MALUTPOST.TERNATE – Jumlah narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB selama tahun 2020 mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang diterima, sepanjang tahun 2019, jumlah narapidana sebanyak 261 orang. Sedangkan tahun 2020 sebanyak 285 orang. Demikian disampaikan Karutan Kelas IIB, Sujatmiko saat dikonfirmasi Selasa (6/1) kemarin. “Warga binaan tahun 2020 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,” aku Sujatmiko.

Dia mengatakan, peningkatan jumlah narapidana sesuai statistik. Jumlah kasus narkotika tahun 2019 sebanyak 123 orang. Sedangkan tahun 2020 sebanyak 123 perkara. “Untuk kasus pencurian tahun 2019 sebanyak 24 orang. Sedangkan tahun 2020 sebanyak 45 orang,” sebutnya.

Kata Sujatmiko, warga binaan kasus Tindak Pidana Korupsi tahun 2020 mengalami peningkatan signifikan. Yakni 26 orang. Sedangkan tahun 2019 hanya 15 orang. “Kesusilaan tahun 2019 sebanyak 7 orang dan tahun 2020 naik satu kasus,” ungkapnya.

Di tahun 2019, kasus perkara Perlindungan Anak sebanyak 28 orang. Masuk tahun 2020 meningkat jadi 31 orang. Begitu juga dengan perjudian tahun 2020 yang meningkat sebanyak 5 orang.

“Untuk Pelanggaran Lalu Lintas tahun 2019 sebanyak 6 orang sementara tahun 2020 mengalami penurunan sebanyak 3 orang. Penganiayaan tahun 2019 sebanyak 35 orang dan tahun 2020 ada 34 orang,” katanya.

Sujatmiko menambahkan, masa pandemi virus covid-19 sama sekali tidak berdampak pada penurunan angka kriminal. Seperti kasus narkoba dan pencurian. “Walaupun Pandemi, jumlah penyalahgunaan narkoba terus meningkat. Imbasnya ke pencurian yang juga mengalami peningkatan,” pungkasnya. (mg-07/aji)

MALUTPOST.TERNATE – Innalillahi Wainnailaihi Rajiun. Kabar duka datang dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Ternate, Selasa (5/1). Wahid alias WB, salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana di Lapas meninggal dunia. Pria 60 tahun, terdakwa tindak pidana pencabulan anak dibawa umur yang di vonis Pengadilan Negeri (PN) Ternate 9 tahun penjara, menghembuskan napas terakhir di RSUD Chasan Bosoeiri.

Almarhum dikabarkan meninggal di RSUD pukul 13.10 WIT. Dari informasi yang diterima, sebelum meninggal dunia, pihak Lapas menerima laporan dari beberapa Napi kalau WB saat tengah tidur sampai mengeluarkan dengkur yang tidak biasa. Mendengar laporan ini, WB langsung diperiksa tim medis di Klinik Lapas. Hasilnya, almarhum mengidap sakit asam urat diikuti sesak napas hingga akhirnya dirujuk ke RSUD.

Belakangan diketahui, almarhum dalam keadaan sehat karena tidak menunjukkan gejala sakit. Kalapas kelas II A, Maman H ketika dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. “Dinyatakan meninggal menurut keterangan dari pihak RSUD, katanya almarhum terkena serangan jantung. Padahal almarhum sebelum itu terlihat dalam kodisi sehat,” akunya. Kata Maman, tidak lama di RSUD, WB akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Pihak Lapas kemudian berkoordinasi dengan keluarga almarhum. Jenazah almarhum kemudian kemudian diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan di pekuburan umum yang berlokasi di Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan. Jenazah almarhum dikebumikan sekitar pukul 16.00 WIT atau ba’da ashar. “Petugas Lapas yang menhadiri dan mengikuti proses pemakaman sampai dengan selesai ada 4 orang,” aku Maman.

Dikatakan Maman, almarhum WB yang divonis 9 tahun sudah menjalani masa penhanan di Lapas sekitar dua tahun. Terhitung sejak putusan pengadilan 2018 lalu. “Almarhum juga dapat remisi. Dan dalam dua tahun itu, almarhum terhitung empat kali dapat remisi,” ungkapnya. Sesuai perhitungan, WB akan dibebaskan dari masa hukuman tahun 2025 mendatang. “Almarhum sesuai perhtungan, tahun 2025 sudah bebas,” tandasnya.