MALUTPOST.SANANA – Seluruh korban puting beliung di Desa Fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Sabtu (16/1) lalu, akan mendapat bantuan perbaikan rumah dari Pemkab Kepulauan Sula (Kepsul). Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana (Kelak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepsul, saat melihat langsung kondisi rumah warga yang rusak, “Tujuan saya ke sini untuk mengetahui secara langsung kerusakan rumah warga sekaligus mempersiapkan membahas rencana kerja perbaikan rumah yang rusak,” katanya kepada warga.

Dia menuturkan distribusi bantuan dilakukan BPBD bersama TNI/ Polri hari ini (22/1). Bantuan yang diberikan berupa material seperti seng, kayu lata, paku dan alat kerja. “Semua material berupa atap seng, kayu lata, paku dan alat kerja sudah siap dan Inasya Allah besok (hari ini) ) kita bawa dan langsung kerja,” kata Hendra.

Ada 13 rumah yang akan diperbaiki. “Target kita lima sampai enam hari perbaikannya selesai,” jelas Hendra. Salah satu warga korban puting beliung Arsad Upara mengapresiasi respons Pemkab yang begitu cepat. “Kami sangat bersyukur. Kami sampaikan banyak terima kasih kepada Pemda termasuk pihak BPBD serta TNI dan Polri yang sudi membantu kami,” tuturnya.

Untuk diketahui musibah ini terjadi sekira pukul 11.00 WIT. angin datang dari arah laut dan langsung menerjang pemukiman. Berdasarkan data dari BPBD Kepsul, total ada 13 rumah warga terdapat musibah ini, satu kios dan satu SMP Satu Atap. Kerugiannya mencapai puluhan juta. (cr-01/onk)

MALUTPOST.SANANA – Angin puting beliung menerjang Desa Fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Kepulauan Sula (Kepsul), Sabtu (16/1) pekan lalu. Musibah ini merusakkan rumah warga dan sarana pendidikan. Informasi yang dihimpun Malut Post, puting beliung menyebabkan empat rumah rusak parah, empat rusak ringan dan satu SMP Satu Atap Fatkauyon Sulabesi Timur juga mengalami kerusakan.

“Peristiwa terjadi sekira pukul 11.00 WIT,” kata Sekdes Fatkauyon Rakib Yoisangaji. Untungnya peristiwa ini tak sampai menimbulkan korban jiwa. Sejumlah warga mengaku angin datang dari arah laut dan langsung menerjang pemukiman. Rumah warga yang rusak antara lain milik Nurdin Drakel, Uli Faayai, dan Rustam Sanaba.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BNPB) Kepsul, total ada 13 rumah warga terdampak musibah ini, satu kios dan satu SMP Satu Atap. “Kami sudah sampaikan di lokasi kejadian. Ada yang rusak ringan, sedang dan berat. Tak ada korban dalam musibah ini,” kata Kepala BPBD Kepsul, Hendra Irawan Umabaihi. “Kita belum rinci kerugiannya, Namun diperkiraan mencapai puluhan juta.” (cr-01/onk)

MALUTPOST.TERNATE – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) akhirnya melengkapi laporan dugaan pelanggaran ode etik oknum anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepsul, Ivan Sulabesi Buamona (ISB), dan telah memasukkannya ke Bawaslu Malut malam tadi. Laporan aduan tersebut diterima Kepala Bagian (Kabag) Hukum Bawaslu Malut Irwanto Djurumudi. Ia menyebutkan, ada dua laporan aduan yang dimasukkan Bawaslu Kepulauan Sula. Tidak hanya terhadap ISB, melainkan juga seluruh komisioner KPU Kepsul

Dia mengatakan, laporan pertama yakni terhadap ISB yang diduga mengarahkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk membiarkan pendamping pemilih disabilitas mencoblos lebih dari satu kali pada hari H pemungutan suara 9 Desember 2020 lalu. Kemudian yang kedua adalah pengaduan terhadap seluruh komisioner KPU Kepsul yang tidak menindaklanjuti rekomendasi PSU yang dikeluarkan Bawaslu untuk TPS 1,2,3,4,5, Desa Mangoli, dan TPS 1 Desa Waitulia Kecamatan Mangoli Tengah terkait pemungutan suara 9 Desember lalu.

“Jadi, ada dua laporan pengaduan dugaan pelanggaran kode etik yang sudah kami terima dari Bawaslu Kepulauan Sula,” ucap Irwanto saat ditemui diruang kerjanya malam tadi. Irwanto yang juga Tim Pemeriksa Daerah (TPD) DKKP wilayah Malut bilang, berkas tersebut selanjutnya akan disampaikan ke Dewan Penghormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI pada 19 Januari pekan depan. “Kita akan segera sampaikan ke DKPP, rencananya tanggal 19 Januari,” tandasnya. (mg-01/jfr)

MALUTPOST-TERNATE. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ternate, kembali menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler gelombang ketiga pada Kamis (3/12) hari ini.

BOS dibayar untuk 102 sekolah di Maluku Utara sebesar Rp 3,21 miliar. Untuk BOS tahap tiga 2020 untuk 9 sekolah sebesar Rp 659 juta, dan 13 November 2020 untuk 2.030 sekolah. “Dana BOS Reguler mulai tahun ini disalurkan hanya tiga tahap dari tahap 1 sampai 3 dengan presentase alokasi sebesar 30 persen, 40 persen, 30 persen dari pagu alokasi,” kata Kepala KPPN Ternate, M. Izma Nur Choironi, dalam rilis yang dikirim ke Malut Post.

Menurutnya, dana BOS tahap 3 gelombang 3 untuk 102 sekolah tersebut, terbagi pada 8 daerah yakni Halut sebesar Rp 1,6 miliar untuk 35 sekolah, Halsel Rp 490 juta untuk 8 sekolah, Taliabu Rp 427 juta untuk 19 sekolah, Sula Rp 383 juta untuk 14 sekolah, Halteng sebesar Rp 323 juta untuk 11 sekolah, Haltim Rp 262 juta untuk 7 sekolah, Halbar sebesar Rp 116 juta untuk 6 sekolah, dan Morotai sebesar Rp 54 juta untuk 2 sekolah.

Peruntukan dana BOS tahap 3 gelombang 3 yang terbesar disalurkan untuk jenjang Sekolah Dasar sebesar Rp 1,56 miliar untuk 65 sekolah. Pada jenjang SMK sebesar Rp 823 juta untuk 13 sekolah, SMP Rp 737 juta untuk 20 sekolah, dan SMA sebesar RP 92 Juta untuk 4 sekolah. “Dananya ditransfer besok (hari ini,red) 3 Desember langsung ke rekening sekolah, melalui bank Maluku-Malut Rp 3,2 miliar untuk 101 sekolah. Sisanya 1 sekolah ditransfer melalui BRI sebesar Rp 8,6 juta,” jelasnya.

Sampai saat ini KPPN telah menyalurkan dana BOS sebesar Rp342,76 miliar. Dana tersebut terbagi dalam BOS reguler tahap 1 sebesar Rp 85,81 miliar, tahap 2 senilai Rp 114,42 miliar, tahap 3 sebesar Rp 84,6 miliar. “Untuk BOS Kinerja sejumlah Rp 11,88 miliar dan BOS Afirmasi berjumlah Rp 49,26 miliar,” pungkas Izma. (tr-02/onk)

MALUTPOST-SANANA. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) bakal panggil Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Kepsul, Julkifli Umasangaji, untuk klarifikasi terkait dugaan keterlibatan politik praktis.

Kordinator Divisi Pengawas Bawaslu Kepsul Risman Buamona dikonfirmasi Malut Post mengakui, pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan keterlibatan yang bersangkutan. “Sudah ada laporan. Nanti Bawaslu akan kaji dulu sebelum dipleno. Jik hasil kajian memenuhi ussur pelanggaran maka yang bersangkutan akan dipanggil untuk klarifikasi,” katanya kemarin (23/11).

Julkifli dilaporkan ke Bawaslu lantaran diduga terlibat membantu kepentingan politik calon Bupati Kepsul, Hendrata Thes. Hal ini terkuak dalam konferensi pers yang disampaikan pemilik Qit Hotel Desa Wai Ipa, Aloan Ipa Minggu (22/11).

Aloan membenarkan jika Julkifli bersama salah satu stafnya datangi kediaman Aloan dan memberi uang senilai Rp22,5 juta. Atas perintah Hendrata. “Itu pasca kampanye di Wai Ipa beberapa waktu lalu . Mereka membawa uang yang dijanjikan Hendrata sebesar Rp22,5 juta. Mereka berikan kepada saya. Tapi saya tidak tahu uang itu apakah biaya tim atau biaya sewa hotel,” ungkap Aloan. Sementara itu Julkifli dikonfirmasi Malut Post membantah pernyataan Aloan tersebut. Menurut Julkifli, dirinya dirinya tidak tahu-menahu terkait dengan pemberian uang kepada Aloan. “Itu tidak benar. Saya tidak tahu apa-apa,” kilahnya. Ditanya apakah dirinya pernah bertemu langsung dengan Aloan, dia tidak direspons. (cr-01/onk)