MALUTPOST.TOBELO – Menteri Sosial Tri Rismaharini tiba di Ternate, kemarin (19/1). Dari Ternate, Mantan Walikota Surabaya itu, didampingi Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba (AGK) bersama rombongan Forkopimda Malut dan Kemensos langsung melakukan peninjauan ke lokasi bencana di Halmahera Utara (Halut). Dalam lawatan perdananya ke Malut ini, Mensos menguncurkan bantuan untuk korban bencana alam di Maluku Utara sebesar Rp2,3 miliar lebih.

Dari jumlah itu Rp490 juta khusus diberikan untuk penanganan bencana di Halut, sedangkan sisanya Rp1,867 miliar lebih dibagikan kepada daerah-daerah lain yang juga terkena bencana di Malut. Penyerahan bantuan itu secara simbolis diterima oleh Gubernur Abdul Ghani Kasuba dan Bupati Halut Frans Manery.

Bantuan itu diserahkan Mensos saat meninjau langsung korban banjir di Desa Roko, Kecamatan Galela Barat, Halmahera Utara (Halut). Mensos sendiri, tiba di Halut, sekitar pukul 14.30 WIT dengan menumpangi pesawat Air Fast PK-OFC milik PT.NHM. Selain gubernur, tampak Kapolda Malut Irjen Pol. Risyapudin Nursin, Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Imam Sampurno Setiawan, Kabinda Brigjen TNI Dudy dan Kejati Erryl Prima Putra ikut mendampingi Mensos.

Tiba di bandara Gamarmalamo, Mensos disambut Bupati Halut Ir.Frans Manery. Setelah tiba, Risma tak ingin berlama-lama, dia langsung meminta untuk cepat bergerak ke lokasi-lokasi pengungsian. Di posko pengungsian Desa Duma, Galela Barat, Risma lalu menyapa satu per satu korban banjir. “Kehadiran saya di Halut ini, diperintah langsung oleh Presiden. Saya juga sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada setiap daerah yang terdampak bencana alam,” ujar Risma.

Kemensos, kata Risma, akan mengupayakan agar apa yang menjadi kebutuhan korban bencana dapat langsung disalurkan. “Terkait relokasi di Desa Roko sebagaimana aspirasi warga, kami akan membantu. Tetapi masyarakat harus bersabar karena semua mengikuti prosedurnya,” ujar Mensos di hadapan warga Desa Roko, Galela Utara.

Dalam kunjungannya itu, Mensos juga berjanji akan membantu warga yang rumahnya rusak akibat banjir. “Saya lihat ada sejumlah rumah warga yang rusak karena bencana ini. Bapak Bupati (Frans Manery) saya minta agar buat pengajuan ke Kementrian Sosial, mungkin kami tidak membantu banyak, tapi setidaknya bisa meringankan beban warga,” ujar Risma.

Risma juga meminta Bupati Halut untuk mengajukan data-data kerusakan infrastruktur fisik ke Kementrian PU. Risma juga berjanji akan menyampaikan langsung ke Menteri PU. “Kalau data-data sudah disampaikan, kita bisa sharing anggaran antara Kementrian PU dan Kemensos untuk lakukan penanganan,” tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Risma juga meninjau langsung Jembatan Tiabo di pertengahan Galela Utara dan Loloda Utara yang terputus akibat banjir bandang, Sabtu akhir pekan lalu. Sementara Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba menyampaikan terima kasih kepada Mensos, karena memilih berkunjung ke Malut ketimbang berkunjung ke Sulawesi Utara (Sulut). Padahal di Malut jumlah bencana tidak sebesar di Sulut. “Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua, karena meski baru dilantik, ibu menteri sudah mau berkunjung ke Maluku Utara,” tukasnya.

AGK berharap, hadirnya Mensos di Malut bisa membawa masukan dan arahan kepada semua pihak, sehingga bantuan sosial harus dapat segera diluncurkan. “Bantuan yang nanti disalurkan oleh Mensos tentu sangat bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah,” pungkasnya. (rid/din/rul)

MALUTPOST.TOBELO – Bencana banjir yang melanda tujuh kecamatan di Halmahera Utara (Halut), Sabtu (16/1) menyebabkan ribuan jiwa mengungsi. Merespon bencana ini, Majelis Wilayah Provinsi Maluku Utara Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) bersama dengan Majelis Daerah KAHMI Halmahera Utara dan Komisariat HMI Tobelo langsung menggalang bantuan dan menyalurkan kepada para pengungsi di Galela dan Kao, Halut.

“Penyaluran tahap pertama hari ini, KAHMI fokus kepada para pengungsi di kecamatan Galela. Insha Allah tahap kedua KAHMI akan salurkan kepada pengungsi di Kao Barat,” kata Seketaris Umum Majelis Wilayah KAHMI Malut, Hasby Yusuf, kemarin (18/1). Penyaluran di Kecamatan Galela KAHMI fokus pada lima titik pengungsi korban bencana banjir. Yaitu Desa Simau, Togawa, Soakonora, Igobula, dan titik pengungsian di Gereja Duma. Bahan bantuan yang disalurkan terdiri dari beras, minyak kelapa, teh, kopi, gula, supermie, makanan ringan dan tikar.

Hasby berharap, bantuan ini bisa meringankan beban para korban bencana khususnya mereka yang masih bertahan di lokasi pengungsian. “Kami berdoa bencana cepat berlalu dan masyarakat kembali beraktiftas seperti sediakala,” ujarnya. Ketua BKPRMI Malut ini juga berharap solidaritas kemanusiaan tetap terjaga.

Setiap bencana harus mengajarkan bahwa kemanusiaan itu lintas etnis dan agama. Membantu bukan karena kesamaan agama juga bukan karena kesamaan etnis tetapi karena panggilan nurani kemanusiaan. “KAHMI tentu akan terus peduli setiap bencana yang terajadi dan berharap pemerintah untuk lebih tanggap dalam melakukan respon bencana dengan anggaran sadar bencana. KAHMI berharap pemerintah mengevaluasi setiap kebijakan investasi dan lingkungan yang mengakibatkan bencana banjir terus terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan terkhusus di Maluku Utara,” pungkasnya. (rls/rul)

MALUTPOST.SOFIFI – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, dijadwalkan tiba di Ternate, pukul 12.00 WIT dengan pesawat Lion Air. Mantan Wali Kota Surabaya ini, sekitar pukul 13.00 WIT, melanjutkan penerbangan ke Bandar Kuabang Kao, Kabupaten Halamhera Utara (Halut) dengan pesawat Susi Air.

Di Halut, Mensos akan meninjau langsung lokasi bencana di Kecamtan Galela dan Kecamatan Kao Barat. “Iya, sudah ada konfirmasi dari pihak kemensos, besok (hari ini) Ibu Mensos berkunjung ke Malut,” kata Muhammad Hi Ismail dikonfirmasi, Senin (18/1). Kadinsos mengaku, sebelum menteri tiba di Ternate, sudah ada beberapa Dirjen yang datang lebih dulu.

Sedianya sesuai jadwal, Mensos akan berkunjung ke Manado Sulawesi Utara, Selasa hari ini, namun jadwal ke Sulawesi itu dindur pada Rabu (20/1). Sehingga kunjungan Mensos didahulukan ke Malut. “Kunjungan Ibu menteri nanti didampingi beberapa Dirjen. Para Dirjen bahkan sudah tiba lebih dulu,” terangnya.

Mantan Kepala BPBD Halsel ini menambahkan, setelah meninjau dua titik lokasi bencana di Galela dan dua titik di Kao Barat, sorenya, Sekitar pukul 17.00 WIT, Mensos kembali ke Kota Ternate dan pada Rabu pagi rombongan Mensos bertolak ke Manado. “Untuk bantuan dari Mensos kita belum tahu pasti, namun akan ada bantuan, karena setiap kunjungan sudah pasti ada bantuan yang akan diserahkan,” pungkasnya. (din/rul)

MALUTPOST-DARUBA. Setelah sepekan dinyatakan hilang usai tercebur di sungai Tiabo, Keleon Baridji (70), warga Duma, Kecamatan Galela Barat, Halmahera Utara (Halut) yang berprofesi sebagai Pendeta ini, ditemukan tak bernyawa di pesisir Pantai Dodola.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Malut Post menyebut, korban ditemukan pertama kali oleh nelayan sekitar pukul 06.30 WIT. “Sebelum ditemukan, nelayan sempat mencium bau tidak sedap. Saat nelayan mencari tau asal bau tersebut, ternyata yang ditemukan adalah sesosok mayat yang hanya menggunakan celana pendek dan tanpa baju dengan posisi tengkurap,” terang Mus, salah satu pekerja bangunan di Dodola.

Mus melanjutkan, sesaat setelah ditemukan mayat tersebut, warga yang tinggal di pulau Dodola langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari tahu identitas korban. “Beberapa warga lalu menginformasikan ke Polres Pulau Morotai untuk ditindaklanjuti,” tambah Mus.

Terpisah, Kabag Ops Polres Pulau Morotai, AKP Samsul Bahri, saat ditemui diruang kerjanya membenarkan temuan mayat tersebut. “Usai menerima laporan temuan mayat, tim Reskrim lalu turun melakukan olah TKP, sementara korban Keleon Baridji, lalu dievakuasi dan dibawa ke keluarganya di Desa Duma Kecamatan Galela,” terang Samsul.

Sebelumnya diketahui, Keleon Baridi merupakan korban tercebur di kali Tiabo bersama satu rekannya, Kamis (27/11) lalu. Keleon tercebur saat menyebrangi sungai Tiabo menuju Desa Roko, Halmahera Utara. Keduanya terseret arus, 1 orang berhasil selamat, sementara Keleon Baridji, dinyatakan hilang. Meski tim SAR dan warga setempat turun melakukan pencarian, namun hingga 5 hari, pencarian tersebut membuahkan hasil. Baru di hari keenam, korban Keleon Baridji, ditemukan tewas di bibir pantai Pulau Dodola. (tr04/lid)

MALUTPOST-TOBELO. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) bersama sejumlah instansi terkait, Kamis (26/11) kemarin, mengunjungi enam Desa di Kecamatan Kao Teluk, tepatnya di Desa Bobaneigo, dan Tetewang.

Ketua KPU Muhammad Rizal, saat dikonfirmasi mengatakan, kedatangan mereka ke enam Desa, guna melakukan faktualisasi di lapangan soal peta tapal batas terdekat dari dusun Bangkok Desa Bobaneigo, serta Dusun makaeling Desa Tetewang.

Menurut Rizal, faktualisasi ini untuk dijadikan pegangan yang nanti akan disampaikan dalam rapat bersama dengan KPU dan Pemerintah Halmahera Barat, dimana sesuai informasi, akan digelar pihak Provinsi pada Selasa pekan depan. “Rapat yang dimaksud, untuk bahas soal penempatan TPS 6 di dusun bangkok, serta TPS 3 di Dusun Maraeling yang difasilitasi menghadirkan KPU dan Pemerintah Daerah kedua Kabupaten,” terangnya.

Sementara itu, disentil terkait letak TPS di dua Dusun tersebut, kata Rizal, masih pada posisi yang sebelumnya saat penetapan DPT bersamaan dengan TPS. “TPS 6 untuk pemilih Bangkok berada di wilayah Pemerintahan Kabupaten Halmahera Utara, yakni Desa Bobaneigo dan TPS 3 Dusun Maraeling berada di wilayah Pemerintahan Kabupaten Halmahera Utara, yakni Desa Tetewang,” jelasnya menutup. Dalam kunjungan tersebut, Pemda Halut diwkaili Bagian Pemerintahan, Bappeda dan Kesbangpol, Kemudian perwakilan Kodim 1508-Tobelo dan Polres Halut. (cr-04/lid)

MALUTPOST-TOBELO. Baru Senin (23/11) lalu, kita dikejutkan dengan aksi nekat salah satu remaja di Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Rabu (25/11) kemarin, peristiwa yang sama kembali terjadi. Kali ini peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Tobelo Tengah, tepatnya di Desa Kali Pitu. Tragisnya, korban bunuh diri hanya karena peristiwa sepele. Berdasarkan informasi yang dihimpun Malut Post, korban kasus gantung diri ini adalah RM alias Ripka (57). Ibu paruh baya yang diketahui adalah warga Esa WKO, Tobelo Tengah ini nekat gantung diri di rumah kebun mereka.

Mayat korban pertama kali ditemukan sang suami Yohanes Matameng, sekira pukul 07.00 WIT. Yohanes menceritakan, sebelum korban gantung diri pada Senin lalu, dia sempat terjadi cekcok dengan sang istri. Cekcok itu dikarenakan, ayam peliharaannya hilang. “Jadi waktu itu sekitar pukul 18.00 WIT, saya baru pulang membawa bentor, tiba-tiba istri saya marah. Karena seluruh ternak ayamnya hilang. Dia menuduh saya yang menjual ayam-ayam itu,” kenangnya.

Meski begitu, setelah sang istri marah, masalah tersebut lalu diselesaikan. Karena menganggap masalah itu sudah selesai, dia tidak lagi mengambil pusing. Lalu, keesokan harinya, Selasa (24/11), sang istri meminta izin ke Desa Kali Pitu untuk mengambil bambu. Yohanes sempat menawarkan tumpangan pada korban untuk ke Desa tujuan, namun ditolak.

Korban saat itu juga berpesan, jika dirinya tidak ada lagi maka jangan ditangisi. Karena, korban akan pergi jauh. Setelah menyampaikan itu korban lalu buru-buru pergi keluar rumah. “Karena firasat saya tidak enak, sekitar jam 7 pagi, saya lalu menuju ke Desa Kali Pitu. Setelah sampai ke rumah kebun, saya melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri,” ungkapnya.

Kapolres Halmahera Utara (Halut) AKBP Priyo Utomo Teguh Santoso melalu Kasubag melalui Kasubag Humas. Iptu Mansur Basing, saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, setelah mendapatkan informasi, petugas langsung turun ke TKP serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Keluarga korban menolak untuk dialkukan visum dan outopsi. Sehingga suami korban membuat pernyataan untuk tidak lagi ditindaklanjuti peristiwa bunuh diri sang istri tersebut. Sekadar diketahui, di Halmahera Utara (Halut) kasus gantung diri cukup tinggi.

Sesuai data yang dimiliki Polres Halut sepanjang tahun 2020, mulai Januari hingga 25 November terdapat 12 kasus bunuh diri. (cr-04/rul)