Korban Diseret Mobil

MALUTPOST.JAILOLO – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalan Desa Tuguaer, Kecamatan Ibu Selatan, Jumat (29/1) sekira pukul 12.30 WIT. Korbannya adalah Ian Tuepo (16) warga Tuguaer yang menggunakan sepeda motor Honda Revo tampak berboncengan dengan Braen Tuepo (10). Informasi yang didapat, keduanya melaju dengan kecepatan tinggi hingga tidak mampu mengendalikan kendaraannya dan terjatuh. Saat bersamaan dari arah berlawan datang mobil Toyota Avanza berwarna hitam yang dikendarai Rocky Lalas (28) warga Desa Togola Wayoli Ibu Selatan.

Mobil dengan nomor polisi DB 1382 MW itu juga melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak mampu mengendalikan kendaraannya karena jarak dengan korban yang terjatuh sudah sangat dekat. Akhirnya mobil tersebut melindas pengendara sepeda motor dan terseret kurang lebih empat meter hingga ke bahu jalan sebelah kiri. “Akibat kecelakaan ini Korban Ian Tuepu meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena menderita luka parah di bagian kepala. Sementara boncengannya Braen Tuepu menderita luka robek di kepala bagian belakang dan patah tulang sebelah kiri. Braen langsung dilarikan di RSUD Jailolo untuk mendapatkan perawatan medis,” kata warga di TKP, Jumat (29/1).

Sementara Kasat Lantas Polres Halbar AKP Ridwan Usman, SH membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini pengendara mobil Rocky Lalas beserta barang bukti satu unit mobil dan satu unit motor sudah kami amankan di Polres,” ucapnya. Bahkan pengendara juga sudah kami mintai keterangan. “Untuk Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga kami belum analisa lebih jauh karena masih butuh dukungan keterangan dari saksi. Mungkin dalam waktu dekat sudah kami dapatkan keterangan saksi,” jelasnya. (met)

MALUTPOST.TERNATE – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan warning kepada masyarakat Maluku Utara (Malut) untuk tetap waspada, mengingat dalam beberapa hari kedepan, cuaca di Malut masih ekstrem. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi begitu juga gelombang di beberapa perairan masih tinggi serta angin yang kencang.

“Jadi harus tetap waspada” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun I Stasiun Babullah Ternate, Setiawan kepada Malut Post, kemarin (28/1). Hasil analisis BMKG curah hujan masih berpotensi terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin di wilayah Maluku Utara seperti Halmahera Utara, Morotai, Ternate, Tidore, Halmahera Timur, dan Halmahera Tengah. Selain curah hujan yang perlu juga diperhatikan adalah ketinggian gelombang. Karena itu para pengguna jasa laut maupun para nelayan tetap berhati-hati. “Untuk tinggi gelombang tiga hari kedepan diprediksi mencapai 2,5 meter di wilayah perairan Morotai, Ternate Batang Dua, Halut dan Kepulauan Sula dan Taliabu. Perlu juga diwaspadai kecepatan angin beberapa hari kedepan,” terangnya.

Menurut Setiawan, curah hujan terjadi disebabkan masa pertumbuhan awan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan adanya angin monsun Asia yang kuat menuju wilayah Maluku Utara dan berpeluang terjadi belokan angin sehingga membentuk awan hujan. “Kami menghimbau kepada masyarakat maupun pengguna jasa laut agar terus mencermati informasi dari kami dan waspadai dampak dari curah hujan serta tinggi gelombang,” imbaunya.

Mewaspadai hal ini di Kota Ternate pelayaran yang menggunakan speed boat di pelabuhan armada semut Mangga Dua dan pelabuhan Dufa-dufa diberlakukan sistem buka tutup. Danpos pelabuhan armada semut Mangga Dua, Supriyanto mengatakan, dengan kondisi curah hujan tinggi, penyeberangan terpaksa dilakukan dengan sistem buka tutup. Bila cuaca baik pelayaran dibuka namun kalau memburuk langsung ditutup. “Kami tak ingin ambil resiko, kalau cuaca buruk apapun alasannya kami tidak izinkan ada pelayaran,” tegasnya.

Senada, M Abdu, Danpos Pelabuhan Dufa Dufa menambahkan, pelabuhan Dua-dufa Jailolo juga diberlakukan sistem buka tutup pelayaran. Kemarin pada pukul 16.00 WIT, pelayanan di tutup karena cuaca yang tidak bersahabat. “Jarak pandang yang terganggu jadi terpaksa kami tutup,” pungkasnya. (mg-03/rul)

MALUTPOST.JAILOLO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Maluku Utara mendistribusikan jatah vaksin Sinovac ke Halmahera Barat, Selasa (26/1). Jumlahnya 1.840 dosis yang ditampung di gudang farmasi Desa Guemadu Kecamatan Jailolo.

Tak seperti biasanya, petugas Dinkes Malut yang mengawal vaksin ke Halbar ini ‘disemprot’ Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Halbar Rosfintje Kalengit dan Kabag Sumda Polres Halbar AKP Paulus Trimaresa karena tidak dikoordinasikan. “Soal vaksin ini kami di Polres Halbar selalu rapatkan dengan Forkopimda terkait teknis pelaksanaannya. Jadi sangat disayangkan kalau saat vaksinnya datang tidak berkoordinasi dengan kami,” tandasnya.

Rosfintje mengatakan, jika Pemprov berkoordinasi maka Pemkab Halbar akan berkoordinasi dengan Forkompinda untuk menjemput vaksin asal China itu hingga dibawa ke tempat penampungan gudang farmasi. “Kalau tanpa koordinasi dan mendadak seperti ini, maka dari pihak kepolisian pun tidak akan datang,” terangnya. Sementara hal yang sama juga disampaikan Kabag Sumda Polres Halbar AKP Paulus Trimaresa. Paulus menyayangkan sikap petugas Dinkes Malut. “Atas instruksi Kapolri setiap jajaran Polda dan polres siap mengawal pendistribusian vaksin virus corona (Covid-19). Tetapi yang ada saat ini kami di polres Halbar justru tidak diikordinasi saat vaksin tiba di Halbar,” tandasnya.

Rosfintje mengatakan setelah diterimanya vaksin ini, dalam waktu dekat akan dikoordinasikan dengan pemda maupun puskesmas terkait kesiapan pelaksanaanya. “Vaksin yang disitribusikan tahap pertama ini untuk 981 tenaga kesehatan (Nakes) termasuk 10 Pejabat Daerah,” ungkapnya.

Jumlah Nakes yang akan divaksin ini terdiri dari tenaga kesehatan di 14 Puskesmas, RSUD, gudang farmasi dan Dinas kesehatan. “Kami sudah siap untuk semua yang bekerja di fasilitas kesehatan baik yang berstatus tenaga kesehatan maupun non kesehatan akan divaksin,” ucapnya. Selan itu, tenaga vaksinator di masing-masing puskesmas juga mulai disiapkan. Untuk Nakes ini teknisnya harus ada SMS Plus atau pemberitahuan dari Peduli Lindungi.

Setelah mendapatkan pemberitahuan barulah mendaftar untuk diperiksa dan divaksin. “Saat ini sudah ada sebagian di puskesmas yang sudah menerima pemberitahuan tersebut,” katanya. (met)

Dua Hari 2 Kali Longsor

MALUT POST – JAILOLO. Warga yang melintas jalur Jailolo-Sidangoli Kecamatan Jailolo Selatan (Jalsel) diminta waspada. Ini menyusul jalur tersebut, tepatnya di Gunung Koma rawan longsor. Minggu (17/1) sekitar pukul 04.30 WIT terjadi longsor besar yang menutup jalur kendaraan Sidangoli-Jailolo.

Tumpukan material ini berhasil dibersihkan tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, TNI/ Polri, Satpol PP Damkar, DLH, Orari dan masyarakat menggunakan peralatan seadanya. Usai dibersihkan, longsor susulan kembali terjadi, Senin (18/1) sekira pukul 06.30 WIT.

Tumpukan material menutup badan jalan di lokasi yang sama sehingga membuat kendaraan Jailolo-sidangoli tidak bisa melintas. “Longsor kemarin lebih para dibandingkan yang lebih parah dibanding yang terjadi, Minggu (17/1). Karena itu, kami kembali menurunkan tim dari BPBD, PUPR, Satpol PP, Damkar dan DLH ke lokasi untuk membersihkan.

“Kali ini pembersihan menggunakan alat berat (excavator), sehingga tepat pukul 17.00 WIT material berhasil dibersihkan,” kata Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Abdullah Ishak kepada Malut Post, Senin (18/1). Karena itu, diimbau kepada warga yang melintasi ruas jalan tersebut agar selalu waspada karena intensitas hujan seperti saat ini rawan terjadi longsor dan banjir saat ini tidak lagi terjadi longsor di titik-titik tertentu.

Sementara di beberapa lokasi di kecamatan Ibu, Loloda dan Jailolo Selatan yang terkena banjir akibat curah hujan beberapa waktu lalu airnya sudah surut. “Harapan kami semoga musibah longsor dan banjir saat ini tidak lagi terjadi di kemudian hari,” harap mantan Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Pemkab Halbar ini. (met)

MALUTPOST.HALBAR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Halmahera Barat (Halbar), Jumat (15/1) hingga Sabtu (16/1) akhir pekan mengakibatkan banjir di Kecamatan Ibu, Loloda dan Jailolo Selatan (Jalsel). Di Ibu, banjir terjadi di Desa Tongute Ternate dengan ketinggian air kurang lebih 1 meter yang menggenangi puluhan rumah warga. “Meski demikian warga tidak mengungsi, karena pada Sabtu sore air sudah mulai surut,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdullah IShak yang dikonfirmasi, Sabtu (16/1).

Sementara di Loloda, Banjir terjadi di Desa Pumadada, Linggua dan Barataku. Di Pumadada Talud jebol sehingga air masuk menggenangi pemukiman. “Takut banjir semakin besar, warga pun mengungsi di daerah ketinggian. Tidak ada korban jiwa, yang ada hanya korban material,” ungkapnya.

Lalu di Desa Barataku dan Ligua, tinggi air mencapai lutut orang dewasa. “Warga sempat keluar dari rumah dan mencari tempat aman,” ucapnya. Selain itu, pagar kantor PLN di di Desa Barataku juga roboh diterjang banjir. Kemudian di Desa Domato Jailolo Selatan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Warga tidak mengungsi karena tak berselang lama, tepatnya Sabtu (16/1) sore air mulai surut.

Selain banjir, juga terjadi longsor di Gunung Koma, Minggu (17/1) sekira 04.30 WIT. Material yang menutup badan jalan tersebut membuat jalur kendaraan Jailolo-Sidangoli lumpuh total hingga pukul 20.15 WIT malam tadi. Pembersihan material ini dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, TNI/ Polri, Satpol PP/ Damkar, DLH, Orari dan Masyarakat. “Pembersihan dilakukan dengan peralatan seadanya. Pada pukul 16.00 WIT, tiba satu mobil pemadam kebakaran milik satpol PP dan Damkar dan menyemprot bekas lumpur di ruas jalan,” ucapnya.

“Tumpukan material ini berhasil dibersihkan sekira pukul 20.00 WIT malam tadi sehingga kendaraan jalur Jailo-Sidangoli juga sudah bisa melintas. Meski demikian, kami meminta pengendara berhati-hati karena permukaan jalannya sangat licin. Karena itu, kendaraan yang melintas di lokasi sekitar longsor ini dipandu petugas di lapangan,” ucapnya, sembari meminta warga yang sering bepergian agar tetap waspada karena cuaca saat ini belum bersahabat. (met)

MALUTPOST-JAILOLO. Mitos setiap penghujung tahun selalu ada korban berjatuhan, baik disebabkan karena kecelakaan atau musibah lainnya kembali terjadi di akhir tahun 2020 ini. Dalam dua hari belakangan, kita dikejutkan dengan kabar terjadinya kecelakaan yang menelan korban jiwa.

Sabtu (26/12) dan Minggu (27/12) akhir pekan kemarin, terjadi dua kali kecelakaan di jalan lintas Trans Halmahera, Kabupaten Halmahera barat (Halbar). Dua nyawa melayang. Kecelakan pertama pada hari sabtu, mobil Bus milik Dinas Perhubungan Provinsi Malut dengan nomor polisi B 2600 XDL terbalik. Mobil yang dikendarai Abdul Latif Usman (34) ini membawa rombongan guru Madrasah Tasanawiyah (MTs) Desa Durian Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep). Mereka berwisata di Pantai Desa Bukubualawa, Kecamatan Jailolo Halbar.

Dalam rombongan guru itu terdapat 20 orang yang terdiri dari 3 orang balita, 5 orang anak-anak dan 12 orang dewasa. Setelah berwisata di pantai Desa Bakubualawa, sekira pukul 14.00 WIT, rombongan hendak kembali ke Sofifi. Saat tiba di jalan ruas jalan umum Desa Domato, Kecamatan Jailolo Selatan, tepatnya di jalan turunan tajam menikung ke kiri, mobil mengalami rem blong. Karena tidak bisa mengerem, mobil akhirnya menabrak beton pembatas jalan tepat di atas jembatan. Mobil pun terbalik.

Dalam kecelakaan naas itu, Defan Alfatah seorang bocah berusia 4 tahun dan Anti Ismail (26), warga Desa Durian meninggal. Tiga lainnya mengalami luka serius. Masing-masing, Hanisa Yunus (49) Jabir Masuku (50) dan Azwiah M Tero (42). Sementara 15 lainnya hanya mengalami luka ringan. “Para korban saat ini masih menjalani perawatan di puskesmas Jailolo Selatan, sementara korban yang meninggal sudah dikembalikan oleh keluarganya untuk dimakamkan,” kata Kasat Lantas Polres Halbar, AKP. Ridwan Usman.

Sehari setelah peristiwa naas itu, Minggu (27/12) kecelakaan yang nyaris sama terjadi. Sebuah mobil Pick Up dengan nomor polisi DG 8304 T, terbalik di balik tanjakan Gunung Manyasal, Desa Bukumatiti, Kecamatan Jailolo. Mobil yang dikendarai Mardewi (28) dan rekannya Ratimin (34) asal Desa Trans Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) ini diduga tak mampu menaiki tanjakan sehingga akhirnya terbalik.

“Mobil ini mengambil barang kiriman dari Manado di pelabuhan Jailolo, setelah itu menuju ke arah selatan Sidangoli dengan tujuan ke Haltim. Dalam mobil itu memuat 12 karung bawang merah, 7 karung bawang putih, 4 karung kacang hijau dan 1 karung ketumbar. Saat tiba di area Gunung Manyasal, mobil tidak mampu menanjak gunung dan langsung terbalik,” terangnya.

“Beruntungnya dalam kecelakaan ini tidak ada korban jiwa. Sopirnya hanya mengalami luka lecet dan rekannya dalam kondisi baik,” pungkasnya.

Selain Jailolo, Halmahera Barat, kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa juga terjadi di ruas jalan Trans Halmahera, Desa Gura, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara. Dalam kecelakaan itu dua remaja putri tewas mengenaskan. Selain jatuh dari motor, keduanya juga dilindas truk dan tewas mengenaskan. Korban masing-masing adalah Definta Sentania (17) warga Desa Gura dan Kristina Wontuwotu (17) warga Desa Gamsugi.

Informasi yang dihimpun Malut Post, peristiwa naas itu terjadi, sekira pukul 17.0 WIT. Awalnya, kedua remaja yang masih berstatus pelajar itu mengendarai sepeda motor jenis beat melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Selatan ke arah Utara. Motor dikendarai Definta sedangkan Kristina berboncengan.

Setibanya di jalan umum Desa Gura tepatnya dekat pasar Buaele, karena berkendara dengan kecepatan tinggi Definta, tak bisa mengendalikan motor yang dibawanya. Keduanya lalu jatuh dan terseret di aspal. Naasnya, saat jatuh ada mobil dump truk yang lewat dari arah berlawanan. Tak sempat mengeram kendaraan, dump truk itu lalu melindas keduanya.

Keduanya pun tewas mengenaskan, pada bagian kepala berlumuran darah segar. “Keduanya mengalami luka dibagian kepala dan tidak sadarkan diri. Bahkan diduga sudah meninggal sebelum dilarikan ke RSUD Tobelo,” kata Kasubag Humas Polres Halut Iptu Mansur Basing, Minggu (27/12) kemarin. Menurutnya, setelah mendapat informasi, Personil Lantas Polres Halut, langsung turun ke lokasi dan melakukan sejumlah tindakan. “Kalau untuk identitas pengemudi dump truk masih dalam lidik,” ujarnya.

Sesuai data Lakalantas dari Polres Halut melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), sepanjang tahun 2020 sudah terjadi 33 kasus kecelakaan. Dari total Lakalantas ini, 32 orang dinyatakan meninggal dan 35 luka-luka. Baik berat maupun ringan.

Untuk jumlah korban lebih banyak dari kasus yang terjadi karena setiap lakalantas memakan korban lebih dari satu orang, baik menggunakan roda dua atau roda empat. Pada kecelakan itu, rata-ratanya hampir semua pengendara tidak menggunakan helm dan diduga dipengaruhi minuman keras. Kemudian, dokumen berkendara juga tidak dilengkapi. Berbagai imbauan telah dilakukan pihak Satlantas, baik secara langsung maupun melalui brosur dan pamflet terkait anjuran berhati-hati dalam berkendaraan. (din/cr-04/rul)

MALUTPOST-JAILOLO. Tim Hukum Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Barat Danny Missy-Imran Lolory (DAMAI) resmi mengajukan laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan tim paslon James Uang-Djufri Muhammad (JUJUR) ke Bawaslu Maluku Utara, Selasa (22/12).

Laporan yang disampaikan itu sudah di lampirkan dengan bukti berupa dokumentasi bagi-bagi uang,serta video dan rekaman percakapan visual. Semua bukti yang diserahkan itu, Tim Hukum DAMAI meyakini akan sampai ke Bawaslu RI, karena bukti pelanggarannya akurat dan nyata. “Laporan dengan nomor : 02/PL/TSM-PB/32.00/XII/2020 itu diterima Irwanto Djurumudi,” ungkap Ketua Tim pemenang Paslon DAMAI Charles Richard kepada wartawan, selasa (22/12).

Ketua DPRD Halbar ini mengatakan laporan pelanggaran pemilu itu disampaikan langsung Tim Hukum Syafrin S Aman, LO DAMAI Hermanto Madjid dan Jubir Ashari Dano Yasin. “Bukti tanda terima laporan dari Bawaslu Malut juga sudah diambi. Prinsipnya, kami tidak diam karena pelanggaran yang dilakukan sangat sistematis dan terstruktur,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap, Bawaslu segera menindaklanjuti laporannya agar ada efek jera bagi pelaku perusak demokrasi. “Saya juga berharap kepada masyarakat jangan terpengaruh dengan isu adu domba. Tugas masyarakat untuk memilih sudah selesai, jad kembalilah menjalankan aktivitas seperti biasa agar keharmonisan dan kekeluargaan yang sudah dibina selama ini bisa terjalin dengan baik,” harapnya. (din/met)

MALUTPOST-JAILOLO. Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) Halmahera Barat kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu, Senin ( 21/12). Aksi ini dilakukan atas bentuk kekecewaan terhadap komisioner Bawaslu yang terkesan tidak profesional dalam menindaklanjuti berbagai laporan pelanggaran Pemilu yang terjadi pada pelaksanaa Pilkada 9 Desember lalu.

“Sebagai lembaga yang hadir untuk mengawasi dan memastikan jalannya pemilukada di daerah ini berjalan aman tanpa gaduh akibat kecurangan, maka Bawaslu harus benar-benar hadir dan ada sebagai Bawaslu Halbar, bukan sebagai Bawaslu milik sekelompok orang atau milik pribadi,” tandas Koordinator Lapangan (Korlap) Sahrir Jasmin dalam orasinya.

Dalam pelaksanaan pilkada, banyak dipenuhi segala macam infromasi buruk Diantaranya, informasi tentang adanya kecurangan pemilu, keberpihakan Bawaslu terhadap pasangan calon tertentu, intimidasi, kekerasan simbolis, sampai pada ancam-mengancam yang melibatkan antar pendukung pasangan calon. “Banyak kasus yang sampai saat ini masih hidup diruang publik dan tumbuh subur dalam pikiran masyarakat. Seperti foto uang dalam kopor,video bagi-bagi uang disertai kartu nama dan masih banyak contoh lainnya. Tapi tidak satupun bisa dijelaskan komisioner Bawaslu halbar,” ungkapnya.

Massa juga menyampaikan, kegaduhan semakin memuncak tatkala munculnya sebuah postingan di sosial media pribadi milik Nikode Mus David yang notabenenya adalah Ketua Komisi II DPRD Halbar. Yang menyebutkan ada bukti visual percakapan salah satu komisioner Bawaslu, dengan seseorang yang akan diputar nanti di sidang MK. “Postingan bernada tuduhan ini harus diseriusi oleh Bawaslu denagn melaporkan ke pihak kepolisian, tidak boleh tidak,” katanya.

Karena itu, massa mengancam jika tuntutan mereka tidak diindahkan, maka akan melaporkan komisioner Bawaslu Provinsi, Bawaslu RI dan SKPP, agar segera mencopot seluruh komisioner Bawaslu. “Kami akan buat laporan ke Bawaslu Provinsi, Bawaslu RI dan DKPP jika tuntutan kami tidak segera ditindaklanjuti,” tegasnya. (din/met)

MALUTPOST-JAILOLO. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Barat menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati James Uang-Djufri Muhammad (JUJUR) peraih suara terbanyak pada rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara, Kamis (17/12).

Penetapan Paslon nomor urut 01 ini nampaknya tidak diterima tim Paslon lain, yang dibuktikan dengan tidak menandatangani berita acara hasil pleno rekapitulasi penghitungan suara. Pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat KPU dengan nomor: 136/ HK.03.1/-KPTS/8201/KPU-Kab/XII/2020 tentang penetapan hasil perolehan suara calon Bupati dan Wakil Bupati 2020. Dari hasil penetapan di tingkat kecamatan dan KPU ini diputuskan Paslon James Uang-Djufri Muhammad (JUJUR) 22.524 suara, paslon Danny Missy Imran Lolori (DAMAI) 21.074 suara, paslon nomor urut 03 Ahmad Zakir Mando-Pdt. Alpinus K.Pay (Zaman-Pay) 12.824 suara dan Paslon nomor urut 04 Denny Pallar-Iksan Husain (DeSain) 10.167 suara”.

“Penghitungan suara Bupati dan Wakil Bupati ini dituangkan dalam form D hasil Kabupaten yang terlampir dalam keputusan yang tidak terpisahkan dalam lampiran keputusan,” ungkap Ketua KPU Miftahudin Yusup saat membacakan dan menetapkan hasil perolehan suara.

Setelah mendengar apa yang dibacakan ketua KPU, saksi Paslon DAMAI Abjan Radja menyampaikan hasil penetapan KPU ini akan digugat ke Mhakmah Konstitudi (MK). Selain itu, tim paslon Zaman-Pay dan Desain juga tidak menerima putusan tersebut. Terpisah ketua tim pemenang paslon DAMAI Charles Richard mengatakan tim paslon DAMAI bukan tidak menerima atau tidak legowo menerima hasil tersebut, tetapi tahapan Pilkada ini belum berakhir dan sesuai bukti yang dikantongi, harus diuji di MK sehingga tim paslon DAMAI harus menggugat hasil pleno terbuka ke MK. Jadi ada lembaga hukum yang bisa menguji soal dugaan pelanggaran pilkada. Makanya kita ke MK, karena MK merupakan lembaga terakhir yang bisa memutuskan sah tidaknya hasil pilkada,”jelasnya, sembari meminta semua pihak tetap sabar menunggu hasil keputusan terakhir dari MK. (din/met)

MALUTPOST-JAILOLO. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemkab Halmahera Barat diduga merahasiakan data Surat Keterangan (Suket) warga enam Desa di Kecamatan Jailolo Timur yang belum meiliki e-KTP. Pasalnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menyurat secara resmi meminta data jumlah suket yang dikeluarkan, tetapi tidak pernah direspon. “Kita sudah menyurat secara resmi ke Disdukcapil untuk meminta data suket enam desa. Selain surat, saya juga mengirim pesan WhatsApp kepada Kadis Dukcapil. Tetapi tidak ada balasan,” tandas Ketua Bawaslu Alwi Ahmad, Kamis (3/12).

Alwi menegaskan data suket sangat penting untuk diketahui, karena melalui data tersebut Bawaslu bisa melakukan pengawasan secara maksimal, karena jangan sampai ada pemilih yang tidak terdaftar atau berada diluar Halbar. “Yang kita khawatirkan adalah jangan sampai ada pemilih siluman. Makanya kita minta data suket untuk diketahui apakah benar pemilih tersebut adalah penduduk Halbar atau tidak,” katanya.

Selain itu, untuk memastikan apakah Disdukcapil benar mengeluarkan suket atau tidak. Kemudian saat penciklitan, ada warga enam desa yang didata atau tidak dan dimasukan dalam DPT atau tidak. “Tapi permintaan kami belum direspon dengan baik oleh pihak Disdukcapil,” pungkasnya. (din/met)