MALUTPOST.TERNATE – Utang Bahan Bakar Minyak (BBM) Pemerintah Kota Ternate di pihak ke tiga mencapai Rp 770 juta. Hingga kini, belum juga diselesaikan. Hal ini mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Kota Ternate. Ketua komisi III Anas U Malik mengatakan, utang BBM itu selama dua bulan, yakni November dan Desember.

Karena itu, DPRD meminta agar segera dilunasi, sehingga PT Maluku Indah dapat bekerja sama dengna DLH lebih baik lagi.

Karena selama ini PT Maluku Indah yang menjadi penyuplai BBM untuk armada pengangkut sampah. DPRD minta Pemkot segera selesaikan utang tersebut, agar kerja sama dengan pihak ketiga tetap berjalan baik.

“Pelayanan sampah harus menjadi prioritas, karena itu utang BBM juga harus diperhatikan. Jangan sampai pelayanan terganggu karena tidak ada BBM,” ujarnya. Kata Anas, masalah sampah sudah sangat urgen. Karena jumlah pemikiman penduduk semakin bertambah. Secara tidak langsung volume sampah pun akan bertambah. Apalagi dengan kekurangan armada pengangkut sampah, termasuk armada yang tidak layak beroperasi juga butuh pengadaan di tahun mendatang. “Penangan sampah harus serius seperti bencana. Sampah bisa menjadi ancaman, jika tidak ditangani secara tepat,” katanya.

DPRD memang sudah berkali-kali mengingatkan kepada Pemerintah Kota agar selesaikan utang BBM di pihak ketiga tersebut. Sebab PT Maluku Indah pun membutuhkan anggaran untuk melakukan pengadaan BBM. Hal ini agar terjalin kerja sama yang baik. “Sejauh ini pihak PT Maluku Indah juga msih bersedia untuk memberikan pasokan BBM, untuk armada pengangkut sampah di DLH. Kami minta agar Pemkot segera melunasi utang BBM,” tutupnya. (mg-03/yun)