Pemerintah Indonesia hari Minggu (28/2) mengatakan “sangat prihatin” dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar dan menyerukan aparat keamanan untuk menahan diri. Berbagai laporan menyebutkan, sedikitnya 18 orang tewas ketika polisi menindak keras para demonstran pada Minggu (28/2).

“Indonesia menyerukan agar aparat keamanan tidak menggunakan kekerasan dan menahan diri guna menghindari lebih banyak korban jatuh serta mencegah situasi tidak semakin memburuk,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Polisi melepaskan tembakan terhadap para pengunjuk rasa Minggu (28/2). Itu merupakan hari paling berdarah dalam aksi protes berminggu-minggu yang bertujuan menolak kudeta militer 1 Februari.

Indonesia memimpin ASEAN dalam upayanya untuk mengatasi gejolak politik yang pecah di Myanmar, setelah militer merebut kekuasaan serta menahan pemimpin Aung San Suu Kyi dan beberapa tokoh lain.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Rabu (24/2) mengatakan telah mengadakan perundingan intensif, baik dengan militer Myanmar dan perwakilan pemerintah yang terguling. [vm/jm]

MALUTPOST.SOFIFI – Kedutaan Besar (Kedubes) Spanyol memastikan Kapal Js. Elcano tiba di Maluku Utara pada 27 Maret mendatang. Kepastian kedatangan Kapal Js. Elcano dari Spanyol itu, saat pertemuan antara Kedubes Spanyol Mr. Jose Maria Matras Manso bersama Sekretaris Provinsi (Sekprov) Malut Samsudin A.Kadir, Kepala BPKPAD Ahmad Purbaya, Kadis Pariwista Tahmid Wahab dan Kadikbud Imam Makhdy Hasan, di kediaman Gubernur di Ternate, Senin (15/2).

Menurut Mr. Jose Maria, Kapal Juan Sebastian (Js) Elcano adalah kapal pengganti kapal layar yang telah disiapkan untuk melakukan napak tilas 500 tahun pelayaran Magelheans dan Elcano di Maluku Utara yang tak jadi laksanakan karena alasan pandemi Covid-19.

Kapal Js. Elcano tersebut saat ini sudah bertolak dari Spanyol sejak Oktober lalu. “Perjalanan kapal tersebut merupakan bentuk penguatan hubungan bangsa Spanyol dan Indonesia yang pernah terjadi sekitar 500 tahun lalu di Maluku Utara,” ungkap Mr.Jose Maria.

Sekprov Samsudin A Kadir menambahkan, Maluku Utara sendiri sudah jauh hari menyiapkan agenda Sail Tidore Kepulauan (Tikep) untuk menyambut perjalanan kapal Magelheans. Namun karea pandemi, sehingga perjalanan tersebut tidak terlaksana. “Namun saat ini, pemerintah Spanyol tetap konsisten untuk melakukan pelayaran kembali dengan melepas perjalanan kapal Elcano yang tujuannya akan sampai di Maluku Utara pada 27 Maret mendatang,” tuturnya.

Mantan Kadis Pariwisata Malut ini mengaku, Pemprov Malut tetap menyambut baik rencana kedatangan kapal Elcano. Sehingga Pemprov akan menyiapkan beberapa permintaan Dubes Spanyol diantaranya, penempatan lokasi penjangkaran kapal, lokasi pameran budaya dan teknis penjemputan kapal.

“Kita berharap kedatangan kapal Elcano akan dapat memberi pendidikan sejarah dan kebudayaan tentang perjalanan masa lalu bangsa Spanyol di Maluku Utara dan menumbuhkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kehadiran Dubes Spanyol di Maluku Utara selama dua hari untuk melakukan pertemuan dengan Pemkot Ternate dan Pemkot Tikep dalam rangka mematangkan kedatangan Kapal Juan Sebastian Elcano di Maluku Utara. (din/jfr).

Jaksa penuntut dalam sidang pemakzulan mantan presiden Donald Trump di Senat, Rabu (10/2), mulai memaparkan kasus terhadapnya.

Jaksa mengatakan “ia bukan penonton yang tidak bersalah” terhadap kekerasan yang terjadi di gedung Kongres Amerika pada 6 Januari lalu ketika anggota-anggota parlemen mensertifikasi kemenangan Joe Biden dalam pemilu presiden.

Anggota Kongres yang menjadi manajer pemakzulan utama, Jamie Raskin, dan anggota-anggota faksi Demokrat lainnya mengatakan Trump memberikan kondisi yang menyebabkan penyerbuan ke Kongres selama beberapa minggu menjelang pemilu presiden dengan puluhan klaim tidak berdasar bahwa satu-satunya hal yang membuatnya kalah adalah jika ia dicurangi dalam pemilu.

Manajer utama pemakzulan dalam sidang ini adalah anggota dari masing-masing faksi yang dipilih untuk memaparkan argumen tentang alasan perlu tidaknya pemakzulan.

Raskin mengatakan dengan menyerukan ratusan pendukungnya untuk “berjuang habis-habisan” menghadapi anggota-anggota Kongres pada 6 Januari itu, Trump memicu kekacauan yang menewaskan lima orang, termasuk seorang polisi Capitol.

“Ia menghasut serangan ini,” ujar Raskin kepada 100 anggota Senat yang akan memutuskan apakah Trump harus dihukum berdasarkan satu artikel pemakzulan yang disampaikan DPR sebelumnya. Artikel itu menuduh Trump telah “menghasut terjadinya pemberontakan.”

“Ia jelas-jelas melepaskan perannya sebagai panglima tertinggi dan menjadi pemicu utama,” ujar Raskin.

Ia menilai Trump, yang sudah tidak lagi berkuasa setelah masa jabatan empat tahunnya berakhir, menjadi “satu-satunya pihak yang bertanggungjawab” mendesak para pendukungnya untuk mencoba mengubah kemenangan Biden.

Ratusan pendukung Trump mengamuk di gedung Kongres, memecahkan kaca-kaca jendela, mendobrak pintu, menggeledah sejumlah kantor anggota Kongres dan bentrok dengan polisi. Aparat penegak hukum memperkirakan ada sekitar 800 orang pendukung Trump saat itu.

Puluhan perusuh, yang sebagian besar pamer di media sosial tentang penyerbuan mereka ke dua majelis di Kongres, telah didakwa melakukan tindak pidana ketika penyelidikan terhadap penyerbuan itu berlanjut.

Para manajer pemakzulan menunjukkan puluhan pernyataan di Twitter dan potongan video di mana Trump mengklaim kecurangan dalam pemilu presiden dan menyerukan kepada para pendukungnya untuk datang ke Washington DC pada 6 Januari ketika Kongres melangsungkan pertemuan untuk mensertifikasi perolehan suara elektoral, yaitu 306 banding 232, yang menunjukkan kemenangan Joe Biden.

We will be wild,” cuit Trump.

Setelah kekacauan selama hampir empat jam, pada Kamis (7/2) dini hari, anggota-anggota Kongres menyertifikasi kemenangan Biden, menjadikan Trump sebagai presiden kelima dalam sejarah Amerika yang kalah dalam pemilu untuk masa jabatan kedua. [em/lt]

Berawal dari sebuah proyek yang diusung oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia atau PPI di Paris, yang memberikan layanan jasa tempat tinggal bagi para wisatawan Indonesia yang ingin berlibur ke Paris, lahirlah Kamar Pelajar, yang tahun 2019 lalu menjadi sebuah lokapasar akomodasi atau marketplace yang menguntungkan, dari dan untuk warga Indonesia.

“Ide awalnya itu di Paris, Perancis, karena (di) Paris itu kan banyak sekali wisatawan dari Indonesia (dan) banyak juga pelajar Indonesia di sana,” ujar Satu Cahaya Langit, CEO dari Kamar Pelajar kepada VOA melalui Skype belum lama ini.

Satu Cahaya Langit, CEO Kamar Pelajar yang tinggal di Stockholm, Swedia (Dok: Satu Cahaya Langit)

Satu Cahaya Langit, CEO Kamar Pelajar yang tinggal di Stockholm, Swedia (Dok: Satu Cahaya Langit)

Satu yang juga adalah mahasiswa S2 jurusan ilmu komputer di KTH Royal Institute of Technology di Stockholm, Swedia, melihat adanya “potensi yang besar” dari proyek mahasiswa ini dan memutuskan untuk menjadikannya sebagai “roda ekonomi PPI dan mahasiswa Indonesia yang ada di luar negeri.”

Dengan moto “Hemat, Nyaman, Tambah Teman,” wisatawan Indonesia, termasuk juga pelajar Indonesia di luar negeri, bisa mendapatkan akomodasi dengan harga yang murah dan terjangkau, dengan tuan rumah yang adalah mahasiswa asal Indonesia di luar negeri.

“Ketika kita travel ke luar negeri, kita kayak jauh dari orang Indonesia, enggak tahu siapa-siapa, tapi kalau kita tahu ada pelajar Indonesia, di kota yang kita tuju ini, kita jadi merasa lebih nyaman, lebih enak atau lebih akrab,” kata Satu yang sudah tinggal di Swedia sejak tahun 2015 lalu.

Para wisatawan bisa langsung menghubungi Kamar Pelajar melalui situs-nya, dan nanti akan dihubungkan dengan tuan rumah, sesuai dengan kebutuhan atau yang diinginkan.

“Kalau misalnya dia cewek, biasanya aku kasih ke host yang cewek juga di (Stockholm),” tambah Satu yang sudah pernah menjadi tuan rumah Kamar Pelajar sebanyak 8 kali.

Tidak Perlu Serba Komplit

Sebagai tuan rumah Kamar Pelajar, pelajar Indonesia tidak diharuskan untuk menyediakan akomodasi yang serba komplit.

Mira Yuliani Roza yang tengah mengambil program S2 jurusan audit dan kontrol manajemen di Pôle Paris Alternance Business School di Paris, pernah menjadi tuan rumah dan juga tamu untuk Kamar Pelajar. Menurutnya, terkadang mahasiswa di luar negeri memiliki kamar yang agak luas, yang bisa disewakan.

“Enggak harus beneran kamarnya aja yang disewain. Kita bisa nyewain sofa bed aja atau kayak extra bed, kita bisa tidur di kamar yang sama gitu,” jelas Mira Yuliani Roza yang pernah menjadi tuan rumah dan tamu Kamar Pelajar ini, melalui wawancara lewat Skype dengan VOA.

Jenis akomodasi yang ditawarkan harus disampaikan sebelumnya kepada tamu dan tempat yang ditinggali memperbolehkan tuan rumah untuk menerima tamu secara legal.

Sebagai contoh misalnya, ada mahasiswa yang tinggal di asrama kampus di suatu negara tertentu, yang tidak memperbolehkan adanya tamu yang menginap di kamarnya.

Tambah Teman Baru

Para mahasiswa seperti Mira Yuliani Roza yang pernah menjadi tuan rumah dan tamu di Kamar Pelajar merasa beruntung, karena mereka bisa mendapatkan teman baru di luar negeri.

Mira Yuliani Roza, mahasiswa S2 dan tuan rumah Kamar Pelajar di Paris (Dok: Mira)

Mira Yuliani Roza, mahasiswa S2 dan tuan rumah Kamar Pelajar di Paris (Dok: Mira)

“Kamar Pelajar ini benar-benar ‘ngonekin’ kita sesama orang Indonesia yang ada di luar negeri yang mungkin sama-sama butuh bantuan,” ujar Mira.

“Kita tujuannya juga enggak mau buat bisnis aja tapi kita pengin orang itu ketemu dan berteman, jadi untuk ke depannya dia punya relasi, punya teman nih, di kota ini,” tambah Satu.

Merupakan kepuasan tersendiri bagi Satu ketika mendengar cerita dari para mahasiswa yang mendapat teman baru dari Kamar Pelajar ini.

“Dia bilang, ‘Kak, makasih banget ya, udah bikin Kamar Pelajar ini. Aku lagi winter, musim ujian, lagi sendiri gitu kan, terus tiba-tiba ada tamu yang datang, dan tamunya seru.’ Jadi dia merasa kayak ada saudaranya yang nemenin gitu,” cerita Satu.

Peluang Kerja Bagi Mahasiswa

Saat ini Kamar Pelajar memiliki sekitar 20 hingga 40 pengurus yang terdiri dari mahasiswa Indonesia baik di luar negeri maupun di Indonesia, dan juga yang sudah bekerja.

“Kami suka dengan konsep mencampur kayak gitu. Jadi mahasiwa bisa belajar sama yang sudah kerja juga, terus mahasiswa yang di Indonesia juga bisa terinpirasi dari mahasiswa Indonesia yang di luar negeri, supaya dia mau belajar keluar negeri juga,” jelas Satu.

Jumlah pengurus juga tergantung dengan musim dan semester libur kuliah. Di musim panas biasanya Kamar Pelajar menerima mahasiswa yang ingin magang.

Tugasnya pun beragam, mulai dari mengadakan kampanye di media sosial, hingga menyelenggarakan acara virtual yang berhubungan dengan wisata ke luar negeri, pengalaman berwisata, dan pelajar.

“Kalau sebentar lagi lulus, tapi belum punya pengalaman internship, atau pengalaman kerja, dan mau merasakan gimana sih kerja di start up (red. perusahaan rintisan), environment-nya, cara kerjanya, kami pengin bisa bantu di bagian itu,” ujar Satu.

Tetap membawa ide awal sebagai sebuah proyek mahasiswa, Satu ingin agar orang bisa belajar berorganisasi dan bekerja melalui Kamar Pelajar ini.

“Kalau memang kami kebetulan lagi ada posisi yang bisa kami siapin, kami pasti terima,” ujarnya.

Tidak Beroperasi Penuh Karena Pandemi

Sebelum pandemi COVID-19, Kamar Pelajar memiliki sekitar 100 tuan rumah yang tergabung di seluruh dunia, dimana sebagian besar berada di Eropa. Kini di tengah pandemi, Kamar Pelajar tidak beroperasi penuh, dan lebih banyak melakukan acara virtual.

Bersama para pengurus Kamar Pelajar. Selama pandemi Kamar Pelajar banyak melakukan acara virual yang berhubungan dengan wisata ke luar negeri (Dok: Satu Cahaya Langit)

Bersama para pengurus Kamar Pelajar. Selama pandemi Kamar Pelajar banyak melakukan acara virual yang berhubungan dengan wisata ke luar negeri (Dok: Satu Cahaya Langit)

Satu menambahkan, mereka juga tidak terlalu mempromosikan Kamar Pelajar, mengingat banyak negara yang melakukan pembatasan dan karantina wilayah.

“Berhenti banget sih enggak, kita cuman enggak promote aja gitu, tapi kalau ada request, itu kita tetap layani, dengan syarat safety regulation-nya harus tetap diutamain sesuai dengan kota dan negara yang dituju,” katanya.

Untuk ke depannya, Kamar Pelajar bercita-cita untuk menjadi perusahaan rintisan yang tidak hanya menawarkan akomodasi, tetapi juga berbagai layanan yang berhubungan dengan perjalanan, serta membuka peluang bagi tidak hanya mahasiswa Indonesia, namun juga diaspora Indonesia yang ingin menjadi tuan rumah. [di]

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) telah menerima proposal rencana investasi dari Tesla hari Kamis (4/2) dan kini sedang mempelajarinya. Pemerintah siap melakukan pertemuan bersama pihak Tesla minggu depan.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto menyampaikan hal ini dalam konperensi pers virtual hari Jumat (5/2).

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto. (Foto: Courtesy/Kemenko Marves)

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto. (Foto: Courtesy/Kemenko Marves)

“Proposal Tesla sudah diterima kemarin pagi dan sudah dipelajari secara internal. Minggu depan kita akan ketemu mereka untuk mendapat penjelasan secara resmi dan langsung terkait proposla yang diajukan. Saya tidak bisa membuka isinya karena dari pihak mereka juga sangat sensitif, artinya mereka tidak ingin hal ini dibuka dulu pada publik,” ujar Seto.

Lebih jauh ia mengatakan memahami sikap Tesla itu karena “satu, mereka adalah perusahaan publik dan sangat strict (tegas.red) sekali pada hal-hal seperti itu. Kedua, proposal Tesla ini berbeda dengan yang lain, misalnya yang diajukan CATL dan LG Chemical. Jika saya lihat sepintas, based-technology yang digunakan memang agak berbeda. Kami sendiri sangat excited bisa bekerjasama dengan Tesla.”

Setelah CATL dan LG, Kini Tesla

CATL atau Contemporary Amperex Technology adalah produsen baterai lithium asal China yang berencana membangun pabrik baterai lithium untuk kendaraan listrik di Indonesia. Rencana pembangunan bernilai $5 miliar yang telah ditandatangani dengan BUMN, PT Aneka Tambang itu, memastikan bahwa 60 persen produksi akan dilakukan di Indonesia dalam bentuk baterai kemasan.

Orang-orang berjalan melewati pusat Litbang Kontemporer Amperex Technology Ltd (CATL) di Ningde, Provinsi Fujian, China, 16 Desember 2016. (Foto: REUTERS/Jake Spring)

Orang-orang berjalan melewati pusat Litbang Kontemporer Amperex Technology Ltd (CATL) di Ningde, Provinsi Fujian, China, 16 Desember 2016. (Foto: REUTERS/Jake Spring)

Dalam konperensi pers pertengahan Desember lalu, Seto mengatakan pabrik baru CATL itu akan memulai produksi pada tahun 2024. Namun ia belum merinci lebih jauh di mana lokasi pabrik tersebut.

Sementara LG adalah perusahaan Korea Selatan yang juga telah menandatangani nota kesepahaman perjanjian investasi baterai kendaraan listrik bernilai $9,8 miliar pada 18 Desember lalu.

Kantor berita Reuters melaporkan perjanjian itu menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mengintegrasikan industri baterai listrik dari pertambangan hingga produksi baterai lithium kendaraan listrik. Maluku Utara dan Jawa Tengah dipilih untuk menjadi pabrik baterai listrik ini.

Alih Teknologi

Septian Hario Seto menggarisbawahi pemerintah telah meminta agar ketiga perusahaan yang akan menanamkan investasi di Indonesia ini juga melakukan alih teknologi.

“Tesla ini untuk teknologi baterai lithium untuk mobil listrik merupakan yang terbaik di dunia. Jadi saya pikir jika kita ada investasi dari CATL, investasi dari LG, dan kini Tesla, yang memang produsen baterai lithium dengan teknologi sangat baik, maka kita sebagai anak bangsa bisa banyak belajar,” ujarnya.

“Karena salah satu yang kita minta pada mereka adalah adanya transfer teknologi. Ini kesempatan yang sangat baik karena kita bisa bekerjasama dengan tiga perusahaan kelas dunia, yang memiliki teknologi baterai lithium yang sangat maju,” tambah Septian.

Stasiun Tesla Supercharger terlihat di Dietikon, Swiss 21 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann)

Stasiun Tesla Supercharger terlihat di Dietikon, Swiss 21 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann)

Ditambahkannya, tujuan kerjasama investasi dalam industri kendaraan listrik dan baterai lithium ini adalah untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki Indonesia, bukan hanya sebagai pemasok bahan baku. “Kalau mereka hanya ambil bahan baku, kita tidak tertarik. Detil lain belum bisa kita ungkap, tetapi ini lebih dari sekedar hanya mengambil bahan baku,” tegasnya.

Pembangunan industri kendaraan listrik dan baterai lithium ini juga tidak dapat dipisahkan dari hilirisasi pertambangan, khususnya nikel, tembaga dan bauksit; yang dinilai sangat signifikan dalam pengembangan energi terbarukan. [em/ah]

Nikmatilah hembusan angin di wajah, benang di tangan Anda, dan perasaan bebas ketika menerbangkan layang-layang. Mungkin sebagian dari kita mengetahui bahwa layang-layang berkaitan dengan daya angkat, dorong, tarik, dan tekanan angin.

Tanggal 8 Februari adalah hari Layang-layang. Sejak 470 SM, keberadaan layang-layang diyakini berasal dari China. Semula layang-layang diciptakan untuk memata-matai musuh dan mengirim pesan. Dalam perkembangannya, layang-layang menjadi hobi, olahraga dan kegiatan seni yang dilombakan dalam festival.

Layang-layang Peter Pan. (Foto: Courtesy/Lianawati)

Layang-layang Peter Pan. (Foto: Courtesy/Lianawati)

Seorang warga Indonesia yang sudah lebih dari 50 kali menjadi juara lomba layang-layang di manca negara, Lianawati Lie, 62 tahun asal Surakarta, mengubah hobi bermain layang-layang itu menjadi profesi. Semasa sebelum pandemi, hampir setiap bulan ia mendapat undangan, baik untuk lomba maupun festival, terutama ke China, Australia, negara-negara di Eropa seperti Jerman dan Perancis serta ASEAN.

Kepada VOA ia mengaku, karena mempunyai enam orang kakak yang semuanya laki-laki, maka ia suka ikut bermain layang-layang sejak kecil. Kemudian setelah melihat perkembangan layang-layang yang semakin canggih, dalam arti tidak tradisional yang pipih dan berbentuk segitiga,

melainkan tiga dimensi, maka ia tergugah untuk mencoba membuat dan mengikuti berbagai festival sejak awal tahun 2000-an.

Namun kini dengan merebaknya pandemi, sejak tahun lalu Liana mengikuti festival layang-layang secara virtual yang diadakan di Weifang, Provinsi Shandong, China.

Lianawati bersama Sultan Brunei Bolkiah, ketika lomba di Brunei tahun 2018. (Foto: Courtesy/Lianawati)

Lianawati bersama Sultan Brunei Bolkiah, ketika lomba di Brunei tahun 2018. (Foto: Courtesy/Lianawati)

“Semua yang diundang itu memperagakan di negara masing-masing. Saya memeragakannya di lapangan Tegal Lega, Bandung. Saya menampilkan layangan dua dimensi yang bergambar barong. Peragaan mulai layangan apa yang ditampilkan, cara memasang sampai menerbangkannya. Nah video itu kami buat kemudian kami kirim ke Weifang itu”, ujar Lianawati.

Lianawati lebih suka mengambil tema wayang, seperti Hanoman (Kera Putih), dan Subali untuk ditampilkan dalam festival layang-layang di manca negara, terutama di Mangalore, India pada tahun 2020, karena tokoh wayang dari cerita Baratayudha itu sangat akrab bagi mereka.

Layang-layang Subali dari cerita Mahabarata. (Foto: Courtesy/Lianawati)

Layang-layang Subali dari cerita Mahabarata. (Foto: Courtesy/Lianawati)

Salah satu karya besar lainnya, layang-layang berbentuk Ulat Bulu sepanjang delapan meter yang mendapat penghargaan di Vietnam tahun 2009. Ketika ditanya bagaimana menerbangkan layang-layang sepanjang itu, Liana menjelaskan:

“Pada suatu hari di Indonesia ada wabah diserang ulat bulu. Maka saya terpikir untuk membuat ulat bulu, Nah kalau layang-layang ulat bulu itu dari balon, pastinya ada hitungannya sendiri. Yang menjadikan bisa terbang kalau bentuknya panjang, yang menentukan tali-tali yang tergantung dari besar/kecilnya layang-layang. Kalau ulat bulu, saya menggunakan 8 sampai 10 tali yang dipasangkan di tubuhnya.”

Lianawati bersama timnya yang terdiri dari lima orang, menggambar, memberi warna dan memasukkannya ke komputer beserta ukuran yang diinginkan. Kemudian memotong-motong kain dan menjahitnya, lalu diberi tali. Setelah semuanya jadi, maka uji coba terbang dilakukan di Lanud Sulaiman Bandung atau di pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Karya layang-layangnya dikagumi banyak orang di berbagai negara karena keunikan bentuk dan warnanya. Maka Lianawatipun mengambil kesempatan ini dengan membawa bentuk kecil dari layang-layangnya untuk cindera mata dan dibagikan secara gratis. Akhirnya beberapa pengunjung tertarik untuk memesannya dan Lianawati mengirimnya untuk ekspor ke ASEAN dan Italia.

Kepala Organisasi dan Pemberdayaan Daerah, APINDO Nasional, Dedy Widjaja Dharma mengatakan,“Lianawati itu pertandingan beberapa kali mendapat juara. Jadi lebih terkenal, layang-layangnya sangat bagus dan indah. Artinya, itu sangat terbuka untuk ekspor kita, karena itu salah satu hiburan khas Indonesia yang bisa dibagikan ke negara lain. Pembuatannya punya ketrampilan sendiri dan ciri khas itu yang bisa dijual ke negara lain”.

Pandemi tidak menghentikan hobi dan profesi Lianawati yang pernah menerima penghargaan dari Walikota Bourg, Perancis tahun 2019 itu. Kini ia memilih tinggal di Bali, yang sering menjadi tempat penyelenggaraan festival layang-layang tradisional yang tentunya mengangkat seni dan budaya Indonesia. [ps/em]

Rilis Indeks Persepsi Korupsi (CPI) tahun 2020 yang dirilis Transparency International (TI) Indonesia menunjukkan lebih dari dua pertiga negara berada di bawah skor 50 , dengan skor rata-rata global 43. TI memberi skor dimulai dari 0 yang berarti sangat korup dan 100 sangat bersih.

Peneliti TI Indonesia Wawan Suyatmiko skor tersebut menunjukkan indeks persepsi korupsi global stagnan dalam lima tahun terakhir. Sedangkan Indonesia mendapat skor 37 dengan peringkat 102 dari 180 negara yang disurvei.

“Skor ini turun tiga poin dari tahun 2019 yang berada di skor 40 dan ranking 85,” jelas Wawan Suyatmiko dalam konferensi pers daring, Kamis (28/1/2020).

Wawan menambahkan skor dan peringkat Indonesia sama dengan Gambia (negara di Afrika Barat). Kendati demikian, peringkat Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara Asean lainnya seperti Vietnam, Thailand, Filipina, Laos dan Kamboja. Namun, masih kalah jauh dibandingkan Singapura (skor 85), Brunei Darussalam (skor 60), Malaysia (skor 51), dan Timor Leste (skor 40).

Terdapat sejumlah indikator indeks persepsi korupsi yang membuat skor Indonesia sedikit turun yaitu ekonomi, investasi, kemudahan berusaha, integritas politik dan kualitas demokrasi.

Kajian TI Indonesia juga menyebutkan bahwa korupsi telah menggeser alokasi anggaran layanan publik yang esensial. Itu terlihat dari negara-negara dengan tingkat korupsi yang tinggi, cenderung mengeluarkan uang lebih sedikit untuk kesehatan. Di samping itu, korupsi juga berkontribusi pada kemunduran demokrasi selama pandemi Covid-19. Negara-negara dengan tingkat korupsi yang tinggi merespons krisis dengan cara-cara yang kurang demokratis.

“Kami juga menyerukan bahwa merawat demokrasi dan mempromosikan partisipasi warga pada ruang publik. Pelibatan kelompok masyarakat sipil dan media pada akses pembuatan kebijakan harus dijamin oleh Pemerintah dan DPR agar kebijakan tersebut akuntabel,” tambahnya.

ASEAN CPI 2020. (Grafis: TI Indonesia)

ASEAN CPI 2020. (Grafis: TI Indonesia)

Dosen Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Bivitri Susanti mengatakan korupsi tidak hanya terkait dengan pencegahan dan penindakan korupsi. Namun, juga berkaitan dengan elemen-elemen lain dalam demokrasi seperti kebebasan sipil dan kebebasan media. Ia melihat telah terjadi penyempitan ruang bergerak masyarakat sipil pada 2020. Beberapa indikatornya antara lain kriminalisasi warga dan sejumlah undang-undang yang tidak prodemokrasi.

“CPI ini sebagai warning, pengingat tentang kondisi korupsi di Indonesia yang masih harus terus dibenahi. Jadi jangan berpuas diri berapa banyak yang masuk ke penjara,” tutur Bivitri, Kamis (28/1/2021).

Menurut Bivitri, korupsi merupakan bentuk dari penyalahgunaan kekuasaan. Karena itu perlu ada kontrol, baik dari masyarakat sipil ataupun menguatkan reformasi terhadap lembaga-lembaga penegak hukum.

Pemerintah Akan Tindaklanjuti Rekomendasi TI Indonesia

Menko Polhukam Mahfud Md dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. (Foto: tangkapan layar YouTube Kemenko Polhukam RI)

Menko Polhukam Mahfud Md dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. (Foto: tangkapan layar YouTube Kemenko Polhukam RI)

Menko Polhukam Mahfud Md meminta TI Indonesia memberikan hasil kajian tentang Indeks Persepsi Korupsi kepada pemerintah untuk dipelajari. Kata dia, pemerintah juga akan menjalankan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan TI Indonesia untuk memberantas korupsi. Mulai dari peningkatan pengawasan hingga mempromosikan partisipasi publik.

“Pengawas yang sifatnya fungsional maupun internal. Ya kita perkuat pengawasan itu,” kata Mahfud Md.

Mahfud menambahkan pemerintah telah melakukan sejumlah upaya pencegahan korupsi dengan melibatkan lembaga seperti KPK, BPK dan BPKP. Namun, kebocoran masih kerap terjadi seperti dalam pengadaan barang dan jasa.

Sementara Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan indikator penegakan hukum yang menjadi dasar penilaian Indeks Persepsi Korupsi mengalami kenaikan pada 2020. Ini berbeda dengan indikator lainnya seperti ekonomi, politik dan demokrasi.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. (Foto: KPK)

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. (Foto: KPK)

Menurut Ghufron, hal ini membuktikan bahwa pemberantasan tidak hanya bisa dilakukan oleh lembaga antirasuah saja, melainkan semua pihak.

“KPK tidak bisa sendiri. karena sektor investasi dan ekonomi, politik dan demokrasi itu semua sayap-sayap yang tidak bisa ditopang oleh KPK sendiri,” jelas Nurul Ghufron.

Ghufron menilai perlu ada perbaikan dalam sistem politik untuk memerangi korupsi. Ia juga menyarankan masyarakat untuk melakukan kontrol sosial melalui saluran-saluran media sosial. [sm/ab]

Ada lebih dari 100.000 perpustakaan mini yang terdaftar sebagai “Little Free Library” di 108 negara, paling banyak di AS. Perpustakaan yang mengusung konsep pinjam dan sumbang buku sesuka hati ini, juga ada di Indonesia, meskipun jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. VOA melaporkan tentang tiga orang Indonesia yang membangun Little Free Library dan dampaknya terhadap komunitas mereka.

Dari kejauhan, sebuah kotak berwarna hijau yang disangga kayu dan terpasang di sebuah rumah di negara bagian Illinois, terlihat seperti kotak surat. Namun, apabila dilihat lebih dekat, ternyata struktur yang berdiri sejak 2016 ini adalah sebuah perpustakaan mini berisi belasan buku dari berbagai genre yang bisa dipinjam secara gratis.

Pendirinya adalah Alfred Ticoalu, diaspora Indonesia di kota Mount Prospect. Hampir setiap hari, pria 43 tahun ini mengecek apakah bukunya perlu ditambah atau sekedar merapikan. Seringkali dia juga menerima dan menyortir sumbangan buku. Sebelum memasukkan buku ke dalam kotak itu, Alfred akan mengecapnya dengan tulisan: “Always a Gift, Never for Sale,” yang berarti: “Untuk Disumbangkan, Bukan Untuk Dijual.” Di atas kotak itu, Alfred juga menyediakan sebuah toples berisi biskuit anjing.

Toples berisi biskuit anjing diletakkan di atas Little Free Library di Mount Prospect, Illinois. (Courtesy: Alfred Ticoalu)

Toples berisi biskuit anjing diletakkan di atas Little Free Library di Mount Prospect, Illinois. (Courtesy: Alfred Ticoalu)

“Karena orang di sini suka bawa anjingnya jalan keluar kan. Dengan kami taruh disitu, banyak sekali orang-orang mampir, ambil treat itu buat anjingnya. Pada saat bersamaan anjingnya lagi makan, orang itu buka library kita, dia lihat ‘”oh, ini isinya.'” Kalau tertarik, dia ambil bukunya,” ujarnya kepada VOA.

Little Free Library Merambah ke Desa di Indonesia

Di AS, Little Free Library seperti ini sudah jadi pemandangan biasa di permukiman, terutama di kota-kota besar. Tapi tidak demikian di Indonesia.

Itulah yang mendorong Nining Dwi Astuti untuk menghadirkannya di desa tempat dia tinggal dan bekerja di Wonosobo.

“Awalnya kenapa persiapannya sampai setahun karena jujur aku agak ragu ya. Bisa ngga ya ini diadaptasi di Indonesia, gitu? Apakah aku terlalu mengawang-awang karena mencontoh yang di Amerika sana, gitu.”

Little Free Library di Desa Jolontoro, Wonosobo berdiri sejak September 2020 di depan sebuah rumah warga dengan cat senada. Courtesy Nining Dwi Astuti.

Little Free Library di Desa Jolontoro, Wonosobo berdiri sejak September 2020 di depan sebuah rumah warga dengan cat senada. Courtesy Nining Dwi Astuti.

Di desa Jolontoro sebenarnya ada perpustakaan umum, tapi tak banyak dikunjungi warga. Perempuan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil ini kemudian menawarkan konsep Little Free Library kepada pengurus desa, dan mendapat sambutan positif.

“Kita bingung waktu itu mau pasang di mana, trus ada salah satu warga yang merelakan dengan sukarela rumahnya. ‘”Dipasang depan rumah saya aja, nanti sekalian saya awasin,'” gitu. Sampai dia ngecat rumahnya biar nuansanya sama,” cerita Adening kepada VOA.

Adening mengatakan kehadiran Little Free Library sejak September 2020 di desanya telah membantu membuka jalan bagi upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya anak-anak yang sekolahnya terkendala karena pandemi.

“Di desa kan internet susah, banyak ngga punya internet di rumah. Mereka pakai kuota. Kuotanya juga terbatas. Kebetulan di rumah itu kita inisiatif buat pasang wifi. Jadi kalau pagi orang-orang pada pinjam buku, malamnya anak-anak kecil belajar di situ.”

Pada malam hari anak-anak mendatangi Little Free Library di desa Jolontoro, Wonosobo untuk menggunakan wi-fi gratis dan belajar. Courtesy Nining Dwi Astuti.

Pada malam hari anak-anak mendatangi Little Free Library di desa Jolontoro, Wonosobo untuk menggunakan wi-fi gratis dan belajar. Courtesy Nining Dwi Astuti.

Perputaran Buku Tak Seimbang di Desa

Idealnya Little Free Library tidak hanya memberi ruang bagi masyarakat untuk meminjam buku secara gratis, tapi juga menyumbang buku, sehingga terjadi perputaran buku yang stabil. Namun, situasi ini agak sulit diwujudkan di tempat di mana tingkat literasi masyarakat masih rendah.

Sekarang ini, Adening di Wonosobo masih mengandalkan buku-buku sumbangan dari berbagai organisasi untuk mengisi perpustakaan mini yang diberi nama Ngesti Rahayu tersebut. Bahkan, perpustakaan umum yang sepi pengunjung di desa itu juga meminjamkan beberapa bukunya.

Ari Hendra Permana, yang mendirikan Little Free Library di teras rumahnya di desa Rawajaya, Cilacap, juga selalu memutar otak supaya perpustakaan sederhananya terus berjalan. Apalagi sejak didirikan pada 2019, Little Free Library-nya telah menjadi tempat berkumpulnya anak-anak.

"Little Free Library" desa Rawajaya, Cilacap berdiri sejak November 2019 dan terdaftar sebagai bagian dari organisasi Little Free Library yang berpusat di AS. Courtesy Ari Hendra Permana.

“Little Free Library” desa Rawajaya, Cilacap berdiri sejak November 2019 dan terdaftar sebagai bagian dari organisasi Little Free Library yang berpusat di AS. Courtesy Ari Hendra Permana.

“Buku kalau dibaca anak-anak itu ternyata cepat sekali rusak… Tidak apa-apa, akhirnya dikasih solusi. Yang pada lepas sampulnya kita ganti dengan kertas kalender. Bertahan sebentar, lama-lama (mereka) bosan karena hampir semuanya sudah dibaca.”

Apabila tak mendapat donasi buku, maka laki-laki yang berprofesi sebagai guru pendidikan jasmani ini dengan sukarela merogoh kantong untuk membeli bacaan bekas di pasar malam.

“Namun, ada kekurangannya juga. Buku yang di pasar malam itu cacat. Misalnya begini, buku kan depannya sampul, buka itu bukan halaman pertama, tapi halaman terakhir. Nah halaman pertamanya gimana? Dibalik, kaya Al-Quran begitu, bukanya ke kiri. Mayoritas seperti itu, dijual Rp20.000 tiga. Menurut saya ngga masalah, saya yakin ngga akan diprotes anak-anak.”

Meski halamannya tak beraturan, tapi buku-buku yang diborongnya malam itu tetap diminati oleh anak-anak. Namun sejak pandemi virus corona, pasar malam yang biasa didatanginya itu tutup, dan Hendra tak bisa lagi membeli buku-buku bekas murah untuk perpustakaannya.

Di Illinois AS, Alfred mengaku tak pernah mengalami masalah perputaran buku. Di tengah pandemi virus corona pun tetap banyak orang yang mampir untuk mengambil ataupun menyumbang buku. Tapi kini ia menerapkan protokol kesehatan.

“Meningkatkan kebersihan dari perpustakaan tersebut. Jadi kita pakai wipes, sterile wipes, kita lap sedikit, dan buku-bukunya itu kita semprot sedikit dengan Clorox.”

Dampak Little Free Library bagi Masyarakat

Merawat perpustakaan hingga mengatur perputaran buku adalah tugas dari seorang “steward” atau pengelola Little Free Library, seperti yang dijalankan secara sukarela oleh Alfred di AS, serta Hendra dan Adening di Indonesia.

Terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi selama ini, ketiganya sepakat bahwa ini adalah peran yang sangat bermanfaat dan membahagiakan. Hendra mengaku bangga bisa membantu meningkatkan literasi di desanya.

“Ada anak belajar membaca dengan diucapkan sangat keras sekali. Contoh; Kan-cil ma-kan, itu keras sekali. Jadi itu membuat saya puas sekali, belajar di tempat saya.”

Anak-anak belajar membaca dengan buku dan majalah anak-anak di desa Rawajaya, Cilacap. Courtesy Ari Hendra Permana.

Anak-anak belajar membaca dengan buku dan majalah anak-anak di desa Rawajaya, Cilacap. Courtesy Ari Hendra Permana.

Sementara bagi Alfred, Little Free Library membantu menciptakan lingkungan yang kekeluargaan.

“Membuka pintu perkenalan kepada orang-orang yang tinggal di sekitar rumah kami.”

Little Free Library adalah sebuah organisasi nirlaba berbasis di negara bagian Wisconsin, AS yang bertujuan meningkatkan literasi, memperluas akses buku dan membangun masyarakat.

Sejak dimulai di Hudson, Wisconsin pada 2009, perpustakaan kecil mini itu dengan cepat menyebar ke seluruh AS dan akhirnya ke seluruh dunia. [vm/em]

Kapal Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia KN Maroe 322 Minggu siang (24/1) berhasil mengamankan dua kapal asing berbendera Iran dan Panama yang diduga melakukan transfer atau pengalihan bahan bakar minyak secara ilegal di perairan Pontianak, Kalimantan Barat. KN Maroe 322 yang dikomandoi Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartono menangkap kedua kapal yang identitasnya sempat disembunyikan itu ketika sedang menggelar Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Negeri “Trisula I 2021.”

Kabag Humas dan Protokol Bakamla, Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita (dok. pribadi)

Kabag Humas dan Protokol Bakamla, Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita (dok. pribadi)

Dihubungi VOA melalui telepon, Kabag Humas dan Protokol Bakamla, Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita mengatakan kecurigaan berawal ketika upaya melakukan komunikasi radio pada kedua kapal tidak mendapat jawaban sama sekali.

“Kami mendapati kontak yang anomali atau tidak biasa di radar. Besar tapi diam. Setelah didekati ternyata benar mereka adalah kapal tanker berbendera asing. Dari pemeriksaan di atas kapal diketahui bahwa mereka melakukan transfer minyak mentah di perairan Indonesia. Mereka cukup kooperatif menjawab pertanyaan-pertanyaan aparat kita,” ujar Wisnu.

Bakamla mendapati kapal berbendera Iran MT Horse memiliki 30 awak berkewarganegaraan Iran. Sementara kapal berbendera Panama MT Frea memiliki 25 awak berkewarganegaraan China.

Berikut video saat petugas Bakamla (Badan Keamanan Laut Indonesia) berbicara dengan awak kapal Iran yang ditahan hari Minggu (24/1) (courtesy: Bakamla RI).

Kapal Iran & Panama Lakukan 4 Pelanggaran

Wisnu Pramandita menggarisbawahi empat pelanggaran yang dilakukan kedua kapal tanker itu. “Pertama mereka melanggar hak lintas ALKI yang disediakan Indonesia. Mereka seharusnya berada dalam koridor lintas ALKI 1 tetapi ternyata berada di luar koridor 25 nautical mile kiri dan kanan dari sumbu ALKI itu, bahkan melakukan lego jangkar yang jelas tidak dibenarkan. Kedua, mereka melakukan transfer crude oil. Ketiga, mereka mematikan AIS selama berada di perairan Indonesia. Keempat, membuang limbah di perairan kita. Mereka juga tidak menunjukkan bendera kapal dan bahkan menutupi identitas di lambung kapal dengan semacam kain, terpal atau jaring.”

AIS atau automatic identification system adalah sistem pelacakan kapal otomatis yang memberi informasi tentang keadaan kapal, termasuk rincian posisi, waktu, haluan dan kecepatan kapal, demi kepentingan keselamatan pelayaran. Pemerintah Indonesia lewat Peraturan Menteri Perhubungan No.7/2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis bagi Kapal yang berlayar di Wilayah Perairan Indonesia mengharuskan pemasangan dan pengaktifan AIS ini bagi setiap kapal berbendera Indonesia dan kapal asing yang berlayar di wilayah perairan Indonesia.

Salah satu kapal yang disita oleh Bakamla RI hari Minggu 24/1 (Courtesy: Bakamla RI).

Salah satu kapal yang disita oleh Bakamla RI hari Minggu 24/1 (Courtesy: Bakamla RI).

Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan tentang insiden penangkapan dan penyitaan kapal tankernya oleh pihak berwenang Indonesia, tetapi tidak merinci lebih jauh tentang hal ini.

Staf Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menghubungi Bakamla untuk menindaklanjuti kasus ini. Namun hingga laporan ini disampaikan VOA belum berhasil mendapat konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri.

Bakamla Buat Skala Prioritas Pengamanan di Laut

Insiden mematikan sistem pelacakan dan identitas kapal AIS, pengalihan minyak mentah secara ilegal atau membuang limbah di perairan Indonesia kerap terjadi. Bahkan saat operasi pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air beberapa minggu lalu, Bakamla mendapati kapal survei yang tiga kali mematikan AIS sewaktu melintasi ALKI 1. Sewaktu didekati, nakhoda kapal mengatakan sistem pelacakan itu rusak.

ALKI adalah singkatan Alur Laut Kepulauan Indonesia, yang telah ditetapkan sebagai alur pelaksanaan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional UNCLOS. ALKI juga digunakan sebagai alur pelayaran dan penerbangan bagi kapal atau pesawat negara lain melakukan pelayaran dan penerbangan internasional.

ALKI I mencakup Selat Sunda, Selat Karimata, Laut Natuna dan Laut Cina Selatan.

ALKI II mencakup Selat Lombok, Selat Makassar dan Laut Sulawesi.

ALKI III dibagi tiga – wilayah A, B dan C. ALKI III A mencakup Laut Sawu, Selat Ombai, Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku dan Samudera Pasifik. Sementara ALKI

III B mencakup Laut Timor, Selat Leti, Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku dan Samudera Pasifik. ALKI III C mencakup Laut Arafuru, Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku dan Samudera Pasifik.

“Yang pasti kami terus meningkatkan pemantauan pada wilayah perairan kita. Dan mengingat wilayahnya yang sangat luas, kami harus menentukan prioritas. Yang kami prioritaskan adalah wilayah perairan di ALKI 1, 2 dan 3. Juga selat-selat yang strategis, seperti Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, Selat Makassar. Yang pasti kita harus melakukan penindakan sebagai wujud ketegasan integritas kita menjaga wilayah perairan kita ini,” tegas Wisnu. [em/jm]

Cardboard Collectors, Sisi Buruk Negara Singapura — Pagi menyingsing di daratan Singapura. Jarum jam baru menunjukkan angka 5. Namun beberapa lansia nampak telah keluar dari suaka masing-masing seraya mendorong troli barang. Para lansia tersebut bukanlah ingin berbelanja, melainkan memulung kardus guna menyambung hidup. Mereka disebut mendapat label sebagai cardboard collectors.

Infografik Cardboard Collectors
Infografik Cardboard Collectors

Dari pagi buta hingga malam tiba, mereka mampu mengumpulkan hingga 300-400 kg kardus. Per kilogram kardusnya, mereka dibayar sebesar $ 0,04 atau Rp 425. Jika bekerja sepanjang bulan tanpa libur, penghasilan mereka di kisaran $ 900 – $ 1200. Angka yang cukup menggiurkan, bukan? Sayangnya, ini Singapura, bukan Indonesia. Dimana biaya hidup berkali lipat dari negara tercinta kita.

Penghasilan itupun harus dipotong lagi dengan biaya operasional mereka. Mereka biasanya menyewa van untuk mengangkut hasil buruan. Dengan menyewa van, mereka harus membayar biaya sewa, supir, dan bensin. Seringkali penghasilan mereka justru lebih kecil dibanding biaya operasional. Begitu miris.

Pembayaran cardboard collectors

Dimana Keluarga Mereka?

Ada dua faktor yang menyebabkan angka para pekerja lansia ini menjamur di Singapura. Pertama tren tidak menikah lebih tinggi dibanding negara lain. Hal ini menyebabkan ketika usia memasuki senja, mereka tak lain sebatang kara. Yang sialnya, tak semua lansia mendapatkan bantuan pokok dari pemerintah. Sementara di sisi lain, biaya hidup terus merangkak naik seiring majunya industri di Negara Singa itu.

Kedua, karena di sana sendiri orangtua bukanlah pertanggungjawaban wajib seorang anak. Memang, pekerjaan di sana notabene memiliki gaji yang mentereng. Namun ongkos hidup pun sama. Anak-anak mereka yang bekerja hanya mampu menghidupi diri dan keluarganya masing-masing. Itulah yang membuat para orangtua terlantar.

Mendapatkan Bantuan dari LSM

Ada beberapa lansia yang meskipun telah mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun tetap menggeluti profesi ini. Namun ada juga yang tak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Akan tetapi, mereka semua dilindungi oleh sebuah LSM bernama HPHP (Happy People Helping People), dimana LSM tersebut menjamin kebutuhan dasar mereka untuk terus hidup .

Jadi sekalipun penghasilan mereka sedang menurun (karena stok kardus tidak selalu banyak), mereka tetap bisa makan dengan layak.


Belajar dari profesi cardboard collectors, sisi buruk bahkan dimiliki negara Singapura sekalipun dalam lingkup masyarakatnya. Itulah pentingnya mensyukuri anugerah dengan terlahir sebagai warga Indonesia.