Dua Hari 2 Kali Longsor

MALUT POST – JAILOLO. Warga yang melintas jalur Jailolo-Sidangoli Kecamatan Jailolo Selatan (Jalsel) diminta waspada. Ini menyusul jalur tersebut, tepatnya di Gunung Koma rawan longsor. Minggu (17/1) sekitar pukul 04.30 WIT terjadi longsor besar yang menutup jalur kendaraan Sidangoli-Jailolo.

Tumpukan material ini berhasil dibersihkan tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, TNI/ Polri, Satpol PP Damkar, DLH, Orari dan masyarakat menggunakan peralatan seadanya. Usai dibersihkan, longsor susulan kembali terjadi, Senin (18/1) sekira pukul 06.30 WIT.

Tumpukan material menutup badan jalan di lokasi yang sama sehingga membuat kendaraan Jailolo-sidangoli tidak bisa melintas. “Longsor kemarin lebih para dibandingkan yang lebih parah dibanding yang terjadi, Minggu (17/1). Karena itu, kami kembali menurunkan tim dari BPBD, PUPR, Satpol PP, Damkar dan DLH ke lokasi untuk membersihkan.

“Kali ini pembersihan menggunakan alat berat (excavator), sehingga tepat pukul 17.00 WIT material berhasil dibersihkan,” kata Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Abdullah Ishak kepada Malut Post, Senin (18/1). Karena itu, diimbau kepada warga yang melintasi ruas jalan tersebut agar selalu waspada karena intensitas hujan seperti saat ini rawan terjadi longsor dan banjir saat ini tidak lagi terjadi longsor di titik-titik tertentu.

Sementara di beberapa lokasi di kecamatan Ibu, Loloda dan Jailolo Selatan yang terkena banjir akibat curah hujan beberapa waktu lalu airnya sudah surut. “Harapan kami semoga musibah longsor dan banjir saat ini tidak lagi terjadi di kemudian hari,” harap mantan Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Pemkab Halbar ini. (met)

Sedikitnya 11 tewas dan 18 lainnya luka-luka dalam musibah tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (9/1) malam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, dalam pernyataan tertulis mengatakan longsor pertama akibat curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang tidak stabil. Sementara “longsor susulan terjadi ketika petugas sedang mengevakuasi korban di sekitar daerah longsoran pertama.”

Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) Kecamatan Cimanggung, Kapten. Inf. Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, yang sedang berada di lokasi untuk menanggapi insiden longsor pertama, ikut menjadi korban.

Lokasi tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu, 9 Januari 2021. (Foto: Humas BNPB)

Lokasi tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu, 9 Januari 2021. (Foto: Humas BNPB)

“Diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan,” tambah Raditya, mengutip informasi dari BPBD.

Upaya pencarian akan kembali dimulai pada Minggu (10/1) oleh tim gabungan TNI-Polri, BPBD dan warga sekitar, sambil menunggu datangnya peralatan berat.

Insiden tanah longsor itu juga membuat sebuah jembatan dan beberapa jalan terputus.

Intensitas hujan yang tinggi pada pada Sabtu (9/1) memicu terjadinya beberapa insiden tanah longsor di beberapa daerah di Jawa Barat, seperti di Garut dan kawasan lain di Sumedang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat dan potensi petir serta angin kencang akan kembali terjadi pada Minggu (10/1) dan Senin (11/1). Untuk itu BNPB menyerukan masyarakat untuk waspada dan siaga mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.

BNPB juga mengingatkan seluruh BPBD Propinsi untuk secara terus menerus mengeluarkan peringatan dini dan meningkatkan kesiapsiagaan pada puncak musim hujan pada Januari hingga Februari. [em/ft]