warga sekitar yang menolak pembangunan Pertashop di kelurahan Jambula RT08, karena takut dengan dampak yang ditimbulkan nanti. Namun, ada juga warga yang memberi dukungan atas pembangunan Perthashop tersebut, termasuk ketua RT 08 dan ketua Pemuda Jambula.

Kini dukungan juga datang dari ketua nelayan sekaligus ketua RT 08 Yasim Taher. Kata dia, ia sendiri tidak tahu masyarakat mana yang menolak. Sebab, sebagian besar warga dilingkungannya mendukung. Menurutnya, warga yang menolak pembangunan Perthashop itu karena tkut dengan dampak yang akan ditimbulkan. Padahal, pembangunan Perthashop ini sudah pasti disertai dengan analisis dampak.

Bahkan, standar pengamanannya akan sama dengan pompa bensin lainnya. “Menurut saya, warga tidak perlu khwatur dengan dampak. Karena sudah ada standar yang layak. Harusnya yang kita khwawatir itu pertamina yang besar itu. Itu seperti bos waktu,” kata Yesin saat mengunjungi redaksi Malut Post, malam tadi.

Kata Yasin, sebagai ketua nelayan di Jambula, ia justru mendukung pembangunan Pertashop tersebut. Karena itu bisa membantu nelayan terkait dengan kebutuhan BBM. Kata dia, memang ada pertamini, namun di Pertamini itu pemasokan BBM hanya dua kali dalam seminggu. Karena itu, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, tidak saja nelayan tapi juga warga masyarakat.

“di Pertashop ini nanti disediakan Pertamax dan Dexlait. Jadi ini tentu kita sebagai nelayan sangat membutuhkan,” katanya.

Selain itu, ketua pemuda Jambula Fahri Robo mengatakan, pembangunan Pertashop itu memberi dampak positif bagi warga Jambula. Menurutnya, sesuai data pengangguran dan kenakalan remaja tertinggi di kecamatan Ternate Pulau adalah Jambula. Karena itu, dengan adanya pembangunan Pertashop tersebut dinilai menjadi peluang dan berdampak positif, terutama untuk menekan pengangguran dan kenakalan.

“Pertashop inikan nanti bisa merekrut tenaga kerja yang tentunya mengutamakan pemuda dan Masyarakat Jambula. Jadi ini (Pertashop) tentu berdampak positif bagi warga, terutama bisa menekan angka pengangguran,” ujar Fahri. (tr-03/yun)

MALUTPOST.TERNATE – Pembangunan Pertashop di RT08 Kelurahan Jambula rupanya ditolak oleh warga sekitar. Hal ini ditandai dengan bentuk protes dengan cara menggelar aksi unjuk rasa pada Sabtu (1/5) kemarin.

Aksi yang dimulai sore hari dipimpin Harsari selaku koordinator. Menurutnya, jarak pembangunan pertashop sangat berdekatan dengan pemukiman warga. Karena itu, mereka menilai akan dapat membahayakan kawasan sekitar.

“Dampak yang nantinya ditimbulkan itu sangat berbahaya, sehingga warga menolak. Ini yang harus jadi perhatian,” ujar Harsali.

Harsali mengatakan, warga akan menggelar aksi protes susulan, dengan menggerakkan massa yang lebih banyak lagi. Aksi susila itu dilakukan, jika pertashop tetap bangun di lokasi tersebut. Menurutnya total ada ada kurang lebih 10 rumah yang berdekatan. Dalam aksi unjuk rasa pun memiliki beberapa tuntutan, yakni Pembangunan pertashop harus berdasarkan kesepakatan warga, dan wajib dipindahkan ke lahan yang jauh dari pemukiman warga setempat, pembangunan wajib dihentikan tidak mengantongi UKL/UPL, pembangunan pertashop harus dihentikan karena BBM di Jambula tidak mengalami kelangkaan dan harus dipindahkan ke Kelurahan yang mengalami kelangkaan BBM. Mereka juga meminta pihak PT Pertamina harus melakukan verifikasi lapangan, agar bisa melihat bagaimana dampak pembangunan pertashop yang diprotes warga sekitar.

Selanjutnya, aksi protes warga mendapat respons dari DPRD Zainul Rahman. Menurutnya, DPRD meminta kepada pihak Kelurahan, Dinas terkait dan Pertamina untuk bisa mengakomodir tuntutan warga. Ia meminta untuk pembangunan dihentikan dulu sebelum izinnya lengkap, termasuk persetujuan dari wartr-03/yun)ga sekitar. Zainul juga meminta Dinas teknis seperti Perkim dan DLH bahkan kelurahan harus proaktif, dengan memprotes warga yang merasa resah.

“Harus ada izin IMB dari Perkim dan UKL/UPL dari DLH, serta persetujuan warga baru bisa dibangun. DPRD dapil IV mendukung aksi yang dilakuka oleh warga, sebab ada kekhawatiran dengan lokasi yang sangat dekat pemukiman. Harus ada solusi secepatnya,” tutupnya. (tr-03/yun)

MALUT-POST SOFIFI Sikap penolakan warga atas dugaan pencaplokan lahan empat desa kecamatan obi utara Kabupaten Halmahera Selatan, oleh PT. Amazing tanara tidak digubris pemerinta provinsi pemprov). pemprov tetap mengizinkan perusahan tersebut beroperasi dengan dalil izin perusahan sudah sesuai. ini disampikan kepala dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTS) provinsi Bambang Hermawan, kepda malut post saat ditemui di kantor Gubernur, senin (26/4).

Bambang mengaku, izin PT. Amazing tabara, telah memenuhi syarat, hanya izin dilingkungan saja yang harus diperbaruhi kembali. sebab telah melewati batas waktu. dimana izin lingkungan yang dikantongi PT. Amazing kata bambang, diterbitkan sejak 2018.” sementara ketentuan hanya berlaku tiga tahun,” akunya

Sementara status pinjam pakai kawasan, bambang mengaku izinnya sementara dalam proses. meski begitu, perusahan kata bambang sudah bisa beroperasi. karena izin pinjam pakai kawasan menjadi tanggung jawab dinas kehutanan selaku dinas teknis.” DPMPTSP hanya terima administrasinya, jika ada maslah nanti dilakukan peninjauan kembali, tetapi untuk kegiatan produksi sudah bisa dilakukan, karena izin produksinya sudah tidak masalah lagi,” katanya

Sementara terkait tuntutan warga yang telah menjadi temuan komisi III. mantan kepala inspektorat ini mengaku menunggu rekomendasi dari komisi III. ” kita tunggu rekomendasi komisi III, jika rekomendasi izinya diciutkan, maka segera laksanakan,” tutupnya

Sebagaiman diberitakan sebelumnya. pengoprasian PT. Amazing tabar sendiri mendapatkan penolakan dari masyarakat tiga desa di kecamatan obi utara halsel. ketiga desa itu adalah desa anggai, air mangga dan desa sambiki. ketiga desa ini menolak lantaran kawasan operasional PT Amazing tabar, mencaplok lahan perkebunan dan pemukiman. bahkan setelah komisi III melakukan supervesi, ditemukan peta kawasan ekplorasi PT. Amazing tabar, masuk dalam lingkungan dsa jikokahe. (din/udy)

MALUT-POST TERNATE Kasus dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan PT. Amazing Tabara. salah satu perusahaan tambang, di empat desa di pulau obi Kecamatan Halmahera selatan (Halsel), mendapat perhatian serius komisi III DPRD provinsi (Deprov) maluku utara (Malut).

Komisi III bahkan rencana mengeluarkan rekomendasi untuk di sampaikan kementrian sumber daya mineral (ESDM). ini disamapaikan ketua komisi Zulkifli Umar, kepda malut post, selasa 21/4 Zulkifli mengaku, hasil supervisi

Komisi III ditemukan lahan empat desa yang diserobot itu adalah desa sambiki, Anggai Armanggadan jikokahe. politisi partai keadilan sejatrah (PKS) ini menyampaikan, rekomendasin itu berupah penciutan wilayah opersi dan pencabutan Izin usah pertambangan (IUP) PT. Amazing Tabara. karena lahan empat desa yang di caplok adalah area perkebunan dan juga pemukiman. sehingga warga bersikap menolak kegiatan operasi perusahan tersebut.

” Jadi persoalan penetapan areal pertambangan di atas tana perkebunan tersebut perlu dipertimbangkan kembali. sebab wilayah itu merupakan warisan dan sumber kehidupan masyarakat di empat desa tesebut dari turun-temurun ratusan tahun.,” jelasnya.

Sembari mengatakan. “rekomendasi yang akan di ajukan ke kemntrian ESDM ini substansinya dua hal, yaitu penciutan areal dan pencabutan izin usah pertambangan,” Tukasnya. (mg-01/udy)

MALUT POST – TERNATE. Pusat Perbelanjaan Plaza Gamalama yang diresmikan oleh mantan Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman dua pekan lalu, belum difungsika. Bangunan yang dibangun menggunakan APBD ini, akan berfungsi setelah ada pihak ketiga sebagai pengelola.

PLN Wali Kota Jusuf Sunya, menyampaikan, untuk menentukan pihan ketiga sebagai pengelola, pemkot mempercayakan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), melakukan lelang. Kegiatan lelang sendiri lagi sementara berjalan, dan sudah ada beberapa perusahan yang berminat. Namun Jusuf, mengaku belum mengetahui pasti.

“Sudah ada beberapa perusahaan yang berminat. Tapi saya tidak hafal pasti perusahan apa saja,” terangnya. Jusuf yang juga Sekretaris Kota (Sekkot) Ternate ini mengatakan, pemerintah akan menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada pengelola.

Sehingga setiap tahun pemkot hanya mendapat setoran dengan besaran nilai yang telah disepakati.

“Perkiraannya, per tahun bisa Rp5 miliar, yang harus disetor oleh pihak ketiga ke Kasda,” katanya.

Dirinya menargetkan, Plaza baru akan bisa beroprasi sekitar bulan April. Karena setelah lelang, akan ada penandatanganan perjanjian dan juga persiapan pihak ketiga.

“Kenapa KPKNL yang ditunjuk melakukan lelang, bukan ULP. Karena pemkot ingin proses lelangnya terbuka dan bebas interfensi. Karena KPKLN lembaga profesional. Dengan begitu, perusahaan yang kalah lelang juga tidak harus komplen,” akunya. (udy/yun)

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) telah menerima proposal rencana investasi dari Tesla hari Kamis (4/2) dan kini sedang mempelajarinya. Pemerintah siap melakukan pertemuan bersama pihak Tesla minggu depan.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto menyampaikan hal ini dalam konperensi pers virtual hari Jumat (5/2).

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto. (Foto: Courtesy/Kemenko Marves)

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto. (Foto: Courtesy/Kemenko Marves)

“Proposal Tesla sudah diterima kemarin pagi dan sudah dipelajari secara internal. Minggu depan kita akan ketemu mereka untuk mendapat penjelasan secara resmi dan langsung terkait proposla yang diajukan. Saya tidak bisa membuka isinya karena dari pihak mereka juga sangat sensitif, artinya mereka tidak ingin hal ini dibuka dulu pada publik,” ujar Seto.

Lebih jauh ia mengatakan memahami sikap Tesla itu karena “satu, mereka adalah perusahaan publik dan sangat strict (tegas.red) sekali pada hal-hal seperti itu. Kedua, proposal Tesla ini berbeda dengan yang lain, misalnya yang diajukan CATL dan LG Chemical. Jika saya lihat sepintas, based-technology yang digunakan memang agak berbeda. Kami sendiri sangat excited bisa bekerjasama dengan Tesla.”

Setelah CATL dan LG, Kini Tesla

CATL atau Contemporary Amperex Technology adalah produsen baterai lithium asal China yang berencana membangun pabrik baterai lithium untuk kendaraan listrik di Indonesia. Rencana pembangunan bernilai $5 miliar yang telah ditandatangani dengan BUMN, PT Aneka Tambang itu, memastikan bahwa 60 persen produksi akan dilakukan di Indonesia dalam bentuk baterai kemasan.

Orang-orang berjalan melewati pusat Litbang Kontemporer Amperex Technology Ltd (CATL) di Ningde, Provinsi Fujian, China, 16 Desember 2016. (Foto: REUTERS/Jake Spring)

Orang-orang berjalan melewati pusat Litbang Kontemporer Amperex Technology Ltd (CATL) di Ningde, Provinsi Fujian, China, 16 Desember 2016. (Foto: REUTERS/Jake Spring)

Dalam konperensi pers pertengahan Desember lalu, Seto mengatakan pabrik baru CATL itu akan memulai produksi pada tahun 2024. Namun ia belum merinci lebih jauh di mana lokasi pabrik tersebut.

Sementara LG adalah perusahaan Korea Selatan yang juga telah menandatangani nota kesepahaman perjanjian investasi baterai kendaraan listrik bernilai $9,8 miliar pada 18 Desember lalu.

Kantor berita Reuters melaporkan perjanjian itu menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mengintegrasikan industri baterai listrik dari pertambangan hingga produksi baterai lithium kendaraan listrik. Maluku Utara dan Jawa Tengah dipilih untuk menjadi pabrik baterai listrik ini.

Alih Teknologi

Septian Hario Seto menggarisbawahi pemerintah telah meminta agar ketiga perusahaan yang akan menanamkan investasi di Indonesia ini juga melakukan alih teknologi.

“Tesla ini untuk teknologi baterai lithium untuk mobil listrik merupakan yang terbaik di dunia. Jadi saya pikir jika kita ada investasi dari CATL, investasi dari LG, dan kini Tesla, yang memang produsen baterai lithium dengan teknologi sangat baik, maka kita sebagai anak bangsa bisa banyak belajar,” ujarnya.

“Karena salah satu yang kita minta pada mereka adalah adanya transfer teknologi. Ini kesempatan yang sangat baik karena kita bisa bekerjasama dengan tiga perusahaan kelas dunia, yang memiliki teknologi baterai lithium yang sangat maju,” tambah Septian.

Stasiun Tesla Supercharger terlihat di Dietikon, Swiss 21 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann)

Stasiun Tesla Supercharger terlihat di Dietikon, Swiss 21 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann)

Ditambahkannya, tujuan kerjasama investasi dalam industri kendaraan listrik dan baterai lithium ini adalah untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki Indonesia, bukan hanya sebagai pemasok bahan baku. “Kalau mereka hanya ambil bahan baku, kita tidak tertarik. Detil lain belum bisa kita ungkap, tetapi ini lebih dari sekedar hanya mengambil bahan baku,” tegasnya.

Pembangunan industri kendaraan listrik dan baterai lithium ini juga tidak dapat dipisahkan dari hilirisasi pertambangan, khususnya nikel, tembaga dan bauksit; yang dinilai sangat signifikan dalam pengembangan energi terbarukan. [em/ah]

Ini bukan bukan bisnis haute couture atau adibusana. Tapi bagi Fredi, bisnis yang satu ini memberinya ruang untuk mencurahkan aspirasi seninya di bidang rancang busana sekaligus memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Setelah berhenti mengajar karena gaji yang kecil, Fredi sebetulnya mencoba berbagai bisnis, termasuk membuka bengkel sepeda motor. Hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Begitupun ketika ia membuka toko jahit pakaian pinggir jalan di Bogor.

Peruntungannya berubah setelah ia berbincang-bincang dengan kakak dan keponakannya yang gemar memelihara kucing. Mereka mengusulkan, mengapa ia tidak mencoba bisnis pakaian kucing.

Foto-foto pakaian kuncing (koleksi pribadi Fredi Lugina)

Foto-foto pakaian kucing (koleksi pribadi Fredi Lugina)

“Awalnya saya anggap itu aneh. Masak sih kucing atau anjing mengenakan pakaian? Tapi setelah saya search dan lihat di Google, eh lucu juga kalau kucing atau hewan pakai pakaian,” kata Fredi.

Bisnis pakaian kucing ini dimulainya sejak 2017. Awalnya terkesan kurang menjanjikan. Fredi menawarkan pakaian-pakaian kucing hasil karyanya secara online lewat media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Ia juga memasarkannya ke toko-toko hewan dengan sistem konsesi, dan sesekali menerima pesanan khusus. Namun, seiring perjalanan waktu, dan makin populernya sosial media, permintaan pun makin meningkat.

Semasa pandemi, pria berusia 39 tahun ini mengaku, bisnisnya meningkat 20 hingga 30 persen. Ia kini sibuk menerima pesanan dari para pemilik hewan peliharaan yang ingin kucing atau anjing mereka berpakaian mirip Superman, Thor, atau tokoh-tokoh imajinasi lain. Tak sedikit juga pecinta hewan yang memesan pakaian seragam perawat, polisi, tentara atau bahkan busana Muslim. Beberapa pelangganya bahkan dari luar negeri.

Foto-foto pakaian kucing (Koleksi Pribadi Fredi Lugina)

Foto-foto pakaian kucing (Koleksi Pribadi Fredi Lugina)

Setiap bulannya Fredi kini meraup pendapatan sekitar 2,5 hingga 3 juta rupiah. Pakaian-pakaian itu dipasarkan dari harga 100 ribu hingga 150 ribu rupiah per potong.Sesekali Fredi menerima pesanan khusus dan harganya bisa melambung hingga lima ratus ribu rupiah.

Risma Sandra Irawan, seorang warga Jakarta, adalah satu pelanggan setia Fredi. Risma mengaku, ia rajin membeli pakaian kucing sekedar untuk bersenang-senang dan menyalurkan stres.

Ia telah membeli sedikitnya 30 pakain untuk kucing kesayangannya, Sogan. Ia bahkan tak jarang memesan khusus pakaian untuk acara-acara khusus seperti Idul Fitri dan Natal.

“Karena aku kan punya TikTok untuk kucing aku. Follower-nya itu sudah 60 ribu. Karena semakin banyak follower, aku makin kreatif. Semakin banyak gaya dan pakaian yang aku harus punya,” katanya.

Komang Trisanti gemar kenakan pakaian untuk kucing kesayangan (koleksi pribadi).

Komang Trisanti gemar kenakan pakaian untuk kucing kesayangan (koleksi pribadi).

Komang Trisanti, juga seorang pelanggan Fredi, mengaku senang memiliki koleksi pakaian untuk empat kucing kesayangannya.

“Sebenarnya untuk lucu-lucuan saja sih. Karena saya kan punya beberapa kucing. Saya tuh suka banget sama kucing. Iseng-iseng saya melihat iklan di aplikasi Marketplace, ada yang jual pakaian kucing. Saya beli, eh ternyata lucu ketika dikenakan ke kucing saya,” komentarnya.

Menurut Fredi, sementara banyak orang yang menilai pakaian-pakaian hasil karyanya menarik, tak jarang ia mendapat kritikan di media sosial terkait kesejahteraan hewan. Seorang warga Amerika, katanya, pernah mengecamnya karena dengan memproduksi pakaian hewan seperti membuka peluang terjadinya perlakuan keji terhadap hewan.

Fredi sendiri tidak membantahnya, dan ia selalu menyarankan para pelanggannya untuk tidak terlalu lama mengenakan pakaian pada hewan peliharaan mereka untuk menghindari terjadinya stres pada hewan.

“Produk saya ini hanya sekadar aksesoris. Hewan itu sudah memiliki pakaian yang paling sempurna, yang diberikan oleh Tuhan, yaitu bulu-bulu mereka,“ jelas Fredi.

Menyusul booming foto atau video di media sosial tentang hewan peliharaan yang didandani, dan seringkali dengan pose atau pakaian yang semakin aneh, beberapa kelompok kesejahteraan hewan telah mengeluarkan pedoman untuk membuat pemilik lebih sadar akan tanda-tanda stres yang mungkin dialami hewan peliharaan mereka. [ab/uh]