MALUTPOST-HALSEL Sebanyak 20 karung berisikan kertas Surat Suara (SS) untuk dua Pasangan Calon (Paslon), Bupati dan Wakil Bupati, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Ahad (22/11) telah tiba.

Kertas surat Suara yang dicetak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halsel di Kota Makassar, tiba di kantor KPU Desa Hidayat dengan dikawal ketat oleh aparat keamanan. Ketua KPU Halsel, Darmin Hi Hasim, kepada Malut Post menjelaskan, Surat Suara yang sudah masuk ke KPU akan segera disortir dan kemudian dilipat. “Jika sudah memenuhi syarat, Surat Suara akan langsung diditribusikan,” jelasnya.

Sementara itu KPU halsel juga menggelar simulasi Pencoblosan secara serentak pada Sabtu (21/11) dengan melibatkan KPU Kabupaten Kota dan PPK se-Malut. Kegiatan dengan nama sirekap ini, dibuka langsung oleh ketua KPU Malut, Puja Sutamat.

Darmin mengatakan, simulasi pencoblosan hingga penghitungan suara tahun ini, berbeda dengan pencoblosan sebelumnya. Karena ini dalam kondisi covid, maka simulasi pemilih, menggunakan sarung tangan dan masker yang wajib disediakan KPU. “Pencoblosan di TPS menggunakan sarung tangan, masker dan jaga jarak,” tutup Darmin. (Sam/lid)

MALUT POST – TERNATE. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Selasa (17/11), resmi menghentikan proses penyelidikan dugaan ijazah palsu milik Usman Sidik yang dilaporkan beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan AKBP Adip Rojikan, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Malut, dijelaskan AKBP Adip, penghentian penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu oleh Ditreskrimum, setelah melalui gelar perkara yang dilakukan penyidik beberapa waktu lalu.

Hasil gelar perkara yang dilakukan tim dari Ditreskrimum itu, kata AKBP Adip Rojikan, kemudian tim penyidik memutuskan, kasus itu tidak dapat dilanjutkan ke tahap penyedikan. Hal ini karena setelah di lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk didalamnya lembaga pendidikan yang dimaksud. Tim penyelidikan tidak memperoleh alat kuat yang mengarah atau membuktikan bahwa Usman Sidik menciptakan atau membuat ijazah. “Iya penyelidikan sudah kami hentikan, ini karena tidak terbukti bahwa yang bersangkutan (Usman Sidik) menciptakan atau membuat ijazah palsu,” jelas Kabid Humas Polda Malut, AKBP Adip Rojikan. (*aby/lid)