Target 800 Ribu Lebih Warga Malut Divaksin

MALUT POST – TERNATE. Vaksin Covid-19 jenis Sinovac yang didatangkan dari China, tiba di Ternate, Maluku Utara (Malut), kemarin (4/1). Sesuai rencana, para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang akan divaksin pertama, selanjutnya pegawai pemerintah yang bekerja pada layanan umum. Selain itu, barulah diberikan ke masyarakat luas.

Sebagian orang yang akan menerima vaksin pertama kali, sejumlah tenaga medis resah. Mereka khawatir akan resiko pasca vaksin yang diberikan. Mereka juga belum mendapat informasi detail terkait keamanan dan keberhasilan vaksin tersebut. “Mungkin ini informasi hoax, tapi sangat membuat kami resah dan khawatir. Apalagi kami orang pertama yang menggunakan vaksin itu nanti, kan wajar bila ada kekhawatiran,” kata sejumlah pegawai Puskesmas di Kota Ternate secara terpisah.

Meski begitu, sejumlah tenaga kesehatan yang enggan namanya dikorankan ini mengaku, tetap siap, bila nanti akan diberi vaksin. “Walau was-was kami tetap siap divaksin,” ujar mereka.

Selain tenaga medis, para pegawai yang akan menjadi sasaran pemberian vaksin juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Bahkan beberapa pejabat di pemkot Ternate mengaku akan kabur bila dipanggil untuk vaksin. “Masalahnya tingkat keakuratannya hanya 60 persen. Bisa saja gagal. Kenapa langsung diterapkan. Harusnya dilakukan uji coba berulang kali dulu. Di banyak negara mereka bahkan menolak vaksin China ini,” kata salah satu Pejabat Eselon II di lingkup Pemkot tersebut.

Kekhawatiran yang sama juga datang dari Kota Ternate, bahkan secara terang-terangan ada yang enggan divaksin. “Saya dan keluarga tidak mau divaksin. Kami sehat tidak sakit. Selain itu sejau ini saya tidak dapat informasi dari pemerintah terhadap jaminan bahwa vaksin ini aman. Dan jika terjadi sesuatu langkah pencegahan seperti apa yang dilakukan nanti. Saya hanya terima informasi, vaksin ini ketika digunakan ada yang korban. Jadi wajar kalau saya tolak,” ujur Hasan Bahta, satu warga Kelurahan Bastiong ini.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Malut, dr. Inhar Sidi Umar mengatakan, pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) telah menerima 7.160 dosis vaksin yang dikirim dari Pemerintah Pusat Vaksin jenis sinovac itu diterima Pemprov Malut, Senin (4/1) kemarin.

Vaksin tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke Kabupaten dan Kota di Malut. “Sudah tiba tadi pagi (kemarin, red). Dalam waktu dekat vaksin ini akan kita distribusi ke 10 Kabupaten/ Kota,” jelasnya. (udy/cr-03/rul)