Indonesia mengirim 28 atlet ke Olimpiade Tokyo untuk berlaga di delapan cabang olahraga.

Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa Broto kepada VOA mengatakan, semua atlet yang berangkat ke Tokyo sudah divaksin penuh. Vaksinasi berlangsung pada 26 Februari dan 13 Maret lalu. Jika ada atlet yang ternyata positif terkena COVID-19 sebelum berangkat, maka dengan terpaksa harus dibatalkan.

“Makanya kami melakukan prokes yang ketat sekali, harus ada tes PCR rutin, terutama di hari menjelang keberangkatan. Kemudian di sana nanti juga kan sistemnya ‘bubble’ maksudnya dari wisma atlet ke venue saja tidak boleh ‘ngelayap’ ke mana-mana,” kata Gatot.

Pihak Indonesia menurut Gatot juga sudah melakukan koordinasi dengan panitia pelaksana Olimpiade Tokyo bahwa jika ada atlet Indonesia yang setibanya di Tokyo diketahui positif COVID-19 maka ia harus dikarantina selama 7 hari.

“Dan dua hari setelah atlet selesai bertanding, entah karena sudah menang atau tidak lolos ke babak selanjutnya, atlet tersebut harus segera meninggalkan Jepang,” tambah Gatot.

Terkait dengan situasi pandemi di Indonesia saat ini, dengan angka kasus positif cukup tinggi, Gatot Dewa Broto mengatakan bahwa hal tersebut berdampak pada delegasi Indonesia.

“Ada aplikasi yang mewajibkan baik kontingen, pejabat, atau atlet yang ke sana itu tujuh hari berturut-turut sebelum berangkat itu harus swab PCR. Setelah landing di sana, selama tiga hari berturut-turut kita juga harus swab PCR,” ujar Gatot.

Jumlah Atlet Melebihi Target

Delegasi Indonesia mengutus 28 atlet plus 1 cadangan ke ajang Olimpiade Tokyo yang rencananya dibuka pada 23 Juli 2021 mendatang.

Semua atlet ini siap bertanding di delapan cabang olahraga, yaitu atletik, bulu tangkis, dayung, angkat besi, renang, panahan, selancar ombak, dan menembak.

Chief de Mission Indonesia untuk Olimpiade Rosan P. Roeslani, dalam acara Pengukuhan Tim Indonesia Untuk Olimpiade Tokyo 2020 Kamis (8/7) mengatakan, jumlah atlet yang lolos tersebut telah melebihi target 22 atet yang ditetapkan sebelumnya.

“Jumlah ini cukup bagus karena, dengan pertimbangan banyaknya kualifikasi yang ditunda atau dibatalkan akibat pandemi, jumlah kontingen Indonesia yang lolos sama dengan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang digelar dalam kondisi normal,” kata Rosan.

Seluruh delegasi Indonesia akan terbang dalam 4 kloter, diawali oleh tim bulu tangkis yang berangkat pada 8 Juli 2021 menuju Kumamoto, untuk melakukan latihan pra pertandingan.

Rombongan terakhir yang akan berangkat adalah tim atletik, pada 24 Juli 2021.

Bruno Dede dari Jepang dan Lalu Muhammad Zohri dari Indonesia in action during the men's 100m World Athletics Continental Tour Gold, Tokyo, Jepang, 9 Mei 2021

 

Bruno Dede dari Jepang dan Lalu Muhammad Zohri dari Indonesia in action during the men’s 100m World Athletics Continental Tour Gold, Tokyo, Jepang, 9 Mei 2021

Olimpiade Tanpa Penonton

Olimpiade Tokyo 2020 dipastikan digelar tanpa penonton. Keputusan ini diumumkan pada Kamis (8/7) mengingat keadaaan darurat COVID-19 yang diberlakukan di ibu kota Jepang tersebut.

Sebelumnya, telah diadakan pertemuan yang dihadiri Pemerintah Jepang, Pemerintah Kota Tokyo, International Olympic Committee (IOC), dan panitia Olimpiade Jepang.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan keadaan darurat di Tokyo itu akan mulai berlaku Senin 12 Juli hingga 22 Agustus mendatang. Ini berarti Olimpiade – yang rencananya berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 – sepenuhnya akan diselenggarakan dalam kondisi darurat. [er/rw/dw]

MALUTPOST.TERNATE – Penggalangan dana untuk Palestina terus dilakukan. Gerakan kemanusiaan ini untuk mengumpulkan donasi yang akan disalurkan ke Palestina. Dukungan untuk galang sumbangan dari Masyarakat Maluku Utara ini juga mendapat dukungan dari Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman. Kemarin, digelar pertemuan terbatas antara tim aksi penggalangan dana dengan pemerintah kota.

Pertemuan itu dihadiri langsung Wali Kota Ternate Tauhid Soleman yang didampingi sekretaris Kota Jusuf Sunya. Kemudian ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate Hi. Usman Muhammad dan koordinator aksi penggalangan dana untuk Palestina Hasby Yusuf, di ruangan wali kota, Kamis (27/5) kemarin.

Pertemuan diawali dengan pemberian shal Palestina kepada Wali Kota Ternate, oleh koordinator aksi Hasby Yusuf. Hasby mengatakan, pertemuan tersebut, tim menyampaikan tentang perkembangan donasi dan target. Kemudian, lembaga kemanusiaan yang akan menyalurkan bantuan masyarakat Maluku Utara untuk Palestina. Wali Kota Ternate pun mengapresiasi serta mendukung sepenuhnya penggalangan dana tersebut, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan global atas penderitaan rakyat Palestina akibat penjajahan zionis Israel.

Menurutnya, dalam kesempatan tersebut, wali kota bakal menginstruksikan kepada semua SKPD dan pegawai di lingkungan Kota Ternate, untuk aktif menggalang dana untuk Palestina. Bahkan Wali Kota Ternate akan menyurati semua mall, toko, rumah makan, sekolah-sekolah, masjid dan perusahaan agar ikut berdonasi. “Jika sudah terkumpul, akan disalurkan melalui posko utama penggalangan dana untuk Palestina di Masjid Al-Munawar,” sebut Hasby.

Kata Hasby, semua rumah makan, mall, Swalayan, Hotel, dan lembaga keuangan agar ikut menyediakan kotak Donasi untuk Palestina. Wali Kota Ternate bahkan berharap, target donasi 1 miliar untuk Palestina bisa tercapai. Untuk itu posko utama penggalangan dana untuk Palestina di Mesjid Almunawar Ternate akan dibuka hingga Jum’at 4 Juni 2021. Target dari dana yang terhimpun akan disalurkan mellaui Nusantara Peduli Abdillah Onim, ACT dan MER-C.

“Dana bantuan tersbeut untuk penyediaan pangan, makanan, asir bersih, obat-obatan dan pengadaan satu unit mobil ambulance masyarakat Maluku Utara untuk Palestina,” tutupnya. (tr-03/yun)

Dua profesor asal Indonesia di dua universitas ternama AS mengembangkan program realitas maya atau VR yang dapat digunakan untuk mengajar mahasiswa kedokteran gigi. Metode ini bisa menjadi alternatif pembelajaran di tengah pembatasan sosial akibat pandemi virus corona.

Dengan perangkat oculus yang dipasang di kepala dan telapak tangan, mahasiswa kedokteran gigi memasuki sebuah klinik virtual tiga dimensi. Dalam “klinik” tersebut, mahasiswa bisa menggunakan peralatan virtual seperti pisau bedah dan bor dan melakukan simulasi pemasangan implan gigi pada seorang pasien virtual.

Dosen Universitas Florida, Markus Santoso, memeragakan cara penggunaan Oculus untuk program realitas maya simulasi implan gigi. (Courtesy: Markus Santoso)

 

Dosen Universitas Florida, Markus Santoso, memeragakan cara penggunaan Oculus untuk program realitas maya simulasi implan gigi. (Courtesy: Markus Santoso)

Simulasi seperti ini sangat penting bagi para calon dokter gigi, kata Cortino Sukotjo, dosen yang sudah 11 tahun mengajar di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Illinois di Chicago (UIC).

“Dalam pendidikan medis ada simulasi praktik. Mereka (mahasiswa) harus latihan berulang kali, sampai mencapai kompetensi yang kita mau,” jelas lulusan Universitas Padjajaran Bandung ini kepada VOA.

Cortino Sukotjo, DDS, PhD, dosen Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Illinois, Chicago. (Courtesy Cortino Sukotjo.)

 

Cortino Sukotjo, DDS, PhD, dosen Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Illinois, Chicago. (Courtesy Cortino Sukotjo.)

Cortino mengembangkan program VR itu bersama Markus Santoso, seorang pakar teknologi imersif di Universitas Florida (UFL) di Gainesville. Berawal dari perkenalan dalam sebuah acara di Indonesia pada akhir 2019, keduanya sepakat untuk mengembangkan program yang berguna untuk pendidikan kedokteran gigi.

“Keterampilan dan keahlian kita saling melengkapi. Beliau kuat di kedokteran gigi, saya kuatnya di AR/VR,” kata lulusan Universitas Petra Kristen Surabaya ini kepada VOA. AR/VR merujuk pada augmented reality (realitas berimbuh) dan virtual reality (realitas virtual), bagian dari teknologi imersif yang kini semakin banyak digunakan dalam bidang kedokteran.

Namun, aplikasi AR/VR dalam bidang pendidikan kedokteran gigi masih terbatas, kata Cortino. “Ada beberapa (universitas) yang sudah aplikasikan, tapi mereka beli programnya dari luar. Kalau kita termasuk salah satu yang pertama yang membuat sendiri.”

Libatkan Mahasiswa

Proses mulai dari mematangkan ide hingga menjadi sebuah prototipe, memakan waktu beberapa bulan sepanjang 2020, dan melibatkan puluhan mahasiswa UIC dan UFL.

“Jadi masalah real-world nya dari beliau, saya bawa ke kelas saya, kelas kita mikir, dibawa lagi ke beliau, beliau tes, riset dan seterusnya,” kata Markus, yang sejak 2018 mengajar di jurusan Digital Worlds Institute UFL.

Markus Santoso, PhD, dosen Fakultas College of the Arts di Universitas Florida, Gainesville. (Courtesy: Markus Santoso)

 

Markus Santoso, PhD, dosen Fakultas College of the Arts di Universitas Florida, Gainesville. (Courtesy: Markus Santoso)

Prototipe yang dikembangkan oleh Markus dan para mahasiswanya, kemudian diujicoba oleh Cortino dan beberapa mahasiswanya, termasuk Stephanie Schreiber.

“Sebagai mahasiswi, program simulasi implan membantu saya mempelajari urutan pemasangan implan gigi dengan seolah-olah berada di dalam klinik betulan sebagai dokter gigi,” kata perempuan yang baru saja lulus tahun ini.

Cortino menambahkan, “Mereka (fakultas) percaya ini bisa digunakan untuk meningkatkan pendidikan kedokteran gigi. Walaupun mereka juga percaya ini hanya berlaku sebagai tambahan aja. Mereka tetap percaya bahwa temu muka itu harus,” ujar pemilik gelar PhD dari Universitas California Los Angeles ini.

Alternatif di Tengah Pandemi

Meski tak bisa menggantikan efektivitas pembelajaran tatap muka sepenuhnya, tapi para dosen ini menggarisbawahi potensi AR/VR dalam pendidikan kedokteran gigi, apalagi di tengah pandemi virus corona dan pembatasan sosial.

Markus, yang meraih gelar PhD dari Universitas Dongseo Korea Selatan mengatakan, “Waktu Covid, lockdown, semua mahasiswa ngga bisa ke lab, juga ngga bisa bawa peralatan ke rumah, karena besar-besar dan mahal-mahal.”

“Dengan metode ini mereka bisa belajar sendiri di rumah, tidak ada batasan waktu dan tempat,” tambah Cortino, yang pernah mengajar beberapa tahun di Universitas Harvard.

Hasil riset mereka yang berjudul Faculty perceptions of virtual reality as an alternative solution for preclinical skills during the pandemic,” telah dirilis dalam Journal of Dental Education pada November 2020.

Markus Santoso (kiri) dan Cortino Sukotjo (kanan) menjadi pembicara webinar mengenai teknologi AR/VR dalam pendidikan kedokteran gigi yang diadakan oleh Asosiasi Pendidikan Dental Amerika (ADEA). (Foto: VOA)

 

Markus Santoso (kiri) dan Cortino Sukotjo (kanan) menjadi pembicara webinar mengenai teknologi AR/VR dalam pendidikan kedokteran gigi yang diadakan oleh Asosiasi Pendidikan Dental Amerika (ADEA). (Foto: VOA)

Mereka juga telah mempresentasikannya dalam beberapa seminar di AS, termasuk yang diadakan oleh American Dental Education Association (ADEA).

Selain simulasi implan gigi, kedua akademisi ini juga telah mengembangkan eTypodont, sebuah perangkat AR untuk melakukan simulasi implan gigi. Kini mereka juga sedang mengembangkan beberapa program social VR, yang memungkinkan pengajar dan mahasiswa berinteraksi di sebuah klinik virtual yang sama, serta simulasi dialog dengan pasien.

Cortino mengatakan perlu waktu 3-5 tahun untuk menyempurnakan prototipe-prototipe ini. Mereka berharap upaya-upaya ini bisa merevolusi pendidikan kedokteran gigi di masa depan. “Saya optimis lihat ini akan jadi mainstream,” pungkas Markus. [vm/em]

Presiden Joko Widodo mengutuk keras serangan militer Israel terhadap Palestina yang telah menewaskan ratusan orang. Dalam cuitan di akun twitter resminya @Jokowi, Sabtu (15/5) sore, Presiden mendesak agar serangan tersebut segera dihentikan.“Indonesia mengutuk keras serangan Israel yang telah menelan banyak ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Agresi Israel harus segera dihentikan,” ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, ia telah berbincang dengan berbagai pemimpin negara lainnya guna membahas situasi yang terjadi di Palestina. Pemimpin-pemimpin tersebut termasuk Presiden Turki, Yang Dipertuan Agung Malaysia, Perdana Menteri Singapura, Sultan Brunei Darussalam, dan Perdana Menteri Malaysia.

“Kita berbicara tentang perkembangan global termasuk tindak lanjut dari pertemuan ASEAN Learders Meeting #ALM, perkembangan di Afganistan dan situasi yang sangat memprihatinkan di Palestina,” kata Jokowi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, mengaku aktif menghubungi sejumlah menteri luar negeri dari berbagai negara untuk membahas kondisi yang terjadi di Palestina saat ini.

Melalui akun twitternya, Retno mengatakan pada Sabtu (15/5) pagi dirinya telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Soukry. Kedua pihak, ujar Retno, sangat prihatin atas kejadian yang berlangsung di wilayah Palestina, termasuk eskalasi dan perluasan konflik.

“Saya juga telah menghubungi rekan saya, yaitu Menteri Luar Negeri Vietnam, India dan Norwegia, untuk melihat kepemimpinan mereka sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, dalam pertemuan yang akan digelar untuk membahas isu kawasan Timur Tengah, termasuk Palestina, pada Minggu (16/5) nanti,” ujar Retno.

Selain itu, pihaknya juga membahas situasi terkait apa yang terjadi di Palestina dengan Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam Dato’ Erywan Yusof.

“Indonesia mengecam meluasnya ketegangan dan kekerasan khususnya di jalur Gaza yang menyebabkan lebih dari 100 korban jiwa warga sipil Palestina yang tidak berdosa,” tutur Retno.

Indonesia, katanya, akan terus berusaha berjuang semaksimal mungkin di semua lini, termasuk termasuk melalui Komite Pelaksanaan Hak-hak yang Tidak Dapat Dicabut dari Rakyat Palestina (CEIRPP), OKI, Gerakan Non-Blok, dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah nyata untuk menghentikan seluruh kekerasan dan menghadirkan keadilan serta perlindungan bagi Palestina.

Masih dalam akun twitternya, Retno pun memastikan akan hadir dalam pertemuan virtual tingkat menlu, Open-Ended Emergency Meeting OIC (Organization of Islamic) Executive Committee, pada Minggu (16/5). Pertemuan ini, kata Retno, akan membahas agresi Israel terhadap Palestina.

“Sudah terlalu lama hak-hak bangsa dan rakyat Palestina digerogoti oleh Israel. Indonesia akan terus bersama rakyat dan bangsa Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya,” pungkasnya. [gi/ah]

Indonesia mengecam pengusiran paksa enam warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, di Yerussalem Timur, serta tindak kekerasan terhadap warga sipil Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa yang menyebabkan ratusan korban luka-luka. Dalam cuitan di Twitter hari Sabtu (9/5) Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan bahwa hal itu telah “melukai perasaan umat Muslim.”Lebih jauh ditambahkan bahwa “pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, hukum humaniter internasional – khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949 – dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan.”

Indonesia, tambah Kemlu, menggarisbawahi pentingnya mengambil langkah nyata bagi masyarakat internasional untuk menghentikan langkah pengusiran paksa dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil Palestina itu.

Kantor Komisioner Tinggi PBB Untuk Hak Asasi hari Sabtu (9/5) juga menyampaikan hal serupa. Juru bicara UNOHCHR Rupert Colville mendesak Israel untuk menghentikan segala bentuk pengusiran paksa keluarga-keluarga pengungsi Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, karena melanggar hukum humaniter internasional. Colville menegaskan bahwa pelanggaran hukum itu “dapat dianggap sebagai kejahatan perang.”

Pengusiran dan kekerasan di Al Aqsa melukai sejumlah orang, termasuk enam polisi Israel. Dua warga Palestina dilaporkan tewas hari Jumat (8/5).

Israel tidak menanggapi kritik kantor komisioner tinggi PBB itu dan aksi kekerasan terus berlanjut. Namun Kementerian Luar Negeri Israel mencuit bahwa warga Palestina telah mengeksploitasi pengusiran paksa itu untuk memicu kerusuhan. “Kelompok-kelompok teror Palestin akan bertanggungjawab penuh terhadap aksi kekerasan akibat tindakan mereka.”

Mahkamah Agung Israel dijadwalkan akan menyampaikan keputusannya untuk mendukung pengusiran paksa warga Palestina itu atau tidak, dalam sidang padahari Senin (10/5).

Sementara Kementerian Luar Negeri Indonesia kembali mendesak masyarakat internasional “untuk melakukan langkah nyata untuk menghentikan langkah pengusiran paksa warga Palestina dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil.” [em/ah]

Alya Sarah Lawindo, 19 tahun, tak seperti kebanyakan remaja di Amerika. Setiap akhir pekan, Alya mengajari anak-anak belajar mengaji secara virtual, dari rumahnya di Arlington negara bagian Virginia.

Souma (5 tahun), salah seorang murid Alya Lawindo di madrasah. (Photo courtesy orang tua Souma)

 

Souma (5 tahun), salah seorang murid Alya Lawindo di madrasah. (Photo courtesy orang tua Souma)

“Bunda dari dulu pernah jadi guru ngaji di madrasah sudah bertahun-tahun. Dan pas Alya sudah remaja, Alya mikir udah waktunya buat ngajarin anak, apalagi di komunitas Muslim Indonesia di Amerika sini,” ujar Alya kepada VOA.

Murid-murid yang diajarinya berusia lima hingga 12 tahun, seperti Souma.
“Dia baik… sabar… dan cantik,” kata bocah lima tahun ini kepada VOA.

Menjadi relawan madrasah telah dijalani Alya sejak lima tahun lalu.“Yang paling besar reward-nya jadi guru ngaji itu bisa lihat improvement anak-anak. Bulan pertama ngaji masih agak kaku, atau masih belajar tadjwid-nya. Pas sudah selesai, bisa keluar, bisa move on ke kelas yang berikutnya.”

Ketekunan Alya dalam menjadi relawan, diakui oleh IMAAM, organisasi yang mengelola madrasah, dengan memberinya Penghargaan Relawan Muda pada 2019.

Lestarikan Budaya Minang

Selain mengajar sukarela, mahasiswi S1 Hubungan Internasional di American University ini juga aktif melestarikan seni budaya Minang bersama Rumah Gadang USA. Sanggar itu didirikan pada 2007 oleh kedua orangtuanya yang berasal dari Sumatera Barat.

Alya Lawindo bersama orangtua, Muhammad Afdal dan Nani Afdal, pendiri sanggar Rumah Gadang USA. (Photo courtesy: Muhammad Afdal)

 

Alya Lawindo bersama orangtua, Muhammad Afdal dan Nani Afdal, pendiri sanggar Rumah Gadang USA. (Photo courtesy: Muhammad Afdal)

Sang Ayah, Muhammad Afdal, mengatakan, “Alhamdulilah waktu kita pertama kali (dirikan), Alya sangat berminat sekali karena waktu kecil kita kemana-mana selalu putar lagu Minang, di rumah pun kalau ada video, putar video Minang.”

Menurutnya penting untuk meneruskan budaya agar tidak luntur. “Saya melihat ini kalau kita tidak kenalkan, kita akan kehilangan generasi, mereka akan hanya kenal budaya Amerika saja,” tambah laki-laki yang berasal dari kabupaten Agam ini.

Sejak usia enam tahun, Alya mulai belajar tarian dan nyanyian Minang. Keterampilannya terus diasah. Kini dia fasih berbahasa Minang, pandai bermain biola, bermain Randai, teater khas Minangkabau, hingga berpantun.

“Tigo balai barumah gadang

adonyo di pakan sinayan

ambo ketek jolong ka gadang

kok salah tolong ingekan.”

Bersama Rumah Gadang USA, dia telah tampil dalam berbagai pertunjukkan di seluruh AS.

Alwa Lawindo melakukan tari piring dalam sebuah pertunjukkan di AS. (Photo courtesy Muhammad Afdal)

 

Alwa Lawindo melakukan tari piring dalam sebuah pertunjukkan di AS. (Photo courtesy Muhammad Afdal)

“Mengikuti bermacam festival di antaranya Richmond Folklife Festival, Smithsonian Folklife Festival, the Kennedy Center, dan negara bagian lain… Di samping itu kami sering mengisi acara budaya di KBRI Washington DC,” paparnya.

Dan saat pandemi, dia diundang mengisi seminar virtual sebagai “padusi milenial” oleh Minang Diaspora Network baru-baru ini.

Afdal mengaku bangga dengan putrinya yang tetap memegang teguh adat budaya, meski jauh di Amerika, seperti pepatah Minang, “Setinggi-tingginya bangau terbang, namun pulangnya ke kubangan jua. Sejauh-jauhnya pergi merantau, kampung halaman terbayang jua.” [vm/nr]

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menangkap 18 orang tersangka pada 8 April dan 15 April 2021 terkait kasus peredaran narkotika jenis sabu. Tujuh belas orang merupakan warga Indonesia, satu di antaranya ditembak mati. Sedangkan satu lainnya merupakan warga negara asing asal Nigeria.Mereka ditangkap di tiga lokasi berbeda yakni Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Jakarta. Total sabu yang disita sekitar 2,5 ton berasal dari jaringan internasional Timur Tengah, Malaysia, dan Indonesia. Menurut Sigit, sabu tersebut setara dengan Rp 1,2 triliun dan dapat mengancam 10,1 juta orang.

“Kita berhasil mengungkap kurang lebih 2,5 ton narkoba jenis sabu asal Timur Tengah dan mengamankan 18 tersangka,” jelas Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Petugas Kepolisian Indonesia mengawal tersangka penyelundup narkoba saat konferensi pers di Mabes Polri, setelah petugas berhasil mengamankan 2,5 ton sabu dari jaringan Timur Tengah, Malaysia, dan Indonesia, di Mabes Polri, 28 April 2021. (Antara Foto/M Risyal Hidayat/via REUTERS)

 

Petugas Kepolisian Indonesia mengawal tersangka penyelundup narkoba saat konferensi pers di Mabes Polri, setelah petugas berhasil mengamankan 2,5 ton sabu dari jaringan Timur Tengah, Malaysia, dan Indonesia, di Mabes Polri, 28 April 2021. (Antara Foto/M Risyal Hidayat/via REUTERS)

Sigit menambahkan belasan tersangka tersebut memiliki peran yang berbeda. Tujuh orang berperan sebagai jaringan pengendali, yakni S, AAM, KNK, AW, HG, A, dan MI. Sedangkan delapan orang sebagai kurir dengan inisial M, MN, FR, MD, B, UI, R, dan AMF. Dan tiga orang sebagai jaringan pemesan OL, AL, dan SL.

Ironisnya sebagian dari pengendali jaringan ini merupakan terpidana di lapas dengan hukuman di atas 10 tahun penjara dan hukuman mati.

“Tersangka KNK, AW, HG, A, MI, dan AL merupakan terpidana di lapas dengan hukuman diatas 10 tahun dan hukuman mati. Namun mereka masih bisa menjadi pengendali jaringan narkotika internasional,” tambah Sigit.

Kerjasama Kemenkeu, BNN dan Kemenhukum

Sigit menuturkan pengungkapan kasus ini merupakan kerjasama polisi dengan sejumlah pihak antara lain Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, Badan Narkotika Nasional, dan Dirjen Lapas Kementerian Hukum.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) jo subsidiar Pasal 115 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009.

Polisi mengatur barang bukti narkoba saat berlangsungnya konferensi pers di Mabes Polri, setelah petugas berhasil mengamankan 2,5 ton sabu dari jaringan Timur Tengah, Malaysia, dan Indonesia, di Jakarta, 28 April 2021. (Antara Foto / M Risyal Hidayat / via REUTERS)

 

Polisi mengatur barang bukti narkoba saat berlangsungnya konferensi pers di Mabes Polri, setelah petugas berhasil mengamankan 2,5 ton sabu dari jaringan Timur Tengah, Malaysia, dan Indonesia, di Jakarta, 28 April 2021. (Antara Foto / M Risyal Hidayat / via REUTERS)

Menteri Keuangan SRI Mulyani mengapresiasi kerjasama yang dilakukan kepolisian dengan Dirjen Bea Cukai dalam mencegah peredaran narkoba atau barang ilegal. Menurutnya, sepanjang Januari hingga April 2021 setidaknya terdapat 422 kasus upaya penyelundupan narkoba ke dalam negeri.

“Ini baru sampai April. Kalau kita lihat di dalam tahun-tahun terakhir kenaikan jumlah kasus maupun jumlah narkotikanya juga semakin meningkat,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani berharap kerjasama kementeriannya dengan kepolisian dapat terus berlanjut dalam mencegah penyelundupan narkoba dan melindungi masyarakat dari bahaya narkoba. [sm/em]

Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan baku tembak itu terjadi di sekitar Markas Lumawi, Kampung Makki, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua, sekitar pukul 08.00 WIT, Selasa (27/4). Baku tembak itu melibatkan Satgas gabungan TNI-Polri dengan KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

“Akibat kejadian tersebut, tiga personel Brimob terkena tembakan,” kata Kamal dalam keterangan tertulisnya.

Kamal menjelaskan, tiga personel brimob yang terkena tembakan yakni Ipda Anton Tonapa, dan Bripka M. Syaifudin mengalami luka tembak, sedangkan Bharada Komang gugur dalam kejadian itu. Kemudian, tiga personel itu pada pukul 14.21 WIT dievakuasi dari Bandara Aminggaru, Ilaga, menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan helikopter milik Polri.

“Jenazah Bharada Komang saat ini disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika. Sementara untuk dua korban lainnya dalam keadaan sadar dan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Mimika,” jelasnya.

Saat ini Satgas gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap KKB pimpinan Lekagak Telenggen tersebut.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kol CZI IGN Suristiawa, menuturkan aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan tindakan tegas kepada KKB.

“TNI-Polri tidak akan gentar menghadapi KKB meskipun nyawa taruhannya. Ini menjadi wujud pengabdian yang tidak main-main dari prajurit TNI-Polri terhadap saudara-saudara kita di Papua,” ucapnya kepada VOA.

TPNPB-OPM Mengaku Bertanggung Jawab

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengatakan baku tembak yang membuat satu anggota brimob gugur memang dilakukan pihaknya di bawah komando Lekagak Telenggen. Baku tembak antara pihaknya dengan Satgas TNI-Polri telah berlangsung sejak Senin (26/4) malam hingga (27/4).

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom (kanan). (Courtesy- TPNPB-OPM)

 

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom (kanan). (Courtesy- TPNPB-OPM)

“Kami bertanggung jawab atas serangan di Ilaga pada tanggal 26 dan 27 April 2021,” kata Sebby kepada VOA.

Lanjut Sebby, pada hari yang sama baku tembak juga terjadi di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua. Namun, dia belum bisa memastikan apakah ada korban dalam baku tembak yang terjadi di Distrik Gome.

“Di Distrik Gome juga anggota baku tembak dengan aparat TNI-Polri mulai dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIT. Kami akan laporkan setelah cek di Distrik Gome,” pungkasnya.

Selang 2 Hari Setelah Ditembaknya Kabinda Papua

Insiden ini hanya berselang dua hari dari kontak tembak di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yang menewaskan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Puti Danny Karya Nugraha pada hari Minggu (25/4).

Presiden Joko Widodo hari Senin (26/4) telah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh anggota kelompok bersenjata itu. Sementara Badan Intelijen Negara kini melabeli kelompok separatis bersenjata di Papua itu sebagai kelompok teroris. [aa/em]

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai penggunaan kekuatan penuh dalam menumpas kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan menyampingkan HAM di Papua adalah tindakan keliru.

“Apalagi kalau mendengar arahan dari Ketua MPR yang mengatakan bahwa tumpas habis urusan HAM belakangan. Saya kira cara itu keliru, HAM itu perintah konstitusi. HAM itu memiliki landasan konstitusional bahkan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila sila pertama, dan kedua, itu menegaskan pentingnya soal perlindungan HAM,” kata Usman kepada VOA, Senin (26/4).

Menurut Usman, melakukan pendekatan keamanan tanpa memperhatikan HAM bukan sebuah cara efektif dalam menyelesaikan konflik yang ada di Papua. Pemerintah diminta untuk menggunakan cara dialog dan penyelesaian hukum dengan memperhatikan HAM serta mengevaluasi seluruh pendekatan keamanan maupun pengerahan pasukan di Papua.

“Seperti pemerintah yang pernah lakukan dalam pengalaman di Aceh. Maka kekerasan itu akan berhenti, setidak-tidaknya berkurang jauh,” ujar Usman.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Foto: VOA/Anugrah Andriansyah)

 

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Foto: VOA/Anugrah Andriansyah)

Bukan tanpa alasan, menggunakan kekuatan penuh dan menyampingkan HAM dalam menumpas KKB juga akan mengancam keselamatan masyarakat yang ada di Papua. Pendekatan-pendekatan yang dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan konflik dan kekerasan di Papua harus melihat perspektif HAM.

“Termasuk dalam konteks rencana untuk melabeli Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai kelompok teroris. Saya kira kebijakan tersebut hanya akan mendorong eskalasi konflik, karena rencana itu harus dibatalkan sebab tidak sesuai dengan prinsip-prinsip negara hukum,” ucap Usman.

Usman juga menjelaskan faktor penyebab konflik dan kekerasan di Papua tak pernah berhenti. Salah satu penyebabnya lantaran kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Papua tak pernah diselidiki secara tuntas.

“Kalau pun ada penyelidikan biasanya hanya diselesaikan sebatas mekanisme yang tertutup atau internal. Apalagi kalau ada keterlibatan aparat,” jelasnya.

Pemerintah pun didesak untuk menyelesaikan seluruh kasus-kasus kekerasan yang pernah terjadi di Papua. Salah satunya, dengan melaksanakan mandat konstitusi, dan otonomi khusus, yang mewajibkan negara untuk membentuk tiga lembaga penting dalam bidang HAM. Misalnya, Komisi HAM, Pengadilan HAM, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di Papua.

“Untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM dan akar-akar penyebabnya,” ujar Usman.

Amnesty International Indonesia Kutuk Pembunuhan Kepala BIN Papua

Tak lupa Amnesty International Indonesia juga mengutuk pembunuhan yang terjadi di luar hukum terhadap Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua, Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha.

“Kami mendesak negara untuk memastikan para pelakunya dapat ditemukan dan diadili. Kejadian ini harus yang terakhir tidak boleh dijadikan pembenaran untuk malah menambah masalah, dan memperluas pendekatan keamanan yang mengesampingkan HAM,” pungkas Usman.

Ketua MPR Minta Aparat Turunkan Kekuatan Penuh

Dikutip dari laman resmi MPR RI. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, meminta aparat TNI, Polri dan BIN menurunkan kekuatan penuh yang dimiliki untuk melakukan tindakan tegas terukur terhadap KKB di Papua. Menurutnya, tak ada lagi toleransi terhadap KKB untuk melakukan aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat serta mengakibatkan korban jiwa.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Courtesy: MPR.go.id)

 

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Courtesy: MPR.go.id)

“Saya meminta pemerintah dan aparat keamanan tidak ragu dan segera turunkan kekuatan penuh menumpas KKB di Papua yang kembali merenggut nyawa. Tumpas habis dulu, urusan HAM kita bicarakan kemudian. Kalau perlu turunkan kekuatan empat matra terbaik yang kita miliki selain Brimob Polri, Gultor Kopassus, Raiders, Bravo dan Denjaka. Kasih waktu satu bulan untuk menumpas mereka,” kata Bamsoet.

BIN : KSB adalah Kelompok Separatis

Sebelumnya, BIN melabeli Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) atau KKB sebagai Kelompok Separatis dan Teroris (KST). Penyebutan itu terbilang baru. Pasalnya, selama ini Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) hanya dilabeli KSB atau KKB. Sebutan KST itu muncul setelah gugurnya Kabinda Papua, Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, Minggu (25/4).

Gugurnya Kabinda Papua itu bermula saat Satuan Tugas (Satgas) BIN bersama Satgas TNI-Polri melakukan patroli menuju Kampung Dambet. Namun, sekitar pukul 15.50 WIT, Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri diadang oleh KST sehingga terjadi aksi saling tembak di sekitar gereja Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Nahas, Kabinda Papua tertembak dan meninggal dunia.

Jenazah Kabinda Papua itu telah dibawa ke Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Senin (26/4). [aa/em]