Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita sering dihadapkan dengan situasi sulit untuk mencari cara menghadapi seseorang yang marah-marah kepada kita tanpa perlu meladeninya. Akan tetapi sebagai manusia, tak dapat dipungkiri kalau terkadang sulit untuk menahan emosi tersebut.

Ada beberapa hal yang membuat kita enggan menjawab amarah dari seseorang. Mulai dari rasa malas, hingga rasa takut. Sayangnya, sikap kita yang kerap menahan sabar justru malah jadi beban tersendiri. Oleh karena itu, profis harus mengetahui tips berikut agar dapat merasa tak terbebani tatkala bertemu dengan keadaan tersebut.

Mencontoh Siddharta Gautama, Sosok Agama Terkemuka dari Buddha

Sidharta Gautama

Dikisahkan Siddartha Gautama melakukan perjalanan dari desa ke desa untuk memberikan pencerahan lewat pengajarannya. Hingga suatu hari, seorang pemuda yang dengan penuh emosi mendatangi Gautama dan mengatakan bahwa Gautama bukanlah seorang bijaksana melainkan pengajar sesat.

Banyak pengikut atau orang yang mendengarkan Gautama saat itu ingin mengeroyok pemuda tersebut, tapi Gautama menahan dan berkata bahwa tidak ada gunanya menghadapi agresi dengan agresi. Lalu Gautama berpaling ke arah pemuda tersebut sambil tersenyum dan berkata,

Apa yang terjadi jika anda memiliki pemberian untuk diberikan ke orang lain, lalu ternyata orang lain itu menolaknya, milik siapakah pemberian tersebut?

“Tentu saja milik saya karena saya yang membawa pemberian tersebut!”

ujar pemuda tersebut dengan nada tinggi.

Jika anda marah kepada saya dan saya tidak tersinggung, amarah tersebut yang justru menjadi beban anda. Maka anda akan menjadi sosok yang terbebani dengan amarah, menjadi tidak bahagia, bukan saya. Apa yang anda telah lakukan hanyalah menyakiti diri anda sendiri saja.

Akhirnya, ia yang awalnya dengan emosi dan penuh amarah pun merasa malu dan terdiam. Seakan tertampar atas apa yang ia praktikkan sendiri. Gautama kemudian berkata lagi,

Apapun itu situasi dan kondisinya, jika anda membiarkan amarah menguasai pikiran anda, amarah tersebutlah yang akan mengambil kehidupan dari anda.

Dampak Psikologis

Di sisi lain, psikologis juga mengungkapkan bahwasanya ketika profis mampu menghadapi situasi panas dengan kondisi tenang, maka lawan bicara profis pun akan melunak dengan sendirinya. Selain itu, mereka yang dipenuhi emosi juga secara otomatis akan merasa malu dengan tingkahnya sendiri.

Hal ini tentunya masuk akal. Mengingat sebagai mahkluk yang dibekali akal budi, manusia dikaruniai dengan naluri untuk memilih opsi teraman dalam sebuah konflik. Hasilnya, ketika seseorang marah-marah kepada kita, ia yang merasa bahwasanya amarahnya tak ditanggapi akan dengan refleks menerjemahkan situasi sebagai keadaan yang kondusif. Dimana seharusnya amarah tak perlu ia keluarkan.

Beda halnya bilamana profis ikut menanggapi amarah itu. Bukannya mereda, emosi orang yang bersangkutan pun semakin tersulut. Sialnya, profis juga harus tercebur dalam masalah yang tentunya dapat merusak mood profis, atau bahkan membuat profis tersangkut kasus serius, loh!


Setelah membaca penjelasan di atas, tentunya cara terbaik untuk menghadapi seseorang yang marah-marah kepada profis itu sederhana, yaitu tetap tenang. Akan tetapi yang perlu digarisbawahi, bersikap tenang tentunya tidak semudah itu. Profis sendiri pun harus belajar untuk menguasai diri, tetap berpikir positif, dan tentunya mensugestikan diri sendiri bahwasanya opsi ketenangan yang profis pilih pasti akan berhasil.

Selamat mencoba!