Inspektorat Siapkan Auditor Khusus, Jika Diminta Pemeriksaan Mendalam

MALUTPOST.SOFIFI – Inspektorat Provinsi Maluku Utara (Malut) bakal melakukan pemeriksaan akhir masa jabatan Kepala Daerah (Kada) di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). Itu disampaikan Kepala Inspektorat Malut, Nirwan MT. Ali.

Menurutnya, pemeriksaan akhir masa jabatan kepala daerah merupakan kewajiban dan kewenangan Pemerintah Provinsi, melalui Inspektorat. Dan itu sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 52 tahun 2018, tentang pemeriksaan dalam rangka berakhirnya masa jabatan kepala daerah.

“Pemeriksaan tersebut dimaksudkan untuk mengevaluasi penyelenggaraan pemerintah Pemkab Halbar, yang telah dilaksanakan oleh Bupati periode 2016-2021,” ungkap NIrwan, Jumat (5/3).

Mantan Kepala DPM-PTSP Malut ini menjelaskan, fokus pemeriksaan akhir jabatan kepala daerah periode 2016-2021 itu, lebih pada capaian realisasi target program, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkab Halbar periode 2016-2021.

“Jadi nanti kita lihat RPJMD periode 2016-2021. Program apa saja yang dilaksanakan dan program mana saja yang belum dilaksanakan. Setelah itu, barulah kita sinkronkan dengan RPJMD Bupati yang baru terplih periode 2021-2024,” jelasnya.

Sinkronisasi RPJMD 2016-2021 dan RPJMD 2021-2024, kata Nirwan, untuk melihat apakah RPJMD 2021-2024 memuat program yang ditinggalkan bupati sebelumnya atau tidak. Jika tidak, maka akan direkomendasi untuk dimuat dalam RPJMD 2021-2024.

“Misalnya, saat ini ada program pembangunan jalan yang belum tuntas dikerjakan oleh bupati sebelumnya, dilanjutkan pada periode bupati yang baru atau tidak, maka itulah yang nanti direkomendasikan. Tapi kita sifatnya hanya merekomendasikan, yang memutuskan itu Bupati,” katanya.

Pemeriksaan yang dilakukan nanti, juga melihat permasalahan pengelolaan keuangan daerah. Jika ditemukan ada masalah, kemudian bupati meminta dilakukan pemeriksaan khusus, maka Inspektorat akan mengirim tim auditor khusus untuk melakukan pemeriksaan mendalam.

“Pemeriksaan akhir masa jabatan ini akan dilakukan di semua daerah. Namun ini yang perdana dilakukan di Halbar, setelah Permendagri 52 diterbitkan. Kita akan turun pada Senin (8/3) pekan depan. dan pembukaan dilakukan oleh Wakil Gubernur M. Al Yasin Ali,” pungkas Nirwan. (din/anv)

DPRD Belum Ajukan Surat PAripurna Pengesahan

MALUTPOST.SOFIFI – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) terpilih, James Uang dan Djufri Muhammad, terancam ditunda. Pasalnya, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak gugatan para pemohon, kemudian menyusul surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) meminta Gubernur dan DPRD Kabupaten /Kota untuk mengumumkan calon Bupati/wali kota terpilih, agar segera disampaikan ke Mendagri untuk menerbitkan SK. Menurutnya, hingga saat ini DPRD Halbar belum mengajukan surat paripurna pengesahan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih, sehingga jika terlambat, maka berpotensi pelantikan akan ditunda hinga April mendatang.

“Dari empat Daerah, ususlan dari DPRD yang masuk di pemprov baru Kota Tikep, Taliabu dan Haltim, sementara Halbar belum masuk,”ungkap Plh Kepala Biro Pemerintah Setdaprov Malut, Taufiqurahman ketika dikonfirmasi, Senin (22/2).

Taufiq menambahkan, sesuai hasil komunikasi dengan bagian pemerintahan Pemkab Halbar, paripurna pengesahan bupati dan wakil bupati terpilih akan dilaksanakan Selasa (23/2) hari ini. Itu diakui jika hasilnya secepatnya disampaikan ke Pemprov, maka usulan ke Mendagri akan berjalan mulus dan bisa dijadwalkan untuk pelantikan pada Jumat (26/2). “Kalau DPRD dan Pemkab Halbar lambat, maka itu kerugian mereka, karena proses pelantikannya akan molor,”katanya.

Dia menjelaskan, sesuai surat Mendagri, pelantikan dilakukan minggu ketiga bulan ini. Sehingga hitungannya jatuh pada Jum’at (26/2). Namun semua itu dikembalikan ke Mendagri, apakah penetapan jadwal pelantikans esuai dengan surat edaran atau bergeser dari tanggal 26 Februari. “Sesuai hasil koordinasi dengan pihak Kemendagri, kemungkinan besarnya pelantikan tetap dilaksanakan pada Jumat nanti,”jelasnya.

Proses pelantikan, kata Taufiq, akan dilakukan secara virtual, karena sesuai edaran Mendagri, pelantikan Bupati dan wali kota tidak bisa dilakukan di satu tempat, sehingga empat kepala daerah yang akan dilantik tetap berada di daerah masing masing.

“Sesuai edaran Mendagri pelantikan dilakukan secara virtual, namun ada beberapa daerah meminta agar pelantikan dilakukan secara terpusat, jadi kita masih menunggu petunjuk selanjutnya,”pungkasnya. (din/anv)

MALUTPOST.JAILOLO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Maluku Utara mendistribusikan jatah vaksin Sinovac ke Halmahera Barat, Selasa (26/1). Jumlahnya 1.840 dosis yang ditampung di gudang farmasi Desa Guemadu Kecamatan Jailolo.

Tak seperti biasanya, petugas Dinkes Malut yang mengawal vaksin ke Halbar ini ‘disemprot’ Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Halbar Rosfintje Kalengit dan Kabag Sumda Polres Halbar AKP Paulus Trimaresa karena tidak dikoordinasikan. “Soal vaksin ini kami di Polres Halbar selalu rapatkan dengan Forkopimda terkait teknis pelaksanaannya. Jadi sangat disayangkan kalau saat vaksinnya datang tidak berkoordinasi dengan kami,” tandasnya.

Rosfintje mengatakan, jika Pemprov berkoordinasi maka Pemkab Halbar akan berkoordinasi dengan Forkompinda untuk menjemput vaksin asal China itu hingga dibawa ke tempat penampungan gudang farmasi. “Kalau tanpa koordinasi dan mendadak seperti ini, maka dari pihak kepolisian pun tidak akan datang,” terangnya. Sementara hal yang sama juga disampaikan Kabag Sumda Polres Halbar AKP Paulus Trimaresa. Paulus menyayangkan sikap petugas Dinkes Malut. “Atas instruksi Kapolri setiap jajaran Polda dan polres siap mengawal pendistribusian vaksin virus corona (Covid-19). Tetapi yang ada saat ini kami di polres Halbar justru tidak diikordinasi saat vaksin tiba di Halbar,” tandasnya.

Rosfintje mengatakan setelah diterimanya vaksin ini, dalam waktu dekat akan dikoordinasikan dengan pemda maupun puskesmas terkait kesiapan pelaksanaanya. “Vaksin yang disitribusikan tahap pertama ini untuk 981 tenaga kesehatan (Nakes) termasuk 10 Pejabat Daerah,” ungkapnya.

Jumlah Nakes yang akan divaksin ini terdiri dari tenaga kesehatan di 14 Puskesmas, RSUD, gudang farmasi dan Dinas kesehatan. “Kami sudah siap untuk semua yang bekerja di fasilitas kesehatan baik yang berstatus tenaga kesehatan maupun non kesehatan akan divaksin,” ucapnya. Selan itu, tenaga vaksinator di masing-masing puskesmas juga mulai disiapkan. Untuk Nakes ini teknisnya harus ada SMS Plus atau pemberitahuan dari Peduli Lindungi.

Setelah mendapatkan pemberitahuan barulah mendaftar untuk diperiksa dan divaksin. “Saat ini sudah ada sebagian di puskesmas yang sudah menerima pemberitahuan tersebut,” katanya. (met)

MALUTPOST.HALBAR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Halmahera Barat (Halbar), Jumat (15/1) hingga Sabtu (16/1) akhir pekan mengakibatkan banjir di Kecamatan Ibu, Loloda dan Jailolo Selatan (Jalsel). Di Ibu, banjir terjadi di Desa Tongute Ternate dengan ketinggian air kurang lebih 1 meter yang menggenangi puluhan rumah warga. “Meski demikian warga tidak mengungsi, karena pada Sabtu sore air sudah mulai surut,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdullah IShak yang dikonfirmasi, Sabtu (16/1).

Sementara di Loloda, Banjir terjadi di Desa Pumadada, Linggua dan Barataku. Di Pumadada Talud jebol sehingga air masuk menggenangi pemukiman. “Takut banjir semakin besar, warga pun mengungsi di daerah ketinggian. Tidak ada korban jiwa, yang ada hanya korban material,” ungkapnya.

Lalu di Desa Barataku dan Ligua, tinggi air mencapai lutut orang dewasa. “Warga sempat keluar dari rumah dan mencari tempat aman,” ucapnya. Selain itu, pagar kantor PLN di di Desa Barataku juga roboh diterjang banjir. Kemudian di Desa Domato Jailolo Selatan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Warga tidak mengungsi karena tak berselang lama, tepatnya Sabtu (16/1) sore air mulai surut.

Selain banjir, juga terjadi longsor di Gunung Koma, Minggu (17/1) sekira 04.30 WIT. Material yang menutup badan jalan tersebut membuat jalur kendaraan Jailolo-Sidangoli lumpuh total hingga pukul 20.15 WIT malam tadi. Pembersihan material ini dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, TNI/ Polri, Satpol PP/ Damkar, DLH, Orari dan Masyarakat. “Pembersihan dilakukan dengan peralatan seadanya. Pada pukul 16.00 WIT, tiba satu mobil pemadam kebakaran milik satpol PP dan Damkar dan menyemprot bekas lumpur di ruas jalan,” ucapnya.

“Tumpukan material ini berhasil dibersihkan sekira pukul 20.00 WIT malam tadi sehingga kendaraan jalur Jailo-Sidangoli juga sudah bisa melintas. Meski demikian, kami meminta pengendara berhati-hati karena permukaan jalannya sangat licin. Karena itu, kendaraan yang melintas di lokasi sekitar longsor ini dipandu petugas di lapangan,” ucapnya, sembari meminta warga yang sering bepergian agar tetap waspada karena cuaca saat ini belum bersahabat. (met)

MALUTPOST.JAILOLO – Vaksinasi virus corona (Covid-19) di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dilaksanakan Februari-Maret 2021. Ini karena Halbar masuk termin 2 sesuai surat dari Direktorat Jenderal (Dirjen) P2P Kementrian Kesehatan Nomor : SR.02.06/II/80/2021 tentang distribusi vaksin dan rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Rosfintje Kalengit mengatakan, saat ini pihaknya mulai menyiapkan teknis vaksinasi kepada pejabat daerah. Selain mempersiapkan tenaga vaksiantor di masing-masing puskesmas, Dinkes juga masih menunggu kuota dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut.

Tenaga kesehatan (Nakes) yang akan divaksin 981 orang. Jumlah ini terdiri dari tenaga kesehatan di 14 Puskesmas, RSUD, gudang farmasi dan Dinas Kesehatan. “Kami sudah siap untuk semua yang bekerja difasilitas kesehatan baik yang berstatus tenaga kesehatan maupun non kesehatan akan divaksin,” ungkapnya.

Untuk Nakes ini teknisnya harus ada sms atau pemberitahuan dari Peduli Lindungi. Setelah mendapatkan pemberitahuan, barulah mendaftar untuk diperiksa dan divaksin. “Saat ini sudah ada sebagian di puskesmas yang sudah menerima pemberitahuan tersebut,” ungkapnya. (met)

Sekkab Tekankan Pentingnya Sosialisasi

MALUTPOST.JAILOLO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat siap menindaklanjuti penerapan tahap 1 vaksinasi virus corona (Covid-19) kepda sepuluh pejabat daerah. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang rapat Sekretaris Kabupaten (Sekkab), Rabu (13/1).

Pejabat yang akan divaksin itu adalah, Bupati Danny Missy, Wakil Bupati Ahmad Djakir Mando, Sekkab Syahrir Abdul Radjak, para Asisten dan staf ahli. “Keputusan vaksinasi sejumlah pejabat ini juga sesuai surat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut,” kata Sekkab selaku pimpinan rapat.

Selain vaksinasi pejabat, pemerintah daerah juga wajib mensosialisasikan kepada publik tentang pentingnya vaksianasi pembentukan antibodi. Tujuannya untuk menepis berita hoax terkait vaksin yang diterima masyarakat saat ini. “Kalau kita biarkan tanpa sosialisasi, maka masyarakat akan dihantui dengan isu hoax terkait vaksin. Karena itu, langkah sosialisasi menajdi penting untuk dilakukan sebelum vaksin tiba di Halmahera Barat,” ujarnya.

Selain instansi teknis di Pemerintah Daerah, petugas kesehatan di masing-masing Kecamatan dan Desa juga bisa berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait vaksinasi yang akan dilakukan pada Februari hingga Maret 2021 mendatang.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres AKBP Tri Okta Hendi Yanto dan Kejari Salomina Meyke Saliama. Menurut Kapolres, seluruh instansi harus mengambil peran untuk mensosialisasikan penerpan vaksin, agar bisa menekan informasi hoax yang beredar di masyarakat.

Sementara Danyonif RK 732 Banau Letkol Inf Suhendar Suryaningrat mengatakan pihaknya mendukung langkah vaksinasi yang akan dilakukan. Karena sesuai perintah pimpinan diatas, kami siap divaksi. Senada juga disampaikan Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1501/Ternate Mayor Inf Galih Perkasa. Sementara asisten 1 Vince Muluwere mengatakan sosialisasi yang akan dilakukan itu, harus didampingi dinas kesehatan, atau paling tidak tenaga medis. Tujuannya agar bisa dijelaskan teknis maupun persyaratan vaksinasi. “Misalnya, yang memiliki penyaklit bawaan atau jenis penyakit lainnya tidak biasa divaksin. Penjelasan seperti ini yang dibutuhkan dalam sosialisasi nanti,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Rosfince Kalengit mengatakan selain pejabat yang divaksin, tahap pertama yang juga akan divaksin adalah semua sumber daya yang bekerja dibawah naungan pelayanan kesehatan. Baik tenaga kesehatan maupun non kesehatan.

“Jumlahnya 981 orang Nakes yang siap divaksin,” ungkapnya. Meski demikian kata Rosfince, langkah sosialisasi menjadi penting untuk dilakukan dengan harapan bisa menepis isu hoax yang beredar. “Kami akan siapkan 15 tempat vaksinasi. Yakni di 14 Puskesmas dan 1 RSUD,” ucap mantan Kepala BKKBD Pemkab Halbar ini. (met)

MALUTPOST.SOFIFI – Kota Ternate dan Halmahera Barat (Halbar) darurat kekerasan seksual terhadap anak. Ini terbaca dari data yang di-input Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (DPPA) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Dalam data tersebut disebutkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak di Kota Ternate tahun 2020 sebanyak 54 kasus, sementara di Halbar 23 kasus. “Ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua, karena kasus seperti tidak bisa dibenarkan, karena menyangkut masa depan anak,” ungkap Kepala Dinas PPA, Hj. Musyrifah Alhadar ketika ditemui di kantornya, Rabu (13/1).

Menurutnya, untuk memberikan perlindungan terhadap anak, pihaknya telah membuat pencanangan Pulau Maitara bebas dari pornografi dengan membentuk aktifitas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PTBM) sebanyak 40 orang yang tersebar di 10 Desa di Pulau Maitara.

“Tugas PTBM lebih pada pendampingan anak, sehingga ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengarah ke ahlak anak, seperti diajarkan mengaji dan kegiatan keagamaan lainnya,” katanya. Musyrifah menambahkan, secara total di Malut tahun 2020 terdapat 144 kasus kekerasan terhadap anak di delapan Kabupaten/ Kota di Malut.

Dia juga berharap peran orangtua sangat mendidik, menjaga dan melindungi anak serta berani melaporkan kekerasan yang dialami si anak kepada pihak berwajib. “Kalau dibiarkan, maka para pelaku bisa bebas berkeliaran, apalagi kasus kekerasan seksual terhadap anak diselesaikan secara kekeluargaan,” tuturnya seraya mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengawal satu kasus pencabulan di Halbar hingga tuntas. (din/jfr)

MALUTPOST.JAILOLO – Dinas kesehatan (Dinkes) Pemkab Halmahera Barat memastikan 981 tenaga medis Halbar siap divaksin. Ini dilakukan karena pekerja medis sudah menjadi sasaran tahap pertama untuk diberi vaksin Sinovac virus Corona (Covid-19) asal China tersebut. “Kami belum mendapat informasi dari provinsi berapa jatah vaksin untuk Halbar. Tetapi kalau sesuai sasaran khusus seluruh SDM kesehatan, maka 981 tenaga medis Halbar akan divaksin tahap pertama,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Rofince Kalengit yang dikonfirmasi, Selasa (5/1).

Rofince mengatakan untuk vaksinasi warga belum dipastikan, karena sampai sekarang jatah dari provinsi belum diterima. “Jadi untuk tahap pertama difokuskan bagi tenaga kesehatan,” ungkap mantan Kepala Dinas KB Pemkan Halbar ini.

Diketahui, vaksin Covid-19 asal China yang didistribusikan PT Bio Farma ini tiba di Ternate, Senin (4/1). Jumlahnya 7.160 vaksin yang saat ini disimpan di Malaria Center Gedung IFK Kota Ternate dan tempat penyimpanan gedung Dinas Kesehatan Provinsi Malut. “Prinsipnya saat ini kami masih menunggu informasi dari pemerintah provinsi,” ucapnya.(din/met)

MALUTPOST-JAILOLO. Mitos setiap penghujung tahun selalu ada korban berjatuhan, baik disebabkan karena kecelakaan atau musibah lainnya kembali terjadi di akhir tahun 2020 ini. Dalam dua hari belakangan, kita dikejutkan dengan kabar terjadinya kecelakaan yang menelan korban jiwa.

Sabtu (26/12) dan Minggu (27/12) akhir pekan kemarin, terjadi dua kali kecelakaan di jalan lintas Trans Halmahera, Kabupaten Halmahera barat (Halbar). Dua nyawa melayang. Kecelakan pertama pada hari sabtu, mobil Bus milik Dinas Perhubungan Provinsi Malut dengan nomor polisi B 2600 XDL terbalik. Mobil yang dikendarai Abdul Latif Usman (34) ini membawa rombongan guru Madrasah Tasanawiyah (MTs) Desa Durian Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep). Mereka berwisata di Pantai Desa Bukubualawa, Kecamatan Jailolo Halbar.

Dalam rombongan guru itu terdapat 20 orang yang terdiri dari 3 orang balita, 5 orang anak-anak dan 12 orang dewasa. Setelah berwisata di pantai Desa Bakubualawa, sekira pukul 14.00 WIT, rombongan hendak kembali ke Sofifi. Saat tiba di jalan ruas jalan umum Desa Domato, Kecamatan Jailolo Selatan, tepatnya di jalan turunan tajam menikung ke kiri, mobil mengalami rem blong. Karena tidak bisa mengerem, mobil akhirnya menabrak beton pembatas jalan tepat di atas jembatan. Mobil pun terbalik.

Dalam kecelakaan naas itu, Defan Alfatah seorang bocah berusia 4 tahun dan Anti Ismail (26), warga Desa Durian meninggal. Tiga lainnya mengalami luka serius. Masing-masing, Hanisa Yunus (49) Jabir Masuku (50) dan Azwiah M Tero (42). Sementara 15 lainnya hanya mengalami luka ringan. “Para korban saat ini masih menjalani perawatan di puskesmas Jailolo Selatan, sementara korban yang meninggal sudah dikembalikan oleh keluarganya untuk dimakamkan,” kata Kasat Lantas Polres Halbar, AKP. Ridwan Usman.

Sehari setelah peristiwa naas itu, Minggu (27/12) kecelakaan yang nyaris sama terjadi. Sebuah mobil Pick Up dengan nomor polisi DG 8304 T, terbalik di balik tanjakan Gunung Manyasal, Desa Bukumatiti, Kecamatan Jailolo. Mobil yang dikendarai Mardewi (28) dan rekannya Ratimin (34) asal Desa Trans Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) ini diduga tak mampu menaiki tanjakan sehingga akhirnya terbalik.

“Mobil ini mengambil barang kiriman dari Manado di pelabuhan Jailolo, setelah itu menuju ke arah selatan Sidangoli dengan tujuan ke Haltim. Dalam mobil itu memuat 12 karung bawang merah, 7 karung bawang putih, 4 karung kacang hijau dan 1 karung ketumbar. Saat tiba di area Gunung Manyasal, mobil tidak mampu menanjak gunung dan langsung terbalik,” terangnya.

“Beruntungnya dalam kecelakaan ini tidak ada korban jiwa. Sopirnya hanya mengalami luka lecet dan rekannya dalam kondisi baik,” pungkasnya.

Selain Jailolo, Halmahera Barat, kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa juga terjadi di ruas jalan Trans Halmahera, Desa Gura, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara. Dalam kecelakaan itu dua remaja putri tewas mengenaskan. Selain jatuh dari motor, keduanya juga dilindas truk dan tewas mengenaskan. Korban masing-masing adalah Definta Sentania (17) warga Desa Gura dan Kristina Wontuwotu (17) warga Desa Gamsugi.

Informasi yang dihimpun Malut Post, peristiwa naas itu terjadi, sekira pukul 17.0 WIT. Awalnya, kedua remaja yang masih berstatus pelajar itu mengendarai sepeda motor jenis beat melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Selatan ke arah Utara. Motor dikendarai Definta sedangkan Kristina berboncengan.

Setibanya di jalan umum Desa Gura tepatnya dekat pasar Buaele, karena berkendara dengan kecepatan tinggi Definta, tak bisa mengendalikan motor yang dibawanya. Keduanya lalu jatuh dan terseret di aspal. Naasnya, saat jatuh ada mobil dump truk yang lewat dari arah berlawanan. Tak sempat mengeram kendaraan, dump truk itu lalu melindas keduanya.

Keduanya pun tewas mengenaskan, pada bagian kepala berlumuran darah segar. “Keduanya mengalami luka dibagian kepala dan tidak sadarkan diri. Bahkan diduga sudah meninggal sebelum dilarikan ke RSUD Tobelo,” kata Kasubag Humas Polres Halut Iptu Mansur Basing, Minggu (27/12) kemarin. Menurutnya, setelah mendapat informasi, Personil Lantas Polres Halut, langsung turun ke lokasi dan melakukan sejumlah tindakan. “Kalau untuk identitas pengemudi dump truk masih dalam lidik,” ujarnya.

Sesuai data Lakalantas dari Polres Halut melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), sepanjang tahun 2020 sudah terjadi 33 kasus kecelakaan. Dari total Lakalantas ini, 32 orang dinyatakan meninggal dan 35 luka-luka. Baik berat maupun ringan.

Untuk jumlah korban lebih banyak dari kasus yang terjadi karena setiap lakalantas memakan korban lebih dari satu orang, baik menggunakan roda dua atau roda empat. Pada kecelakan itu, rata-ratanya hampir semua pengendara tidak menggunakan helm dan diduga dipengaruhi minuman keras. Kemudian, dokumen berkendara juga tidak dilengkapi. Berbagai imbauan telah dilakukan pihak Satlantas, baik secara langsung maupun melalui brosur dan pamflet terkait anjuran berhati-hati dalam berkendaraan. (din/cr-04/rul)

MALUTPOST-JAILOLO. Perayaan Natal di Desa Baja Kecamatan Loloda, Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara (Malut), malam tadi berujung rusuh. Sejumlah pemuda yang diduga telah dipengaruhi minuman keras (Miras), membuat onar di acara tersebut.

Informasi yang dihimpun Malut Post, Rabu (23/12) malam tadi, acara natal pemuda yang dilaksanakan di Desa Baja awalnya berlangsung aman. Namun, sekira pukul 10.00 WIT, ada sejumlah pemuda yang diduga sudah dipengaruhi minuman keras datang membuat keributan, bahkan tejadi perkelahian. Perkelahian yang awalnya melibatkan beberapa pemuda lalu meluas dan melibatkan warga yang lebih banyak dari dua kubu.

Sebagian warga yang panik dan ketakutan bahkan sudah berkumpul mencari tempat aman untuk berlindung diri.

Meski begitu, hingga pukul 01.00 WIT malam tadi, kondisi keamanan sudah mulai kondusif. Warga antara dua kubuh masih berjaga-jaga. “Kronologis kejadian yang sebenarnya kita belum cover, tapi sesuai keterangan dari Kades Baja, kondisi sudah mulai kondusif sekarang,” kata Camat Loloda Aman Syamsuddin, ketika dihubungi via telepon malam tadi. Menurut Aman, setelah mendengar informasi kejadian di Desa Baja, dia langsung menghubungi Kades Baja, namun sementara berada di Kecamatan Ibu dan hendak menuju Loloda, sehingga Kades juga masih melakukan pemantauan di TKP lewat telepon. “Saya sudah fasilitasi pihak Polsek dan saat ini anggota Polsek Loloda sudah menuju TKO,” ujarnya.

Camat sendiri belum bisa memastikan kejadian yang sebenarnya, karena masih menunggu informasi yang pasti dari Kades Baja dan pihak Polsek yang saat ini sudah menuju Desa Baja. “Pastinya kondisi di Desa Baja masih aman, bahkan anggota Koramil Loloda juga sudah menuju ke sana,” terangnya.

Terpisah Ketua SPRD Halbar, Charles Richard menyampaikan, dirinya belum menerima informasi yang pasti soal kejadian di Desa Baja, namun dirinya juga terus berkomunikasi dengan pihak aparat untuk menjaga stabilitas keamanan daerah. “Kita masih terus menggali informasi kejadian-kejadian di Desa Baja. Mudah-mudahan situasi Kamtibmas di sana sudah kondusif,” harapnya.

Politisi PDI-P Halbar ini menghimbau, agar semua pihak dapat menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu yang beredar saat ini, karena jangan sampai hanya karena ulah sekelompok orang, dapat memecah hubungan kekeluargaan masyarakat yang ada di Halbar. “Pastinya kita serahkan semua masalah kepada pihak yang berwajib, namun kita juga harus berikhtiar dan tidak boleh terprovokasi dengan isu-isu adu domba.

Kita semua bersaudara, jadi jangan hanya ulah sekelompok orang merusak hubungan kekeluargaan yang telah terjalin dengan baik. Saya berharap masyarakat di Desa Baja juga tetap menahan diri dan tetap waspada. Mari sama-sama kita jaga Kamtibmas,” imbaunya lagi. Amatan Malut Post, sekira pukul 01.00, dini hari tadi, anggota Polres Halbar juga sudah diterjunkan ke Loloda untuk melakukan pengamanan di Desa Baja. (din/rul)