MALUT-POST TERNATE Pemenfaat tol laut di kota Tidore kepulauan (Tikep) dinilai tidak maksimal pemanfaatnya. padahal keberadaan tol laut bertujuan untuk menekan disparitas harga antara wilayah. Ini diakui kepala PT pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ternate, Djasman baru-baru ini.

Djasman menjelaskan, Maluku Utara sendiri dilayani dua kapal tol laut yakni kapal logistik nusantara (loknus) 3 Loknus 5. Rute pelayaran Loknus 3, yakni dari surabaya Makassar jailolo Morotai Suarabaya. sedangkan Loknus 6 dimulai dari Surabaya Tidore Maba Buli Weda kemudian balik lagi ke surabaya.

Namun muatan angkut lebih banyak rute Morotai, ketimbang Tikep. Ini karena menurut dia penetapan tol laut di area Tikep tidak tepat sasaran, lantaran minim potensi,. ” yang punya potensi itu di Oba pulau Halmahera. kalau sekarang pelabuhan angkutan Trikora menjadi tidak maksimal, ” ujarnya.

Dia mengaku di Tikep memnag ada barang angkut hasil laut seperti ikan, tapi hanya sedikit. sehingga pemanfaatnya menjadi tidak maksimal. Kata dia, maslah ini sudah dikoordinasikan dengan pihak pemerintah kota (pemkot) Tikep. Bahkan tahun lalu pemkot telah menyampaikan surat ke kementerian perhubungan untuk pindakan rute tol laut dari pelabuhan Trikora Tikep ke Oba. sayangnya belum disetujui sampai sekarang. ” PELNI sebagai operator, tetap menjalankan instruksi pusat untuk melayani rute Tidore. Walaupun barang angkutannya tidak maksimal, ” akunya.

Dia mengaku Malut memiliki potensi angkutan balik yang cukup. Diantaranya potensi hasil bumi salah satunya kopra. Namun potensi itu lebih banyak di Oba bukan di pulau Tidore. karena itu, lebih baik ada rute ke Oba dengan memanfaatkan pelabuhan Gita,” kalau itu dimungkinkan, maka hasil bumi masyarakat Halmahera bisa diangkut melalui tol laut dengan biaya yang lebih murah. kan tujuan pemerintah menyediakan tol laut untuk mengurangi terisolasi masyarakt dan menekan biaya angkutan antara pulau, ” sambungan

Untuk saat ini lanjut dia, potensi angkutan muatan balik seperti hasil bumi da laut, tertinggi tinggi di Morotai, Jailolo, Weda dan Galela. Setiap tahun rata-rata 120 kontainer. kendati begitu, dia mengaku untuk tahun ini menurun karena lagi menunggu massa produksi kayu. ” kopra tetap dominan, 50 persen dari total muatan, ” katanya sembari menyampaikan, biaya angkut perkontainer dipatok RP 5,1 juta. (mg-01/udy)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan telah memperoleh gambar atau citra yang terkonfirmasi merupakan bagian KRI Nanggala 402. Bagian kapal selam tersebut antara lain bagian kemudi, jangkar, dan baju keselamatan awak. Menurutnya, berdasarkan bukti-bukti tersebut maka dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala 402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menunjukkan beberapa temuan yang diduga berasal dari KRI Nanggala 402, tetapi menggarisbawahi bahwa operasi pencarian akan tetap dilanjutkan. (Foto: Courtesy/TNI AL)

 

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menunjukkan beberapa temuan yang diduga berasal dari KRI Nanggala 402, tetapi menggarisbawahi bahwa operasi pencarian akan tetap dilanjutkan. (Foto: Courtesy/TNI AL)

“Atas nama prajurit dan keluarga besar TNI, selaku Panglima TNI saya sampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur,” jelas Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers, Minggu (25/4).

Ia akan memberikan penghargaan kepada prajurit yang meninggal berupa kenaikan pangkat yang nantinya akan diajukan kepada presiden.

Terpecah Jadi Tiga Bagian

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menambahkan KRI Nanggala yang tenggelam terbelah menjadi tiga bagian. Hal tersebut berdasarkan hasil deteksi citra bawah air yang dilakukan kapal selam MV Swift Rescue milik Singapura.

Personel militer menayangkan video yang diyakini sebagai kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402 yang tenggelam saat jumpa pers di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, 25 April 2021. (Foto: Antara/Fikri Yusuf via REUTERS)

 

Personel militer menayangkan video yang diyakini sebagai kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402 yang tenggelam saat jumpa pers di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, 25 April 2021. (Foto: Antara/Fikri Yusuf via REUTERS)

Menurutnya, pihaknya akan berupaya mengangkat KRI Nanggala 402 dari kedalaman sekitar 830 meter. Sejumlah rekan TNI AL di luar negeri juga sudah menawarkan bantuan untuk melakukan evakuasi ini.

“Namun demikian, ini perlu keputusan pemerintah. Saya akan mengajukan ke Panglima TNI dan secara berjenjang ke atas. Kalau sudah ada keputusan akan kami angkat kapal itu,” jelas Yudo.

Ia menambahkan evakuasi KRI Nanggala 402 nantinya akan dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur. TNI AL juga akan melakukan investigasi terkait tenggelamnya KRI Nanggala 402. Hasil investigasi ini diharapkan dapat mencegah kemudian serupa terulang di masa mendatang. Sebab TNI AL masih memiliki kapal selam yang sejenis dengan KRI Nanggala 402.

Bukan “Human Error”

Kendati demikian, Yudo meyakinkan peristiwa ini bukan dikarenakan karena kesalahan manusia. Ia beralasan kelistrikan kapal masih baik saat menyelam ke dalam air. Selain itu, ia menyampaikan KRI Nanggala 402 memiliki kapasitas 57 orang. Dengan demikian, tidak menjadi persoalan jika dinaiki 53 personel. [sm/em]

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Achmad Riad mengatakan pencarian KRI Nanggala-402 dipusatkan di wilayah ditemukannya tumpahan minyak dan benda bermagnet tinggi. Tempat tersebut berjarak sekitar 40 kilometer dari Celukan Bawang, Bali. Menurutnya, sejumlah peralatan telah digunakan untuk melakukan pemantauan di wilayah tersebut.“Sudah mulai terdeteksi di daerah tersebut sehingga sedang dilakukan pemantauan di wilayah tersebut dengan memanfaatkan peralatan yang ada, dari polisi dan KRI Rigel,” jelas Achmad Riad kepada wartawan di Bali (23/4).

Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad memberi keterangan pers mengenai operasi pencarian KRI Nanggala di Pangkalan Ngurah Rai, Bali, Kamis, 22 April 2021. (Foto: Kementerian Pertahanan)

 

Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad memberi keterangan pers mengenai operasi pencarian KRI Nanggala di Pangkalan Ngurah Rai, Bali, Kamis, 22 April 2021. (Foto: Kementerian Pertahanan)

Achmad Riad menambahkan TNI Angkatan Laut juga sedang menunggu kedatangan KRI Rigel-933 yang memiliki kemampuan sonar bawah laut untuk memastikan keberadaan KRI Nanggala-402. Total sudah ada 21 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang sudah dikerahkan TNI untuk mencari KRI Nanggala-402.

NSC dan Pentagon Sampaikan Kesiapan Bantu Operasi Pencarian

Riad menjelaskan kapal dari sejumlah negara sahabat juga telah memberikan bantuan untuk pencarian kapal. Antara lain kapal bantuan MV Swift Rescue (Singapura), MV Mega Bhakti (Malaysia), HMAS Ballarat dan HMAS Sirius (Australia) serta SCI Sabarmati (India).

Para tentara Angkatan Laut Singapura menaiki Kapal Swift Rescue di Singapura untuk memulai operasi penyelamatan kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, Rabu, 21 April 2021. (Foto: Ng Eng Hen/Facebook via Reuters)

 

Para tentara Angkatan Laut Singapura menaiki Kapal Swift Rescue di Singapura untuk memulai operasi penyelamatan kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, Rabu, 21 April 2021. (Foto: Ng Eng Hen/Facebook via Reuters)

“Tim dari Poseidon dari Amerika Serikat yang akan bertindak sebagai operator mudah-mudahan bisa datang malam atau dini hari, akan membantu proses pencarian,” tambah Achmad Riad.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) Amerika Emily Horne mengatakan Penasehat NSC Jake Sullivan telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Kamis (22/4). Sullivan menyampaikan keprihatinan atas kapal selam Indonesia yang hilang kontak di perairan sebelah utara Bali.

“Amerika Serikat akan melakukan segala yang mungkin untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan yang dilakukan Indonesia,” tutur Jake Sullivan seperti disampaikan Emily.

Pernyataan simpati yang kurang lebih sama disampaikan Juru Bicara Pentagon John Kirby.

“Atas permintaan pemerintah Indonesia, kami mengirim pesawat untuk membantu operasi pencarian kapal selam yang hilang itu. Menteri Pertahanan Llyod Austin dijadwalkan berbicara dengan mitranya, Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto besok pagi (24/4) untuk menyampaikan simpati kami dan membahas bantuan apa lagi yang dapat diberikan Amerika,” ujarnya.

Amerika telah mengirim satu pesawat Poseidon P8A dengan sistem sensor canggih yang dapat mendeteksi gerakan statis dan pasif aktif di bawah permukaan air.

Pesawat P-8 Poseidon Angkatan Laut AS, lepas landas di Bandara Perth. Pesawat ini ikut serta dalam pencarian Malaysia Airlines Flight 370. (Foto: Wikipedia)

 

Pesawat P-8 Poseidon Angkatan Laut AS, lepas landas di Bandara Perth. Pesawat ini ikut serta dalam pencarian Malaysia Airlines Flight 370. (Foto: Wikipedia)

Kadispenal : Pencarian Butuh Waktu

Sementara Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Julius Widjono mengatakan belum ada kendala teknis dalam pencarian KRI Nanggala-402. Namun, ia mengatakan pencarian tersebut masih membutuhkan waktu.

“Untuk kesulitan teknis dalam hal ini menemukan titik kapal selam belum ada. Semua peralatan sudah dikerahkan termasuk bantuan dari Polri, Basarnas, dan unsur lainnya,” jelas Julius Widjono.

Oksigen di KRI Nanggala-402 Diperkirakan Habis Sabtu Dini Hari

Kemarin (22/4) Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono menjelaskan cadangan oksigen KRI Nanggala-402 mampu bertahan untuk tiga hari ke depan atau Sabtu (24/4) dini hari. TNI berharap kapal selam yang hilang kontak tersebut dapat ditemukan sebelum oksigen tersebut habis dan para kru dapat diselamatkan.

Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan Jerman dilaporkan hilang kontak saat melakukan latihan torpedo di perairan sebelah utara pulau Bali pada Rabu (21/4/2021) pagi. Kapal ini membawa 53 awak yang terdiri dari 49 anak buah kapal, satu komandan dan tiga orang arsenal. [sm/em]

KRI Nanggala-402 buatan Jerman yang hilang kontak di perairan sebelah utara pulau Bali belum diketahui keberadaannya hingga Kamis (22/4/2021) sore. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan TNI Angkatan Laut masih berupaya melakukan pencarian dibantu instansi pemerintah lainnya, termasuk kepolisian, Basarnas, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).“Termasuk bantuan datang dari Singapura, Malaysia dan Australia. Kita semua berharap upaya pencarian akan membuahkan hasil,” jelas Hadi Tjahjanto di Bali, Kamis (22/4).

Hadi Tjahjanto berharap semua kru personel KRI Nanggala dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/1/2021). (Foto: screenshot)

 

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/1/2021). (Foto: screenshot)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono menambahkan cadangan oksigen KRI Nanggala-402 mampu bertahan untuk tiga hari ke depan. Kata dia, TNI juga menemukan sebuah benda dengan kemagnetan tinggi di kedalaman sekitar 50-100 meter yang akan diobservasi menggunakan kapal TNI AL lainnya.

“Sehingga kalau kemarin hilang kontak jam 3, bisa nanti Sabtu jam 3. Mudah-mudahan ini segera dapat ditemukan,” jelas Yudo Margono.

Yudo menambahkan kondisi kapal selam siap digunakan dan tempur karena itu digunakan untuk latihan. Selain itu, cuaca saat latihan juga cukup baik. Sementara terkait tumpahan minyak, Yudo menduga ada dua kemungkinan yakni tangki kapal bocor atau personel KRI Nanggala membuang bahan bakar agar tetap mengapung.

Menhan: Pemerintah Akan Modernisasi Alutsista TNI

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan memperbarui Alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kendati demikian, ia menuturkan modernisasi Alutsista tersebut membutuhkan biaya yang mahal.

Selain itu, kata Prabowo, presiden telah menginstruksikan kementerian bersama pimpinan TNI untuk menyusun rencana pertahanan untuk 25 tahun ke depan. Menurutnya, rencana ini akan diselesaikan dalam beberapa pekan ke depan untuk disampaikan ke presiden.

“Tapi intinya kita akan investasi lebih besar tanpa mempengaruhi usaha pembangunan kesejahteraan, kita sedang merumuskan pengelolaan pengadaan alutsista lebih tertib dan efisien,” jelas Prabowo.

Prabowo menambahkan pemerintah akan menambah tiga kapal selam baru dari Korea Selatan. Modernisasi Alutsista juga akan dilakukan di dua matra lainnya yaitu TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto (kiri) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan), dalam konferensi pers mengenai kapal selam angkatan laut yang hilang di Bali, Kamis, 22 April 2021. (Foto AP / Firdia Lisnawati)

 

Panglima TNI Hadi Tjahjanto (kiri) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan), dalam konferensi pers mengenai kapal selam angkatan laut yang hilang di Bali, Kamis, 22 April 2021. (Foto AP / Firdia Lisnawati)

Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan Jerman dilaporkan hilang kontak saat melakukan latihan torpedo di perairan sebelah utara pulau Bali pada Rabu (21/4/2021) pagi. Kapal ini membawa 53 awak yang terdiri dari 49 anak buah kapal, satu komandan dan tiga orang arsenal.

Menurut website sekretariat kabinet Indonesia, KRI Nanggala-402 yang berbobot 1.395 ton dibangun di Jerman pada tahun 1978. Kapal itu menjalani perbaikan selama dua tahun di Korea Selatan yang tuntas pada tahun 2012. [sm/ab]

MALUT-POST TIDORE Cuaca ekstrim yang melanda kota tidore kepulauan selama beberapa hari belakang, disikap dinas perhubungan. dalam hal ini, dinas perhubungan mengeluarkan imbauan tegas kepda para motoris speedboat dan kapal kayu hingga nelayan agar lebih meningkatkan tingkat kewaspadaan wilayah di indonesia, termasuk kota tikep sedang dilanda badai siklon tropis surigea.

Kpelala dinas perhubungan, Daud Muhammad pada jumat(16/4), menghimbau seluruh motoris yang hendak melakukan pelayaran rute penyebrangan laut agar selalu mengikut peringatan dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG). Daud juga juga mengingatkan para nelayan yng hendak melakukan aktifitas supaya berhati-hati.

“Kami harapan imbauan BMKG ini dapat dipatuhi, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginakan,” harapnya. Selain itu, ia juga meminta seluru motoris speddboat dan kapal kayu tradisional supaya penyediakan alat kelengkapanya keselamatan penumpang.

Salah satunya life jacket dan alat pertolongan lainya, guna mengantisipasi kecelakaan lautyang sewaktu-waktu bisa saja terjadi. lebih lanjut, ia juga mengingatkan ke seluruh armada di laut supaya memperhatikan kepastian penumpang. dengan tegas, ia meminta agar para motoris ketika mengangkut penumpang, disesuaikan dngan kapasitas armada.

“Petugas kami selalu memantau dan memeriksa dilapangan. jika ada yang badel akan disanksi. kami meminta penumpang supaya tidak segan-segan menegur motoris kalau ada yang tidak menyediakan alat keselamatan atau melebihi kapasitas,” tandasnya. (aby/aji)

MALUTPOST.TERNATE – Menindaklanjuti prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kelas I stasiun Babullah Kota Ternate, yang dikeluarkan pada tanggal 14 hingga 15 April Tahun 2021 menyangkut dengan tinggi gelombang dan kecepatan angin. Maka KSOP kelas II Ternate mengeluarkan surat pemberitahuan terkait dengan cuaca ekstrem kepada pimpinan perusahaan pelayaran, nahkoda kapal, pemilik kapal lokal, dan para Danpos KSOP kelas II Ternate serta masyarakat pengguna jasa laut.

Hal ini disampaikan oleh kepala seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP kelas II Ternate Miraza A. Polpoke. Menurutnya, perlu diperhatikan yakni pola angin di Indonesia bagian Utara.

Kata dia, pada umumnya bergerak dari arah Selatan hingga Barat. Dengan kecepatan dari 5 sampai 25 knot. Serta tinggi gelombang dengan kategori rendah yakni 0,5 hingga 1,25 berpeluang terjadi di Ternate Sidangoli, Ternate Tidore, dan tinggi gelombang 1,25 sampai 2,5 meter atau kategori sedang pada perairan Ternate, Makian, Bacan, Moti

MALUTPOST.TERNATE – Curah hujan dan kecepatan angin, berdampak pada penyeberangan speed di dua pelabuhan ditutup. Dua pelabuhan itu yakni, pelabuhan armada semut Mangga Dua Ternate tujuan Sofifi, dan Dufa Dufa tujuan Jailolo.

Kondisi cuaca ekstrem ini adalah dampak dari bibit siklon tropis 94 W. Bahkan sudah ada warning dari BMKG untuk di wilayah Maluku Utara pada beberapa hari kedepan, mulai dari 13 April hingga 22 April mendatang. Peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG yang harus di waspadai yakni, tinggi gelombang, curah hujan dan kecepatan angin.

Danpos pelabuhan armada semut Mangga Dua Supriyanto mengatakan, kecepatan angin dan curah hujan yang tinggi membuat penyeberangna speed boat tujuan Ternate ke Sofifi terpaksa dipending.

“Aktivitas terpaksa dihentikan pada pukul 14.00 WIT. Jalur sementara ditutup, sambil menunggu cuaca membaik,” ucapnya.

Sementara, M.Abduh, Danpos pelabuhan Dufa Dufa menambahkan, penyebrangan Dufa Dufa ke Jailolo juga dipending akibat dari kondisi cuaca yang buruk. Penyebrangan dihentikan pada pukul 11.30 WIT.

“Dengan cuaca yang tidak bersahabat maka penyebrangan akan dibuka pada besok hari (Hari ini),” singkatnya.

Sebelumnya, BAdan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kelas 1 stasiun Babullah Kota Ternate mengeluarkan warning menyangkut dengan cuaca ekstrem.

Korsinator Djoko Sumardiono BMKG Malut mengatakan, bibit siklon tropis (94 W) terpantau di sebelah pasifik sebelah Utara Papua, dengan jarak (6.6 derajat LU dan 140.6 derajat BT). Diperkirakan terjadi hujan lebat, disertai petir dan angin kencang serta tinggi gelombang di wilayah Maluku Utara. “Kondisi cuaca tersebut dari tanggal 13 hingga 22 April Tahun 2021,” sebutnya.

Kata Djoko, wilayah yang terdampak curah hujan sedang hingga lebat meliputi Ternate, Tidore, Halmahera Barat, dan Halmahera Timur dan Utar. Sedangkan untuk tinggi gelombang diprediksi dari 1,25 hingga 6 meter, berpeluang terjadi di Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, dan Halmahera Utara. Serta kecepatan angin juga mencapai 40 km hingga 60km/jam.

“Perlu diwaspadai dampak yang ditimbulkan, yakni banjir bandang, pohon tumbang dan tinggi gelombang, terangnya.

Menanggapi hal tersebut, wakil ketua komisi III DPRD H Fahri Bachdar mengatakan, BPBD harus secepatnya merespons menyangkut dengan ancaman bibit siklon tropis yang salah satu wilayahnya yakni Kota Ternate.

DPRD juga berharap warga yang bermukim di daerah rawan longsor maupun banjir dan abrasi, agar waspada terhadap peringatan yang dikeluarkan oleh BMKG. “BPBD harus aktif monitoring kawasan yang rawan terjadinya ancaman tersebut,” desaknya.

Sementara, kepala BAdan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate M. Arif Gani menyatakan, ketika mendapatkan informasi dari BMKG, pihaknya tetap siaga menyangkut dengan ancaman bibit siklon tropis 94W. BPBD akan menindaklanjuti dengan menyurati ke Kecamatan yang tersebar di Kota Ternate, mulai dari Batang Dua, Kecamatan Ternate Barat, Tengah, Utara, Selatan dan Pulau.

“Kami selalu siaga 24 jam, terkait dengan ancaman bibit siklon tropis di wilayah Kota Ternate,” tandasnya. (tr-03/yun)

MALUTPOST.TERNATE- Badan Meteorilogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kelas 1 stasiun Babullah Kota Ternate, menganalisis cuaca di Maluku Utara untuk tiga hari kedepan. Menurut bada yang memprediksi iklim dan cuaca ini, yang harus diwaspadai selama tiga hari kedepan, yakni curah hujan dan tinggi gelombang.

Hal ini disampaikan oleh kepala seksi Data dan Informasi BMKG Setiawan. Menurutnya, wilayah yang berpotensi terjadinya hujan lebat meliputi Ternate, Tidore, Halmahera Barat, dan Halmahera Selatan. Curah hujan tinggi disebabkan oleh suhu laut di maluku utara terjadi anomali positif, menjadikan kecendurungan peningkatan kelembaban. Sehingga mempengaruhi pembentukan uap air di Wilayah Maluku Utara. Selain itu, diperkirakan terjadi belokan angin di wilayah utara dan selatan Maluku Utara. Ini karena adanya tarikan angin , sebab terdapat pusat tekanan rendah di Samudera Pasifik.

“Sehingga membentuk pertemuan 2 massa udara (Konvergensi). Hal ini memicu wilayah tersebut potensi terbentuk awan konvektif yang menghasilkan huja lebat disertai guntur dan angin kencang. Diprediksi pada pagi, siang, malam atau dini hari,” ungkapnya. Kata Setiawan, yang perlu diwaspadain yakni angin disebabkan adanya potensi siklon di lautan pasifik, sehingga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan Halmahera Utara dan Morotai.

“Diprediksi dari 1,25 hingga 3 meter. Dampak dari curah hujan dan tinggi gelombang yang harus diwaspadai bagi masyarakat dan pengguna jasa laut,” tandasnya. (tr-03/yun)

MALUTPOST. DARUBA – Otoritas pelabuhan Daruba, Jumat (5/3) siang kemarin, menutup sementara aktivitas speedboat untuk penyeberangan laut Morotai-Tobelo, menyusul cuaca memburuk. Idham A. Basir, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Daruba, kepada Malut Post mengatakan, pihaknya terpaksa mengambil kebijakan dengan menutup sementara aktivitas penyeberangan laut, karena cuaca tidak mendukung.

“Penutupan sementara penyeberangan speedboat dilakukan pada Jumat siang pukul 14.00 Wit. Hal ini dilakukan karena kami tidak mau ambil resiko terkait keselamatan warga yang akan menyeberang ke Tobelo dengan menggunakan speedboat,” terang Idham.

Idham mengaku, Jumat pagi sekitar pukul 07.00 Wit hingga pukul 10.00 Wit, cuaca masih baik, dimana aktivitas speedboat berjalan normal. Namun mulai diatas jam 10.00 Wit, cuaca memburuk. “Kita juga berpegangan pada informasi prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebut, jika gelombang laut di perairan Morotai-Tobelo bisa mencapai 3 meter, alasan inilah kita kemudian mengambil kebijakan dengan menutup sementara aktivitas penyelengaraan laut khusus untuk speedboat,” kata Idham.

Untuk lama penutupan itu, lanjut Idham, tergantung kondisi cuaca. “Jika cuaca membaik dalam beberapa waktu kedepan, kita akan kembali izinkan pelayaran speedboat dari Morotai ke Tobelo. Untuk itu kami berharap, warga yang ingin bepergian dengan menggunakan speedboat supaya menahan diri dan sabar menunggu cuaca normal kembali, ini demi keselamatan bersama,” tutup Idham. (tr04/lid)

MALUTPOST.LABUHA – Mayat tanpa identitas Jumat (29/1) pagi kemarin, ditemukan mengapung dipesisir pantai Pulau Makian, tepat didepan desa Rabutdaiyo. Dikatakan tidak memiliki identitas dan jenis kelamin sebab saat ditemukan kondisi mayat tidak lagi utuh. Menurut warga Rabutdaiyo, sebagian besar tubuh mayat yang kelihatan hanya tengkorak, sementara beberapa bagian tubuh masih terdapat daging manusia. “Kondisi mayat tidak lagi utuh, yang terlihat sebagian besar tengkorak, itu kenapa identitas dan jenis kelamin kita tidak tahu,” tutur warga Rabutdaiyo.

Kapolsek Pulau Makian, IPDA Sukraen H Nadar, dikonfirmasi membenarkan temuan mayat tersebut. Dikatakan Sukraen, orang yang pertama kali menemukan mayat itu adalah Arman dan Nasrul. Kedua warga ini membawa speed boat dari Desa Waigitang menuju ke Ternate dengan mengangkut penumpang. Dalam perjalanan tepat di depan perairan desa Rabutdaiyo, Arman dan Nasrul melihat benda berwarna putih tampak mengapung. Setelah didekati, ternyata yang ditemukannya adalah sesosok mayat manusia. Arman dan Nasrul lalu meminta pertolongan warga desa Rabutdaiyo dan Polsek Makian untuk dilakukan evakuasi mayat.

“Setelah kami koordinasi dengan kepala desa Rabutdaiyo, mayat tersebut langsung dikuburkan di tempat pemakaman umum desa Rabutdaiyo. Selain itu, saat dikonfirmasi ke seluruh Kades di Pulau Makian, tidak ditemukan adanya laporan terkait orang hilang,” terang Kapolsek menutup. (sam/lid)