MALUTPOST-TIDORE. Sejumlah lokasi wisata di Kota Tidore Kepulauan dipenuhi pengunjung. Salah satu diantaranya destinasi wisata yang ada di pulau Maitara. Berdasarkan pantauan Minggu (3/1) kemarin, ratusan warga yang hendak menghabuiskan waktu libur di pulau Maitara terlihat memenuhi dermaga pelabuhan Rum untuk bertolak ke Maitara.

Pulau Maitara memang menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu libur. Kondisi ini tentu membawa dampak yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga wajib menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan.

Sayangnya, ada beberapa lokasi wisata termasuk Maitara yang belum menjadi perhatian serius. Mulai dari sarana dan prasarana hingga soal kebersihan yang masih jauh dari harapan. Maulana Ibrahim, salah seorang pengunjung yang juga dosen di Universitas Khairun (Unkhair) mengaku terkejut saat dirinya berada di Maitara.

“Banyak pengunjung, tapi tidak ada tapi satu pun bak penampung sampah yang terlihat disana (Maitara),” ungkapnya. Bungkusan makanan yang di bawa para pengujung hanya dibiarkan berserakan di sekitar lokasi. “Ini menunjukkan, selain minimnya kesadaran pengunjung, perhatian pemerintah terutama Desa setempat juga tidak ada,” akunya.

Bukan hanya itu, tarif harga tempat duduk bagi para pengunjung juga berbeda-beda ditambah buruknya pelayanan. “Tempat duduk bagi pengunjung sampai Rp 50 ribu. Sudah mahal, pelayanan juga tidak begitu baik sehingga pengunjung merasa kurang nyaman,” paparnya.

Padahal baginya, Maitara merupakan salah satu aset yang menjadi pilihan wisata bagi keluarga. Sayangnya, bentuk pengelolaan belum maksimal. “Pemkot harus bisa memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan kenyamanan pengunjung, sebab Maitara saat ini menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan. Jangan sampai timbul kesan yang tidak baik bagi pengunjung dari luar Maluku Utara,” tambahnya.

Ia berharap, ada inovasi serta bentuk kreativitas antara Pemkot dan warga setempat sehingga Maitara bisa dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang berkesan.

“Setidaknya ada regulasi atau aturan yang berkaitan dengan pengelolaan wisata di Tikep, terutama Maitara. Apa lagi tahun ini akan digelar event Sail Tidore. Tentu hal ini harus menjadi perhatian. Yakni kelompok kebersihan, kelompok pelayanan info wisata hingga tim keamanan dan keselamatan pengunjung. Tinggal diatur manajemennya saja. Pembiayaan bisa lewat Dana Desa (DD).”

“Selain itu, Dinas Pariwisata (Dispar) sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis juga harus memaksimalkan koordiansi, terutama menyangkut dengan ekosistem wisata hingga soal kebersihan. Intinya, wisata tanpa edukasi terhadap juga lemah. Dua hal ini sangat penting,” paparnya.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar), Yakub Husaen ketika ketika dikonfirmasi secara terpisah, berjanji untuk lebih memperhatikan destinasi wisata di Pulau Maitara, tahun ini.

“Kami sudah sampaikan persoalan ini ke pimpinan dalam hal ini Pak Wali Kota agar kedepan, OPD pendukung bergerak bersama dalam menyelesaikan fasilitas penunjang wisata yang ada di Maitara. Nanti kami inventarisir, apa saja yang perlu dibenahi agar Pulau Maitara bisa lebih baik,” janjinya menutup. (mg-06/aji)