Terkait Penataan Sofifi Jelang STQ Nasional

MALUTPOST.SOFIFI – DPRD Provinsi (Deprov) Maluku Utara (Malut) menilai penataan Kota Sofifi jelang pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat nasional tidak memiliki perencanaan yang matang. Pasalnya, lampu hias yang dipasang di sepanjang Jalan Kilometer 40 hanyalah hiasan yang tidak mencerminkan keseriusan pembangunan karena terkesan dipaksakan. Ini bisa dilihat dari ada sebagian jalan yang merupakan jalur menuju lokasi pelaksanaan STQ tidak dipasang.

“Dari bundaran menuju Pelabuhan Sofifi tidak dipasang, bahkan dari bundaran menuju Kantor Kejaksaan juga tidak pasang lampu penerangan, itu artinya pekerjaan hanya dilakukan setengah hati,” ungkap Ketua Deprov Malut, Kuntu Daud kepada wartawan, Selasa (19/1). Politis PDI-Perjuangan ini menambahkan, background kota Sofifi yang terpampang di depan Kantor DPRD juga sangat aneh karena Sofifi belum menjadi kota. Melainkan bagian dari Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan.

Jadi kalau ditulis kota Sofifi, maka perlu dipertanyakan dimana letak kotanya. “Jadi, harus diperjelas pembangunan di Sofifi, karena saat ini Sofifi belum Mekar dan masih bagian dari Wilayah Kota Tidore Kepulauan,” katanya.

Dia juga mempertanyakan anggaran kurang lebih 300 miliar yang disiapkan untuk pelaksanaan STQ itu dibuat apa saja. Karena bagi dia, sejauh ini belum diketahui progress pekerjaan apa yang dibuat untuk menyambut STQ. “Jadi, harus dijelaskan anggaran sebesar itu diperuntukkan untuk apa saja dalam menyambut pelaksanaan STQ?” pungkasnya dengan nada tanya. (din/jfr)

Dua Hari 2 Kali Longsor

MALUT POST – JAILOLO. Warga yang melintas jalur Jailolo-Sidangoli Kecamatan Jailolo Selatan (Jalsel) diminta waspada. Ini menyusul jalur tersebut, tepatnya di Gunung Koma rawan longsor. Minggu (17/1) sekitar pukul 04.30 WIT terjadi longsor besar yang menutup jalur kendaraan Sidangoli-Jailolo.

Tumpukan material ini berhasil dibersihkan tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, TNI/ Polri, Satpol PP Damkar, DLH, Orari dan masyarakat menggunakan peralatan seadanya. Usai dibersihkan, longsor susulan kembali terjadi, Senin (18/1) sekira pukul 06.30 WIT.

Tumpukan material menutup badan jalan di lokasi yang sama sehingga membuat kendaraan Jailolo-sidangoli tidak bisa melintas. “Longsor kemarin lebih para dibandingkan yang lebih parah dibanding yang terjadi, Minggu (17/1). Karena itu, kami kembali menurunkan tim dari BPBD, PUPR, Satpol PP, Damkar dan DLH ke lokasi untuk membersihkan.

“Kali ini pembersihan menggunakan alat berat (excavator), sehingga tepat pukul 17.00 WIT material berhasil dibersihkan,” kata Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Abdullah Ishak kepada Malut Post, Senin (18/1). Karena itu, diimbau kepada warga yang melintasi ruas jalan tersebut agar selalu waspada karena intensitas hujan seperti saat ini rawan terjadi longsor dan banjir saat ini tidak lagi terjadi longsor di titik-titik tertentu.

Sementara di beberapa lokasi di kecamatan Ibu, Loloda dan Jailolo Selatan yang terkena banjir akibat curah hujan beberapa waktu lalu airnya sudah surut. “Harapan kami semoga musibah longsor dan banjir saat ini tidak lagi terjadi di kemudian hari,” harap mantan Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Pemkab Halbar ini. (met)

MALUTPOST.SOFIFI – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, dijadwalkan tiba di Ternate, pukul 12.00 WIT dengan pesawat Lion Air. Mantan Wali Kota Surabaya ini, sekitar pukul 13.00 WIT, melanjutkan penerbangan ke Bandar Kuabang Kao, Kabupaten Halamhera Utara (Halut) dengan pesawat Susi Air.

Di Halut, Mensos akan meninjau langsung lokasi bencana di Kecamtan Galela dan Kecamatan Kao Barat. “Iya, sudah ada konfirmasi dari pihak kemensos, besok (hari ini) Ibu Mensos berkunjung ke Malut,” kata Muhammad Hi Ismail dikonfirmasi, Senin (18/1). Kadinsos mengaku, sebelum menteri tiba di Ternate, sudah ada beberapa Dirjen yang datang lebih dulu.

Sedianya sesuai jadwal, Mensos akan berkunjung ke Manado Sulawesi Utara, Selasa hari ini, namun jadwal ke Sulawesi itu dindur pada Rabu (20/1). Sehingga kunjungan Mensos didahulukan ke Malut. “Kunjungan Ibu menteri nanti didampingi beberapa Dirjen. Para Dirjen bahkan sudah tiba lebih dulu,” terangnya.

Mantan Kepala BPBD Halsel ini menambahkan, setelah meninjau dua titik lokasi bencana di Galela dan dua titik di Kao Barat, sorenya, Sekitar pukul 17.00 WIT, Mensos kembali ke Kota Ternate dan pada Rabu pagi rombongan Mensos bertolak ke Manado. “Untuk bantuan dari Mensos kita belum tahu pasti, namun akan ada bantuan, karena setiap kunjungan sudah pasti ada bantuan yang akan diserahkan,” pungkasnya. (din/rul)

MALUTPOST.WEDA – Kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang merenggut nyawa kembali terjadi. Kali ini korbannya bernama Yan Kembalang (42), warga Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara. Yan tewas di lokasi kejadian setelah mengalami kecelakaan tunggal di tikungan tajam Desa Fidi Jaya Minggu (10/1) sekira pukul 21.00 WIT.

Apsaloun Pusung yang juga adik sepupu korban menceritakan, malam itu korban bertolak dari Nusliko menggunakan sepeda motor Jupiter Z1 warna hitam merah dengan nomor polisi 5185 NH. Sebelum pergi, Apsaloun dan keluarga di Nusliko sempat menahan korban. Mereka menyuruhnya agar besok pagi (kemarin) baru pergi. Hanya saja, korban yang kesehariannya bekerja di PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) itu tidak meladeni dengan alasan pagi ini (kemarin) ia masuk bekerja. Korban lalu mengendarai kendaraannya dan langsung bertolak ke Desa Fritu.

Sialnya, ketika tiba di tikungan tajam Desa Fidi Jaya diduga korban tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan terperosok kedalam kali kering bersama kedaraannya dengan kedalaman kurang lebih 2,5 meter. Korban berada di dalam kali tersebut sampai pagi kemarin. Sementara Abdurahman Senok (33) warga Tidore yang tinggal di seputar lokasi kejadian menyebutkan, Senin (11/1) sekira pukul 08.00 WIT pagi kemarin, ia berjalan kaki di seputar lokasi perkara. Di sana ia melihat Police Line yang sebelumnya masih utuh ternyata pagi itu sudah putus. “Police Line itu sudah terpasang di situ. Karena di jalan itu sering terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Merasa curiga, saksi mata kemudian menengok ke dalam kali tersebut. Ia terkejut ketika melihat ada sebuah sepeda motor. Saksi langsung memberitahukan warga sekitar. Kemudian warga menghubungi pihak kepolisian. Mendapat informasi itu, pihak kepolisian langsung menuju tempat perkara melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Weda untuk divisum. Kasat Lantas IPDA Indah Fitria Ranita yang dikonfirmasi membenarkan kasus kecelakaan tunggal tersebut. “Iya ada kecelakaan tunggal di ruas jalan Weda-Lelief tepatnya di tikungan Desa Fidi Jaya,” ucapnya. (mpf/met)

MALUTPOST.TOBELO – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Halmahera Utara (Halut), Rabu (6/1), kembali amankan dua warga Tobelo saat sedang asik hisap narkoba jenis sabu. Dua warga Tobelo yang dibekuk tersebut, diantaranya, RS alias Eky (43) warga Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo dan Waldi (27), Desa yang sama dengan lokasi yang berbeda.

Kasubag Humas Polres Halut, AKP Mansur Basing, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut Mansur, sekira pukul 01.00 WIT (Rabu dini hari), pihaknya melalui tim opsnal Sat Resnarkoba mendapatkan informasi dari Masyarakat bahwa akan terjadinya transaksi narkoba jenis Sabu.

“Saat mendapatkan laporan tersebut, tim Opsnal Sat Resnarkoba langsung bergerak menuju lokasi,” ujar Mansur kemari. Setelah sampai ke lokasi, kata Mansur, tim langsung memantau aktivitas rumah yang diduga sebagai tempat transaksi Narkoba.

“Tim melihat orang dicurigai tersebut, keluar dari rumah dan menuju ke sebuah kios untuk membeli rokok. Satu orang yang dicurigai itu kembali ke rumah, tim langsung bergerak masuk dan mendapati terduga pelaku RS alias Eky baru selesai mengonsumsi narkotika jenis sabu,” katanya. Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah Eky.

Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu alat hisap (bong) dan satu sachet plastik kecil yang berbentuk kristal diduga Narkotika jenis Sabu dengan berat 0,06 gram, serta satu unit handphone. “Terduga pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan di kantor Sat Resnarkoba untuk diperiksa lebih lanjut,” ucapnya.

Dalam pengembangan terhadap terduga pelaku Eky, polisi berhasil menangkap satu terduga pelaku lainnya atas nama Waldi (27). Waldi kemudian diamankan sekira pukul 2.15 wit, di jalan Huboto, Desa Gosoma. Untuk penangkapan Waldi, saat itu bersangkutan sementara berada dalam kamarnya dan sedang memegang alat isap atau bong.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan satu sachet bening yang berisikan kristal diduga narkoba jenis sabu dengan berat 0,28 gram. “Keduanya saat ini sudah diamankan di Polres dengan status belum tersangka, karena masih menunggu hasil uji Labfor,” pungkasnya. (cr-04/lid)

MALUTPOST-WEDA. Seorang gadis dengan inisial Mawar (18), asal Kecamatan Weda Selatan, nyaris diperkosa MJ (28) yang merupakan warga Desa Waimili Kecamatan Gane Timur Halmahera Selatan. Kejadiannya yaitu pada Senin (4/1) sekira pukul 09.00 WIT di salah satu kebun warga tepatnya di kilometer 3. Awalnya pelaku yang menggunakan sepeda motor menghampiri korban di jalan dua jalur depan pendopo Weda dan mengajaknya naik ke sepeda motornya. Tanpa berpikir panjang, korban pun mnegikuti ajakan pelaku.

Keduanya lalu berjalan menggunakan sepeda motor ke arah rumah sakit. Setelah itu balik lagi ke Pendopo. Tak lama kemudian tersangka mengarahkan kendaraannya menuju kilometer 3. Dalam perjalanannya, pelaku menyuruh korban untuk ikut dengannya. Korban yang sudah curiga, melarikan diri di salah satu lebun warga. Pelaku pun mengejarnya dan menarik lalu mencekik leher korban dan membantingnya sebanyak dua kali.

Korban terbaring di kebun warga tersebut, kemudian tersangka membuka celana dan memasukkan kemaluannya kedalam mulut korban sampai mengeluarkan cairan. Belum puas, tersangka mencoba melucuti pakaian korba. Namun korban melakukan melakukan perlawanan dengan mencakar wajah tersangka. Selanjutnya korban berteriak histeris meminta pertolongan.

Beruntung saat itu ada seorang lelaki yang melintasi jalan tersebut mendengar teriakan korban dan berusaha menolongnya. Melihat ada orang yang datang, pelaku langsung melarikan diri. Setelah menolongnya, korban ditemani saksi mata ini melaporkan kasus tersebut ke Polsek Weda. Saat dilaporkan, petugas langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Karena diketahui pelaku berdomisili di Desa Loleo, maka polisi pun mengejar tersangka di Desa tersebut sekira pukul 12.30 WIT. Sayangnya saat itu, pelaku tidak berada di tempat.

Kemudian pukul 14.15 WIT polisi kembali mencari tersangka di rumah mertuanya di Desa Waimili Gane Timur. Di sana mereka hanya menemukan istri tersangka berada di Oba Sofifi Kecamatan Oba. Bersama istrinya, polisi langsung balik haluan ke Weda, dan menyuruh istrinya menanyakan posisi terakhir tersangka.

Setelah mengetahui keberadaannya, selanjutnya pukul 20.00 WIT polisi bersama istri tersangka yang dipimpin Kapolsek Weda IPTU Yogie Biantoro melakukan perjalanan ke Desa Loleolamo, Kecamatan Oba Tengah.

Tiba di Desa Loleolamo, petugas langsung menangkap tersangka atas bantuan istrinya. Saat itu tersangka sedang berdiri di tepi jalan poros Loleolamo Weda. Sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun Polisi melepaskan tembakan peringatan, dan akhirnya mengamankan tersangka. “Tersangka sudah kami amankan untuk dimintai keterangan,” tandasnya. (mpf/met)

MALUTPOST-JAILOLO. Mitos setiap penghujung tahun selalu ada korban berjatuhan, baik disebabkan karena kecelakaan atau musibah lainnya kembali terjadi di akhir tahun 2020 ini. Dalam dua hari belakangan, kita dikejutkan dengan kabar terjadinya kecelakaan yang menelan korban jiwa.

Sabtu (26/12) dan Minggu (27/12) akhir pekan kemarin, terjadi dua kali kecelakaan di jalan lintas Trans Halmahera, Kabupaten Halmahera barat (Halbar). Dua nyawa melayang. Kecelakan pertama pada hari sabtu, mobil Bus milik Dinas Perhubungan Provinsi Malut dengan nomor polisi B 2600 XDL terbalik. Mobil yang dikendarai Abdul Latif Usman (34) ini membawa rombongan guru Madrasah Tasanawiyah (MTs) Desa Durian Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep). Mereka berwisata di Pantai Desa Bukubualawa, Kecamatan Jailolo Halbar.

Dalam rombongan guru itu terdapat 20 orang yang terdiri dari 3 orang balita, 5 orang anak-anak dan 12 orang dewasa. Setelah berwisata di pantai Desa Bakubualawa, sekira pukul 14.00 WIT, rombongan hendak kembali ke Sofifi. Saat tiba di jalan ruas jalan umum Desa Domato, Kecamatan Jailolo Selatan, tepatnya di jalan turunan tajam menikung ke kiri, mobil mengalami rem blong. Karena tidak bisa mengerem, mobil akhirnya menabrak beton pembatas jalan tepat di atas jembatan. Mobil pun terbalik.

Dalam kecelakaan naas itu, Defan Alfatah seorang bocah berusia 4 tahun dan Anti Ismail (26), warga Desa Durian meninggal. Tiga lainnya mengalami luka serius. Masing-masing, Hanisa Yunus (49) Jabir Masuku (50) dan Azwiah M Tero (42). Sementara 15 lainnya hanya mengalami luka ringan. “Para korban saat ini masih menjalani perawatan di puskesmas Jailolo Selatan, sementara korban yang meninggal sudah dikembalikan oleh keluarganya untuk dimakamkan,” kata Kasat Lantas Polres Halbar, AKP. Ridwan Usman.

Sehari setelah peristiwa naas itu, Minggu (27/12) kecelakaan yang nyaris sama terjadi. Sebuah mobil Pick Up dengan nomor polisi DG 8304 T, terbalik di balik tanjakan Gunung Manyasal, Desa Bukumatiti, Kecamatan Jailolo. Mobil yang dikendarai Mardewi (28) dan rekannya Ratimin (34) asal Desa Trans Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) ini diduga tak mampu menaiki tanjakan sehingga akhirnya terbalik.

“Mobil ini mengambil barang kiriman dari Manado di pelabuhan Jailolo, setelah itu menuju ke arah selatan Sidangoli dengan tujuan ke Haltim. Dalam mobil itu memuat 12 karung bawang merah, 7 karung bawang putih, 4 karung kacang hijau dan 1 karung ketumbar. Saat tiba di area Gunung Manyasal, mobil tidak mampu menanjak gunung dan langsung terbalik,” terangnya.

“Beruntungnya dalam kecelakaan ini tidak ada korban jiwa. Sopirnya hanya mengalami luka lecet dan rekannya dalam kondisi baik,” pungkasnya.

Selain Jailolo, Halmahera Barat, kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa juga terjadi di ruas jalan Trans Halmahera, Desa Gura, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara. Dalam kecelakaan itu dua remaja putri tewas mengenaskan. Selain jatuh dari motor, keduanya juga dilindas truk dan tewas mengenaskan. Korban masing-masing adalah Definta Sentania (17) warga Desa Gura dan Kristina Wontuwotu (17) warga Desa Gamsugi.

Informasi yang dihimpun Malut Post, peristiwa naas itu terjadi, sekira pukul 17.0 WIT. Awalnya, kedua remaja yang masih berstatus pelajar itu mengendarai sepeda motor jenis beat melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Selatan ke arah Utara. Motor dikendarai Definta sedangkan Kristina berboncengan.

Setibanya di jalan umum Desa Gura tepatnya dekat pasar Buaele, karena berkendara dengan kecepatan tinggi Definta, tak bisa mengendalikan motor yang dibawanya. Keduanya lalu jatuh dan terseret di aspal. Naasnya, saat jatuh ada mobil dump truk yang lewat dari arah berlawanan. Tak sempat mengeram kendaraan, dump truk itu lalu melindas keduanya.

Keduanya pun tewas mengenaskan, pada bagian kepala berlumuran darah segar. “Keduanya mengalami luka dibagian kepala dan tidak sadarkan diri. Bahkan diduga sudah meninggal sebelum dilarikan ke RSUD Tobelo,” kata Kasubag Humas Polres Halut Iptu Mansur Basing, Minggu (27/12) kemarin. Menurutnya, setelah mendapat informasi, Personil Lantas Polres Halut, langsung turun ke lokasi dan melakukan sejumlah tindakan. “Kalau untuk identitas pengemudi dump truk masih dalam lidik,” ujarnya.

Sesuai data Lakalantas dari Polres Halut melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), sepanjang tahun 2020 sudah terjadi 33 kasus kecelakaan. Dari total Lakalantas ini, 32 orang dinyatakan meninggal dan 35 luka-luka. Baik berat maupun ringan.

Untuk jumlah korban lebih banyak dari kasus yang terjadi karena setiap lakalantas memakan korban lebih dari satu orang, baik menggunakan roda dua atau roda empat. Pada kecelakan itu, rata-ratanya hampir semua pengendara tidak menggunakan helm dan diduga dipengaruhi minuman keras. Kemudian, dokumen berkendara juga tidak dilengkapi. Berbagai imbauan telah dilakukan pihak Satlantas, baik secara langsung maupun melalui brosur dan pamflet terkait anjuran berhati-hati dalam berkendaraan. (din/cr-04/rul)

MALUTPOST-WEDA. Kecelakan Lalu Lintas (Lakalantas) yang menelan korban jiwa kembali tejadi di jalan poros Weda-Lelief Kabupaten Halmahera Tengah tepatnya di Desa Lukulamo, Rabu (23/12) sekira pukul 06.00 WIT. Korbannya Frengki Karangdaeng (23) warga Desa Nusliko Kecamatan Weda yang juga karyawan PT STM. Frengki tewas secara tragis di lokasi kejadian setelah menabrak seekor sapi.

Kasat Lantas Polres Halmahera Tengah IPDA Indra Fitria Ranita mengatakan sesuai keterangan saksi mata Delfianti Lube (28) warga Desa Nusliko bahwa korban mengendarai sepeda motor Honda Supra GTR 150 warna hitam tanpa nomor polisi yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Weda menuju PT STM tempatnya bekerja. Ketika tiba di tempat kejadian perkara (TKP) mendadak ada seekor sapi yang menyebrang jalan. Korban yang melihat itu bermaksud menginjak rem untuk menghindar ke jalur bagian kanan. Sayangnya korban tidak bisa menghindari dan akhirnya menabrak sapi dan terpental di badan jalan.

Akibatnya tubuh korban mengeluarkan darah segar lantaran benturan keras. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Atas pertolongan warga korban di bawa ke puskesmas Lelief. “Setelah mendapat laporan anggota Lakalantas Polres langsung menuju TKP untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, ucap kasat. (mpf/met)

MALUTPOST-JAILOLO. Perayaan Natal di Desa Baja Kecamatan Loloda, Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara (Malut), malam tadi berujung rusuh. Sejumlah pemuda yang diduga telah dipengaruhi minuman keras (Miras), membuat onar di acara tersebut.

Informasi yang dihimpun Malut Post, Rabu (23/12) malam tadi, acara natal pemuda yang dilaksanakan di Desa Baja awalnya berlangsung aman. Namun, sekira pukul 10.00 WIT, ada sejumlah pemuda yang diduga sudah dipengaruhi minuman keras datang membuat keributan, bahkan tejadi perkelahian. Perkelahian yang awalnya melibatkan beberapa pemuda lalu meluas dan melibatkan warga yang lebih banyak dari dua kubu.

Sebagian warga yang panik dan ketakutan bahkan sudah berkumpul mencari tempat aman untuk berlindung diri.

Meski begitu, hingga pukul 01.00 WIT malam tadi, kondisi keamanan sudah mulai kondusif. Warga antara dua kubuh masih berjaga-jaga. “Kronologis kejadian yang sebenarnya kita belum cover, tapi sesuai keterangan dari Kades Baja, kondisi sudah mulai kondusif sekarang,” kata Camat Loloda Aman Syamsuddin, ketika dihubungi via telepon malam tadi. Menurut Aman, setelah mendengar informasi kejadian di Desa Baja, dia langsung menghubungi Kades Baja, namun sementara berada di Kecamatan Ibu dan hendak menuju Loloda, sehingga Kades juga masih melakukan pemantauan di TKP lewat telepon. “Saya sudah fasilitasi pihak Polsek dan saat ini anggota Polsek Loloda sudah menuju TKO,” ujarnya.

Camat sendiri belum bisa memastikan kejadian yang sebenarnya, karena masih menunggu informasi yang pasti dari Kades Baja dan pihak Polsek yang saat ini sudah menuju Desa Baja. “Pastinya kondisi di Desa Baja masih aman, bahkan anggota Koramil Loloda juga sudah menuju ke sana,” terangnya.

Terpisah Ketua SPRD Halbar, Charles Richard menyampaikan, dirinya belum menerima informasi yang pasti soal kejadian di Desa Baja, namun dirinya juga terus berkomunikasi dengan pihak aparat untuk menjaga stabilitas keamanan daerah. “Kita masih terus menggali informasi kejadian-kejadian di Desa Baja. Mudah-mudahan situasi Kamtibmas di sana sudah kondusif,” harapnya.

Politisi PDI-P Halbar ini menghimbau, agar semua pihak dapat menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu yang beredar saat ini, karena jangan sampai hanya karena ulah sekelompok orang, dapat memecah hubungan kekeluargaan masyarakat yang ada di Halbar. “Pastinya kita serahkan semua masalah kepada pihak yang berwajib, namun kita juga harus berikhtiar dan tidak boleh terprovokasi dengan isu-isu adu domba.

Kita semua bersaudara, jadi jangan hanya ulah sekelompok orang merusak hubungan kekeluargaan yang telah terjalin dengan baik. Saya berharap masyarakat di Desa Baja juga tetap menahan diri dan tetap waspada. Mari sama-sama kita jaga Kamtibmas,” imbaunya lagi. Amatan Malut Post, sekira pukul 01.00, dini hari tadi, anggota Polres Halbar juga sudah diterjunkan ke Loloda untuk melakukan pengamanan di Desa Baja. (din/rul)

Konser artis asal Bau-bau Fildan Rahayu di Desa Mintun Kecamatan Taliabu Utara pekan lalu, berbuntut panjang. Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat menggugat Keadilan (MMK), menganggap konser tersebut melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 tahun 2020, tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota serta Wakil Walikota serentak dalam kondisi bencana Covid-19.

Pendemo juga menyebutkan, kegiatan konser yang difasilitasi panitia dari pihak paslon 02 AMR di Pilkada Taliabu itu tidak sesuai denan titik kegiatan paslon, yang ditetapkan KPU Pulau Taliabu.

“Kami mendesak Bawaslu Pulau Taliabu agar memproses dugaan pelanggaran ini, karena melanggar PKPU nomor 13 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pilkada serentak lanjutan dalam kondisi bencana Covid-19,” kata Korlap aksi, Syahrudin Yoisangaji dalam orasinya di depan kantor Bawaslu Taliabu, Sabtu (5/12) kemarin.

Dia menilai, penentuan zona kegiatan kampanye untuk paslon 01 MS-SM di zona II wilayah utara, dan paslon 02 AMR di zona I Taliabu Barat dan sekitarnya. Namun, ada acara konser yang diduga difasilitasi panitia acara dari salah satu paslon di zona II tanpa Surat Izin dari Kepolisian.

Menanggapi keinginan pendemo, Ketua Bawaslu Pulau Taliabu Adidas La Tea mengatakan, mereka sudah berkordinasi dengan pengawas lapangan di Taliabu Utara. Keterangan Panwascam, kehadiran Fildan untuk menghibur umat Nasrani di Desa Mintun yang melaksanakan Ibadah pada Jumat (4/12) malam.

“Bawaslu tetap memproses sepanjang ada dugaan pelanggaran, baik yang sifatnya temuan atau laporan dan memenuhi unsur formil serta materil,” janji Adidas. Dia mengajak pendemo agar bersama-sama membantu penyelenggara pengawas dalam memantau proses tahapan pencoblosan, Rabu (9/12).

Ketua KPU Taliabu Arisandi La Isa dihadapan massa aksi tersebut menegaskan, sesuai pembagian zona wilayah, kegiatan kampanye paslon berakhir sabtu (5/12). “Dan sesuai jadwal, paslon 01 wilayah utara, dan paslon 02 di Taliabu Barat,” jelas Arisandi. Dia bilang pelanggaran jika pendemo memiliki bukti atas tuntutan itu dilaporkan ke Bawaslu sebagai lembaga pengawas. Karena KPU sebatas lembaga teknis.

Soal netralitas, dirinya berkomitmen penyelenggara KPU tetap netral dan tidak ada keberpihakan kepada siapa pun. “Saya Arisandi menjamin penyelenggara dalam pilkada ini netral.” tegasnya.

Terpisah, Kepala Kepolisian Sektor Taliabu Barat, AKP. Roy Berman Simagunsong menuturkan, kegiatan konser di Desa Mintun dengan menghadirkan ribuan warga, jelas melanggar protokol kesehatan serta tidak didukung izin dari Kepolisian. “Acara itu tidak ada izin, dan yang terjadi disana kerumunan massa. Untuk itu Polsek akan memanggil penyanyi Fildan dan panitia kegiatan itu,” tandasnya.

Pendeta V. Lakahena dari Desa Mintun Kecamatan Taliabu Utara, menjelaskan acara Natal yang digelar oleh Klasis Sula-Taliabu hanya mengudnang beberapa jemaat saja. “Tetapi karena dalam acara tersebut hadir artis dangdut dan calon Bupati Aliong Mus sehingga kerumunan banyak orang tidak bisa dihindarkan,” jelasnya. Dia menegaskan, kerumunan orang di acara Natal itu adalah hajatan keagamaan bukan kampanye. (rid/onk)