Hujan lebat pada Minggu (17/1) menghambat upaya pencarian korban yang mungkin tertimbun hidup-hidup di antara reruntuhan akibat gempa bumi hebat di Sulawesi yang menewaskan sedikitnya 81 orang dan menyebabkan ribuan mengungsi.Alat-alat berat seperti mesin pengeruk dan crane dikerahkan di Kota Mamuju, di mana banyak bangunan hancur lebur, termasuk sebuah rumah sakit dan kantor gubernur.

Belum jelas berapa banyak orang, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal, yang mungkin masih tertimbun reruntuhan pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang pada Jumat (15/1).

“Hujan menimbulkan risiko karena bangunan yang rusak bisa ambruk apabila terlalu berat… dan gempa susulan juga bisa menyebabkan bangunan bergerak,” kata seorang anggota tim penyelamat, Octavianto.

Dia menambahkan mengeruk puing-puing terlalu cepat dengan alat berat bisa menimpa dan mengubur korban selamat yang tertimbun.

“Sejauh ini semua korban yang kami temukan telah meninggal dunia,” kata pria berusia 37 tahun itu.

“Kemungkinan besar korban-korban lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal apabila sudah lewat 24 jam,” tambahnya.

Tim-tim penyelamat menyisir puing-puing, mengangkat mayat-mayat dan memasukannya ke dalam kantong-kantong jenazah. Sementara polisi pada Minggu (17/1) mengerahkan unit anjing pengendus K-9 untuk membantu pencarian di sebuah rumah sakit yang hancur.

Pihak berwenang belum memberikan data berapa banyak korban yang telah diselamatkan dalam keadaan hidup. [vm/ft]