Prinsip kerja antivirus — Tentunya profis pernah mendengar istilah virus dalam perangkat komputer maupun gawai, kan? Virus yang dimaksud di sini berbeda dengan virus di dunia nyata, ya. Melainkan sebuah program yang sengaja diciptakan untuk mengacaukan, meretas, hingga menghapus data-data yang berada dalam sistem komputerisasi.

Saat ini, ragam merk antivirus sendiri telah menjamur di internet. Berbagai perusahaan teknologi berlomba-lomba menciptakan sebuah antivirus canggih yang bisa diakses penggunanya. Tipenya pun ada yang gratis maupun berbayar. Namun tentunya, antivirus berbayar memiliki sistem proteksi yang lebih canggih dan minim risiko.

Akan tetapi, pernahkah profis penasaran dengan prinsip kerja antivirus itu sendiri? Tentunya rumit. Namun, kami akan menyajikan dengan sesederhana mungkin mengenai bagaimana cara sebuah antivirus bekerja dalam melindungi perangkat profis.

Cara Antivirus Perangkat Bekerja

Pada dasarnya, metode antivirus bekerja adalah dengan pemindaian atau scanning pada setiap aktivitas di dalam perangkat. Seperti ketika ingin membuka dokumen, mengunduh berkas, hingga mengakses sebuah situs. Bilamana antivirus menemukan program yang mencurigakan, maka program tersebut akan diindikasikan sebagai virus. Di sinilah peran antivirus menghapus berkas tersebut dan mencegahnya melakukan duplikasi.

Tak hanya itu, antivirus juga melakukan pengecekan secara rutin pada setiap berkas di penyimpanan perangkat profis. Pengecekan ini bisa dilakukan secara otomatis maupun manual. Namun biasanya, antivirus berbayarlah yang bisa disetel untuk melakukan pengecekan otomatis secara rutin.

Analogi Antivirus Perangkat

Bila dianalogikan, antivirus adalah seorang intelijen kepolisian. Antivirus melakukan pengawasan secara ketat terhadap setiap celah penyimpanan di komputer maupun gawai. Untuk mengidentifikasi setiap program yang aman dan mencurigakan, antivirus bekerja berdasarkan daftar signature atau ciri-ciri virus. Persis seperti ciri-ciri orang, misal tinggi badan, warna kulit dan sebagainya. Kalau virus cirinya berupa rangkaian hexadesimal seperti pada gambar dibawah, maka kotak merah adalah contoh signature virus.

Cara Kerja Pendeteksi Signature Antivirus

Anggaplah daftar signature virus ini seperti DPO (Daftar Pencarian Orang). Artinya, daftar signature tersebut harus rajin-rajin diperbaharui oleh pengembang program antivirus-nya. Setiap ada virus baru yang diketahui signature-nya, maka signature tersebut dimasukkan dalam program antivirus. Hal ini pula yang menjadikan kegiatan memperbarui versi aplikasi antivirus yang terpasang penting.

Seiring berkembangnya teknologi, kejahatan di internet pun semakin beragam. Para pemrogram virus seakan tak kehabisan akal untuk menciptakan virus yang minim terdeteksi antivirus. Signaturesignature baru tersebut disamarkan dengan teknik tertentu, salah satu contohnya teknik heuristic.

Kembali ke analogi, teknik menyamar ini diumpamakan sebagai penjahat yang sedang menyamar. Seperti misalnya, rambut aslinya hitam. Namun memakai wig berwarna pirang. Tujuannya satu, membuat si intelijen (antivirus) kesulitan untuk mengidentifikasi DPO (signature virus-virus baru).

Apakah Penggunaan Antivirus Efektif?

Secara teknis, tak ada satupun antivirus yang bisa memastikan keamanan sistem seratus persen. Terkadang, antivirus itu sendiri bahkan salah menafsirkan program, dimana sebenarnya program tersebut bersih, namun malah diidentifikasi sebagai signature virus.

Penjahat seringkali selangkah lebih maju dari intelijen kepolisian. Tak hanya di dunia nyata, di dunia virus pun demikian. Satu-satunya cara untuk menjauhi perangkat dari serangan virus adalah dengan tidak mengakses dan mengunduh berkas atau situs yang mencurigakan di internet.

Karena internet itu luas, dan kita tak akan pernah tahu ancaman apa yang ada di dalamnya.