MALUTPOST.TERNATE – Pelayanan pembayaran pajak dan retribusi di Kota Ternate dihentikan. Pasalnya, kantor Bagian Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), digembok pegawai internal BP2RD. Alhasil, kantor layanan pendapatan daerah itu tidak bisa lagi melakukan aktifitas sebagaimana biasanya.

Sikap nekat pegawai ini, karena terlambat dibayarkan tunjangan para pegawai tahun 2020, termasuk upah honor pegai PTT. Langkah penutupan kantor oleh pegawai ini mengundang perhatian publik. Pasalnya, BP2RD selama ini, dikenal dengan SKPD yang berprestasi. Indikatornya setiap tahun selalu melampaui target penerimaan pajak. Namun dibalik prestasi tersebut, ternyata pemerintah tidak memperhatikan kesejahteraan mereka.

“Insentif pegawai triwulan IV seharusnya paling lambat Desember sudah dibayar. Sekarang sudah masuk pertengahan Januari belum juga terbayar. Kami kesal dengan hak-hak kami yang sampai sekarang tidak dibayar,” kata salah satu pegawai yang meminta namanya tidak disebutkan. Keluhan keterlambatan pembayaran ini, menurut pegawai, telah disampaikan ke kepala BP2RD Amadyani Abdurahman. Namun tidak ada solusi kepastian dibayarkan.

Alhasil, kesabaran pegawai pun habis, terpaksa mogok kerja. “Tidak hanya insentif tapi juga TTP di bulan Desember itu sampai sekarang tidak dibayar. Padahal tugas kami sudah laksanakan, bahkan penagihan pajak tahun ini capaiannya melampaui 100 persen. Kenapa hak kami tidak diperhatikan,” sambung pegawai tersebut. Sembari mengatakan, mogok akan dilakukan dalam beberapa hari kedepan. sampai insentif dan TTP dibayarkan.

Sekretaris BP2RD Kota Ternate Jufri Ali saat ditemui menjelaskan persoalan yang tengah terjadi pada puluhan pegawainya. Ia mengaku, BP2RD sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pengelolaan dan Aset Daerah namun hasinya masih nihil. “Menurutnya, untuk mencairkan honorarium para pegawai, masih menunggu Dana Bagi Hasil (DBH) dari provinsi Maluku Utara.

“Tadi saya sudah koordinasi dengan asisten III dan Kepala Keuangan, katanya akan cair tahun ini juga, hanya saja menunggu SK,” sambung Jufri. Menurut Jufri, di BP2RD terdapat PTT yang untuk mengambil gajinya butuh SK. Masalahnya, hingga kini SK tahun 2021 belum juga terbit.

“Saya sudah koordinasikan juga dengan pimpinan dan pegawai, agar kantor bisa dibuka kembali. Tapi suara terbanyak mereka, yakni Senin baru dibuka. Tapi saya berpikir ini akan mengganggu pelayanan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagimana diketahui, jumlah pegawai di BP2RD sendiri sebanyak 155 orang. Jumlah itu terdiri dari ASN sebanyak 155 orang dan 40 orang PTT. Kepala BP2RD Ahmadyani Abdurahman saat pemalangan kantor berlangsung tidak terlihat. Bahkan adik kandung Burhan Abdurahman ini, ketika dikonfirmasi telepon tidak menjawab.

Menanggapi tuntutan pegawai BP2RD tersebut, Ketua Komisi, I Zainul Rahman mengatakan, pada prinsipnya DPRD mendukung kesejahteraan para pegawai. Ia minta masalah tersebut perlu mendapat perhatian bersama, termasuk Pemerintah Kota Ternate.

“Tapi kalau bisa, dibicarakan dengan baik. Sebab yang menjadi korban yakni masyarakat secara umum. Dan hal ini tidak dapat dibenarkan. Kalau ini terus dibiarkan, maka akan jadi preseden buruk serta tidak menutup kemugkinan akan dilakukan oleh pegawai di OPD lain,” tutupnya. (udi/mg03/yun)

Tak ada yang mengira kalau asal mula demonstrasi Hongkong yang sedang cukup viral di berita internasional saat ini berawal dari hal sepele. Bisa dibilang, peristiwa ini adalah salah satu contoh dari butterfly effect atau efek kupu-kupu, dimana sebuah peristiwa yang terjadi mengakibatkan peristiwa besar, yang bahkan dapat mengubah sejarah.

Infografik; Asal Mula Demonstrasi Hongkong
Infografik; Asal Mula Demonstrasi Hongkong

Awal Mula

Pada 17 Februari 2018, Chan Tong-kai alias Chen Tongjia membunuh pacarnya yang bernama Amber Poon Hiu-wing alias Pan Xiaoying di Taipei, Taiwan. Ia dan pacarnya berasal dari Hongkong dan sedang pergi berlibur di Taiwan. Di Taipei, Chan Tong-kai dan Poon Hiu-wing terlibat pertengkaran besar.

Di tengah pertengkaran, Poon Hiu-wing mengaku bahwa bayi yang dikandungnya bukanlah anak dari Chan Tong-kai, ia bahkan menunjukkan rekaman video tak senonohnya bersama mantan kekasihnya. Naik pitam, Chan Tong-kai pun membunuh pacarnya. Jenazah kekasihnya ia masukkan ke dalam koper dan dibuang ke Sungai Tamsui. Setelah itu, Chan Tong-kai pulang ke Hongkong.

Rekaman CCTV Chan Tong-kai Membawa Jenazah Kekasihnya dalam Koper
Chan Tong-kai tertangkap CCTV membawa jenazah kekasihnya di dalam koper

Orangtua Poon Hiu-wing yang khawatir pun melaporkan keberadaan anaknya yang sudah beberapa hari hilang kepada kepolisian Hongkong. Setelah serangkaian investigasi, akhirnya polisi menemukan titik terang. Chan Tong-kai dipanggil oleh pihak kepolisian dan ia mengaku telah membunuh Poon Hiu-wing di Taiwan.

Akar Permasalahan

Demonstrasi Penolakan Ekstradisi di Hongkong
Demonstrasi Penolakan Ekstradisi di Hongkong (Sumber: BBC)

Di sinilah masalahnya dimulai. Kejahatan itu dilakukan Chan Tong-kai di Taiwan yang merupakan kawasan diluar yuridiksi Hongkong. Dengan demikian, kejahatan yang dilakukannya tidak dapat diadili di Hongkong, melainkan hanya bisa di Taiwan. Akan tetapi, Taiwan dan Hongkong tidak memiliki perjanjian ekstradisi.

Perlu diketahui, Hongkong merupakan wilayah spesial yang diserahkan oleh Inggris kepada China pada tahun 1997. Namun setelah penyerahan itu, Hongkong tetap memiliki otonomi khusus, sehingga memiliki hukum yang berbeda dengan China daratan.

Usulan China akan pengadaan Undang-undang Ekstradisi antar China, Taiwan, dan Hongkong ditafsirkan sebagai kesempatan untuk China dalam memperkuat pengaruhnya atas Hongkong. Para aktivis pro-demokrasi khawatir jika UU ini disahkan, maka akan banyak aktivis pro-demokrasi yang ditangkap oleh otoritas China dan akan diadili sesuai hukum komunis di China daratan.

Demonstrasi Besar-besaran

Demonstrasi Hongkong Memanas pada 2019
Demonstrasi Hongkong Memanas pada 2019 (Sumber: Wikipedia)

Untuk menolak usulan Undang-undang Ekstradisi tersebut, protes dan demonstrasi besar-besaran pun terjadi. Bahkan sampai hari ini, protes tersebut belum juga usai. Akibat demonstrasi, situasi di Hongkong mencekam. Ekonomi melemah, keamanan menurun drastis, Hongkong seakan dilumpuhkan oleh karena konflik politik di sana.

Chan Tong-kai mungkin tidak akan menyangka, aksi kriminal yang ia lakukan akan membuat buku Sejarah di Hongkong menjadi lebih tebal. Tahun 2019 hingga sekarang tentunya akan menjadi tahun yang tak akan dilupakan warga Hongkong. Dimana akibat pembunuhan yang dilakukan oleh pemuda labil sukses menciptakan demonstrasi besar-besaran yang akan tercatat oleh sejarah.