MALUTPOST.WEDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah berencana melelang KM Faisayang. Kapal yang saat ini diparkir di pelabuhan Kota Weda itu proses pelelangannya menunggu penandatangan berkas oleh Bupati Edi Langkara. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Halteng Saiful Samad yang dikonfirmasi, Rabu (6/1).

Saiful mengatakans saat ini Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Provinsi Maluku Utara sudah selesai menghitung nilai lelang. “Jadi tinggal menunggu Bupati Edi Langkara menandatangani berkas pelelangan,”ungkapnya. Kapal tersebut di masa peemrintahan Al Yasin Ali, KPKNL sudah pernah menghitung, dan nilai lelang yang ditetapkan saat itu Rp 1,2 miliar. Hanya saja secara aturan kita harus hitung ulang.

Diketahui KM Elisabet Mulia yang dikenal dengan KM Faisayang itu diadakan Pemkab Halteng melalui Pendapatan Anggaran Belanja Daerah (APBD) 2010 kurang lebih Rp 11,5 miliar. Saat ini kapal tersebut terparkir di pelabuhan Kota Weda dalam kondisi sudah berkarat. (mpf/met)

MALUTPOST-WEDA. Kasus Human Immunodeficiecncy Virus dan Acquared Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) yang terdistribusi dari beberapa Puskesmas. Yakni Puskesmas Weda 10 kasus, Puskesmas wairoro Kecamatan Weda Selatan 5 kasus, Puskesmas Banemo Kecamatan Patani Barat 4 kasus, Tepeleo Kecamatan Patani Utara 4 kasus, Puskesmas Damuli Kecamatan Patani Timur 2 kasus, Puskesmas Lelief Kecamatan Weda Tengah 2 kasus, Puskesmas Patani 1 kasus dan Puskesmas Sagea kecamatan Weda Utara 1 kasus.

“Jadi secara keseluruhannya 29 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Rijja Rajana yang dikonfirmasi, Minggu (27/12). Rijja mengatakan sesuai hasil investigasi, sebagaian besar warga yang terinfeksi penyakit HIV/AIDS ini tertular dari luar daerah. Artinya kasus ini bukan murni dari dalam daerah. Kasus ini sumbernya dari hubungan seksual,” jelasnya. (mpf/met)

MALUTPOST-WEDA. Kepala Desa (Kades) Loleo, Kecamatan Weda Selatan ALi Masri Latenda siap terima nasib. Pasalnya, Bupati Edi langkara memberhentikan dari jabatannya karena setiap kunjungan Pemkab Kades tidak pernah menunjukkan batang hidungnya. “Ini sikap ‘Pandang enteng’ karena selaku pimpinan Desa tidak menghargai kunjungan Pemkab didesanya,” tegas Bupati dalam rapat kordinasi dengan Camat, Kepala Desa dan instansi terkait di Aula Kantor Bupati, Senin (21/12)

Orang nomor satu di Pemkab Halteng ini meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) segera membuat surat pemberhentian. “Segera buat surat pemberhentiannya supaya besok saya tandatangani,” tegasnya. Bupati mengatakan perbedaan politik tahun 2017 lalu sudah berakhir, sehingga kades harus samakan presepsi dengan Pemerintah Daerah. ” Seluruh Kades agar bangun Desa sesuai visi misi Bupati dan wakil Bupati,” harapnya.

Sementara kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Rustam mengatakan mulai hari ini Pjs Kades Loleo adalah Camat Weda Selatan, Hairun Amir.