Sistem Kota dan Kabupaten adalah tingkatan daerah yang berada satu level di bawah Provinsi. Wilayah yang dipimpin oleh Walikota atau Bupati ini pada dasarnya setingkat, namun kerap dikaitkan dengan tingkat kemajuan wilayahnya. Daerah yang menyandang status “kota” cenderung memiliki kemajuan di berbagai aspek ketimbang “kabupaten”. Namun, pernahkah profis penasaran akan asal muasal pembagian ini?

Secara historis, dwi terminologi untuk daerah tingkat II di Indonesia bermula dari era kolonial Belanda. Jadi, bisa dibilang sistem pembagian ini adalah salah satu warisan dari penjajah yang menduduki negara kita selama tiga setengah abad.

Perbedaan Kota dan Kabupaten Secara Historis

Dulu, Kota (gemeente) dipimpin oleh seorang Walikota (burgemeester) dan didirikan secara langsung oleh Pemerintah Hindia-Belanda di area-area yang memiliki konsentrasi penduduk Eropa/ kulit putih yang tinggi. Karena itu, Walikota dulu biasanya adalah seorang Belanda (bukan pribumi) dan memiliki struktur administrasi pemerintahan sekuler seperti kota-kota umumnya di Eropa.

Lain halnya dengan Kabupaten. Kabupaten dipimpin oleh Bupati, dan terminologi kabupaten sendiri sudah ada sejak masa Sriwijaya di Nusantara. Dulu, kelas wilayah memiliki struktur layaknya sebuah kerajaan mini, dengan posisi Bupati pribumi yang kadang diwariskan turun temurun. Wilayah yang derajatnya satu tingkat di bawah provinsi juga bukan merupakan sistem pemerintahan yang sekuler, dengan adanya penghulu di tiap Kabupaten sebagai anggota pemerintah yang bertindak sebagai pemimpin agama. Di masa pra kemerdekaan, penghulu tidak bekerja untuk otoritas Pemerintah Pusat seperti sekarang (Kemenag), melainkan untuk otoritas lokal seperti Bupati dan berkantor di masjid-masjid besar.

Sebelum Indonesia merdeka, beberapa wilayah memiliki dua pemerintah. Kondisinya, satu wilayah tercakup dalam lingkup sebuah Kota sekaligus Kabupaten.

Seperti contoh, Bandung. Otoritas Gemeente dulu lebih pada administrasi fisik, sementara Kabupaten lebih pada pemimpin sosial-budaya-agama. Tidak jarang, otoritas keduanya saling bersinggungan, karena memang memerintah di wilayah yang sama.

Pasca kemerdekaan, Kota dan Kabupaten statusnya disamaratakan dengan pemisahan wilayah administratif yang lebih jelas. Kini, perbedaan Kota dan Kabupaten ya hanya pada karakteristik fisik urban nya saja. Kota cenderung urbanized, sedangkan kabupaten cenderung suburban dan rural.